You are on page 1of 11

ANALISIS REAL II

ATURAN LHOSPITAL




OLEH :
IWAN UMRI( 0903121279 )

Bentuk Tak Tentu
jika A x f
a x
=

) ( lim dan B x g
a x
=

) ( lim , dimana A dan B keduanya nol atau keduanya tak hingga


) (
) (
lim
x g
x f
a x
disebut bentuk taktentu dari bentuk
0
0
atau

.
untuk menghitung limit dari bentuk tak tentu ini digunakan aturan LHospital.
Teorema 6.3.1 misalkan f dan g terdefinisi pada| | b a, , 0 ) ( ) ( = = a g a f dan 0 ) ( = x g untuk
b x a < < . Jika f dan g punya turunan di a dan 0 ) ( = a g maka limit dari g f / di a ada dan sama
dengan ) ( ' / ) ( ' a g a f Jadi
) ( '
) ( '
) ( '
) ( '
lim
a g
a f
x g
x f
a x
=
+



Peringatan hipotesa 0 ) ( ) ( = = a g a f sangat perlu disini. Sebagai contoh, jika 17 ) ( + = x x f dan
R x x x g e + = , 3 2 ) ( , maka
3
17
) (
) (
lim
0
=

x g
x f
x
sementara
2
1
) 0 ( '
) 0 ( '
=
g
f

Hasil terdahulu membolehkan kita setuju dengan limit seperti
2
1
0 cos . 2
1 0 . 2
2 sin
lim
2
0
=
+
=
+

x
x x
x

Untuk limit dimana f dan g tidak punya turunan di a , di gunakan teorema nilai rata-rata cauchy.
Teorema 6.3.2 Nilai Rata-rata Cauchy. misalkan f dan g terdefinisi pada | | b a, dan mempunyai
turunan di ) , ( b a , dan asumsikan bahwa 0 ) ( = x g R xe . Maka terdapat c sehingga
) ( '
) ( '
) ( ) (
) ( ) (
c g
c f
a g b g
a f b f
=



Aturan LHospital, I
6.3.3 Aturan LHospital, I. Misalkan s < s b a dan g f , mempunyai turunan di ) , ( b a
sedemikian sehingga 0 ) ( = x g untuk semua ) , ( b a x e Andaikan bahwa
(1) ) ( ' lim 0 ) ( ' lim x g x f
a x a x
+ +

= =
(a) jika L
x g
x f
maka R L
x g
x f
a x a x
= e =
+ +

) (
) (
lim ,
) ( '
) ( '
lim
(b) jika ( ) L
x g
x f
maka L
x g
x f
a x a x
= e =
+ +

) (
) (
lim , ,
) ( '
) ( '
lim
Contoh 6.3.4 (a) kita punya . 0 cos 2 lim
) 2 /( 1
cos
lim
sin
lim
0 0 0
= =
(

=
+ + +

x x
x
x
x
x
x x x

karena penyebut tidak dapat diturunkan di 0 = x , jadi teorema 6.3.1 tidak bisa dipakai, akan tetapi
x x f sin ) ( = dan x x g = ) ( dapat diturunkan di ) , 0 ( , jadi 6.3.3 bisa di pakai.

(b) kita punya
x
x
x
x
x x
2
sin
lim
cos 1
lim
0
2
0
=
(



Hasil bagi limit kedua adalah bentuk tak tentu lagi di bentuk
0
0
akan tetapi hipotesa memenuhi
jadi penggunaan aturan hospital dibolehkan. Karena itu diperoleh
2
1
2
cos
lim
2
sin
lim
cos 1
lim
0 0
2
0
= = =
(



x
x
x
x
x
x x x

(c) kita punya 1
1
lim
1
lim
0 0
= =


x
x
x
x
e
x
e

Dengan cara yang sama, dua penggunaan dari aturan LHospital memberi kita
2
1
2
lim
2
1
lim
1
lim
0 0
2
0
= =

=
(



x
x
x
x
x
x
e
x
e
x
x e

(d) kita punya
( )
1
1
/ 1
lim
1
ln
lim
1 1
= =
(


x
x
x
x x


Aturan LHospital, II
6.3.5 Aturan LHospital, II . Misalkan s < s b a dan g f , mempunyai turunan di ) , ( b a
sedemikian sehingga 0 ) ( = x g untuk semua ) , ( b a x e Andaikan bahwa
(5) =
+

