You are on page 1of 22

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

KELOMPOK 10
Tria A. A Saragih / 120110110057
De Lusi Nur Latifah / 120110110073
Ivon Sestia Putri / 120110110084
Alinda Ayu Pratiwi / 120110110227

Universitas Padjadjaran
2014

Kata Pengantar

Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena terselesaikannya makalah ini. Makalah
ini dibuat sebagai tugas dari mata kuliah Analisis Laporan Keuangan.
Kami berharap dengan adanya makalah ini pemahaman kami serta pembaca makalah
tentang setiap pokok bahasan yang kami kupas secara detail menjadi lebih baik. Semoga
pembahasan kami diterima dan sesuai dengan kenyataan yang ada dalam dunia akuntansi.
Selain itu, kami juga berharap makalah kami ini berguna bagi penggunanya yang berasal dari
berbagai kalangan.
Mohon maaf apabila masih terdapat banyak kesalahan dari pihak penyusun makalah
mengenai isi maupun hal lain yang menyangkut makalah ini.

Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar...........................................................................................................................2
Daftar Isi.....................................................................................................................................3
BAB I Pendahuluan....................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................4
1.2 Tujuan...............................................................................................................................5
BAB II Pembahasan...................................................................................................................6
2.1 Company Profile...............................................................................................................6
2.2 Visi dan Misi Perusahaan.................................................................................................7
2.3 Kegiatan Usaha.................................................................................................................8
2.4 Anak Perusahaan..............................................................................................................9
2.4.1 Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung lebih dari 50%..............................9
2.4.2 Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung antara 20% sampai dengan 50%.10
2.4.3 Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung kurang dari 20%..........................11
2.4.4 Anak Perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung............................................11

2.5 Pemegang Saham............................................................................................................12


2.6 Jumlah Pelanggan...........................................................................................................13
BAB III Hasil Analisis.............................................................................................................14
3.1 SWOT Analisis...............................................................................................................14
3.2 Rasio Laporan Keuangan...............................................................................................15
BAB IV Kesimpulan................................................................................................................21
Daftar Pustaka..........................................................................................................................22

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Analisa laporan keuangan sangat menarik dan dinamis, dengan beragam implikasi
untuk keputusan usaha, alokasi sumber daya, dan kekayaan individu. Dipahami bahwa
laporan keuangan sangat relevan untuk keputusan berbagai individu seperti investor, kreditor,
konsultan, manajer, auditor, direktor, analis, pemerintah, dan karyawan.
Analisis laporan keuangan merupakan bagian dari analisis kerangka usaha yang lebih
luas. Analisis laporan keuangan memiliki peran pada analisis dunia usaha seperti analisis
ekuitas dan analisis kredit. Ditekankan pada pemahaman aktivitas usaha- perencanaan,
pendanaan, investasi dan operasional.
Analisis laporan keuangan akan dimulai dengan mempertimbangkan relevansinya
pada keputusan usaha. Selanjutnya akan dijelaskan sifat dan tujuan laporan dan akuntansi
keuangan, termasuk lingkungan di mana laporang keuangan dibuat dan digunakan. Dua hal
diatas merupakan bagian dari gambaran umum analisis. Hal yang akan dilakukan selanjutnya
adalah analisa akuntansi, yaitu menjelaskan dan menganalisis pengukuran akuntansi dan

praktik dalam pelaporan laporan keuangan. Analisis ini akan dibagi dalam aktivitas
pendanaan(kewajiban dan ekuitas), investasi (aktiva), dan operasional (laba). Akan
diperlihatkan bahwa aktivitad operasional merupakan hasil dari perubahan pada aktivitas
investasi dan pendanaan.
Analisis yang akan dilakukan selanjutnya adalah analisis keuangan yaitu mempelajari
proses dan metode analisis keuangan (termasuk analisis prospektif). Sarana analisis terdiri
atas penghitungan rasio dan pengukuran arus kas untuk memprediksi laba dan penilaian
ekuitas. Disini akan dapat diperlihatkan bagaimana analisis laporan keuangan mengurangi
ketidakpastian dan meningkatkan keyakinan dalam pengambilan keputusan.
Agar tujuan dari mata kuliah analisis laporan keuangan ini dapat tercapai, maka kami
melakukan analisis pada laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia, sesuai dengan
prosedur analisa laporan keuangan yang telat dijelaskan sebelumnya.

