You are on page 1of 81

Analisa Credit

10
CHAPTER

LIKUIDITAS
Likiditas dan Modal Kerja
Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar
Kerja Modal
Ratio Lancar
Rasio Berbasis Kas
Aktiva Operasi
Likuiditas Piutang
Perputaran Persediaan
Likuiditas Kewjiban jangka pendek
Ukuran Likuiditas Lainnya
Komposisi aktiva
Indeks Likuiditas
Ratio Cepat
Ukuran Arus Kas
Fleksibilitas Keuangan
MD&A
Analisis Bagaimana Jika
2

Likuiditas dan Modal Kerja


Dasar

Likuiditas Perusahaan berarti kemampuan


perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendek
Likuiditas adalah kemampuan
mengkonversikan aktiva kedalam kas
atau menghasilkan kas

Jangka Pendek adalah jangka waktu paling lambat


satu tahun atau siklus operasi perusahaan

Liquidity and Working Capital


Dasar

Likuiditas dinyatakan dalam perbedaan


tingkatan, dan
kekurangan likuiditas dapat membatasi;

Manfaat dari discount yang menguntungkan

Kesempatan mendapatkan keuntungan


Kemampuan menutup kewajiban lancar

Liquidity and Working Capital


Dasar
Bagi pemegang saham, kurangnya likuiditas sering kali
diawali dengan :

Hilangnya pengendalian pemilik


Kerugian investasi modal
Insolvabilitas dan kebangkrutan

Liquidity and Working Capital


Aktiva Lancar
Aktiva Lancar adalah kas dan aktiva lain yang secara wajar dapat (1) direalisasikan
sebagai kas, atau (2) dijual atau digunakan selama satu tahun (atau dalam siklus
operasi normal perusahaan)
Aktiva lancar termasuk:
Kas aktiva yang paling likuid
Setara Kas investasi sementara dari kelebihan kas
Surat berharga atau Sekuritas yang jatuh tempo dalam satu tahun fiskal
kedepan
Piutang jumlah yang diperoleh dari penjualan kredit
Persediaan produk yang dijual dalam bisnis normal
Beban dibayar dimuka pembayaran atas service dan supply

Liquidity and Working Capital


Aktiva Lancar
Klasifikasi sebagai aktiva lancar tergantung pada:
1. Manaments intent
Balance
Sheet
2. Praktek industri
Analisa harus menaksir klasifikasi tersebut
1. Apakah klasifikasi sebagai aktiva lancar sudah tepat?
2. Bila belum, kemudian sesuaikan akun dan jumlah
termasuk dalam lancar atau tidak lancar

Liquidity and Working Capital


Kewajiban Lancar
Klasifikasi sebagai kewajiban lancar tergantung pada:
1. Manaments intent
2. Praktek industri
Analisa harus menaksir klasifikasi tersebut
1.

Apakah klasifikasi sebagai kewajiban lancar telah tepat?

2.

Bila belum, kemudian lakukan penyesuaian akun dan jumlahnya termasuk


kedalam lancar atau tidak lancar
Apakah kewajiban lancar tersebut telah dilaporkan?
Bila tidak, kemudian sesuaikan akun untuk jumlah tersebutcontoh
potensial:

3.
4.

Kewajiban kontinjen dikaitkan dengan jaminan hutang


Pembayaran minimum sewa pada masa depan dibawah perjanjian sewa guna
usaha operasi yang tidak bisa dirubah
Kemajuan pembayaran dibawah kontrak

Liquidity and Working Capital


Modal Kerja
Modal Kerja adalah
Didefinisikan sebagai selisih aktiva lancar setelah dikurangi
kewajiban lancar
Secara luas digunakan sebagai ukuran likuiditas jangka pendek
Menjadi tidak baik ketika kewajiban lancar melebihi aktiva
lancar

Menjadi
lancar

surplus

ketika

aktiva

lancar

melebihi

kewajiban

Mencerminkan margin of safety bagi kreditor

Penting untuk mengukur cadangan likuiditas yang tersedia


memenuhi kontijensi dan ketidakpastian
Pembatas untuk kesalahan teknis dalam perjanjian hutang

untuk

Liquidity and Working Capital


Modal Kerja
Modal kerja lebih relevan pada saat dihubungkan kepada variabel
kunci lainnya, seperti

Penjualan
Total aktiva
Modal kerja adalah nilai yang terbatas sebagai jumlah yang
absolut

Contoh :

Aktiva lancar $ 300000


Hutang lancar ( 100000)
Modal Kerja $ 200000
Rasio lancar :
3:1

$ 1200000
( 1000000)
$ 200000
1,2 : 1

11

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar
Current assets
Current ratio=
Currentliabilities
Rasio lancar mencerminkan :

