You are on page 1of 11

LAPORAN PRAKTIKUM

BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM

ACARA II
PENANAMAN

Oleh:
Nama : Firda Nur Fitriani
NIM : A1L008156
Kelas : Agroteknologi E

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
AGROTEKNOLOGI
PURWOKERTO
2010

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan penanaman merupakan salah satu langkah dalam budidaya
tanaman. Dalam penanaman ada dua macam cara, yaitu langsung ditanam pada
media tanam dan melalui pesemaian terlebih dahulu.

Menanam merupakan

pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksi tanam. Kekeliruan pada
tahap ini bukan saja dapat menurunkan produksi, melainkan juga dapat
menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati sebelum menghasilkan. Seringkali
terjadi para petani melakukan penanaman akan tetapi hanya dengan asal tanam
saja tanpa memperhatikan langkah-langkahnya secara baik, sehingga produksi
yang dihasilkan rendah. Oleh karena itu dalam proses penanaman harus benarbenar diperhatikan langkah-langkahnya agar tanaman dapat tumbuh sebagai mana
mestinya.

Tanaman yang ditanam dengan cara yang benar akan dapat

menghasilkan produksi yang maksimal. Dalam penanaman yang paling penting


adalah waktu tanam dan persiapan tanah, selain itu bibit juga sangat
mempengaruhi produksi dari tanaman tersebut. Bibit yang unggul akan dapat
menghasilkan varietas tanaman yang baik. Unggul disini dimaksudkan memiliki
banyak sifat-sifat agronomi yang unggul dibandingkan varietas lain, selain itu
juga tahan terhadap penyakit. Dalam hal varietas unggul perlu diperhatikan caracara mempertahankan kemurnian varietas, dengan isolasi waktu dan isolasi tempat
untuk varietas-varietas yang menyerbuk silang, atau dengan isolasi fisik. Dengan
memperhatikan hal-hal tersebut maka akan bisa menghasilkan produksi yang baik.
B. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa mengetahui cara


bertanam jagung manis, jagung hibrida, dan kacang hijau yang baik serta
mengetahui macam pola tanamnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Menanam merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksi


tanam. Kekeliruan yang terjadi pada tahap ini tidak saja dapat menurunkan
produksi, melainkan juga dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati
sebelum menghasilkan. Sehingga cara menanam perlu dipelajari dengan baik, agar
kegagalan dapat dihindari. Karena kesalahan dalam bercocok tanam hanya akan
membuang biaya, tenaga dan waktu.
Pola bertanam adalah penerapan pola penanaman pada sebidang tanah oleh
petani yang dilakukan menurut kemampuan dalam hal modal, keadaan ekonomi
yang dikuasai. Adapun model pola tanam adalah:
1. Tumpang sari
2. Campuran
3. Penanaman sisipan (TS, Conelis, 1989).
Pada penanaman, benih dapat disebar langsung di tempat tanam permanen
atau mula-mula dalam wadah atau tempat dimana tanaman muda dapat
dipindahkan (transplanting) sekali atau dua kali sebelum penanaman permanen.
Penyemaian atau pembibitan ditujukan untuk mananam bibit atau semai untuk
memberikan

pengaturan

lingkungan

yang

lebih

tepat,

selama

tahap

perkecambahan yang gawat dan awal pertumbuhan bibit. Dalam penanaman padi
sawah, untuk menghemat waktu selama pengerjaan tanah yang makan waktu
lama, benih telah ditebar dulu di persemaian khusus (AAK, 1984).
Jarak tanam yang tepat sangat penting dalam sebar langsung, untuk
menghindari kebutuhan penjarangan atau penyulaman yang ekstensif. Hal ini
sukar dilaksanakan untuk benih-benih kecil atau benih yang tidak bundar (lettuce)

hingga ada usaha-usaha untuk melakukan pelengketan (pelleting). Kedalaman


tanam tergantung pada tipe perkecambahan, kandungan air dan oksigen pada
tanah.

III. PROSEDUR KERJA


A. Bahan dan Alat
1. Benih jagung manis

2. Pupuk Urea, SP-20, dan KCl


3. Penggaris
4. Tali rafia
5. Pancong

B. Cara Kerja
1. Bedengan dibuat ukuran dan jarak tanam (untuk monokultur jagung manis
jarak tanamnya adalah 40 cm x 160 cm).
2. Ditentukan kebutuhan benih untuk satu bedengan dan kebutuhan pupuk per
petak serta per tanaman.
3. Tanah ditugal untuk menanam benih jagung (dalam satu lubang 2 benih).
4. Diberi pupuk dasar pada jarak 5 cm dari benih tanaman berupa pupul Urea,
KCl, dan SP-20.
5. Lubang ditutup tetapi jangan dipadatkan. Lakukan pengamatan 7 hari setelah
tanam.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
Monokultur Jagung Manis
a. Perhitungan Kebutuhan Benih

