You are on page 1of 83

Trauma Toraks

Dr. Andreas Andri L. SpB, SpB.TKV, FInaCS, FIHA, FICS


Ahli Bedah Umum , Konsultan Bedah Torakskardiovaskuler

Curiculum vitae

Dr. Andreas Andri L, SpB, SpB.TKV, FInaCS, FIHA,


FICS
SMF Bedah Torakskardiovaskuler
Departemen Bedah
Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot
Soebroto
Fakultas Kedokteran UNAIR 1984
PPDS-1 Bedah Umum FK UNAIR 2004
PPDS-2 Bedah TKV FK UI 2008
Sepamilsuk 89, Dikmil I, Selapa 2009
ATLS, DSTC, ACLS, TOT ATLS, Clinical Teaching
UI, OSCE UPH, FAST
Timor Timur, Aceh

Trimodal Death Distribution:


(ACS,97)
. Periode I: detik-menit cedera CNS, Cor, Aorta
Periode II: menit-jam kelainan multiple
(fr.iga, pneumotoraks, hemotoraks, dll.) + blood lost
Periode III: hari minggu sepsis atau MOF

Di Amerika (1990-an): 180.000 kematian/ tahun karena trauma: 25 % trauma


toraks, 25 % trauma toraks + penyerta
10 % dari trauma tumpul dan 25 % dari trauma
tembus toraks torakotomi (ACS, 1997; Boffard, 2000).
Angka mortalitas trauma toraks adalah 10 %

PATOFISIOLOGI AKIBAT TRAUMA TORAKS


Sering terjadi: hipoksia, hiperkarbia & asidosis
Perubahan patofisiologi:
1. kegagalan ventilasi dan distribusi udara
2. kegagalan pertukaran gas pada tingkat alveolar atau
kegagalan difusi
3. kegagalan sirkulasi karena perubahan hemodinamik
berakibat gangguan perfusi jaringan dan organ

hipoksia---

Rangsangan

Cytokines

-ARDS
-SIRS
-MOF

TRAUMA TORAKS
Trauma tumpul
Trauma tembus :
Luka tembak
Luka tusuk
Terjatuh pada benda
tajam

ANATOMI
Silinder
berongga
dengan 12
pasang kosta

Paru-paru :
lobus kanan &
kiri
Pleura
parietal &
viseral
Mediastinum

Pleura : parietal &


viseral

PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi : Jejas ?

Auskultasi : Suara nafas ?

Palpasi : Nyeri Tekan ?

Perkusi : ?

DIAGNOSTIK TRAUMA TORAKS


1. Keadaan umum penderita:
Sesak; anemis, syok, pre-syok?; bagaimana nadi dan tensi penderita?
(akral?)
A. membebaskan airway (jalan nafas);
B. menjamin breathing (pernafasan);
C. memperbaiki circulation: infus (RL , atau darah); D; E
2. Status lokalis:
Inspeksi: jejas pada dinding toraks? Sisi mana?; gerakan nafas,
simetris,
terhambat?; arah dan lokalisasinya ?; flail chest?
Palpasi : krepitasi? (udara di bawah kulit, fraktur iga)
Perkusi : pneumotoraks?; hemotoraks? Sampai setinggi mana?
Auskultasi: suara nafas sisi mana yang kurang/hilang?; suara jantung?
3. Pemeriksaan tambahan:
a. Foto toraks AP; b. EKG; c. Echokardiografi; d. USG; e. Analisis gas darah, f.
Aortografi-angiografi; g.Esofagusgrafi/skopi; h.Torakoskopi; i. CT-scan

FLAIL CHEST
Penyebab :
tumbukan pada
sternum atau sisi
lateral dada

Fraktur lebih satu kosta (minimal dua) berturut-turut pada dua tempat
atau lebih pada masing-masing kosta

Flail Chest

SEGMEN BEBAS GERAKAN PARADOKSAL

DIAGNOSIS FLAIL CHEST

Riwayat trauma (+)


Nyeri
Gerakan pernafasan
abnormal
Krepitasi
Foto Rontgen

PENANGANAN FLAIL CHEST

Tahanan kedalam
Analgetik
Ventilasi

Indikasi penggunaan ventilator secara dini pada flail chest yang :


disertai :
Shock
Trauma lain lebih dari 3
Cidera Kepala Berat
Penyakit paru yang berat sebelumnya
Patah tulang iga lebih dari 8
Usia lebih dari 65 thn.