Kemampuan memenuhi kewajiban lancar


Penyangga kerugian -- margin of safety untuk penyusutan dalam
aktiva lancar non kas
Cadangan dana lancar -- margin of safety
terhadap ketidakpastian dan kejuatan atas
arus kas perusahaan

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar
Rasio Lancar Keterbatasan:
Bila likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi arus kas
keluar dengan arus kas masuk yang cukup, kemudian apakah rasio lancar :
Mengukur dan memprediksi pola arus kas masuk dan arus kas
masa depan?

keluar

Mengukur kecukupan arus kas masuk terhadap arus kas keluar


depan?

masa

Jawaban kedua pertanyaan diatas adalah TIDAK

Rasio Lancar
Adalah ukuran statis
Tidak mempunyai hubungan kausalitas dengan arus kas
depan

di masa

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar
Rasio Lancar Keterbatasan dalam penghitungan
Penyesuaian seringkali dibutuhkan untuk meng-counter bermacam-macam
keterbatasan seperti
Kesalahan untun merefleksikan open lines of credit
Penyesuaian penilaian sekuritas sejak tanggal neraca
Mencerminkan sifat piutang usaha yang berputar
Mengakui profit margin dalam persediaan

Menyesuaikan niali persediaan terhadap pasar


Memindahkan biaya penangguhan likuiditas yang meragukan
biaya yang dibayar dimuka

dari biaya

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar
Tiga kualifikasi penting dan dua yg terkait
1. Likuiditas sebagian besar tergantung pada arus kas
prospektif
2. Tidak ada hubungan langsung antara saldo akun modal kerja
arus kas masa depan

dan pola

3. Kebijakan manajemen mengenaui piutang dan


utamanya ditujukan bagi penggunaan aktiva secara efisien
menguntungkan dan tujuan kedua adalah likuiditas

persediaan
dan

4. Peramalan arus kas dan pro forma laporan keuangan lebih


daripada rasio lancar untuk likuiditas dan analisa solvabilitas

disukai

5. Rasio lancar adalah ukuran statis dari kemampuan aktiva


untuk memenuhi kewajiban lancar

lancar

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar

Dua elemen penting


penggunaan rasio lancar

yang

menjadi

bagian

1. Kuliatas aktiva lancar dan kewajiban lancar


2. Tingkat perputaran aktiva lancar dan kewajiban
lancar

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar - Aplikasi
Analisa Komparatif
Dua alat yang berguna dalam
menganalisa tren dalam rasio lancar
Analisa Trend komponen modal kerja dan rasio lancar
dikonversikan kedalam indeks dan diuji sepanjang waktu

Analisa Common-size komposisi aktiva lancar diuji


sepanjang waktu

Contoh :

Aktiva lancar
Hutang lancar
Modal Kerja
Rasio lancar :

TAHUN 1
$ 300000
( 100000)
$ 200000
3:1

TAHUN 2
$ 600000
( 400000)
$ 200000
1,2 : 1

THh ke 2 mengalami peni ngkatan AL, 2 kali lipat dan


peningkatan kewajiban lncr 4 kli tanpa perubahan mdl kerja.

Jadi terjadi pengurangan kemakmuran krn terjadi penurunan


ratio lancar 50%
18

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar - Aplikasi

Manajemen Rasio (window dressing)


Contohnya :
Mempercepat penagihan
piutang pada akhir periode
Mengurangi persediaan dibawah
tingkat normal
Menunda pembelian normal
Hasil dari aktivitas ini kemudian
digunakan untuk membayar kewajiban
lancar


AL
HL
MK
CA

sebelum pelunasan
$ 200000
( 100000 )
$ 100000
2: 1

sesudah pelunasan
$ 150000
( 50000 )
$ 100000
3 :1

20

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar - Aplikasi
Analisa aturan umum (2:1)
> 2:1 Perusahaan dalam kondisi finansial baik, dapat
menutup kewajiban lancarnya
< 2:1 Perusahaan tidak dapat menutup kewajiban
lancarnya

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar - Aplikasi

Analisa siklus perdagangan bersih

Kebutuhan modal kerja dipengaruhi oleh investasi dalam


persediaan dan hubungan antara perjanjian kredit dari suplier
dengan kredit yang diberikan pada pelanggan

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar - Aplikasi
Siklus perdagangan bersihIllustrasi
Informasi keuangan terpilih dari Technology Resources, Inc., untuk akhir tahun 1 ditulis ulang seperti
dibawah ini :
Sales for Year 1
Receivables
Inventories*
Accounts payable
Cost of goods sold
(including depreciation of $30,000)

$360,000
40,000
50,000
20,000
320,000

*Beginning inventory is $100,000.


We assume these relate to purchases included in cost of goods sold.

