You are on page 1of 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Salah satu permasalahan dalam transportasi adalah kecelakaan lalu lintas. Permasalahan ini pada umumnya terjadi ketika sarana transportasi, baik dari segi jalan, kendaraan, dan sarana pendukung lainnya belum mampu mengimbangi perkembangan yang ada di masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang besar menyebabkan meningkatnya aktivitas pemenuhan kebutuhan yang tentunya meningkatkan pula kebutuhan akan alat transportasi, baik itu pribadi maupun umum. Dengan kondisi angkutan umum yang kurang memadai, masyarakat mengatasinya dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pemakaian kendaraan pribadi di satu pihak akan menguntungkan, akan tetapi dipihak lain akan menimbulkan masalah lalu lintas. Permasalahan lalu lintas yang dihadapi salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas. Permasalahan terhadap meningkatnya tingkat kecelakaan semakin bertambah rumit melihat kenyataan bahwa meskipun sistem prasarana transportasi sudah sangat terbatas, akan teteapi banyak dari sistem prasarana tersebut yang berfungsi secara tidak efisien. Sebagai contoh adalah keberadaan kegiatan informal seperti pedagang kaki lima yang menempati jalur pejalan kaki yang

menyebakan pejalan kaki terpaksa harus menggunakan badan jalan yang tentunya mengurangi kapasitas jalan tersebut. Contoh lain adalah kegiatan parkir pada badan jalan yang berakibat pada berkurangnya kapasitas jalan dan menyebabkan penurunan kecepatan bagi kendaraan yang melalui jalan tersebut. Kondisi ini berakibat pada sering terjadinya kemacetan dan meningkatnya angka kecelakaan. Dari tahun ke tahun, permasalahan transportasi diiringi dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang selalu meningkat. Hal ini dikarenakan bertambahnya intensitas kendaraan yang ada pada setiap tahunnya. Selain itu, pembangunan pusat-pusat keramaian seperti tempat wisata dan pendidikan menyebabkan tingkat tarikan frekuensi kendaraan semakin meningkat. Hal ini menyebabkan intensitas kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada setiap tahunnya juga ikut mengalami peningkatan, karena bisa dikatakan bahwa intensitas kecelakaan berbanding lurus dengan intensitas kendaraan yang lewat, dengan mengasumsikan faktor kecelakaan lainnya dalam tingkat pengaruh yang sama seperti, mengantuk saat berkendara dan kurang baiknyakendaraan yang dikemudikan. Akhirnya persoalan lalu-lintas yaitu kecelakaan lalu lintas ini berhubungan langsung dengan keselamatan nyawa seseorang yang merupakan korban dari kecelakaan. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk meramalkan yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas, maka penulis memilih judul Tugas Akhir ini : ANALISIS DERET WAKTU TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI PROVINSI SUMATERA UTARA

1.2 RUMUSAN MASALAH Kecelakaan lalu lintas cukup sering terjadi di Provinsi Sumatera Utara terlebih pada titik-titik dan jam-jam di jalan raya. Data jumlah kecelakaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Angka peningkatan ini tentunya tidak terlepas dari peranan faktor kecelakaan lalu lintas. Dalam penelitian ini bagaimana pemerintah bisa mengurangi tingkat kecelakaan di Provinsi Sumatera Utara.

1.3 BATASAN MASALAH

Agar pembahasan dalam tugas akhir ini dapat lebih terarah maka dilakukan pembatasan masalah yaitu hanya data kecelakaan lalu lintas saja yang diramalkan, data yang dibutuhkan yaitu data kecelakaan lalu lintas yang diperoleh dari Badan Pusat Stratistik Provinsi Sumatera Utara.

1.4 TUJUAN PENELITIAN

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meramalkan tingkat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Utara ditahun yang akan datang.

1.5 LOKASI PENELITIAN Adapun lokasi penelitian atau pengambilan data dilaksanakan di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara di Jln. Asrama No. 179 Medan.