1.2 Tujuan
1. Memberikan gambaran umum analisis laporan keuangan PT Telekomunikasi
Indonesia
2. Menjelaskan dan menganalisis pengukuran akuntansi dan praktik dalam pelaporan
laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia
3. Menjelaskan proses dan metode analisis keuangan PT Telekomunikasi Indonesia.

BAB II Pembahasan

2.1 Company Profile


PT Telekomuikasi Indonesia, Tbk (yang selanjutnya disebut Telkom) merupakan
BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah
Indonesia dan karenanya tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Dengan statusnya sebagai Perusahaan milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa
saham, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia
sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di BEI, NYSE,
LSE dan Public Offering Without Listing (POWL) di Jepang. Telkom Group adalah satusatunya BUMN telekomunikasi serta penyelenggara layanan telekomunikasi dan jaringan
terbesar di Indonesia. Telkom Group melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia dengan
rangkaian lengkap layanan telekomunikasi yang mencakup sambungan telepon kabel tidak
bergerak dan telepon nirkabel tidak bergerak, komunikasi seluler, layanan jaringan dan
interkoneksi serta layanan internet dan komunikasi data. Telkom Group juga menyediakan
berbagai layanan di bidang informasi, media dan edutainment, termasuk cloud-based and
server-based managed services, layanan e-Payment dan IT enabler, e-Commerce dan layanan
portal lainnya.
Berikut penjelasan portofolio bisnis Telkom:
1. Telecommunication
Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis
perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary
Telephone Service (POTS), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi
data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler

yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom


telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai
dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta korporasi.
2. Information
Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah
New Economy Business (NEB). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan
terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added
Services (VAS) dan Managed Application/IT Outsourcing (ITO), e-Payment dan
IT enabler Services (ITeS).

3. Media
Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian
dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (FTA) dan Pay TV untuk
gaya hidup digital yang modern.
4. Edutainment
Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom
dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan
di antaranya Ring Back Tone (RBT), SMS Content, portal dan lain-lain.
5. Services
Services menjadi salah satu model bisnis Telkom yang berorientasi kepada pelanggan.
Ini sejalan dengan Customer Portfolio Telkom kepada pelanggan Personal,
Consumer/Home, SME, Enterprise, Wholesale, dan Internasional.
Sebagai perusahaan telekomunikasi, Telkom Group terus mengupayakan inovasi di
sektor-sektor selain telekomunikasi, serta membangun sinergi di antara seluruh produk,
layanan dan solusi, dari bisnis legacy sampai New Wave Business. Untuk meningkatkan
business value, pada tahun 2012 Telkom Group mengubah portofolio bisnisnya menjadi
TIMES (Telecommunication, Information, Media Edutainment & Service). Untuk
menjalankan portofolio bisnisnya, Telkom Group memiliki empat anak perusahaan, yakni PT.

Telekomunikasi Indonesia Selular (Telkomsel), PT. Telekomunikasi Indonesia International


(Telin), PT. Telkom Metra dan PT. Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel).

2.2 Visi dan Misi Perusahaan


Visi
Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information,
Media, Edutainment dan Services (TIMES) di kawasan regional.
Misi

Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.

Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

Corporate Culture
Basic Belief
Core Values
Key Behaviors

: The New Telkom Way


: Always The Best
: Solid, Speed, Smart
: Imagine, Focus, Action

Strategi dari perusahaan telkom untuk tahun 2013 adalah directional strategy:sustainable
coompetitive growth, portofolio strategy:converged TIMES portofolio, Parenting
strategy:strategic guidance. Untuk menjalankan strategis tersebut perusahaan membuat
inisiatif strategi yang terdiri dari:
1. Pusat Keunggulan.
2. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
3. Percepatan implementasi broadband melalui layanan konvergen.
4. Pengelolaan portofolio nirkabel.
5. Mengintegrasikan solusi ekosistem Telkom Group.
6. Berinvestasi di layanan teknologi informasi.
7. Berinvestasi di bisnis media dan edutainment.
8. Berinvestasi di bisnis wholesale dan peluang bisnis internasional yang strategis.
9. Memaksimalkan nilai aset di bisnis yang saling terkait.
10. Mengintegrasikan Next Generation Network (NGN) dan Operational support system,
Business support system, Customer support system and Enterprise relations
management (OBCE) untuk mencapai penyempurnaan beban biaya.