Kita mengestimasikan pembelian Technology Resources per harinya sebagai berikut:


Pembelian per hari = $240,000 360 = $666.67

Siklus perdagangan bersih untuk Technology Resources dihitung sebagai berikut (dalam hari):
Accounts receiv able =

Inv entories =

$40,000
$360,000 360

$50,000

= 40.00 day s

= 56.24 day s

$320,000 360

96.24 day s
Less : Accountspay able =
Net trade cy cle(day s)

$20,000
$666.67

= 30.00 day s

= 66.24 day s

Siklus perdagangan bersihIllustrasi


Informasi keuangan terpilih dari Technology Resources, Inc., untuk akhir
tahun 1 ditulis ulang seperti dibawah ini :

Sales for Year 1


$360,000
Receivables
40,000
Inventories*
50,000
Accounts payable
20,000
Cost of goods sold
(including depreciation of 30,000)
320,000
*Beginning inventory is $100,000.
Terkait dengan pembelian yg tercakup pada HPP

Estimasi pembelian per hari


Persd.akir
HPP

50.000
320.000

Prsd.awal
Hpp.prod
Dep
Pembelian

370.000
(100.000)
270.000
( 30.000)
240.000

Pembelian per hari = $240.000 : 360= $ 666,67

25

Siklus perdagangan bersih untuk Technology Resources


dihitung sebagai berikut (dalam hari):

Accounts receiv able =

Inv entories =

$40,000
$360,000 360

$50,000

= 40.00 day s

= 56.24 day s

$320,000 360

96.24 day s
Less : Accountspay able =
Net trade cy cle(day s)

$20,000
$666.67

= 30.00 day s

= 66.24 day s

Liquidity and Working Capital


Rasio Lancar - Aplikasi
Analisa tren penjualan
Analisa trend melakukan review tren penjualan dari waktu
ke waktu

Liquidity and Working Capital


Cash-Based Ratio of Liquidity
Rasio kas terhadap aktiva lancar

Cash + Cash equivalents + Marketable securities


Currentassets
Semakin besar nilai rasio, semakin likuid aktiva lancar

Liquidity and Working Capital


Cash-Based Ratio of Liquidity
Rasio kas terhadap kewajiban lancar

Cash + Cash equivalents + Marketable securities


Currentliabilities
Semakin besar rasio, semakin tersedia kas untuk melakukan
pembayaran hutang lancar

Operating Activity Analysis of


Liquidity
Accounts Receivable Liquidity
Perputaran piutang

Net sales on credit


Average accounts receivable

Operating Activity Analysis of Liquidity


Accounts Receivable Liquidity
Receivables Turnover for Selected Industries
General merchandise
Educational services
Electrical equipment
Printing and publishing
Motion pictures
Eating and drinking
Food stores

Source: Dun & Bradstreet

20

40

60

80

100

Receivables turnover

120

140

Operating Activity Analysis of Liquidity


Accounts Receivable Liquidity
Periode penagihan piutang

Collectionperiod=

360
Accounts receivable turnover

Operating Activity Analysis of Liquidity


Accounts Receivable Liquidity
Jumlah hari untuk menagih piutang (Alternatif untuk periode Collection)

Account Receivable

Sales
360

Operating Activity Analysis


of Liquidity
Accounts Receivable Liquidity
Analisa tren temporal (sementara)
Tren dalam:
1. Periode Collection sepanjang waktu

Cadangan piutang tak tertagih


Piutang kotor

Operating Activity Analysis of Liquidity


Inventory Turnover
Perputaran persediaan

Cost of goods sold


Average inventory
Mengukur tingkat kecepatan rata-rata persediaan bergerak keluar dari perusahaan

Operating Activity Analysis of Liquidity


Inventory Turnover
Jumlah hari untuk menjual persediaan
360
Inventory turnover
Berguna untuk menilai kebijakan pembelian dan produksi perusahaanmenunjukkan
jumlah hari yang diperlukan perusahaan untuk menjual persediaan rata-rata selama
tahun tersebut
Perhitungan alternatif Jumlah hari untuk menjual persediaan

Ending inventory
Cost of average day' s sales
Dimana biaya rata-rata penjualan setiap hari adalah:

Cost of goods sold


360
Menunjukkan jumlah hari yang dibutuhkan untuk menjual persediaan akhir

Operating Activity Analysis of Liquidity


Inventory Turnover - Illustration
Informasi keuangan dari Macon Resources, Inc., untuk akhir tahun ke8 ditulis
ulang sebagai berikut:
Sales
Cost of goods sold
Beginning inventory
Ending inventory

$1,800,000
1,200,000
200,000
400,000

Rasio perputaran persediaan menggunakan rata-rata persediaan dihitung


sebagai berikut:
Inventory turnover ratio =

$1,200,000
($ 200,000 $400,000 )