1.6 TINJAUAN PUSTAKA

Metode peramalan adalah cara memperkirakan secara kuantitatif apa yang terjadi pada masa depan, berdasarkan data yang relevan di masa lalu. Metode peramalan akan membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap tingkah laku atau pola dari data masa lalu sehinga dapat membarikan cara pemikiran, pengerjaan dan pemecahan yang sistematis dan pragmatis serta memberikan tingkat keyakinan yang lebih besar atas ketepatan hasil peramalan yang dibuat atau disusun. Peramalan merupakan suatu alat bantu yang penting pada perencanaan yang efektif dan efisien. Peramalan juga sangat penting dalam pengambilan suatu keputusan. Aspek-aspek yang menggunakan peramalan cukup luas baik secara waktu, faktor-faktor penentu kejadian seharusnya dan jenis-jenis pola data dan beberapa hal lain. Peramalan adalah kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama, sedangkan waktu yang relatif singkat tidak dibutuhkan peramalan. Pada umumnya kegunaan peramalan adalah: 1. Untuk menentukan kebutuhan sumber daya di masa yang akan datang. 2. Sebagai alat bantu perencanaan. 3. Untuk membuat keputusan yang tepat.

Metode auto regresi membahas mengenai pengaruh dan hubungan antara nilai suatu variabel yang telah terjadi pada suatu periode dan periode berikutnya. yang terjadi pada

1.7 METODE PENELITIAN

Untuk mendukung penyusunan Tugas Akhir, maka penulis membutuhkan data data yang diperoleh melalui serangkaian tinjauan penelitian, riset maupun pengambilan data. Adapun tahapan yang dilaksanakan dalam penyelesaian masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut :

1. Metode penelitian kepustakaan Dalam hal ini pengumpulan data dan keterangan keterangan dapat dilakukan dengan membaca serta mempelajari buku buku ataupun pelajaran yang didapat diperkuliahan ataupun umum, serta sumber informasi lainnya yang berhubungan dengan objek yang diteliti.

2. Metode pengumpulan data Pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah metode pengumpulan data sekunder yang diperoleh dan diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik.

1.8 SISTEMATIKA PENULISAN

Adapun sistematika penulisan yang diuraikan oleh penulis antara lain:

BAB 1 : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, lokasi penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB 2 : LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang dibuat dalam tugas akhir ini meliputi pengertian peramalan, pemilihan metode yang tepat.

BAB 3 : SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET Bab ini menjelaskan tentang sejarah berdirinya Badan Pusat Statistik (BPS), visi, misi, dan struktur organisasinya.

BAB 4 : ANALISA DATA Bab ini menguraikan proses analisa data yang telah diamati dan dikumpulkan.

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini menguraikan proses pengolahan data dengan program yang akan digunakan yaitu SPSS mulai dari input data hingga hasil outputnya yang membantu dalam menyelesaikan permasalahan dalam penulisan.

BAB 6 : PENUTUP Bab ini terdiri atas kesimpulan dari hasil analisis yang telah dilakukan serta saran berdasarkan kesimpulan yang diperoleh yang tentunya bermanfaat bagi pembaca dan pihak yang

membutuhkannya.

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Peramalan Peramalan adalah kegiatan memperkirakan apa yang terjadi pada masa yang akan datang. Kegunaan dari peramalan terlihat pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan. Ramaln adalah peramalan (perkiraaan) mengenai sesuatu yang belum terjadi . 2.2 Jenis-jenis Peramalan Berdasarkan sifatnya peramalan dibedakan atas dua macam yaitu Peramalan Kualitatif dan Peramalan Kuantitatif. 2.2.1 Peramalan Kualitatif Peramalan kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersifat intuisi, pendapat dan pengetahuan serta pengalaman penyusunnya.

