You are on page 1of 19

ANALISIS EKONOMI

Semua kegiatan usaha (Bisnis) pada akhirnya diarahkan untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan dan kelangsungan usaha yang berkesinambungan. Usaha peternakan yang dilakukan oleh peternak/perusahaan peternakan, menghasilkan produk berupa : daging, telur, dan susu yg mempunyai nilai ekonomis dan sangat dibutuhkan oleh manusia krn mempunyai nilai gizi yang tinggi. Hasil produksi peternakan tsb diusahakan oleh: 1. Petani peternak, yg disebut peternakan rakyat 2. Badan Usaha yg mengusahakan di bidang peternakan, disebut Perusahaan Peternakan.

Analisis ekonomi sangat diperlukan o/ setiap produsen, u/ mengetahui apakah kegiatan ush nya berhasil/tidak, hal ini dapat diketahui dg menghitung pendapatan maupun laba dan efisiensi yg dicapai pada kurun waktu tertentu (th/bln) Analisis ekonomi usaha peternakan memerlukan perhitungan, seperti : Jumlah penerimaan, jumlah pengeluaran/biaya, jml penggunaan modal, pendapatan dan laba atau keuntungan, analisis break even point (BEP), analisis efisiensi usaha (R/C).

Analisis ekonomi bagi peternakan memberikan 2 kegunaan, yaitu : 1. Memberikan gambaran ttg, keadaan ush pd saat sekarang. 2. Memberikan gambaran ttg, ush yg akan datang, guna merencanakan/ bahan pertimbangan utk mengambil keputusan. (usaha berjalan terus atau ditutup).

A. PENERIMAAN
Penerimaan adl: hasil produksi apabila dinilai rupiah. Unsur penerimaan dr pemeliharaan ternak terdiri dr hasil penjualan : produk utama dan produk sampingan. 1. Pada usaha ternak sapi perah penerimaan t,d :
Produk utama: Hasil penjualan susu dlm 1 bln/1 tahun. Produk sampingan: - Penjualan pedet jantan - Penjualan kotoran /pupuk kandang - Penjualan sapi betina afkir - Kenaikan nilai ternak

2. Ternak ayam ras petelur penerimaan tdr dr:


Produk utama : penjualan telur Produk sampingan: - Hsl penjualan kotoran - Pejualan ayam afkir - Penjualan kantong pakan

3.Ternak ayam ras pedaging penerimaan tdr dr:


Produk utama : Hasil penjualan ayam potong Produk sampingan: - Kenaikan nilai ayam (bila belum dijual). - Penjualan kotoran/pupuk - Penjualan kantong pakan

B. MODAL Adl: barang/uang yg bersama-sama faktor produksi lainya dan tenaga kerja serta pengelolaan menghasikan barang baru. Modal dalam ush peternakan, antara lain : Tanah, bangunan/kandang, peralatan kandang, pakan ternak, obat-obatan, vitamin, piutang di Bank, uang tunai. Modal berdsrkan sifatnya dibedakan mjd 2: a. Modal tetap: Modal yg dipakai dan tdk habis dlm satu periode produksi. (yg diperhitungkan adalah biaya penyusutannya). b. Modal Bergerak/Lancar: modal yg habis dlm satu kali proses produksi.

Hubungan Modal dg Biaya Produksi :


Modal adalah pembiayaan yang harus disediakan sebelum proses produksi berjalan sedang Biaya Produksi adalah pembiayaan setelah proses produksi berjalan, jadi biaya merupakan operasionalisasi dari Modal. Modal (Sebelum Proses produksi) Modal Tetap: -- Lahan - Bangunan - Mesin-mesin - Peralatan - Ternak Biaya Produksi (setelah proses produksi) Biaya Tetap (B. Overhead) - Sewa Lahan - Penyusutan - Tenaga kerja Tetap - Bunga Modal

Modal Variabel/ Modal Lancar - Pakan - Obat-obatan - Bahan-bahan habis pakai - Lain-lain

Biaya Variabel (B. Oprasional) - Pakan - Obat-obatan - Bahan-bahan habis pakai - Lain-lain

Untuk kepentingan analisis ekonomi beberapa pengertian biaya tersebut dibawah ini perlu difahami : - Biaya adalah nilai korbanan ekonomis yang digunakan dalam proses produksi - Biaya investasi adl biaya yg dikeluarkan dari mulai pendirian usaha peternakan sampai menjelang ternak berproduksi (begitu ternak berproduksi, mk biaya investasi selesai).

C. PENGELUARAN/BIAYA
Biaya pd perusahaan peternakan merupakan keseluruhan korbanan u/ menghasilkan produk. Biaya dibedakan mjd dua macam, yaitu : biaya tetap dan biaya variabel. 1. Biaya tetap: biaya yg sifatnya tdk terpengaruh oleh besarnya skala produksi / jumlah ternak. Biaya tetap meliputi: - Penyusutan (kandang, peralatan, bangunan lainnya) - Sewa lahan - Upah tenaga kerja tetap - Pajak - Bunga modal

Penyusutan: Ini terjadi karena pengaruh umur teknis maupun ekonomis. Umur teknis merupakan jangka waktu penggunaan barang tsb sdh tdk dpt digunakan lagi. sdg umur ekonomis merupakan manfaat barang tsb sdh tdk sesuai dg korbanan. Untuk mengembalikan /mengganti dg yg baru mk perlu diadakan perhitungan penyusutan adl sbb: P = NB NA (NS) n P = Penyusutan NB = Nilai Baru NS = Nilai Akhir/Nilai Sisa n = Jangka waktu pemakaian barang (umur ekonomis barang) Catatan, u/ ternak sapi perah dan ayam petelur, biaya penyusutan diperhitungkan sejak ternak mulai produksi.