Days to sell inventory ratio =

360
90days
4

Rasio perputaran inventori berdasarkan persediaan akhir sama dengan:


Cost of average day' s sales =
Days' sales in inventory =

$1,200,000
$3,333
360

$400,000
120 days
$3,333

Operating Activity Analysis of Liquidity


Inventory Turnover
Periode konversi (siklus operasi) :
Jumlah hari untuk menjual persediaan +
Periode penagihan

Mengukur kecepatan persediaan berubah menjadi kas

Operating Activity Analysis of Liquidity


Liquidity of Current Liabilities
Kualitas kewajiban lancar
Harus dinilai sesuai dengan tingkat kepentingannya
melakukan pembayaran
Harus mengetahui kewajiban yang tidak ter-record
mempunyai klaim atas dana sat ini

dalam

Operating Activity Analysis of Liquidity


Inventory Turnover
Jumlah hari untuk membayar hutang usaha

Days purchasesin accountspayable =

Accounts payable
Purchases 360

Ukuran sejauh mana utang usaha mencerminkan


jatuh tempo

kewajiban lancar dan belum

Additional Liquidity Measures


Asset Composition

Komposisi aktiva lancar adalah


indikator likuiditas modal kerja
Menggunakan perbandingan
presentase common-size akan
membantu evaluasi
pembandingan likuiditas

Balance
Sheet

Additional Liquidity Measures


Acid-Test (Quick) Ratio

Cash + Cash equivalent s + Marketable securities + Accounts receivable


Current liabilities

Merupakan tes likuiditas yang lebih ketat, dengan


menggunakan aktiva yang
lebih cepat dikonversi menjadi kas

Additional Liquidity Measures


Cash Flow Measures
Rasio arus kas
Operating cash flow
Current liabilities
Nilai rasio 0.40 atau lebih dianggap
umum untuk perusahaan yang sehat

Additional Liquidity Measures


Financial Flexibility
Fleksibilitas Keuangan Kemampuan perusahaan mengambil langkah untuk
mengatasi interupsi yang tidak diharapkan dalam aliran dana

Fokus analisa:
Kemampuan untuk meminjam dari berbagai
sumber
Untuk meningkatkan modal ekuitas
Untuk menjual dan menarik kembali aktiva
Untuk menyesuaikan level dan arah
opersional untuk memenuhi situasi yang
berubah
Tingkat pendanaan yang telah diatur
sebelumnya dan open lines of credit

Additional Liquidity Measures


Managements Discussion and Analysis
MD&A membutuhkan diskusi mengenai likuiditas temasuk

Tren yang telah diketahui


Permintaan
Komitmen
Ketidakpastian
Kemampuan menghasilkan kas
Sumber-sumber likuiditas internal dan external
Sumber daya aktiva likuid dan material yang tidak

digunakan

Additional Liquidity Measures

What-If Analysis
Analisa bagaimana-jika teknik yang berguna untuk
melihat dampak perubahan kondisi atau kebijaksanaan
terhadap sumber daya kas perusahaan

Additional Liquidity Measures


What-If Analysis - Illustration
Background DataConsolidated Technologies at December 31, Year 1:
Cash
Accounts receivable
Inventory
Accounts payable
Notes payable
Accrued taxes
Fixed assets
Accumulated depreciation
Capital stock

$ 70,000
150,000
65,000
130,000
35,000
18,000
200,000
43,000
200,000

The following additional information is reported for Year 1:


Sales
Cost of sales
Purchases
Depreciation
Net income

$750,000
520,000
350,000
25,000
20,000

Antisipasi pertumbuhan penjualan 10% untuk yahun ke 2


Semua pos pendapatan dan beban diharapkan meningkat 10%, kecuali penyusutan yg tetap sama
Semua beban dibayar tunai saat terjadinya
Persediaan akhir tahun ke 2 ditaksir $150,000
Pada akhir tahun ke 2,diperkirakan memiliki wesel bayar seharga $50,000 dan saldo utang pajak nol
Saldo kas minimumf $50,000

Case 1: Consolidated Technologies mempertimbangkan untuk merubah kebijakan


kredit saat ini ketika saldo akhir piutang mencerminkan 90 hari penjualan.Apakah
dampak perubahan ini terhadap saldo kas perusahaan? Apakah perubahan ini
mempengaruhi kebutuhan perusahaan untuk meminjam?
Analisa mengenai situasi bagaimana jika adalah sebagai berikut:
Cash, January 1, Year 2
$ 70,000
Cash collections:
Accounts receivable, January 1, Year 2
$150,000
Sales
825,000
Total potential cash collections
$975,000
Less: Accounts receivable, December 31, Year 2
( 206,250)(a) 768,750
Total cash available
$ 838,750
Cash disbursements:
Accounts payable, January 1, Year 2
$130,000
Purchases
657,000(b)
Total potential cash disbursements
$787,000
Accounts payable, December 31, Year 2 ( 244,000)(c)$ 543,000
Notes payable, January 1, Year 2
$ 35,000
Notes payable, December 31, Year 2
( 50,000)
(15,000)
Accrued taxes
18,000
Cash expenses(d)
203,500 749,500
Cash, December 31, Year 2
$89,250
Cash balance yg diinginkan
50,000
Cash excess
$ 39,250
48