2.2.2 Peramalan Kuantitatif Peramalan kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif pada masa lalu. Hal peramalan dibuat sangat tergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramlan tersebut. Baik tidaknya metode yang digunakan ditentukan oleh perbedaan antara penyimpangan hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Peramalan kuantitatif hanya dapat digunakan apabila terdapat tiga kondisis sebagai berikut : 1. Adanya informasi masa lalu yang dapat dipergunakan 2. Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data 3. Dapat diasumsikan bahwa pola yang lalu akan berkelanjutan pada masa yang akan datang Peramalan yang baik adalah peramalan yang dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah atau prosedur penyusunan yang baik. Pada dasarnya ada tiga langkah peramalan penting, yaitu : 1. Menganalisis data masa lalu 2. Menentukan metode yang dipergunakan 3. Memproyeksikan data yang lalu dengan menggunakan metodeyang dipergunakan dan mempertimbangkan adanya beberapa faktor perubahan.

2.3 Metode Peramalan Metode peramalan adalah cara memperkirakan secara kuantitatif apa yang akan terjadi dimasa depan berdasarkan data yang revelan pada masa lalu. Metode peramalansangat

berguna untuk membantu dalam mengadakan pendekatan analisis terhadap dari data yang lalu, sehingga dapat memberikan cara pemikiran, pekerjaan dan pemecahan yang sistematis, serta memberikan tingakt keyakinan yang lebih atas ketepatan hasik ramalan yang dibuat.

Menurut Pangestu Subagyo (1986:5) ada beberapa metode peramalan yaitu: 1. Peramalan dengan metode Smoothing Metode Smoothing adalah emngambil dari rata-rata nilai-nilai beberpa tahun untuk menaksir nilai pada suatu tahun. Metode Smoothing ini dilakukan antara lain dengan cara moving averages atau dengan exponential smoothing. 2. Peramalan dengan metode Dekomposisi Metode Dekomposisi sering juga disebut metode time series. Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa biasanya apa yang telah terjadi itu akan berulang kembali dengan pola yang sama. Artinya yang dulu selalu naik maka pada waktu yang akan dating biasanya akan turun juga, yang biasanya berfluktuasi akan berfluktuasi juga dan yang biasanya tidak teratur akan tidak teratur. 3. Peramalan dengan metode Input-Output Metode ini memanfaatkan hubungan antara input dan output untuk membuat peramalan. Hasil suatu sektor industri sebagian akan merupakan input bagian sektor lain. 4. Peramalan dengan metode Regresi sederhana 5. Peramalan dengan metode Auto Regresi dan Auto Korelasi Tidak ada metode peramalan yang paling baik dan selalu cocok digunakan untuk membuat ramalan mengenai suatu hal. Suatu metode peramalan mungkin cocok untuk sesuatu hal tetapi tidak cocok untuk membuat ramalan hal yang lain. Oleh karena itu kita

harus memilih metode yang cocok, yaitu yang bias meminimumkan kesalahan meramal (Pangestu S, 1986:5-6).

2.4 Data Time Series Data berkala (time series) adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan perkembangan atau pertumbuhan suatu variabel. Data deret waktu adalah sekumpulan hasil observasi-observasi yang diatur dan didapat menurut urut-urutan kronologis, biasanya dalam interval waktu yang sama (Sudjana, 1981:240). Rangkaian waktu tidak lain adalah serangkaian pengamatan terhadap suatu peristiwa, kejadian gejala, atau variabel yang diambil dari waktu ke waktu, dicatat secara teliti menurut urut-urutan waktu terjadinya dan kemudian disusun sebagai data statistic (Sutrisno, 1968 : 432). Dari suatu rangkaian waktu akan dapat diketahui apakah peristiwa, kejadian, gejala variabel yang diamati berkembang mengikuti pola-pola perkembangan yang teratur atau tidak. Jika suatu rangkaian waktu menunjukkan pola yang teratur maka akan dapat dibuat suatu ramalan yang cukup kuat mengenai tingkah laku gejala yang dicatat, dan atas dasar ramalan itu dibuat rencana-rencana yang dipertaggung jawabkan. Analisis rangkaian waktu (time series analisys) adalah suatu analisis terhadap pengamatan, pencatatan, dan penyusunan peristiwa yang diambil dari suatu waktu ke waktu berikutnya berurutan. Menurut J.Supranto time series analisis adalah analisis yang didasarkan atas data berkala (time series) yang sifatnya dinamis dan sudah memperhitungkan perubahan-perubahan, misalnya perubahan dari waktu (t-1) ke t dan