Tabel : Perhitungan biaya Penyusutan Kandang,Ternak serta Peralatan


Macam investasi Jumlah Umur Ekonomis Barang (N)/th Nilai Baru (NB) (Rp) Nilai Sisa (NS) (Rp) Penyusutan (Rp)

Kandang
Ternak produktif Tempat pakan Tempat minum Milkcan

Sapu
Ember Paralon Dst Jumlah Modal Tetap

- Sewa lahan
Tanah/lahan yg digunakan u/ melakukan kegiatan ush diperhitungkan dengan sewa, apabila kegiatan tsb merupakan kegiatan perusahaan. - Upah Tenaga Kerja Diperhitungkan bila kegiatan tsb merupakan kegiatan perusahaan baik tenaga kerja dlm keluarga atau luar keluarga. - Pajak Pajak dikenakan pd kegiatan ush yg bersifat Badan Usaha - Bunga Modal Diperhitungkan dg tujuan mengantipasi terjadinya penurunan nilai rupiah/ kenaikan harga faktor produksi, disamping itu bila modal yg digunakan berasal dr modal asing (hutang). Bunga Modal = (NB + NS ) x r (%) 2 r = suku bunga yg berlaku

2. Biaya Variabel
Terdiri dari, biaya : pakan, perbaikan kandang/alat, T. kerja tdk tetap, biaya DOC pd ayam pedaging. D. PENDAPATAN DAN KEUNTUNGAN/LABA a. Pendapatan merupakan selisih antara penerimaan dan pengeluaran/biaya produksi, tanpa : ( upah t. kerja keluarga, sewa lahan milik sendiri, bunga modal milik sendiri). Disebut analisis cash out flow. b. Keuntungan/laba, adalah selisih antara penerimaan dikurangi dg seluruh pengeluaran. Semua unsur biaya diperhitungkan termasuk : (upah tenaga kerja, sewa lahan dan bunga modal). Analisis digunakan pd perusahaan peternakan. Disebut analisis finansial.

E. HARGA POKOK Harga pokok merupakan hasil perhitungan dr jumlah biaya yg dikeluarkan (BV dan BT)dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan.
HP = TC TQ

HP = Harga Pokok TC = Jumlah Biaya (biaya tetap dan biaya variabel) TQ = Jumlah Produk yg dihasilkan

Analisis Titik Impas (Break Even Poin /BEP )


BEP, adalah keadaan dimana perusahaan dalam keadaan tidak untung dan tidak rugi (impas). Analisis BEP berguna untuk ; a. Menentukan target perusahaan agar tidak rugi b. Menentukan kapan perusahan harus tutup Perusahaan dalam keadaan Impas (BEP) bila : Total Penjualan Produk = Total Biaya = ( Biaya Tetap + Biaya Variabel ) Bila : P = Price (harga produk per unit) Q = Quantity (jumlah produk) FC = Biaya tetap (Fixed cost) AVC = Biaya Variabel per unit (Average Variable Cost)

G. EFISIENSI EKONOMI
Analisis ekonomi merupakan tolak ukur u/ menyatakan berhasil tidaknya kegiatan usaha. Untuk menentukan tingkat efisiensi biaya atau dg kata lain Analisis Return Cost Ratio (R/C) dan perhitungan efisiensi modal dg menggunakan Analisis Rentabilitas Ekonomi .
1. Analisis efisiensi biaya (R/C), merupakan pengembalian dana (biaya) yg digunakan u/ melakukan kegiatan ush atau kemampuan penerimaan yg diperoleh dibandingkan dg jumlah korbanan (biaya) u/ menghasilkan barang dlm kurun waktu tertentu. R/C = Penerimaan Pengeluaran (biaya) Bila hasil analis (R/C) > 1 maka penggunaan biaya telah efisien

Maka :
Biaya Variabel per unit = BV/kg produk terjual BEP dalam produk = Biaya Tetap / (Harga per Kg - BV per unit) BEP dalam Rupiah = BT / (1 BV per unit/harga jual per satuan)

Re (Rentabilitas) = Laba / Modal (NB + BV) X 100 %

Contoh Soal : Diketahui : suatu Usaha Peternakan Ayam Petelur, total biaya Rp. 90.000.000,00 dan total biaya variabel Rp. 50.000.000,00. Bila total produksi telur = 100 Kw dan harga telur Rp. 15.000,- per Kg. Berapa BEP dlm produksi dan BEP dlm rupiah dari Usaha Ayam Petelur tersebut?

b. Efisiensi Modal
Menggunakan analisis Rentabilitas Ekonomi , menunjukan kemampuan modal ush u/ memperoleh keuntungan. Atau dg kata lain rentabilitas adl perbandingan antara laba dengan Modal yg dinyatakan dengan persen dalam jangka waktu tertentu. Rumus Rentabilitas adl: Re = L x 100 % M Re = Rentabilitas L = Laba/ keuntungan M = Modal (terdiri dari Modal Tetap, Biaya tenaga kerja tetap, Sewa lahan dan Modal Lancar) Bila nilai Re > besar dari suku bunga bank yg berlaku saat itu berarti penggunaan modal dalam ush tersebut telah efisien.

H. Payback Period (Periode Pengembalian Modal

M
P = I P = Payback Period M = Modal I = Income (Laba/ Keuntungan/ Pendapatan) x Tahun/ Bulan