Penjelasan
(a )Piutang : $825.000x(90:360)=206.250
(b) HPP th ke 2.: $520,000 1.1 = $
572,000
Ending inventory (given)
150,000
Goods available for sale
$
722,000
Beginning inventory
( 65,000)
Purchases
$
657,000
* Excluding depreciation.
(c) pembelian x ( sldo awal utang:pebelian th 1)=$657.000 x (130.000 :
350.000)=244.000
(d) Gross profit ($825,000 $572,000)
$
253,000
Less: Net income
$
24,500*
Depreciation
25,000
( 49,500)
Other cash expenses
$
203,500
*110 percent of $20,000 (Year 1 N.I.) + 10 percent of $
25,000 (Year 1
depreciation).
Alternatifnya ; $ 185000 x 1,10 = $ 203500, dimana $ 185000 adalh beban kas
lainnya th lalu

Case 2 : jika mencapai perputaran piutang rata-rata 4, bgm


dampak trhd saldo kas?

Kelebihan kas
$ 39.250
Perubahan peningkatan perputaran piutang akhir
menjadi piutang rata-2 meningkat, maka saldo piutang
akhir menjadi :
Rata-2 piutang : $ 825000/ 4= $ 206.250
Piutang akhir = {$206250 x 2 } - $ 262.500
saldo piutang akir dlm kasus 1 ; ($206.250)
penurunan kas
$ 56.250
Kelebihan kasa
$ 39.250
Kas yang perlu dipinjam
$ 17.000

Case 3. bagaimana jika pemasok minta


dibayar 60 hr
Kas yg perlu dipinjam
$ 17000
Saldo akhir utang
$ 244.000
Saldo akhir ut ush ( 60 hr)
pemb. X( 60/360)=
$657000x(60/360)=
$ 109500
tambhn pengeluaran
$134.500
kas yang perlu dipinjam
$ 151.500

Basic of Solvency
Facts
Solvency Kelangsungan keuangan jangka panjang dan merupakan kemampuan
untuk menutup hutang jangka panjang
Capital structure mengacu pada sumber pendanaan
Earning power ( daya laba ) menunjukkan kemampuan yg berulang-ulang,
untuk menghasilkan kas dari operasi
Loan covenants( perjanjian pinjaman)melindungi kemungkinan gagal bayar dan
tekanan keuangan; persyaratan ini menetapkan kondisi gagal bayar( sbg obat
resmi yg disediakan bila terjadi ) pada peminjam untuk mengumpulkan
pinjaman sebelum terjadi kesulitan

Basic of Solvency
Capital Structure
Equity financing( Pendanaan Ekuitas )

Risiko modal dari Perusahaan


Perubahan dan tidak tetapnya return
Kekurangan dari beberapa pola pembayaran kembali
Kontribusi untuk solvabilitas dan stabilitas perusahaan
Debt financing ( Pendanaan Hutang)
Keharusan membayar kembali dengan bunga
Menetapkan pola pembayaran kembali
Bila proporsi pendanaan hutang lebih tinggi, ketinggian itu
mengakibatkan pembebanan tetap dan tanggung jawab pembayaran
kembali

Basic of Solvency
Motivation for Debt / motivasi memproleh utang
Dari pemegang saham prespective, pendanaan utang lebih murah dibanding dengan
pendanaan ekuitas sebab :
1.Financial Leveragebunga sebagian besar hutang jml tetap,
dan jika bunga lebih kecil dari pengembalian, dari pendanaan
utang , selisih lebih pengembalian ke investor ekuitas
2.Tax Deductibility of InterestBunga merupakan beban yg
dapat mengurangi pajak ,sedangkan dividen tidak

Basic of Solvency
Financial Leverage
Leverage Menggunakan hutang untuk menaikan laba bersih:
Memperbesar sekaligus kesuksesan manajeial (profits) dan kegagalan
(losses)
Menaikan risiko
Batas yg fleksibel dalam mengejar kesempatan
Mengurangi perlindungan para kreditur melawan kerugian
Perusahaan dg leverage menyebut memperdagangkan ekuitas ( trading
on the equity ) hal ini menunjukkan perusahaan menggunakan
modal ekuitas untuk mendapatkan pendanaan hutang dalam keinginan
untuk memungut hasil pengembalian diatas biaya hutang

