You are on page 1of 36

Gangguan kesimbangan asam-

basa dan Analisa Gas Darah


Oleh
Dr Ozar Sanuddin SpPK

[H
+
]
Dipertahankan dalam batas-batas normal
sempit yaitu :40 nanomol/L
1 mmol = 1juta nanomol
Pengaturan [H
+
] yang sempit ini perlu
untuk fungsi cellular ok ion H
+
memp
reaktivitas yg tinggi, terutama dengan
protein.
Sifat ini dikaitkan dengan ukuran yang
relatif kecil dari ion hidronium yaitu bentuk
ion H
+
bila dibanding dengan Na
+
, K
+

[H
+
]
jauh lebih kuat berikatan dengan
bagian molekul muatan negatif
dibanding Na dan K
Bila [H
+
] berubah, protein akan
mengambil atau melepaskan ion
H
+
sehingga menimbulkan perubahan :
* Distribusi muatan.
* Konfigurasi mol dan
* Fungsi protein.

[H+] bebas ;
bentuk bebas dalam cairan tubuh
sangat rendah sekali yaitu kira kira
40 n Eq/L = 1/ juta m Eq/L dari [
Na)], [K+],[HCO3] & [Cl-]
Sangat reaktif sekali, mengikat
lebih kuat ion muatan negatif

[H
+
] bebas
Fluktuasi [H
+
] bebas akan
mempengaruhi aktivitas enzim, jadi
mempertahankan kestabilan [H
+
]
dalam dalam sel sangat diperlukan,
agar fungsi sel tetap normal.

pH = - log [H
+
]
[H
+
] mol/L .

Menurut Bronsted :
Asam :
substans yg dapat memberikan ion H
+

Basa :
substans yang dapat menerima ion H
+
.
Oleh karena itu H2CO3, HCl, NH4
+
,
dan H2PO4
-
dapat bertindak sebagai
asam.

H2CO3 <==> H
+
+ HCO3
-
HCl <==> H
+
+ Cl
-

NH4
+
<==> H
+
+ NH3
-
H2PO4
-
<==> H
+
+ HPO4
=

asam basa.

Henderson Hasselbalch
P CO2
[H+] = 24 x --------------
[ HCO3]
[HCO3]
pH = 6.10 + log ---------------
PCO2
[CO2] = 0.03 PCO2
Perubahan pH atau [H+]
Diatur oleh fungsi
Renal / ginjal
Paru
Gangguan salah satu atau kedua organ
Acid Base Disorder.
Dalam Acid Base disorder dijumpai istilah
Acidemia, Alkalemia, Acidosis & Alkalosis.

Terminologi
Acidemia:
Yaitu pe [H
+
] atau pe pH darah.
Alkalemia :
yaitu pe [H
+
] atau pe pH darah.

Acidosis :
Yaitu proses kecenderungan me nya [H
+
]
atau me pH darah.
Alkalosis :
Yaitu proses kecenderungan pe [H
+
]
atau me pH darah



Perbedaan Nilai Normal pH,[H+] PCO2,
[HCO3] pada arteri dan vena.

pH [ H+ ]
nEq/L
P CO2
mmHg
[HCO3]
mEq/L
Arteri
7.37- 7.43
37 - 43 36 - 44 22 - 26
Vena
7.32-7.38
42 - 48 42 - 50 23 - 27
Kegunaan Blood Gas :
Untuk mengetahui
Status keseimbangan asam-basa
pasien pada keadaan kritis (critical ill).
Transport oxygen oleh haemoglobin

Kandungan oksigen didarah
dipengaruhi oleh:
1. Jumlah oksigen yang terlarut.
2. Kadar haemoglobin
3. Affinitas hemoglobin terhadap oksigen

Affinitas haem(Hb) terhadap
oksigen dipengaruhi
1. pH darah.
Apabila pH affinitas Hb terhadap
oksigen juga (Bohr Effect).
Pada deoxygenated haemoglobin,
affinitas pengikatan H jauh lebih kuat
sehingga terjadi peningkatan kapasitas
buffer haemoglobin didarah vena.


2. 2,3-Diphosphoglycerate/DPG

2,3 DPG terbentuk selama proses glikolisis dlm
eritrosit (haem),bila 2,3 DPG terbentuk
oxygen yang dilepas semakin banyak().
Pe[H]/pH dan pe kadar 2,3 DPG akan
mengurangi tissue oxygenation.
2,3 DPG akan meningkat pada anemia dan
hypoxia kronik.

Pertukaran gas di alveoli pada
berbagai penyakit, tidak selalu
terjadi penurunan pO2 disertai
peningkatan pCO2.



Low pO2 dengan low a normal pCO2
Pulmonary oedem(diffusion defect)
Lobar pneumonia
Pulmonary collapse
Pulmonary fibrosis


Low pO2 dengan high pCO2

Gangguan Chest movement
Chest injury
Ankylosing spondylitis
Gross obesity
Airway obstruction
COPD
Severe Asthma
Laryngeal spasm
Bronchopneumonia
Pulmonary collaps
Pulmonary fibrosis

Parameter Blood Gas
Parameter yang diperiksa langsung
melalui elektroda: pH, pO2, pCO2.