2.3 Kegiatan Usaha


Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menyelenggarakan jaringan dan layanan telekomunikasi, informatika serta optimalisasi
sumber daya Perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, Perusahaan menjalankan
kegiatan usaha yang meliputi:

Usaha Utama

Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,


memasarkan atau menjual/menyewakan dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan atau menjual dan
meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluasluasnya dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Usaha Penunjang

Menyediakan layanan transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan


telekomunikasi dan informatika.
Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang
dimiliki Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas
sistem informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan dan fasilitas pemeliharaan dan
perbaikan.

2.4 Anak Perusahaan


2.4.1 Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung lebih dari
50%
PT Telekomunikasi Selular ("Telkomsel")
Telkomsel, yang merupakan operator seluler terkemuka di Indonesia, didirikan pada tanggal
26 Mei 1995, menyediakan layanan jasa telepon mobile seluler (GSM). Telkomsel dimiliki
65% oleh Telkom.
PT Multimedia Nusantara ("Metra")
Metra, yang berperan sebagai strategic invesment company guna mendukung realisasi
bisnis new wave Telkom Group, diakuisisi pada tanggal 9 Mei 2003. Metra yang 100%
sahamnya dimiliki Telkom berfokus pada layanan pembangunan, pengembangan,
pemeliharaan jaringan dan jasa, serta layanan multimedia (jasa sistem komunikasi data, jasa
portal dan jasa transaksi online).
PT Telekomunikasi Indonesia International ("TII" atau "Telin")
Telin pada awal pendiriannya menyediakan layanan telepon-tetap (KSO-III Jabar & Banten)
dan telekomunikasi internasional. Diakuisisi pada tanggal 31 Juli 2003, seluruh saham Telin
dimiliki Telkom. Telin bertanggung jawab mengelola telekomunikasi internasional serta
mengelola bisnis Telkom di luar negeri.

PT Pramindo Ikat Nusantara ("Pramindo")\


Pramindo pada awalnya didirikan untuk menyelenggarakan Kerja Sama Operasi ("KSO")
Telekomunikasi di wilayah Sumatera, diakuisisi pada tanggal 15 Agustus 2002, 100% saham
Pramindo dimiliki Telkom dengan menyediakan layanan jasa dan pengembangan
telekomunikasi.
PT Infomedia Nusantara ("Infomedia")
Infomedia, diakuisisi pada tanggal 22 September 1999 untuk menyelenggarakan KSO di
Sumatera, dengan fokus pada layanan buku petunjuk telepon dan layanan informasi dan call
center. Infomedia yang 100% sahamnya dimiliki Telkom, melalui 49% kepemilikan Metra,
telah melakukan transformasi bisnis dari 3 pilar bisnis (layanan direktori, layanan contact
center dan layanan konten) menjadi Business Process Outsourcing ("BPO") dan Digital
Media& Rich Content ("DMRC").
PT Dayamitra Telekomunikasi ("Dayamitra" atau"Mitratel")
Mitratel menyediakan layanan telepon tidak bergerak, penyediaan sarana-prasarana
telekomunikasi dan jasa telekomunikasi. Diakuisisi pada tanggal 17 Mei 2001, Mitratel yang
100% sahamnya dimiliki Telkom telah bertransformasi dengan menggarap bisnis penyediaan
infrastruktur telekomunikasi, termasuk penyediaan menara telekomunikasi untuk memenuhi
kebutuhan penempatan BTS bagi para operator telekomunikasi di seluruh Indonesia.
PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")
Indonusa didirikan pada tanggal 7 Mei 1997, dengan fokus pada penyediaan layanan
multimedia (TV berbayar dan internet). Sejak tahun 2007, Indonusa yang 100% sahamnya
dimiliki Telkom, melalui 0,46% kepemilikan Metra, merupakan operator Pay TV pertama di
Indonesia yang meluncurkan produk DTH Prepaid (prepaid satellite pay-TV) dengan nama
TelkomVision. Layanan ini memungkinkan pelanggan memilih konten dengan harga
terjangkau dan bebas mengisi voucher apa saja dan kapan saja.
PT Graha Sarana Duta ("GSD")
GSD menyediakan layanan pengelolaan gedung, jasa konstruksi dan pengembangan.
Diakuisisi pada tanggal 25 April 2001, Telkom memiliki 99,99% saham GSD. GSD memiliki
cakupan wilayah kerja di seluruh Indonesia dan melakukan pengelolaan terhadap gedunggedung Perusahaan Telkom Group serta juga mengelola gedung lain di luar gedung Telkom
Group.
PT Napsindo Primatel Internasional ("Napsindo")
Didirikan pada tanggal 29 Desember 1998, Napsindo menyediakan layanan network access
point. Telkom memiliki 60% saham Napsindo. Sejak tanggal 13 Januari 2006, Napsindo telah
berhenti beroprasi.

