You are on page 1of 9

PAJAK UNTUK KOPERASI, PENDIDIKAN, DAN RUMAH SAKIT A. PAJAK UNTUK KOPERASI 1.

Pengertian Koperasi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang berlandaskan pada prinsip koperasi untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) huruf b Undang-Undang omor 1! "ahun 2###$ koperasi merupakan badan usaha yang merupakan subjek pajak yang memiliki ke%ajiban dan hak perpajakan yang sama dengan badan usaha lainnya$ termasuk penghasilan yang diterima atau diperoleh koperasi adalah objek pajak. Permodalan koperasi terdiri dari (1) &odal 'nggota$ berasal dari simpanan pokok$ simpanan %ajib$ simpanan sukarela$ dana (adangan$ dan hibah. (2) &odal Pinjaman$ berasal dari anggota koperasi dan)atau usaha lainnya$ bank dan lembaga keuangan lainnya$ penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya$ dll. 2. Kewa i!an Perpa a"an Koperasi *e(ara umum ke%ajiban perpajakan koperasi adalah + a. &endaftarkan diri untuk mendapatkan P,P dan)atau PKP b. &enyetorkan dan &elaporkan Pajak Penghasilan Badan (. &elakukan Pemotongan Pajak Penghasilan d. &elakukan Pemungutan Pajak Pertambahan ilai #. Kewa i!an atas Pa a" Perta$!a%an Ni&ai 'PPN( -ika Koperasi melakukan penyerahan Barang Kena Pajak maupun -asa Kena

Pajak dan peredaran bruto setahun telah melebihi .p/##.##.###$## $ maka koperasi memiliki ke%ajiban melakukan pemungutan PP PP sebesar 1#0$ serta menyetorkan dan melaporkan yang terhutang setiap bulan. Pada prinsipnya seluruh Barang dan -asa merupakan

Barang Kena Pajak dan -asa Kena Pajak ke(uali atas barang-barang dan jasa-jasa yang dike(ualikan sebagai berikut+ a. Kelompok Barang yang "idak dikenai PP + 1) barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya$ yaitu + minyak mentah ((rude oil)$ gas bumi$ panas bumi$ pasir dan kerikil$ batubara sebelum diproses menjadi briket batubara dan bijih besi$

bijih timah$ bijih emas$ bijih tembaga$ bijih nikel$ dan bijih perak serta bijih bauksit1 2) barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak$ yaitu + beras$ gabah$ jagung$ sagu$ kedelai$ dan garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium1 2) makanan dan minuman yang disajikan di hotel$ restoran$ rumah makan$ %arung$ dan sejenisnya$ meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat ataupun tidak$ termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh jasa boga atau (atering1 3) uang$ emas batangan$ dan surat-surat berharga. b. Kelompok -asa yang "idak dikenai PP 1) jasa pelayanan kesehatan medis1 2) jasa pelayanan sosial1 2) jasa pengiriman surat dengan perangko1 3) jasa keuangan1 4) jasa asuransi1 /) jasa keagamaan1 !) jasa pendidikan1 5) jasa kesenian dan hiburan1 6) jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan1 1#) jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri1 11) jasa tenaga kerja1 12) jasa perhotelan1 12) jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan

pemerintahan se(ara umum1 13) jasa penyediaan tempat parkir1 14) jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam1

1/) jasa pengiriman uang dengan %esel pos 1!) jasa boga atau (atering. ). Kewa i!an atas Pa a" Peng%asi&an 'PP%( a. Penghasilan yang mejadi obyek PPh 1) Bunga simpanan koperasi Bunga simpanan koperasi adalah imbalan yang diberikan koperasi kepada anggota atas simpanan %ajib dan sukarela yang telah disetornya. Besarnya bunga simpanan koperasi yang akan diterima oleh anggota ditentukan berdasarkan perjanjian di a%al$ pada %aktu anggota mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi. 'tas bunga simpanan koperasi yang diterima atau diperoleh anggota dipotong PPh Pasal 22 final oleh koperasi sebesar 140 dari jumlah bunga yang diterima sepanjang jumlah bunga simpanan yang diterima atau diperoleh anggota lebih dari .p 23#.###$## setiap bulannya. 7alam hal bunga simpanan yang diterima anggota tidak melebihi .p 23#.###$## dalam sebulan$ dike(ualikan dari pemotongan PPh Pasal 22 (422)K&K.#3)1665 -o *8 - 32)P-.32)1665) 2) *isa hasil usaha (*9U) koperasi *isa 9asil Usaha (*9U) adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya-biaya operasional dan ke%ajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. *9U merupakan bagian laba yang diberikan kepada anggota atas simpanan pokoknya. Pemberian *9U tidak dijanjikan di a%al$ tetapi tergantung pada laba yang diperoleh koperasi. Berdasarkan pasal 3 ayat (1) huruf g Undang-undang omor 1! "ahun amun$