Basic of Solvency
Financial Leverage - Illustration

Trading on the Equitypengembalian pada berbagi tingkat laba ($ thousands)


Financing Sources

Assets

Debt

Return on

Equity

Income before
Interest and
Taxes

10 Percent
Debt Interest

Taxes*

Net
Net Income + [Interest
Income
(1 - Tax Rate)]

Assets

Equity

12.0%

16.0%

Year 1:
Risky, Inc. $1,000,000 $400,000
Safety, Inc. 1,000,000 1,000,000

$600,000
200,000

$200,000
80,000

$40,000
120,000

$64,000
120,000

$96,000
12.0

$120,000
12.0

Year 2:
Risky, Inc. 1,000,000
Safety, Inc. 1,000,000

400,000
1,000,000

600,000
100,000

100,000
40,000

40,000
60,000

24,000
60,000

36,000
6.0

60,000
6.0

6.0

6.0

Year 3:
Risky, Inc. 1,000,000
Safety, Inc. 1,000,000

400,000
1,000,000

600,000
50,000

50,000
20,000

40,000
30,000

4,000
30,000

6,000
3.0

30,000
3.0

3.0

1.0

* Tax rate is 40 percent.


Return on assets = Net income + Interest (1 0.40)/Assets.
Return on equity = Net income/Shareholders equity.

Basic of Solvency
Financial Leverage- Illustrating
Bunga yang mengurangi pajak

Perhatikan hasil kedua Perusahaan pada tahun ke 2


Year 2 Financials
Income before interest and taxes
Interest (10% of $400,000)
Income before taxes
Taxes (40%)
Net income
Add back interest paid to bondholder
Total return to security holders
(debt and equity)

Risky, Inc.

Safety, Inc.

$ 100,000
40,000
$ 60,000
24,000
$ 36,000
40,000

$ 100,000

$ 100,000
40,000
$ 60,000

76,000

60,000

Basic of Solvency
Financial Leverage
Financial Leverage Ratio

Total assets
Common equity capital

Semakin besar proporsi dari pendanaan ekuitas dibanding hutang


ratio leverage keuangannya

semakin rendah

Note: Financial leverage ratio adalah komponen dari pengembalian sebagaian


dari ekuitas saham biasa
see Chapter 8

Capital Structure and Solvency


Long-Term Projections
Proyeksi dari Arus kas masuk dan Arus Kas keluar dimasa datang
Mencerminkan atas risiko untuk mengungkit struktur modal perusahaan
Menyiapkan laporan taksiran arus kas masuk dan keluar

Chapter 10 described and illustrated long-term cash flow forecasts

Capital Structure and Solvency


Common-Size Statements
Analisa komposisi Struktur Modal
Melakukan dengan membuat Laporan Ukuran yang Sama (a common-size statement)
atas kewajiban dan ekuitas
Mengungkapkan besaran relatif sumber pendanaan
Mengijinkan perbandingan langsung antar perusahaan yang berbeda
Menggunakan dua variasi(1) Use ratios, and (2) tidak memasukkan hutang lancar,
hanya jngka panjang

Capital Structure and Solvency


Capital Structure Measures
Total Debt to Total Capital (also called total debt ratio)

Total debt
Total capital

Capital Structure and Solvency


Capital Structure Measures
Total Debt to Equity Capital

Total debt
Shareholders equity
Reciprocal measure of this ratioEquity Capital to Total Debt

Shareholders equity
Total debt

Capital Structure and Solvency


Capital Structure Measures
Long -Term Debt to Equity Capital (also called Debt to Equity)

Long-term debt
Shareholders equity

Capital Structure and Solvency


Capital Structure Measures

Short-Term Debt to Total Debt ( Utang jk pendek terhadap total


Utang )

Equity Capital at Market Value

Capital Structure and Solvency


Interpretation of Capital Structure Measures
Common-size and ratio analyses of capital structure utamanya menggambarkan
risiko struktur modal
Ukuran Struktur modal digunakan sebagai alat penyaring

Menyampaikan pusat analisa kondisi perusahaan,hasil dari operasi dan prospek


dimasa mendatang
Sebelumnya untuk analisa solvensi jangka panjang, kami melakukan analisa
likuiditas , untuk meyakinkan kemampuan kebeerhasilan keuangan perusahan
jangka pendek
Analisa tambahan termasuk yang penting :
Hutang jatuh tempo ( jumlah dan waktu )
Biaya bunga
Faktor-faktor pencegahan risiko (stabilitas laba,kinerja industri, dan
komposisi asset )

Capital Structure and Solvency


Asset-Based Measures of Solvency

Asset Composition Analysis


Sarana penting dalam memaparkan risiko atas struktur modal
Khas evaluasi menggunakan pernyataan common-size

