You are on page 1of 11

RETHINKING ACTIVITY-BASED

COSTING
Habib Candra
Nugroho N
Heru P
Hetty Setiyani

KENDALI WAKTU PADA ABC SYSTEM
(TIME-DRIVEN ACTIVITY BASED COSTING
Pada tahun 2007, kedua tokoh ini yaitu
Robert S. Kaplan dan Steven R.
Anderson memperkenalkan konsep yang
baru yaitu Time Driven Based Costing.
Konsep ini menyederhanakan proses biaya
dengan menghilangkan kebutuhan untuk
melakukan wawancara dan survey atas
karyawan untuk mengalokasikan biaya
overhead melalui aktivitas berdasarkan
objek biaya seperti pesanan, produk dan
pelanggan.
LANJUTAN..
Waktu merupakan salah satu dimensi yang
membatasi seluruh rangkaian hidup (3 dimensi
yang membatasi: waktu, ruang dan gerak). Dalam
sistem proses produksi, seluruh aktivitas selalu
dipengaruhi dan dibatasi oleh waktu. Upah tenaga
kerja, pemakaian utilitas, depresiasi dan lain
sebagainya, merupakan kompensasi atas
penggunaan waktu oleh manusia maupun oleh
mesin dan peralatan yang digunakan. Sehingga
waktu merupakan salah satu kendali yang dapat
digunakan dalam melakukan analisa dan
implementasi sistem ABC.

METODA TIME-DRIVEN ACTIVITY-BASED
COSTING
Metoda Time-Driven Activity-Based Costing
memiliki dua parameter, yaitu:
1. rate biaya kapasitas untuk departemen (Estimate
the cost per time unit of capacity)
2. Penilaian dari unit waktu yang digunakan dalam
setiap aktivitas.(Estimate the unit times of
activities)
ESTIMATE THE COST PER TIME UNIT OF
CAPACITY
Pembebanan biaya untuk setiap unit waktu yang
digunakan sumber daya yang tersedia dalam
memenuhi kapasitas yang tersedia sesuai dengan
aktivitas perusahaan/bisnis.

Penentuan kapasitas ideal harus dilakukan secara
menyeluruh. Perhitungannya meliputi jumlah hari dalam satu
bulan, jumlah karyawan dan mesin, dan berapa jam atau
menit baik dari karyawan dan mesin yang tersedia untuk
melakukan pekerjaan aktual, dan setelah dikurangkan
dengan waktu untuk istirahat, pelatihan, rapat, pemeliharaan
dan lain-lain. Perhitungan yang tepat tidak harus dilakukan
dikarenakan hal ini akan tertangkap ketika kita melakukan
analisa variance kapasitas.
LANJUTAN..
ESTIMATE THE UNIT TIMES OF ACTIVITIES
berapa banyak waktu yang digunakan
dalam menyelesaikan satu unit produk/
Work In Process pada setiap aktivitas.
ABC konvensional menggunakan
transaction driver ataupun activity driver
seperti jumlah set-up mesin atau jumlah
Purchase Order yang dibuat. Time-Driven
Activity-Based Costing memperkirakan
waktu yang dibutuhkan untuk masing-
masing akitivitas transaksi, perkiraan waktu
ini dapat diperoleh melalui pengamatan
langsung dan wawancara.
DERIVING COST DRIVER RATE
Cost driver rate dapat dihitung dari mengalikan dua
variabel input yang sudah di estimasi.
Setelah menghitung angka standar ini maka angka
ini dapat diterapkan secara real time untuk
menentukan biaya pelanggan individu yang terjadi.
Tingkat biaya standar juga dapat digunakan dalam
diskusi dengan pelanggan tentang harga bisnis
baru.
ANALYZING AND REPORTING COSTS
Time-Driven Activity-Based Costing memungkinkan
manajer untuk memberikan laporan tentang biaya
kegiatan usahan dan jangka waktu yang digunak
dengan cara yang baik.
UPDATING THE MODEL
Manager dapat dengan mudah memperbaharui
model Time-Driven Activity-Based Costing
disesuaikan dengan kondisi operasional
perusahaan.
Untuk menambah kegiatan pada sebuah
departemen mereka tidak perlu lagi melakukan
interview cukup dengan memperkirakan satuan
waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas baru.
LANJUTAN..
Manager juga dapat memperbaharui cost-driver rate
dengan mudah. Dua faktor yang dapat merubah cost-
driver rate :
1. Perubahan harga sumber daya yang disediakan
akan mempengaruhi biaya per unit waktu
penyediaan kapasitas.
2. Pergeseran dalam efisiensi aktivitas.