2.4.2 Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung


antara 20% sampai dengan 50%
PT Patra Telekomunikasi Indonesia ("Patrakom")
Patrakom didirikan pada tanggal 28 September 1995, dengan fokus pada layanan komunikasi
satelit (Very Small Aperture Terminal atau "VSAT") dan layanan serta fasilitas terkait kepada
perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan. Telkom memiliki 40%
saham Patrakom.
PT Citra Sari Makmur ("CSM")
CSM didirikan pada tanggal 14 Februari 1986, dengan fokus pada layanan telekomunikasi
terkait dengan aplikasi VSAT dan teknologi telekomunikasi lainnya, serta jasa konsultasi.
Telkom memiliki 25% saham CSM.
PT Pasifik Satelit Nusantara ("PSN")
PSN didirikan pada tanggal 2 Juli 1991. Telkom memiliki 22,38% saham PSN. PSN
menyediakan layanan sewa transponder satelit dan satelit berbasis jasa komunikasi untuk
negara di kawasan Asia Pasifik. PSN melakukan penawaran saham perdana atas saham biasa
dan mencatatkan sahamnya di NASDAQ pada bulan Juni 1996, namun Perusahaan
melakukan divestasi pada tanggal 6 November 2001 setelah gagal memenuhi persyaratan
tertentu dari NASDAQ National Market Listing.

2.4.3 Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung


kurang dari 20%
PT Batam Bintan Telekomunikasi ("BBT")
BBT didirikan pada tanggal 15 Juni 1996 melayani telekomunikasi sambungan kabel tidak
bergerak di Kawasan Industri Batamindo, Batam dan Bintan Beach International Resort serta
Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. Saham BBT dikuasai Telkom sebesar 5%.
PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia ("Bangtelindo")
Bangtelindo didirikan pada tanggal 24 Desember 1993, yang menyediakan jasa konstruksi
dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. Saham Bangtelindo 2,11% dimiliki oleh Telkom

2.4.4 Anak Perusahaan dengan kepemilikan tidak


langsung
PT Metranet ("Metra-Net")
Metra-Net yang didirikan pada tanggal 17 April 2009, dengan fokus layanan jasa portal
multimedia. Saham Metra-Net 100% dimiliki Metra.