Capital Structure and Solvency


Asset-Based Measures of Solvency
Asset Coverage ( Cakupan Aktiva )
Aktiva menyediakan perlindungan kepada para
likuidasi

kreditur, -- kekuatan laba dan nilai

Dasar penambahan pendanaan


Bermanfat termasuk ratio:
Fixed assets to equity capital
Net tangible assets to long-term debt
Total liabilities to net tangible assets

Earning Coverage
Earnings to Fixed Charges
Earnings to fixed charges ratio

( Rasio laba terhadap beban tetap )

Earnings available for fixed charges


Fixed charges

Additional Liquidity Measures


Earnings to Fixed Charges
( a ) Pre-tax income from continuing operations plus (b ) Interest expense plus

(c ) Amortization of debt expense and discount or premium plus (d ) Interest portion

of operating rental expenses plus (e ) Tax -adj ustedpreferred stock div idendrequirements

of maj ority-ow ned subsidiaries plus ( f ) Amount of prev iouslycapitalized interest

amortized in the period minus ( g ) Undistribu ted income of less than 50-percent-ow ned subsidiaries or affiliates
(h ) Total interest incurred plus (c ) Amortization of debt expense and discount or
premium plus (d ) Interest portion of operating rental expenses plus (e ) Tax -adj usted

preferred stock div idendrequirements of maj ority-ow ned subsidiaries

(a)
(b)
(c)
(d)

Pre-tax income before discontinued operations, extraordinary items, and cumulative effects of accounting changes.
Interest incurred less interest capitalized.
Usually included in interest expense.
Financing leases are capitalized so the interest implicit in these is already included in interest expense. However, the interest portion of long-term
operating leases is included on the assumption many long-term operating leases narrowly miss the capital lease criteria, but have many
characteristics of a financing transaction.
(e) Excludes all items eliminated in consolidation. The dividend amount is increased to pre-tax earnings required to pay for it. Computed as [Preferred
stock
dividend requirements]/[1
Income tax rate]. The income tax rate is computed as [Actual income tax provision]/[Income before income taxes,
extraordinary items, and cumulative effect of accounting changes].
(f) Applies to nonutility companies. This amount is not often disclosed.
(g) Minority interest in income of majority-owned subsidiaries having fixed charges can be included in income.
(h) Included whether expensed or capitalized.
For ease of presentation, two items (provisions) are left out of the ratio above:
1.
Losses of majority-owned subsidiaries should be considered in full when computing earnings.
2.
Losses on investments in less than 50-percent-owned subsidiaries accounted for by the equity method should not be included in earnings
unless the company guarantees subsidiaries debts.

Earning Coverage
Earnings to Fixed Charges - Illustration
COMPUTECH CORPORATION
Income Statement
Net sales
Income of less than 50%-owned affiliates (all[nb]undistributed)
Total revenue
Cost of goods sold
$
7,400,000
Selling, general, and administrative expenses
1,900,000
Depreciation (excluded from above costs)3
800,000
Interest expense1net
700,000
Rental expense2
800,000
Share of minority interests in consolidated income4
200,000
Income before taxes
Income taxes:
Current
Deferred
Income before extraordinary item
Extraordinary gain (net of $67,000 tax)
Net income
Dividends:
On common stock
On preferred stock
Earnings retained for the year

$
$

13,400,000
600,000
14,000,000

11,800,000
2,200,000

800,000
300,000
$
$

200,000
400,000
$

(1,100,000)
1,100,000
200,000
1,300,000

600,000
700,000

Selected notes to the financial statements:


1 Interest expense is composed of the following:
Interest incurred (except items below)
$
740,000
Amortization of bond discount
60,000
Interest portion of capitalized leases
100,000
Interest capitalized
(200,000)
Interest expense
$
700,000
2 Interest implicit in noncapitalized leases amounts to $300,000.
3 Depreciation includes amortization of previously capitalized interest of $80,000.
4 These subsidiaries have fixed charges.
Additional information (during the income statement period):
Increase in accounts receivable
$
310,000
Increase in inventories
180,000
Increase in accounts payable
140,000
Decrease in accrued taxes
20,000

Earnings to fixed charges ratio:


$2,2 0 0 (a) $7 0 0 (b an d c) $3 0 0 (d ) $8 0 (f) $6 0 0 (g ) $2 0 0 *
2.4 0
$8 4 0 (h) $6 0 (c) $3 0 0 (d )
*Note: The SEC permits including in income the minority interest in the income of majority-owned subsidiaries having fixed
charges. This amount is added to reverse a similar deduction from income.