dari (t+1). Pada umumnya pengamatan dan pencatatan itu dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya: harian, mingguan, enam bulanan, tahunan dan sebaginya.

2.4 Metode Auto Regresi dan Auto Korelasi Metode auto regresi dan auto korelasi membahas mengenai pengaruh dan hubungan antara nilai suatu variabel yang telah terjadi pada suatu periode dan yang terjadi pada periode berikutnya. Untuk mengetahui besarnya pengaruh menggunakan Auto Regresi, sedangkan untuk mengukur kuat tidaknya hubungan tersebut digunakan koefisien Auto Korelasi. Disebut Auto karena variabel yang menjadi variabel bebas (independent variable) juga digunakan sebagai variable terikat (dependent variable). Besarnya nilai suatu vaiabel tergantung pada nilai suatu variabel itu sendiri yang terjadi sebelumnya. Misalnya jumlah penini

tergantung pada jumlah

kecelakaan pada tahun yang lalu (

, jadi secara matematik dapat ditulis.

Jika nilai sutau variabel bergantung pada nilai yangterjadi dua bulan yang lalu dapat ditulis

Untuk menejelaskan hubungan nilai variabel bebas dan variabel terikat, dapat kita lihat pada table dibawah ini:

Dependent Variabel

Independent Variabel

Nilai Periode 1 Nilai Periode 2 Nilai Periode 3 Nilai Periode 4

Nilai Periode 1 Nilai Periode 2 Nilai Periode 3

Nilai Periode T Tabel 1.1

Nilai Periode T-1

Skema hubungan antara nilai suatu variabel yang terjadi pada suatu periode dan yang terjadi pada suatu periode berikutnya

Dependent Variabel Nilai Periode 1 Nilai Periode 2 Nilai Periode 3 Nilai Periode 4

Independent Variabel

Nilai Periode 1 Nilai Periode 2

Nilai Periode T Tabel 1.2

Nilai Periode T-2

Skema hubungan antara nilai suatu variabel yang terjadi pada suatu periode dan yang terjadi pada dua periode berikutnya Berikut ini langkah-langkah dalam penyusunannya: 1. Untuk memudahkan penyelesaiannya maka sebaiknya data disusun dalam suatu table. Kita tentukan terlebih dahulu selisih waktu periode, missal: 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan seterusnya. 2. Mencari nilai-nilai yang diperlukan untuk menghitung persamaan auto regresi, yaitu:

= =

(
)

Keterangan : N = Banyaknya pasangan data Xt-1 = data periode t-1 X = data periode t

Perkiraan dari alpha


= Perkiraan dari betha

Rata-rata dari

Rata-rata dari

-1 =

Perkiraan Xt-1

3. Rumus untuk mencari koefisien korelasi

4. Setelah melakukan perhitungan auto korelasi kita lakukan tes auto korelasi dengan menentukan: 1. Hipotesis: Ho : r = 0 (tidak ada pengaruh secara signifikan) Ha : r 0 (ada pengaruh secara signifikan) 2. Hitung nilai t hitung dengan menggunakan rumus:

3. T hitung dibandingkan dengan t table dengan criteria: Tolak Ho jika

<

atau

<

Terima Ho jika

<

dengan

5. Kita dapat lakukan ramalan untuk beberapa periode berikutnya.

BAB 3

SEJARAH TEMPAT RISET

3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Tahun 1980, ditetapkan peraturan Pemerintah No.6 Tahun 1980 tentang Organisasi Badan Pusat Statistik dengan pernyataan bahwa di setiap Provinsi harus terdapat kantor Statistik Provinsi. Dengan demikian mulai saat itu kantor Statistik Provinsi secara resmi ada di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Sumatera Utara. Pada Tahun1998, ditetapkan Keputusan Presiden No.86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik tentang kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja biro Pusat Statistik. Berdasarkan keputusan Presiden ini Kantor Statistik Provinsi Sumatera Utara berubah nama menjadi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.