PT Sigma Cipta Caraka ("Sigma")


Sigma didirikan pada tanggal 1 Mei 1987 dengan fokus pada penyediaan jasa IT & Solution.
Telkom kini memiliki 100% saham Sigma setelah bulan Agustus 2010 Metra mengakuisisi
20% sahamnya.
PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd
PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd merupakan Anak Perusahaan yang 100%
sahamnya dimiliki Telin, PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd didirikan pada
tanggal 6 Desember 2007 berdasarkan hukum Republik Singapura. Ragam layanan yang
dimiliki adalah jasa telekomunikasi termasuk tetapi tidak terbatas jasa voice dan data berbasis
internet, layanan data, callback/call-reorigination, jasa kartu telpon pre-paiddan resale jasa
sewa sirkuit.
Telkomsel Finance B.V ("TFBV")
TFBV didirikan di Amsterdam pada tanggal 7 Februari 2005 untuk tujuan peminjaman dan
pengumpulan dana, termasuk penerbitan obligasi, surat kesanggupan bayar dan surat
berharga lainnya. Telkom memiliki saham TFBV melalui Telkomsel sebesar 65%.
PT Telekomunikasi Indonesia International (Hong Kong) Ltd
PT Telekomunikasi Indonesia International (Hong Kong) Ltd didirikan di Hong Kong pada
tanggal 8 Desember 2010 dan telah memperoleh Unified Carrier License ("UCL") pada
tanggal 1 Maret 2011 untuk membangun, memberikan dan memelihara pelayanan jaringan
telekomunikasi publik dengan menggunakan instalasi radio komunikasi. Telkom memiliki
100% saham Telin Hong Kong melalui Telin.
PT Administrasi Medika ("AdMedika")
AdMedika didirikan pada tanggal 25 Februari 2010, yang melayani jasa claim online antara
pihak rumah sakit dan perusahaan asuransi kesehatan. Telkom memiliki saham di AdMedika
melalui Metra sebesar 75%.
PT Balebat Dedikasi Prima ("Balebat")
Balebat yang diakuisisi pada tanggal 1 Oktober 2003, melayani jasa percetakan. Telkom
memiliki 65% saham di Balebat melalui Infomedia.
Telekomunikasi Selular Finance Limited ("TSFL")
TSFL merupakan Telkomsel yang didirikan pada tanggal 22 April 2002 dan bergerak di
bidanginvestasi dan keuangan. Telkom menguasai 65% saham TSFL melalui Telkomsel.
PT Finnet Indonesia ("Finnet")
Finnet didirikan pada tanggal 31 Oktober 2005, dengan fokus pada penyediaan infrastruktur
TI, aplikasi & konten untuk melayani kebutuhan sistem informasi dan transaksi keuangan
bagi industri perbankan dan jasa keuangan lainnya. Saham Finnet dimiliki oleh Metra (60%).
PT Melon Indonesia ("Melon")
Melon merupakan perusahaan joint venture didirikan pada tanggal 16 Agustus 2010 oleh
Metra dan South Korea Telecom dengan komposisi saham 51% dan 49%. Perusahaan yang
merupakan realisasi ekspansi di bisnisMedia & Edutainment ini fokus pada bisnis layanan

musik digital dan konten lain untuk telepon seluler, komputer pribadi, kanal elektronik
konsumen dan media digital lainnya.
Scicom ("MSC") Bhd
Scicom didirikan pada tahun 1997, merupakan perusahaan penyedia jasa contact centre yang
berbasis di Malaysia. Kepemilikan saham Telkom di Scicom melalui Telin adalah sebesar
29,71% yang memposisikannya sebagai pemegang saham mayoritas.

2.5 Pemegang Saham


Pemegang Saham Telkom pada tanggal 31 Desember 2013

2.6 Jumlah Pelanggan

BAB III Hasil Analisis

3.1 SWOT Analisis


Strenghts
-

Telkom memiliki kekuatan finansial yang besar. Hal ini memudahkan Telkom untuk
melakukan investasi peralatan telekomunikasi yang mahal.

Telkom juga telah memiliki jaringan dan infrastruktur yang luas mencakup seluruh
wilayah tanah air sehingga memudahkan untuk melakukan ekspansi dan penetrasi
pasar. Bahkan Telin, salah satu anak perusahaan, sudah melakukan ekspansi ke
beberapa negara yaitu Singapur, Hongkong, Timor Leste, Australia, dan Malaysia.

Saat ini Telkom mendominasi lebih dari 60% pangsa pasar broadband di Indonesia

yang mencapai lebih dari 19 juta pelanggan.