2###$ *9U termasuk ke dalam pengertian di:iden yang merupakan objek PPh sehingga harus dilaporkan dalam *P" "ahunnan penerima. pembagian *9U tersebut bukan merupakan objek PPh Pasal 22 oleh pihak lain (pasal 22 ayat (3) huruf f Undang-Undang nomor 1! "ahun 2###). b. Ke%ajiban Koperasi sebagai Pemotong Pajak

1) &emotong PPh pada saat pembayaran atau terutangnya bunga dan memberikan bukti pemotongan kepada anggota yang menerima bunga simpanan koperasi 2) &enyetorkan se(ara kolektif PPh selambat-lambatnya tanggal 1# bulan berikutnya (menggunakan **P dimana kolom nama dan dengan nama dan P,P koperasi). 2) &elaporkan ke KPP terkait selambat-lambatnya tanggal 2# bulan berikutnya (menggunakan *P" &asa PPh Pasal 22)2/). (. Penghasilan koperasi yang bukan merupakan obyek PPh 1) Bantuan atau sumbangan yang diterima oleh koperasi sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha$ pekerjaan$ kepemilikan atau penguasaan (;ihat Pasal 3 ayat (2) huruf a Undang-undang omor 1! "ahun 2###)
2) 9arta hibahan yang diterima oleh koperasi sepanjang antara pemberi

P,P **P diisi

hibah dengan koperasi tersebut tidak ada hubungan usaha$ pekerjaan$ kepemilikan$ atau penguasaan dengan syarat bah%a nilai akti:a (nilai kekayaan koperasi sebelum dikurangi dengan hutang) tidak termasuk tanah dan bangunan pada saat akan menerima hibah$ tidak lebih dari .p /##.###.###$##. (Pasal 3 ayat (2) huruf a Undang-undang "ahun 2### -o /#3)K&K.#3)1663 -o *8 - #4)P-.3)1664). 2) 7i:iden atas bagian laba dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di <ndonesia (Pasal 3 ayat (2) huruf f ). 3) *isa hasil usaha yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya 4) Bunga simpanan yang tidak melebihi .p 23#.###$## setiap bulannya (pasal 22 ayat (3) huruf g -o /#4)K&K.#3)1663) *. PAJAK UNTUK PENDIDIKAN ;embaga Pendidikan merupakan organisasi yang memberikan jasa pendidikan kepada masyarakat yang beorientasi non laba. -asa pendidikan meliputi jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah$ seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum$ pendidikan kejuruan$ pendidikan luar biasa$ pendidikan kedinasan$ pendidikan keagamaan$ pendidikan akademik dan pendidikan profesional1 dan jasa penyelenggaraan pendidikan <uar sekolah$ seperti kursus-kursus omor 1!

1. Kewa i!an Pa a" Perta$!a%an Ni&ai 'PPN( =rganisasi pendidikan tidak dikenakan PP atas jasa pendidikan yang mereka yang harus mereka laksanakan

laksanakan$ namun ada beberapa ke%ajiban PP melaporkan PP

antara lain yaitu ;embaga pendidikan mempunyai ke%ajiban menyetor dan atas Kegiatan &embangun *endiri sebesar 1# 0 > 2# 0 > Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan gedung)bangunan apabila membangun sendiri gedung dengan luas bangunan paling sedikit 2## m2 2. Kewa i!an Pa a" Peng%asi&an 'PP%( a. =bjek PPh lembaga pendidikan *esuai dengan pasal 3 ayat 1 UU PPh$ maka objek PPh lembaga pendidikan juga mengikuti aturan yang sama. 7an sedangkan jenis penghasilan yang diterima atau diperoleh dari usaha$ pekerjaan$ kegiatan$ atau jasa yaitu + 1) uang pendaftaran dan uang pangkal 2) uang seleksi penerimaan sis%a)mahasis%a)peserta pendidikan 2) uang pembangunan gedung)pengadaan prasarana atau pembayaran lainnya dengan nama apapun yang berkaitan dengan keberadaan sis%a) mahasis%a)peserta pendidikan 3) uang *PP$ uang *K*$ uang ujian$ uang kursus$ uang seminar)lokakarya$ dan sebagainya 4) penghasilan dari kontrak kerja dalam bidang penelitian dan sebagainya /) penghasilan lainnya yang dikaitkan dengan jasa penyelenggaraan pengajaran) pendidikan)pelatihan dengan nama dan dalam bentuk apapun b. Biaya-biaya yang diperkenankan untuk dikurangkan dari penghasilan bruto bagi pendidikan antara lain berupa + 1) ?aji)tunjangan)honorarium pimpinan)dosen)pengajar)karya%an 2) Biaya umum)administrasi)alat tulis menulis kantor 2) Biaya publikasi)iklan 3) Biaya kendaraan 4) Biaya kemahasis%aan /) Biaya ujian semester !) Biaya se%a gedung @ utilities (listrik$ telepon$ air)