3.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara 3.2.1 Visi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Badan Pusat Statistik mempunyai visi menjadikan informasi statistik sebagai tulang punggung informasi pembangunan nasional dan regional, didukung Sumber Daya Manusia yang berkualitas, ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang mutakhir.

3.2.2 Misi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Dalam menunjuk pembangunan nasional Badan Pusat Statistik mengemban misi mengarahkan pembangunan statistik pada penyediaan data statistik yang bermutu, handal, efektif dan efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik serta pengembanan ilmu pengetahuan statistik.

3.3 Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Setiap perusahaan baik perusahaan pemerintah maupun swasta mempunyai struktur organisasi, karena perusahaan juga merupakan organisasi. Dimana organisasi adalah suatu sistem dari aktivitas kerjasama yang terorganisir, yang dilaksanakan oleh sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama. Dalam struktur organisasi ditetapkan tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta bagaimana hubungannya yang satu dengan yang lain. Dengan adanya struktur organisasi perusahaan yang baik, maka dapat diketahui pembagian tugas antara para pegawai dalam rangka pencapaian tujuan. Adapun struktur organisasi yang dipakai oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara adalah berbentuk Lini dan staff 1. Bagian Tata Usaha/Kepegawaian 2. Bidang Statistik Produksi 3. Bidang Statistik Distribusi 4. Bidang Statistik Kependudukan 5. Bidang Pengolahan, Penyajian dan Pelayanan Statistik 6. Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

STRUKTUR ORGANISASI BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI

Gambar 3.1 Struktur ktur Organisasi Badan Pusat Provinsi Prov Sumatera Utara

BAB 4

PENGOLAHAN DATA

4.1 Data yang diolah

Pada dasarnya data adalah alat bagi pengambil keputusan, bentuk-bentuk dasar pembuatan keputusan atau untuk memecahkan suatu persoalan. Keputusan yang baik jika diperoleh pengambil keputusan tersebut atas dasar data yang baik. Untuk memperoleh dan mengetahui gambaran tentang suatu keadaan atau masalah merupakan salah satu kegunaan data.

Untuk membahas dan memecahkan persoalan tentang pembentukan persamaan penduga akan jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas seperti yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, penulis mengumpulkan data yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan tersebut. Data yang akan diolah dalam tugas akhir ini adalah data Jumlah Tingkat Kelakaan Lalu Lintas di Provinsi Sumatera Utara.

Berikut data yangberhasil dikumpulkan penulis yang ditunjukkanpada tabel 4.1.1 berikut : Tabel 4.1.1 Data Jumlah Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Sumatera Utara tahun 1982-2011 Jumlah Tingkat Tahun Kecelakaan Lalu Lintas (orang) 1982 3.403 1983 3.449 1984 3.259 1985 3.158 1986 3.362 1987 3.334 1988 2.988 1989 2.191 1999 2.147 1991 1.732 1992 1.790 1993 1.478 1994 1.538 1995 1.451 1996 1.330 1997 1.267 1998 1.143 1999 918 2000 948 2001 960 2002 739 2003 937 2004 911 2005 1.376 2006 2.438 2007 2.818 2008 2.929 2009 3.170 2010 3.634 2011 7.443 (Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara)