Banyak pilihan produk dan layanan yang ditawarkan.
Melakukan kerja sama dengan banyak pihak.
Merupakan perusahaan terbuka yang listing di BEI, NYSE, LSE dan Public Offering
Without Listing (POWL) di Jepang.

Weakness
-

Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat berbeda dengan kepentingan


Pemegang Saham Telkom lainnya. Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali
sebesar 53,90% dari jumlah saham Telkom yang diterbitkan dan beredar serta
memiliki kemampuan untuk menentukan keputusan bagi hampir seluruh tindakan

yang memerlukan persetujuan dari para pemegang saham Telkom.


Fix cost yang terlalu tinggi.
Dilihat dari struktur organisasi, birokrasi yang cukup rumit.

Opportunity
-

Industri telekomunikasi dan informasi akan terus memiliki peranan penting di


Indonesia seiring pertumbuhan yang berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, inovasi dan strategi investasi didasari oleh
pandangan jangka panjang sangat dibutuhkan dalam industri ini.

Permintaan masyarakat yang tinggi akan akses internet merupakan pasar yang sangat
potensial. Selain itu jumlah penduduk Indonesia yang besar, dan baru sedikit yang
telah memiliki akses broadband internet, tentu merupakan peluang pasar yang sangat
baik bagi pertumbuhan bisnis Telkom.

Threat

Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya,


telepon rumah tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan
adanya perubahan terhadap gaya hidup migrasi ke arah seluler dan pilihan
produk mobile lainnya tidak lagi dapat dihentikan dan kondisi tersebut dapat
berdampak pada bisnis telepon tidak bergerak kabel. Saat ini Telkom masih
menguasai 90% dari pangsa pasar yang dan bisnis telepon tradisional dan menjadi
pendapatan utama Telkom.

Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk
mendapatkan

pelanggan-pelanggan

yang

jumlahnya

makin

kecil.

Semakin

kompetitifnya pasar telekomunikasi Indonesia sebagai akibat dari reformasi peraturan


pemerintah (UU No. 5 Tahun 1999, tentang Larangan Praktek Monopoli dan
Persaingan usaha tidak sehat).
-

Sebagai BUMN, Telkom juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi
yang membuat Telkom lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi
dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan
perubahan pasar.

Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil. Pemerintah bisa saja
menerapkan

kebijakan

ekonomi berdampak

terhadap

kondisi

telekomunikasi pada saat ini.

3.2 Rasio Laporan Keuangan


1.

Solvabilitas

Long Term
Debt
Total Asset
Total Debt
Total Capital
Equity Capital

Telkom
2012
19.238

2013
19.824

111.369
19.275
70.816
51.542

127.951
20.256
80.798
60.542

Total Debt Ratio =

SingTel
2012

2013
10.202,5
39.983,5
15.994,3
39.958,9
23.964,6

Total Utang

regulasi

Total Modal

Total Utang

Total Debt to Asset Ratio =

Total Aset

Total Debt To Equity


Capital Ratio

Long-term Debt to Equity


Capital Ration

Total Utang
Ekuitas Pemegang Saham

Utang Jangka Panjang


Ekuitas Pemegang Saham

Total Debt Ratio

Telkom
2012
0,2722

2013
0,2507

Total debt to Asset Ratio

0,1731

0,1583

0,40

Total Debt to Equity Ratio


Long term-debt To Equity
Ratio

0,3739
0,3732

0,3345
0,32744

0,6674
0,4257

2.