Jumlah tanaman per bedeng = 8 x 3 = 24

Luas

= 3.2 x 4 = 12.8 m2

Jarak tanaman jagung

Kebutuhan benih dalam petak = jarak tan am 6400 20 benih

Satu lubang 2 benih, jadi

= 160 cm x 40 cm = 6400 cm2


luas petak

128.000

= 20 x 2 = 40 benih

b. Perhitungan Kebutuhan Pupuk per Petak

Pupuk N =

50
x 12.8 = 0.064 kg = 64 gram
10.000

Pupuk P =

75
x 12.8 = 0.096 kg = 96 gram
10.000

Pupuk K =

50
x 12.8 = 0.064 kg = 64 gram
10.000

c. Perhitungan Kebutuhan Pupuk per Tanaman

Urea

64
= 1.6 gram
40

SP-36 =

96
= 2.4 gram
40

KCl

64
= 1.6 gram
40

B. Pembahasan
Jagung ditanam untuk diambil hasilnya. Oleh karena itu penanaman jagung
perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harapan produksi
yang akan diperoleh. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan tersebut adalah:
a. Waktu Tanam
Waktu tanam yang tepat merupakan usaha memperkecil kegagalan panen.
Sesuatu yang sekiranya menjadi kendala pada proses pengelolaan tanaman
hingga panen perlu mendapat perhatian, misalnya musim tanam, misalnya

musim tanam, kesulitan air, pengaruh hama yang menyerang tanaman jagung
pada saat tertentu. Demikian pula penyakit yang sering menyerang pada
keadaan tanaman jagung kurang baik, seperti penyakit bulai (Downy mildew)
yang biasa timbul pada bulan November. Hal ini menjadi bahan pertimbangan
rencana tanam (AAK, 1993).
b. Jarak Tanam
Berbagai pengaturan jarak tanam telah dilakukan guna mendapatkan produksi
yang optimal dan pengaturan jarak tanam ini sangat menentukan kebutuhan
benih. Jarak tanam yang digunakan pada praktikum adalah 160 cm x 40 cm
(AAK, 1993).
c. Cara Menanam
Penanaman jagung biasa dilakukan dengan tugal. Tugal adalah alat semacam
tongkat yang terbuat dari kayu dan salah satu ujungnya dibuat meruncing.
Setelah lubang terbentuk, benih yang telah dipersiapkan dimasukkan ke dalam
lubang tersebut sesuai dengan ketentuan awal. Selanjutnya lubang yang sudah
ada benihnya ditutup dengan baik, tidak perlu dipadatkan ketika menutup
lubang, tetapi juga jangan terlalu tersembul keluar agar benih tidak termakan
burung atau ayam (AAK, 1993).
Untuk menentukan suatu sistem pertanaman yang akan digunakan, baik itu
pola tanam monokultur atau pola tanam tumpang sari, perlu dipertimbangkan
keuntungan dan kerugiannya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk
penentuan tersebut di antaranya :

a. Tanaman yang toleran terhadap naungan dapat ditanam dengan tanamantanaman yang tinggi atau tanaman-tanaman yang diajir.
b. Setelah salah satu tanaman campuran berakhir, tipe tanaman lain harus dipilih
untuk melanjutkan pola tanam berikutnya.
Dalam menanam, yang perlu diperhatikan juga adalah pemupukan.
Pemberian pupuk tergantung pada jenis tanaman yang akan dibudidayakan.
Pemberian secara broadcast, menunjuk pada penebaran terserak dari bahan secara
merata pada permukaan tanah, biasanya dilakukan sebelum tanaman ditanamkan.
Pemberian pupuk yang lebih efektif yaitu cara topdressing, yaitu penempatan
pupuk langsung di atas tanaman tumbuh. Bila tanaman peka terhadap kerusakan
atau kebakaran pupuk, pupuk dapat ditempatkan sepanjang sisi tanaman sebagai
side dressing. Cara ini sering dilaksanakan bersama penyiangan, jadi tercampur
dengan tanah. Pupuk dapat juga ditempatkan dalam jaluran tak terputus di antara
barisan (band placement) atau dapat dijatuhkan di belakang bajak di dasar aluran,
yang disebutplow sole placement (Harjadi, 1979).
Praktikum budidaya tanaman semusim ini mempraktekkan cara budidaya
tanaman jagung dan kacang hijau dengan pola tanam monokultur jagung manis,
jagung hibrida dan kacang hijau serta tumpangsari antara kacang hijau dengan
jagung hibrida dan kacang hijau dengan jagung manis. Satu lubang tanam cukup
diisi dua benih/biji jagung serta 3 biji kacang hijau. Bersamaan dengan
penanaman benih dilakukan juga pemupukan dasar, yaitu dengan pupuk urea 64
gram (1.6 gr/tanaman), SP-20 96 gram (2.4 gr/tanaman), KCl 64 gram (1.6

gr/tanaman). Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak sekitar
5 cm dari setiap lubang tanam.

V. SIMPULAN DAN SARAN


A. SIMPULAN
1. Penanaman merupakan pekerjaan penting dalam suatu budidaya yang
berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman.
2. Pola tanam yang digunakan adalah monokultur jagung hibrida, monokultur
jagung manis, dan monokultur kacang hijau serta tumpangsari jagung hibrida
dengan kacang hijau dan tumpangsari jagung manis dengan kacang hijau.

3. Pupuk yang dipakai adalah pupuk Urea (N), pupuk SP-20 (P), dan pupuk KCl
(K) yang diberikan pertama kali bersamaan dengan penanaman.

B. SARAN
Sebaiknya ketika pelaksanaan praktikum para asisten lebih mendampingi
praktikannya dan mengarahkan cara praktek yang baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA
AAK. 1984. Dasar- Dasar Bercocok Tanam. Jakarta: Kanisus.
AAK. 1993. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Jakarta: Kanisus.
Harjadi, M.M. Sri Setyati. 1979. Pengantar Agronomi. Jakarta: PT Gramedia.
TS, Cornelis,. 1989. Pengantar Agronomi. Jakarta: Erlangga.