Untuk menentukan dan membentuk persamaan penduga maka perluh dicari

dan

sebagai

berikut: Tabel 4.2.1 Tabel nilai untuk menghitung


t 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah

dan

dengan selisih waktu satu tahun

3.449 3.259 3.158 3.362 3.334 2.988 2.191 2.147 1.732 1.790 1.478 1.538 1.451 1.330 1.267 1.143 918 948 960 739 937 911 1.367 2.438 2.818 2.929 3.170 3.634 7.443 64.829

3.403 3.449 3.259 3.158 3.362 3.334 2.988 2.191 2.147 1.732 1.790 1.478 1.538 1.451 1.330 1.267 1.143 918 948 960 739 937 911 1.367 2.438 2.818 2.929 3.170 3.634 60.789

11.736.947 11.240.291 10.291.922 10.617.196 11.208.908 9.961.992 6.546.708 4.704.077 3.718.604 3.100.280 2.645.620 2.273.164 2.231.638 1.929.830 1.685.110 1.448.181 1.049.274 870.264 910.080 709.440 692.443 853.607 1.245.337 3.332.746 6.870.284 825.3922 9.284.930 11.519.780 27.047.862 167.980.437

11.580.409 11.895.601 10.621.081 9.972.964 11.303.044 11.115.556 8.928.144 4.800.481 4.609.609 2.999.824 3.204.100 2.184.484 2.365.444 2.105.401 1.768.900 1.605.289 1.306.449 842.724 898.704 921.600 546.121 877.969 829.921 1.868.689 5.943.844 7.941.124 8.579.041 10.048.900 13.205.956 154.871.373

11.895.601 10.621.081 9.972.964 11.303.044 11.115.556 8.928.144 4.800.481 4.609.609 2.999.824 3.204.100 2.184.484 2.365.444 2.105.401 1.768.900 1.605.289 1.306.449 842.724 898.704 912.600 546.121 877.969 829.921 1.868.689 5.943.844 7.941.124 8.579.041 10.048.900 13.205.956 55.398.249 198.689.213

Dari tabel diatas didapat nilai-nilai sebagai berikut :

= 64.829

= 60.789
= 167.980.437

= 198.689.213

Rumus umum persamaan auto regresi yaitu:

+ 1.16907139

Berdasarkan hasil perhitungan mencari persamaan auto regresi dari data jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas tahun 1982 sampai dengan tahun 2011, diperoleh koefisien auto regresi
dan koefisien auto regresi
regresi tersebut diperoleh persamaan auto regresi . Dari koefisien auto

atas

4.2.1 Menentukan Koefisien Auto Korelasi Mencari Koefisien Auto Korelasi

Berdasarkan perhitungan mencari koefisien auto korelasi dari data jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Utara tahun 1982 sampai dengan tahun 2011 diperoleh koefisien auto korelasi sebesar 0,835.

4.2.2 Test kuat tidaknya auto korelasi

Setelah melakukan perhitungan auto korelasi dan untuk mengetahui apakah antara variabel independen dengan variabel dependen betul-betul erat maka nilai
di uji. a) Menentukan hipotesis Ha : perlu

0 (ada pengaruh secara signifikan antara jumlah tingktat kecelakaan lalu lintas pada suatu periode dengan periode sebelumnya)

Ho :

= 0 (tidak ada pengaruh secara signifikan antara jumlah tingktat kecelakaan lalu lintas pada suatu periode dengan periode sebelumnya)

b) Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan Tolak H0 jika t1/2(N-2) < thitung > t1/2(N-2) Terima H0 jika t1/2(N-2) < thitung < t1/2(N-2) dengan df = N-2

c) Menghitung t hitung dengan rumus


=

Berdasarkan hasil perhitungan test kuat tidaknya auto korelasi, diperoleh

= 16,56. Harga

tersebut kemudian dibandingkan dengan


, diperoleh

Dengan

dan

yaitu 27. Sehingga


> 2,05, maka

= 2,05 (lampiran). Karena -2.05 <

ditolak. Artinya ada

auto korelasi yang kuat antara tingkat kecelakaan lalu lintas suatu tahun (periode) dengan satu tahun sebelumnya. Sehingga forecast dengan persamaan auoto regresi dapat di pertanggungjawabkan. Oleh karena itu untuk forecast periode berikutnya kita forecast dengan selisih satu tahun (periode) .

