You are on page 1of 7

Erna Febriyati

Devi Pujiastuti
Nabila Tsara M
M. Faris Alam
Didin

Penyakit furunculosis disebabkan oleh


Aeromonas salmonicida
- bakteri gram negatif
- batang pendek ( 1,3-2,0 x 0,8-1,3 m )
- non motil
- tidak membentuk spora
- fakultatif anaerob
- pertumbuhan optimum pada suhu 22C
- memproduksi brown pigmen yang diffusible
(untuk strain typical)

Sebaran geografis dan


inang target

Sebaran geografis : Amerika utara, Amerika


Selatan, Eropa, Asia, Afrika
Strain typical inang dominan ikan- ikan
salmonid
dapat menyerang ikan air tawar seperti mas
koki, koi, karper dan lele.

Epizootiologi

Bakteri ini mengefeksi bagian luar dari tubuh


ikan, seperti kulit dan insang ikan dan juga
menyerang saluran pencernaan ikan
sangat mudah menular pada ikan lain yang
berada disekitar ikan yang terkena penyakit
Penularan penyakit dibagi menjadi 2, yaitu
penularan secara vertical dan horizontal
Dapat ditularkan melalui air yang
terkontaminasi
Ikan karier

Gejala klinis / tanda-tanda


penyakit
ikan menjadi berwarna lebih gelap
Anoreksia
haemoragik petekhial (pendarahan akibat pecahnya

pembuluh kapiler) pada kulit dan sekitar sirip


Letargi
kehilangan nafsu makan
furunkelpada tubuh ikan
kondisi akut kematian akan terjadi setelah 2-3 hari
sub-akut akan mati setelah 4-6 hari dan
kronik bila mampu bertahan dari kondisi sub-akut
dan ditunjukkan dengan sembuhnya borok dan luka.

Prosedur diagnosa
penyakit
- mengetahui catatan sejarah penyakit yang
meliputi frekuensi epizootic di daerah yang
terserang
- sumber ikan
- suhu air dan
- parameter lingkungan yang lain.

Pengukuran panjang dan berat ikan.


Pengamatan tanda-tanda luar pada permukaan tubuh dan insang.
Gunting lembaran insang dan ambil lendir tubuh untuk mendeteksi parasit

di bawah mikroskop.
Ambil contoh darah dari sirip dada menggunakan jarum suntik untuk
pembuatan
preparat apusan darah dengan menggunakan pewarnaan Giemsa.
Isolasi jamur dengan menggunakan agar GY jika diduga terjadi infeksi
jamur. vi. Isolasi bakteri dari sirip atau insang dengan menggunakan agar
cytophaga, jika diamati adanya insang atau sirip yang membusuk.
Isolasi bakteri dari luka dengan menggunakan agar TS atau BHI, jika ikan
memiliki borok atau ada pembengkakan pada permukaan tubuh.
Bedah ikan dengan peralatan bedah yang bersih untuk membuka rongga
perut dan amati tanda-tanda internal.
Isolasi bakteri dari hati, ginjal dan limpa dengan menggunakan agar TS
atau BHI. x. Pembuatan preparat limpa pada kaca preparat dengan
pewarnaan Giemsa untuk mendeteksi infeksi bakteri.
Fiksasi setiap organ dengan larutan formalin 10I berpenyangga fosfatuntuk histopatologi dan dalam etanol 70% untuk uji PCR.