Parameter yang dihitung melalui
formula: Bicarbonat, BE, t CO2, Oxygen
content dan oxygen saturasi.
Sample untuk blood gasses
Darah arteri
Anticoagulant heparin
Hindarkan tercemar udara
Sesegera mungkin diperiksa untuk
meminimalkan anaerobic metabolism
eritrosit
Pengumpulan sample
Sterilisasi pada lokasi arteri yang akan
diambil [bedakan dengan vena]
Diambil dari a.radialis /femoralis
Mengunakan antikoagulansia heparin
Jarum spuit disumbat lilin atau
dibengkokkan masukan ke termos
yang berisi es sampai dilab dalam
10 menit
Gangguan keseimbangan
asam-basa
Gangguan keseimbangan asam basa
Asidosis (pH < 7,36)
- Respiratorik
- Metabolik

Alkalosis (pH > 7,44)
- Respiratorik
- Metabolik




Karakteristik gangguan
keseimbangan asam-basa


Type gangguan Perobahan utama Respon sekunder Mek. Respon sekunder

Met. asidosis HCO3 pCO2 Hyperventilasi

Met. Alkalosis HCO3 pCO2 Hypoventilasi

Resp. asidosis pCO2 HCO3 acid titration of
tissue buffer
Resp. alkalosis pCO2 HCO3 alkalin titration of
tissue buffer
Renal and Respiratory Compensations to
Primary Acid - Base Disturbance in Human
Disorder Primary
change
Compensatory Response
M.Acidosis [HCO
3
] 1.2 mmHg PCO2 / 1 mEq/l HCO
3
]
M.Alkalosis [HCO
3
] 0.7 mmHg P CO2 / 1 mEq/l [HCO
3
]
R.Acidosis
acute
Chronic
P CO2
1 mEq/l [HCO
3
] / 10 mmHg P CO2
3.5 mEq/l [HCO
3
] / 10 mmHg P CO2
R.Alkalosis
acute
Chronic
P CO2
2 mEq/l HCO
3
] / 10 mmHg P CO2
4 mEq/l HCO
3
] / 10 mmHg P CO2
Status gangguan
keseimbangan asam-basa

1. Kompensasi terhadap acidemia(Paru):
Alveolar Hyperventilationloss CO2 pCO2.
2. Kompensasi terhadap alkalemia:
Alveolar hypoventilationretensi CO2 agar
terjadi peningkatan pCO2
Anion Gap: (Na + K ) Cl + HCO3.



Metabolic Acidosis.

Penyebab
1. Anion gap
- Gagal Ginjal
- Diabetik Ketoasidosis
- Alkoholik Ketoasidosis
2. Anion gap normal
- Renal tubular sidosis
- Diare


Metabolik alkalosis
pH, bicarbonat
Kompensasi terhadap alkalemia:
Alveolar hypoventilationretensi CO2
agar terjadi peningkatan pCO2

Respirasi asidosis
Terjadi penurunan alveolar ventilation
dan hypercapnoe yang lama. Retensi
CO2 menimbulkan kompensasi berupa
peningkatan konsentrasi bicarbonat.
Acute and Chronic Respiratory
Acidosis
Etiology
I.Inhibition of Medullary Respiratory
Center
a. Acute
-Drugs: opiats,anasthestics,
sedatives
-O2 in chronic Hypercapnia
-Cardiac Arrest, central sleep apnea

b. Chronic
1. Extreme obesity
2. CNS lesion
3. Met Alkalosis dimana
hypercapnia tidak adequat
untuk menigkatkan pH

II. Disorder of Respiratory Muscle and
Chest wall
A.Acute
- Muscles weakness
- Myasthenia Gravis
- Periodic Paralysis
- severe Hypokalemia
- Hypophosphatemia

B.Chronic
Muscles injury : Polio Myelitis,
Spinalcord Injury Multiple Sclerosis
Myxedema, Amyotropic Lateral
Sclerosis
Kypo Scoliosis
Extreme Obesity

III. Upper Airway Obstruction
a. Acute
Aspiration of foreign body or vomitus
Obstructive sleep apnea
Laryngo spasma


IV. Disorders affecting gas exchange
across the pulmonary cappilary

A. Acute
Exacerbation of underlying lung
disease (produksi CO
2
dengan
carbohidrat intake diet )
Adult respiratory distress syndrome
Acute cardiogenic pulmonary edema
Severe asthma atau pnemonia
Pneumo thorax, Hamato thorax

B. Chronic
Chronic obstructive pulmonary
disease
Ex : Bronchitis, Emphysema
Extreme Obesity
Respirasi alkalosis
Respirasi alkalosis terjadi ketika ada
peningkatan alveolar ventilation dan
hypocapnea yang lama . Penurunan
pCO2 sebagai akibat sekunder.
Berkurangnya reabsorbsi bicarbonat
ginjal mengakibatkan berkurangnya
Konsentrasi bicarbonat