4.3 Peramalan Jumlah Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 2013

Setelah diketahui bahwa ada auto korelasi yang kuat antara jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas pada suatu periode dengan periode sebelumnya, maka dapat

dilakukan peramalan pada periode berikutnya dengan menggunakan selisih waktu satu periode (tahun) dan persamaan auto regresi

diperoleh hasil ramalan untuk tahun 2012, 2013, sebagai berikut :

a. Meramal untuk periode ke 31 (tahun 2012) menggunakan nilai jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas pada periode ke 30 (tahun 2011) sebagai variabel bebas

= 8486.3059 b. Meramal untuk periode ke 32 (tahun 2013) menggunakan nilai jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas pada periode ke 31 (tahun 2012) sebagai variabel bebas

9921.0794

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Pengertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem merupakan prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistem yang disetujui, menginstal dan memulai sistem baru atau sistem baru atau sistem yang diperbaiki.

Tahapan implementasi sistem merupakan tahapan-tahapan penerapan hasil desain tertulis kedalam programming. Dalam pengolahan data dalam hal ini menggunakan software minitab 16 sebagai implementasi sistem dalam memperoleh hasil perhitungan.

5.2 Pengenalan Minitab

Minitab adalah program aplikasi statistika yang dirancang untuk melakukan pengolahan statistik. Minitab mengkombinasikan kemudahan penggunaan layaknya Microsoft Excel dengan kemampuannya melakukan analisis statistik yang kompleks. Minitab dikembangkan di Pennsylvania State University oleh periset Barbara F. Ryan, Thomas A. Ryan, Jr., dan Brian L. Joiner pada tahun 1972. Minitab memulai versi ringannya OMNITAB, sebuah program analisis statistik oleh NIST. Minitab didistribusikan oleh Minitab Inc, sebuah perusahaan swasta yang bermarkas di State College, Pennsylvania, dengan kantor cabang di Coventry, Inggris (Minitab Ltd.) Paris, Perancis (Minitab SARL) dan Sydney, Australia (Minitab Pty.). Kini, Minitab seringkali digunakan dalam implementasi Six Sigma, CMMI serta metode perbaikan proses yang berbasis statistika lainnya. Minitab 16, versi terbaru perangkat lunak ini, tersedia dalam tujuh bahasa: Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Korea, Mandarin, dan Spanyol .

5.3 Mengaktifkan Minitab

Harus dipastikan terlebih dahulu bahwa Minitab telah terinstal pada komputer. Jika pada dekstop sudah ada icon Minitab, maka SPSS dapat dibuka dengan cara :

1. Klik dua kali menu Minitab 16 yang terdapat pada icon shortcut tampilan dekstop yang ditunjukkan pada gambar 5.1 berikut.

Gambar 5.1 Tampilan saat membuka Minitab dari icon pada dekstop

2. Selain itu program Minitab dapat diaktifkan melalui : Klik tombol Start pada jendela windows, kemudian pilih Minitab 16

Gambar 5.2 Tampilan saat membuka Minitab pada windows

3. Setelah Minitab diaktifkan, maka tampilan pada dekstop adalah seperti gambar 5.2 berikut

Gambar 5.3 Tampilan Logo Minitab

Tampilan awal Minitab adalah :