Earning Coverage
Tiimes Interest Earned
Times interest earned ratio
( ratio kelipatan bunga dihasilkan )

Income +Tax expense+Interest expense


Interest expense

Earning Coverage
Cash Flow to Fixed Charges
Cash Flow to Fixed Charges Ratio

( ratio arus kas terhadap beban bunga )


Pre-tax operating cash flow + Adjustments (b) (g)
Fixed charges

Earning Coverage
Cash Flow to Fixed Charges - Illustration
Beban tetap perlu ditambahkan kembali pada arus kas operasi sebelum pajak.
Kas dari operasi sebelum pajak
Beban bunga ( dikurangi diskon obligasi yg ditambahkan
diatas
Bagian bunga dari beban sewa operasi
Jumlah kapitalisasi amortisasi bunga selama periode
Berjalan

2,290,000

Total pembilang

3,230,000

900,000
300,000
1,200,000

640,000
300,000
----

*Assume included in depreciation (already added back).

Beban tetap untuk penyebut ratio


Bunga dibebankan
Bagian bunga sewa operasi
Beban tetap
Rasio Arus Kas terhadap beban tetap :

$
$3,230,000
2.69
$1,200,000

Earning Coverage
Earnings Coverage of Preferred Dividends
Earnings coverage of preferred dividends ratio:

Pre-tax income + Adjusted (b)(g)


Preferred dividends
Fixed charges +

1 Tax rate

Earning Coverage
Interpreting Earnings Coverage
Ukuran cakupan laba memberikan pemahaman mengenai kemampuan
perusahaan untuk memenuhi beban tetapnya
Korelasi yang tinggi antara ukuran cakupan laba dengan tingkat gagal bayar
Keragaman dan daya tahan laba adalah penting
Menggunakan laba sebelum penghentian operasi,pos luar biasa, dan dampak
kumulatif perubahan akuntansi untuk analisa tahun pertama-tapi komponen ini
dimasukkan dalam perhitungan rasio cakupan rata-rata selama beberapa tahun

Earning Coverage
Capital Structure Risk and Return
Suatu perusahaan dapat meningkatkan risiko ( dan potensi pengembalian )
pemegang saham biasa dengan meningkatkan utang
Mengganti ekuitas dengan utang menghasilkan struktur modal yang berbahaya
Hubungan antara risiko dengan pengembalian pada struktur modal tetap ada
Hanya analisa personal yang dapat menjelaskan risiko dan harapan
pengembalian yang unik

Return
$

Risk
?

Rating Debt ObligationsAppendix 11A


Rating Criteria
Kreteria penentuan peringkat tertentu melibatkan sekaligus faktor kuantitatif( rasio dan
analisa perbandingan )dan kualitatif(posisi pasar dan kualitas manajemen )

Perlindungan aktiva
Sumber daya keuangan
Daya laba
Management
Penyisihan pelunasan utang
Other: Company size, market share, industry position,
and economic conditions

cyclical

influences,

Rating Debt ObligationsAppendix 11A


Ratings and Yields
10-Year Treasury and Corporate Bond Yields - 2002
Percent
0
Treasury
AAA
AA
A

Source: Standard & Poors, 2002

Rating Debt ObligationsAppendix 11A


Rating Criteria

Bond Quality Ratings


Rating Grades
Standard & Poors
Highest grade
High grade
Upper medium
Lower medium
Marginally speculative
Highly speculative
Default

AAA

A
BBB
BB
B
D

Moodys

AA

Aaa

A
Baa
Ba
B, Caa
Ca, C

Aa

Predicting Financial DistressAppendix 11B

Altman Z-Score

Z 0.717 X1 0.847 X2 3.107 X3 0.420 X 4 0.998 X5


Lima ratio keuangan yang digunakan z-score:
X1 = Working capital/Total assets
X2 = Retained earnings/Total assets
X3 = Earnings before interest and taxes/Total assets
X4 = Shareholders equity/Total liabilities
X5 = Sales/Total assets
Z<1.20 mencerminkan probabilitas kebangkrutan yang tinggi
Z>2.90 mencerminkan probabilitas kebangkrutan yang rendah
1.20<Z<2.90 mencerminkan area meragukan

Analytical Adjustments to Long-Term Debt


to Equity RatioAppendix 11C
Ratio Adjustment
LT D NFL
SE NDT LR MSA
LTD = Long-term debt consisting of all long-term liabilities inclusive of
(1) noncurrent deferred taxes likely to reverse, and (2) other
noncurrent liabilities.
NFL = Estimated present value of noncapitalized financial leases.
SE = Shareholders equity, including minority interests.
NDT = Noncurrent deferred taxes assessed as unlikely to reverse in the
foreseeable future.
LR = LIFO reserve (excess of disclosed FIFO value of
ending
inventory over reported LIFO amount).
MSA = Excess of market value of marketable securities
over cost (for analysis of financial statements
prior to 1994).