Robert F. Wilson, Handbook of Trauma,


Pitfalls of Tauma, Section of Thoracic &
Cardiovascular Surgery, Wayne State
university

Penatalaksanaan
Bedah

TORAKO-ABDOMINAL
trauma tembus di bawah nipple
Kematian lebih banyak karena cedera intra abdomen
Approach bergantung pada perkiraan sumber
perdarahan utama:
Hepar/Lien Laparotomi
Jantung /bronchus/paru-paru Torakotomi
Diagnostik Laparoskopi vs Torakoskopi

Bangun dong !

Cedera Impalement
Benda asing yang
menembus bagian
tubuh dan tetap berada
di tempatnya
Oleh karena ada efek
Tamponade-like effects,
ekstraksi benda asing
HARUS dalam narkose
dan a vue

OPEN PNEUMOTHORAKS

Defek pada dinding dada > trakhea

Udara masuk melalui defek


Tekanan didalam rongga pleura = tekanan
atmosfir

DIAGNOSIS
OPEN PNEUMOTORAKS

Riwayat trauma (+)


Nyeri, sesak nafas, jejas
(+)
Pemeriksaan Fisik :
* Inspeksi : Jejas (+)
* Auskultasi :Suara nafas
(-)
* Perkusi : hipersonor

PENANGANAN
OPEN PNEUMOTORAKS

Tutup defek / luka dengan kassa steril yang kedap

Plester TIGA SISI

Efek
Flutter Type valve

PENANGANAN
OPEN PNEUMOTORAKS

PLESTER TIGA
SISI
Efek FLUTTER
TYPE VALVE
Pasang selang
dada

TENSION PNEUMOTORAKS

Akumulasi udara
sistim seperti
katup
Paru kolaps
mendorong
mediastinum
kesisi yang
berlawanan

DIAGNOSIS
TENSION PNEUMOTORAKS

Nyeri dada, sesak nafas,


gelisah
Pemeriksaan Fisik :
* Inspeksi : Distensi vena
leher
Deviasi trakea
* Auskultasi : suara nafas
(-)
* Perkusi : hipersonor

If you see a significant tensionpneumothorax on radiograph,

YOU HAVE MISSED THE CLINICAL DIAGNOSIS

PENANGANAN
TENSION PNEUMOTORAKS

NEEDLE
TORAKOSINTESIS
Tension
Pneumotoraks
Pneumotoraks
Sederhana

Penatalaksanaan Tension Pneumotoraks

(3 of 5)

Needle thoracostomy

Jarum abbocath ditusukkan di atas iga 3 untuk


menghindari arteri, vena, dan saraf intercotalis yang
berjalan di bawah tulang iga

HEMOTORAKS MASSIVE

Terkumpulnya darah > 1500 cc atau


200 cc / jam dalam waktu 2-4 jam

Luka tembus pembuluh darah


pada hilus paru/ p.d sistemik

DIAGNOSIS
HEMOTORAKS MASSIVE

Riwayat trauma (+)


Syok (+)
Pemeriksaan fisik paru :
* Inspeksi : Jejas (+)
* Auskultasi : Suara nafas (-)
* Perkusi
: Redup

PENANGANAN
HEMOTORAKS MASSIVE

Atasi syok
TORAKOTOMI

TAMPONADE JANTUNG
Jantung diselimuti
oleh membran
fibrosa yang kuat,
fleksibel tetapi
tidak elastis yang
disebut PERIKARD

TAMPONADE JANTUNG
Jantung diselimuti oleh
membran fibrosa yang
kuat, fleksibel tetapi
tidak elastis yang
disebut Perikard

Ruang antara jantung


dan perikard disebut
Ruang Pericard
cairan lubrikan

Anatomi Prekordial
kranial oleh sela iga III kiri
kaudal oleh arkus kosta kiri
lateral oleh garis
midklavikula kiri
medial oleh garis
parasternal kanan

Trauma tembus / trauma tumpul


Darah yang masuk ke ruang perikard
karena robeknya miokard atau pembuluh
darah

Diagnosis klasik TRIAS BECK


1.
Peningkatan tekanan vena
2.
Penurunan tekanan arteri
3.
Suara jantung menjauh

Mungkin tidak
bergejala
cidera dada dan syok.
Indikasi
PERIKARDIOSINTESIS
bila penderita dalam
keadaan syok
hemoragik tidak
memberikan respon
pada resusitasi cairan