Gambar 5.4 Tampilan awal Minitab

5.4 Bagian-bagian Minitab

Minitab terdiri atas beberapa bagian a. Toolbar merupakan alat untuk mempercepat perintah minitab dan berbentuk tombol-tombol dalam windows Minitab. Pengoperasiannya pun mudah yaitu hanya dengan menekan (klik) toolbar tertentu untuk menjalankan suatu perintah b. Lembar kerja worksheet terdiri dari kolom dan baris. Input data dapat dilakukan pada lembar kerja worksheet. Tempatkan nama variable pada baris pertama lembar worksheet. Baris selanjutnya merupakan tempat data yang akan dianalisis. Untuk menempatkan nama variable atau data, aktifkan sel tujuan sehingga sel tersebut dilingkupi garis hitam dan

kemudian tuliaskan. Lembar kerja worksheet ditunjukkan pada gambar 5.5 berikut

Gambar 5.5 tampilan Lembar kerja worksheet c. Lembar kerja session menampilkan hasil analisis data yang telah dilakukan.. d. Window graph menampilkan grafik data statistik e. Project Manager berfungsi mengatur file-file yang tersimpan dalam project. Melalui lembar project manager dapat menavigasi, melihat, dan memanipulasi proyek. Disamping itu lembar kerja ini juga berfungsi untuk memudahkan pengelolaan file yang telah dibuat. File-file tersebut akan disimpan sesuai dengan foldernya seperti folder session,history, graphs, reportpad, related documents, dan worksheet. Tampilan Project manager ditunjukkan pada gambar 5.6 berikut

Gambar 5.6 Lembar kerja Project Manager 5.5 Pengisian Data 1. Pertama kali menjalankan minitab, terdapat project manager yang masih kosong karena worksheet masih kosong. Masukkan data yang harus diolah kedalam worksheet atau panggil data yang sudah dimasukkan dalam

format data lain. Kemudian berikan nama kolom di bawah C1 dan C2 seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.7 berikut

Gambar 5.7 tampilan pengisian data pada worksheet

2. Kemudian dari menu bar pilih stat

Regression

Regression

Gambar 5.8 Tampilan pada jendela regression Setelah itu akan muncul kotak dialog regression, masukkan variable Y ke kotak Response, dan masukkan variable X ke kotak Predictors. Proses ini dilakukan dengan memblok variabel dan pilih select. .

Gambar 5.9 Tampilan kotak dialog regression

3. Setelah itu pilih option (kiri bawah). Lalu centang durbin watson statistic, varians factor, dan prdicter R-Square, kemudian klik Ok.

Gambar 5.10 tampilan regression - options 5. Setelah itu pilih continue, dan klik ok

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari perhitungan adalah : 1. Berdasarkan hasil perhitungan nilai-nilai koefisien auto regresi maka diperoleh persamaan

2. Dari hasil perhitungan menggunakan metode auto regresi, dapat diketahui bahwa kontribusi terhadap ditentukan oleh koefisien determinasi mempengaruhi sebesar 91 % dan

= 0,91 atau 91 % artinya

masih ada pengaruh dari variabel yang lain sebesar 0,9 %.

3. Hasil peramalan jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 adalah sebesar 8.486,3059 4. Hasil peramalan jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2013 adalah sebesar 9.705,987

6.2 Saran

Penulis memberikan saran yang bermanfaat bagi semua pihak yaitu: 1. Bagi pihak pemerintah Provinsi Sumatera Utara seperti pihak Satlantas dan Dinas Perhubungan lebih memperhatikan menyebabkan tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas agar bisa mengambil kebijakan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas tersebut demi keselamatan masyarakat Provinsi Sumatera Utara. 2. Bagi masyarakat Provinsi Sumatera Utara agar lebih memperhatikan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar dapat mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

DAFTAR PUSTAKA

Algifari. 1997. Analisis Regresi Cetakan Pertama. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Algifari. 2000. Analisis Regresi Cetakan Kedua. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Hasan, M.Iqbal, M.M. 2008. Pokok-Pokok Materi Statistika. Jakarta: Bumi Putra. Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Syahri Alhusin, MS. 2003. Aplikasi Statistik Praktis dengan SPSS.10 for Windows. Yogyakarta: GRAHA ILMU. Wibowo, Eri Sugiyono. 2001. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.