You are on page 1of 4

TERAPI KOMPLEMENTER

Analisa Jurnal Terapi Relaksasi

Oleh : Kelompok 9
Novita Sri Rahayu

(1210321002)

Yorika Hafelani

(1210321016)

Henita Eka Putri

(1210322004)

Amalia Hasanah

(1210321010)

Amina Yusriati

(1210322027)

Izzzatul Muslimah

(1210322030)

Indri Patricia

(1210323014)

Yori Septa Adrian

(1210323021)

Fitrani Dwina

(1210323028)

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2014
ANALISA JURNAL
1.1 Identitas Jurnal
Judul
: The Effect of Progressive Muscle Relaxation on Sleep

Quality of Patients Undergoing Hemodialysis


Penulis
: Maryam Saeedi, Tahereh Ashktorab, Kiarash Saatchi, Farid

Zayeri, dan Sedighe Amir Ali Akbari


Diterbitkan : Tahun 2012
Alamat
: Iran
Volume
:5

1.2 Tujuan Jurnal


Judul jurnal ini diangkat berkaitan dengan gangguan tidur yang merupakan
hal umum yang terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal pada tahap terakhir.
Sehingga Relaksasi otot progresif dirancang untuk mengurangi ketegangan dan
kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot
progresif pada kualitas tidur pasien yang menjalani hemodialisis.
1.3 Metode yang Digunakan
Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan satu kelompok,
sebelum dan sesudah perlakuan. Menggunakan Metode purposive sampling, 42
pasien yang dipilih. Pasien-pasien ini dirawat dengan perawatan hemodialisis di
rumah sakit yang berafiliasi dengan Shahid Beheshti University of Medical
Sciences pada tahun 2010. Kualitas tidur sampel dinilai dengan Pittsburgh Sleep
Kualitas Index (PSQI).

Relaksasi otot progresif dilatih untuk pasien dalam tiga sesi. Mereka juga
diminta untuk melakukan praktik relaksasi selama sebulan, dua kali sehari
(setelah siang hari dan sekali sebelum tidur di malam), dan mengisi formulir
relaksasi setelah setiap latihan. Setelah itu, kualitas tidur pasien sebelum dan
sesudah relaksasi dibandingkan. Untuk menganalisis data statistik, uji-t
berpasangan dan uji wilcoxon digunakan.
1.4 Teori yang Disampaikan
Gangguan tidur adalah hal umum di antara pasien dengan penyakit ginjal pada
tahap terakhir. Gangguan sering melibatkan keterlambatan tertidur, sering
terbangun, siang hari kantuk, sleep apnea, sindrom kaki gelisah, dan gangguan
gerak periodik dahan . Studi terbaru menyatakan bahwa ada korelasi antara
perampasan tidur, kurangnya tidur dan umumnya gangguan tidur dengan
penurunan kualitas hidup dan peningkatan kematian pasien hemodialisis.
Relaksasi otot progresif adalah metode yang dirancang untuk mengurangi
stres dan kecemasan. Tujuan dari pelaksanaan Metode ini adalah untuk
menciptakan kesadaran ketegangan, mengendurkan otot, dan melatih cara untuk
relaksasi semua otot . Relaksasi otot berarti melonggarkan otot . Relaksasi otot
Progressive berasal dari teori yang menunjukkan bahwa keadaan psikis-biologis
berupa peningkatan tekanan saraf dan otot dasar pada keadaan emosional dan
penyakit psikosomatik. Jacobson menyatakan bahwa relaksasi otot menyebabkan
ketenangan pikiran karena keadaan emosional tidak akan terjadi di kehadiran
relaksasi lengkap. Sehingga relaksasi otot progresif dapat mempengaruhi kualitas
tidur pasien hemodialisis dalam mengurangi masalah mereka, meningkatkan
kualitas hidup mereka, dan tingkat kepuasan mereka.
1.5 Kesimpulan
Menurut hasil studi ini, efek relaksasi otot progresif menguntungkan pada
kualitas tidur hemodialisis pasien. Relaksasi otot progresif membantu peningkatan
kualitas tidur. disebabkan oleh efek menguntungkan dari otot progresif relaksasi,
metode ini bisa diajarkan sebagai metode yang berguna untuk meningkatkan
kualitas tidur pasien di bangsal hemodialisis.
1.6 Kelebihan jurnal

Jurnal ini memiliki kelebihan sebagai berikut.


a. Dalam penelitian ini, Peneliti telah mencoba untuk mengaplikasikan teknik
relaksasi otot progresif secara lebih kompleks, yaitu untuk mengatasi
kecemasan dan stres pada pasien yang melakukan hemodialisis dengan
mengukur kualitas tidur pasien tersebut (yang biasanya terganggu).
b. Penggunaan kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca
1.7 Kekurangan Jurnal
Dalam jurnal telah dijelaskan bahwa keterbatasan penelitian ini adalah :
a. Sikap masyarakat terhadap relaksasi yang berbeda-beda, seperti sikap
mereka terkait dengan budaya dan tingkat pendidikan. Karena itu, peneliti
tidak dapat mengontrol tingkat pengetahuan dan mempelajari sikap sampel,
namun tingkat pendidikan dari sampel yang diteliti telah diminta dalam
pertanyaan di kuesioner dan jawaban yang diklasifikasikan.
b. Fisik dan krisis psikologis dapat mempengaruhi tidur kualitas. Untuk tujuan
ini, orang-orang dengan krisis fisik yang parah (akut penyakit, rawat inap,
operasi yang luas) atau krisis psikologis (berkabung, perceraian) dalam enam
bulan terakhir dan juga selama penelitian seharusnya dikeluarkan.