Tamponade Jantung
Trias Beck hanya 20% (bunyi jantung , distensi vena
jugularis, hipotensi), Jangan menunggu sampai semua
tanda muncul (pericard robek, otot ventrikel tebal)
Agitasi, takikardia, takipneu, diaforesis, akral dingin
PRINSIP : setiap luka tusuk di area prekordial harus
dianggap menembus jantung sampai terbukti tidak!!!

PITFALL: Jika x-foto toraks dilakukan pada


penderita yang hipotensi atau keadaan
hemodinamik tidak stabil, maka akan terjadi
penundaan operasi dan hal ini akan berakibat
fatal.

TORAKOTOMI URGENT
beberapa jam pasca trauma
Tamponade jantung
Hematotoraks masif
Kebocoran udara persisten

Parameters and criteria which indicate


a successful resuscitation

Endpoints of Resusciation
Stable hemodynamics
No hypoxemia, no hypercapnia
Lactate < 2 mmol/ L
Normal coagulation
Normothermia
Urinary output > 1 mL/kg/hour
No need for vasoactive or inotropic
stimulation

SUMMARY

Nn. Wwk// 20 th

Nn. Wwk// 20 th

`
Dx masuk :
Pneumothorax bilateral + Tension
Pneumothorax S + Emfisema Subkutis Luas
CF. Costa 2,5,6,7,8,9 (S) posterior

Abdomen sering terkena trauma.


Mekanisme cidera potensi trauma
abdomen dan perdarahan intra
abdomen
Motralitas ditentukan oleh beratnya
trauma & keterlambatan diagnosis
Kematian disebabkan oleh
perdarahan atau peradangan dalam
rongga peritoneum

ANATOMI

Dinding anterior :
kulit, fasia superfisialis, otot-otot abdomen,
fasia tranversalis, lemak ekstraperitoneal
dan peritoneum perietalis

Abdomen berisi :
Organ pencernaan
Endokrin
System urogenital
Pembuluh darah besar

Rongga Abdomen
1. Ruang Peritoneal
( ruang abdomen
sebenarnya ) berisi
usus besar dan
halus, limpa, hepar,
lambung, kandung
empedu dan organ
reproduksi

2. Ruang Retroperitoneal
( ruang potensial
dibelakang rongga
peritoneal ) berisi
ginjal, ureter, kandung
kemih, organ
reproduksi, vena cava
inferior, aorta
abdomen, pancreas,
sebagian duodenum,
kolon dan rectum

Untuk penilaian
Empat Kuadran

Untuk memahami
fisiologi :
Organ berongga
Solid
Vaskuler

ETIOLOGI TRAUMA ABDOMEN

TRAUMA TUMPUL

TRAUMA TEMBUS

Trauma tembus

Luka tusuk

Gun shot

D
IAGNOSIS
ANAMNESIS

Selengkap mungkin
Riwayat trauma

PEMERIKSAAN FISIK
Teliti dan sistematis Inspeksi, Auskultasi,
Perkusi, Palpasi
PEMERIKSAAN LAINNYA
Pemeriksaan Rektum
Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan Radiologi

TANDA DAN GEJALA UMUM

Syok dan penurunan kesadaran


Jejas di daerah perut
Pada luka tusuk prolaps isi perut
Adanya darah, cairan atau udara bebas dalam
rongga perut terutama pada trauma tumpul
Tanda Rangsang Peritoneum
Nyeri tekan, nyeri lepas, kekakuan dinding
perut, nyeri di daerah perut
Pekak hati menghilang
Bising usus melemah/ menghilang

PENATALAKSANAAN
AIRWAY,BREATHING, CIRCULATION

Proteksi diri
Curiga fraktur servikal fiksasi
kepala dan pasang neck collar
Observasi tanda vital & shock
Kontrol perdarahan luar, balut luka
terbuka dengan kasa steril

EVISERASI :
tutup dengan
kasa steril
yang lembab
dan selama
transport
selalu dibasahi
dengan NaCl
Benda masih
menancap
jangan dicabut
karena
sebagai
tampon