SingTel
2012

Likuiditas
2.1 Current ratio

Current Asset
Current
Liability

Telkom
2012
27.973

2013
33.075

24.107

28.437

Current Ratio =

SingTel
2012

2013
4.805,8
5.791,8

Aset Lancar
Kewajiban Lancar

2013
0,4002

Current Ratio

Telkom
2012
1,1603

2013
1,1631

SingTel
2012

2013
0,829759

2.2 Quick Ratio

Current Asset
Inventory
Current
Liability

Telkom
2012
27.973

2013
33.075

579
24.107

509
28.437

Acid test/Quick Ratio =

Quick Ratio

Telkom
2012
1,1844

2013
1,1809

SingTel
2012

2013
4.805,8
213,7
5.791,8

Aset Lancar + Inventory


Kewajiban Lancar

SingTel
2012

2013
0,86666

2.3 Working Capital

Current Asset
Current
Liability

Telkom
2012
27.973

2013
33.075

24.107

28.437

SingTel
2012

2013
4.805,8
5.791,8

Working Capital = Aset Lancar - Kewajiban Lancar

Working
Capital

Telkom
2012
3.866

2.4 Receivable Turn Over

2013
4.638

SingTel
2012

2013
(986)

Sales
Rata-rata
Piutang usaha

Receivables

Telkom
2012
77.143

2013
82.967

5,069

5.624,5

SingTel
2012

2013
18.183
3.803,5

Turn penjualan kredit bersi h


ratarata piutang usa h a
Telkom
2012
15,21858

Receivable
Turn Over

SingTel
2012

2013
14,751

2013
4,780597

2.5 Average Collection Period

Receivable Turn Over

Telkom
2012
15,21858

2013
14,751

Average Collection Period =

Average
Collection Period

Telkom
2012
24 hari

2013
24,74 hari

SingTel
2012

2013
4,780597

365
Receivable Turnover

SingTel
2012

2013
76,4 hari

Profitabilitas
3.1 Net Operating Margin

Laba Operasi

Telkom
2012
25.698

2013
27.846

Penjualan

77.143

82.967

Net Operating Margin =

SingTel
2012

2013
3.032,3
18.183

Laba Operasi

Penjualan

Net Operating
Margin

Telkom
2012
0,33312

SingTel
2012

2013
0,33356

2013
0,16676

3.2 Basic EPS

Laba tahun
berjalan yang
dapat
diatribusikan
kpd pemilik
entitas
Weighted
average
number of
ordinary
shares

EPS Basic

Telkom
2012
12.876
(miliar Rupiah)

2013
14.205
(miliar Rupiah)

96.011.315.505

96.358.660.797

Telkom
2012
133,84 (Rp)

2013
147,42 (Rp)

SingTel
2012

2013
3508,3
(million)

159.321.430

SingTel
2012

2013
22,02 (cents)

3.3 Return on Asset

EAT

Telkom
2012
18.362

2013
20.290

Total Aset

111.369

127.951

ROA =

SingTel
2012

2013
3.510,6
39.983,5

Earnings After Tax


Total Assets

ROA

Telkom
2012
0,1649

2013
01585

SingTel
2012

2013
0,0878

BAB IV Kesimpulan

Berdasarkan analisis pada bab sebelum-sebelumnya pada tahun 2013 telkom


memperlihatkan prestasi yang cukup baik, inisiatif strategi yang direncanakan dapat
direalisasikan. Hal tersebut menggambarkan pertumbuhan perusahaan yang stabil sehingga
keberlangsungan telkom akan terjmin untuk beberapa tahun yang akan datang. Hal ini dapat
dibuktikan dengan
1.
2.
3.
4.

Current ratio naik dari tahun sebelumnya.


Working capital naik dari tahun sebelumnya.
Net operating margin naik dari tahun sebelumnya.
Earning per share naik dari tahun sebelumnya.

Namun apabila dibandingkan dengan perusahaan yang sejenis dalam industri yang
sama dalam hal ini adalah singtel, menurut kami singtel masih sedikit lebih baik daripada
telkom karena berdasarkan survey yang dilakukan oleh majalah forbess ada tiga perusahaan
telekomunikasi di asia tenggara yang masuk dalam 2000 perusahaan terbesar didunia yaitu
Singapore Telecom, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dan Axiata Group. Dari ketiga
perusahaan tersebut Singtel berada pada urutan pertama.

Daftar Pustaka

Subramanyam, K.R dan Will John J, 2010. Analisis Laporan Keuangan. Salemba empat,
Jakarta.
Info.singtel.com diakses pada 30 Mei 2014
www.telkom.co.id diakses pada 30 Mei 2014