) ( lim x g
a x

(a) jika L
x g
x f
maka R L
x g
x f
a x a x
= e =
+ +

) (
) (
lim ,
) ( '
) ( '
lim
(b) ( ) L
x g
x f
maka L
x g
x f
a x a x
= e =
+ +

) (
) (
lim , ,
) ( '
) ( '
lim
Contoh 6.3.6 (a) kita pertimbangkan
x
x
x
ln
lim


Disini x x f ln ) ( = dan x x g = ) ( pada interval ) , 0 ( . Jika kita pakai versi tangan kiri dari 6.3.5, kita
peroleh 0
1
) / 1 (
lim
ln
lim = =

x
x
x
x x

(b) kita pertimbangkan
2
lim x e
x
x



Disini kita ambil
2
) ( x x f = dan
x
e x g = ) ( di R. Kita peroleh 0
2
lim
2
lim lim
2
= = =

x
x
x
x
x
x
e e
x
e
x

(c) kita pertimbangkan
x
x
x
ln
sin ln
lim
0
+


Disini kita ambil x x f sin ln ) ( = dan x x g ln ) ( = di ) , 0 ( t . Jika kita pakai 6.3.5 kita peroleh
| |. cos .
sin
lim
/ 1
sin / cos
lim
ln
sin ln
lim
0 0 0
x
x
x
x
x x
x
x
x x x
(

= =
+ + +


Karena | | 1 sin / lim
0
=
+

x x
x
dan 1 cos lim
0
=
+

x
x
, kita simpulkan bahwa dengan pertimbangan limitnya
sama dengan 1.
(d) pertimbangkan
x x
x x
x
sin
sin
lim
+


. Ini adalah bentuk tak tentu

.
Penggunaan Aturan LHospital memberi kita
x
x
x
cos 1
cos 1
lim
+


, yang mana tak berguna karena limitnya
tidak ada. Akan tetapi, jika kita tulis ulang limit aslinya, kita peroleh secara langsung bahwa
1
0 1
0 1
sin
1
sin
1
lim =
+

=
+


x
x
x
x
x


Bentuk Tak Tentu yang Lain
Bentuk-bentuk tak tentu seperti
0 0
, 0 , 1 , . 0 ,

dapat dicari dengan manipulasi
aljabar dan penggunaan fungsi logaritma dan eksponensial.
Contoh 6.3.7 (a) ) 2 / , 0 ( : t = I dan pertimbangkan
|
.
|

\
|

+

x x
x
sin
1 1
lim
0
.
Yang mana adalah bentuk tak tentu Kita punya
x x
x
x x
x x
x x
x x x
cos sin
1 cos
lim
sin
sin
lim
sin
1 1
lim
0 0 0
+

=

=
|
.
|

\
|

+ + +


= 0
2
0
sin cos 2
sin
lim
0
= =

x x x
x
x

(b) misalkan ) , 0 ( : = I dan pertimbangkan x x
x
ln lim
0
+

, yang mana adalah bentuk tak tentu


) .( 0 . Kita punya 0 ) ( lim
/ 1
/ 1
lim
/ 1
ln
lim ln lim
0
2
0 0 0
= =

= =
+ + + +

x
x
x
x
x
x x
x x x x



(c) misalkan ) , 0 ( : = I dan pertimbangkan
x
x
x
+
0
lim , yang mana adalah bentuk tak tentu
0
0 .
Kita ingat kembali dari kalkulus (lihat juga bagian 8.3) bahwa
x x x
e x
ln
= berdasarkan bagian (b)
dan kekontinuan fungsi
y
e y di 0 = y bahwa 1 lim
0
0
= =
+

e x
x
x

(d) misalkan ) , 1 ( : = I dan pertimbangkan
x
x
x) / 1 1 ( lim +

, yang mana adalah bentuk tak tentu

1 .
Kita catat bahwa
(10)
) / 1 1 ln(
) / 1 1 (
x x x
e x
+
= + .
Selain itu, kita punya
x
x
x x
x x
/ 1
) / 1 1 ln(
lim ) / 1 1 ln( lim
+
= +


= 1
/ 1 1
1
lim
) ( ) / 1 1 (
lim
2
2 1
=
+
=

+



x x
x x
x x

Karena
y
e y di 1 = y , kitasimpulkan bahwa e x
x
x
= +

) / 1 1 ( lim

(e) misalkan ) , 0 ( : = I dan pertimbangkan
x
x
x) / 1 1 ( lim
0
+
+

, yang mana adalah bentuk tak


tentu
0
.
Dari rumusan (10), kita pertimbangkan
0
/ 1 1
1
lim
/ 1
) / 1 1 ln(
lim ) / 1 1 ln( lim
0 0 0
=
+
=
+
= +
+ + +

x x
x
x x
x x
x
x

Karena itu kita punya 1 ) / 1 1 ( lim
0
0
= = +
+

e x
x
x


TERIMA KASIH