5) Biaya laboratorium 6) Biaya penyelenggaraan asrama 1#) Bunga bank dan biaya-biaya bank lainnya 11) Biaya pemeliharaan kampus 12) Biaya penyusutan 12) Kerugian karena penjualan)pengalihan harta 13) Biaya penelitian dan pengembangan 14) Biaya bea sis%a dan pelatihan dosen)pengajar)karya%an 1/) Biaya pembelian buku perpustakaan dan alat-alat olah raga @ peraga 1!) *ubsidi)bea sis%a bagi sis%a yang kurang mampu 15) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi yang terkena c. PPh yang %ajib dilaporkan 1) ,ajib Pajak mempunyai ke%ajiban memotong dan menyetor serta melaporkan PPh Pasal 3 (2) atas kegiatan pembangunan gedung yang dilakukan oleh kontraktor atau pihak lain dan atas semua kegiatan jasa kontruksi lainnya. 2) ,ajib Pajak mempunyai ke%ajiban memotong dan menyetor serta melaporkan PPh Pasal 21 atas kegiatan yang merupakan objek PPh Pasal 21 termasuk gaji guru dan karya%an lain serta PPh Pasal 21 atas -asa 'rsitek pembanguan gedung tersebut. 2) ,ajib Pajak mempunyai ke%ajiban memotong dan menyetor serta melaporkan PPh Pasal 22 atas kegiatan yang merupakan objek PPh Pasal 22 antara lain atas se%a kendaraan$ jasa katering$ dan jasa lain objek PPh Pasal 22. 3) ,ajib Pajak mempunyai ke%ajiban menyetor serta melaporkan PPh Pasal 24 bulanan apabila ada PPh Pasal 24 yang harus disetor$ kalau tidak ada hanya %ajib melaporkan tiap bulan. Batas ,aktu penyetoran "anggal 14 dan Pelaporan "anggal 2# bulan berikut. 4) ,ajib Pajak mempunyai ke%ajiban menyetor serta melaporkan *P" "ahun PPh Badan terhadap sisa lebih laba yayasan yang berasal dari objek pajak

setelah dalam jangka %aktu empat tahun pembangunan gedung dan sarana prasarana.

tidak digunakan untuk

/) ,ajib Pajak tidak mempunyai ke%ajiban penyetoran *P" "ahunan PPh Badan apabila dalam jangka empat tahun sisa laba lembaga pendidikan digunakan untuk pembangunan gedung dan sarana prasarana. 9anya berke%ajiban melaporkan *P" "ahunan PPh Badan ihil. +. PAJAK UNTUK RUMAH SAKIT 1. Kewa i!an Pa a" Perta$!a%an Ni&ai -asa yang diberikan oleh rumah sakit termasuk jasa yang tidak dikenai PP juga berpotensi memiliki ke%ajiban memungut PP (pajak sesuai dengan nilai)

UU PP . *edangkan berkaitan dengan transaksi penyerahan obat kepada pasien$ rumah sakit pertambahan dan dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak. 7alam *urat 8daran 7irektur -enderal Pajak o+ *8-#/)P-.42) 2### tanggal 2 &aret 2### tentang PP 'tas Penggantian =bat 7i .umah *akit$ ditegaskan bah%a instalasi farmasi (kamar obat) merupakan suatu tempat untuk mengadakan dan menyimpan obat-obatan$ gas medik alat kesehatan serta bahan kimia yang bukan berdiri sendiri tetapi merupakan satuan organi( yang tidak terpisah dari keseluruhan rumah sakit. *elanjutnya ditegaskan bah%a penyerahan obat-obatan yang dilakukan instalasi farmasi (kamar obat) tidak terutang PP . 7alam kenyataannya instalasi farmasi melayani rumah sakit yang terdiri dari pasien ra%at inap$ pasien ra%at jalan dan pasien ga%at darurat. &engingat instalasi farmasi rumah sakit melakukan pelayanan kepada pasien ra%at jalan sebagaimana laAimnya sebuah apotik$ maka atas penyerahan obat-obatan oleh instalasi farmasi kepada pasien ra%at jalan tetap terutang PP $ terkait bagaimana mekanisme pengkreditan karena terdapat yang terutang PP dan tidak dijelaskan dalam P&K-!5)P&K.#2)2#1# "entang Pedoman Pengkreditan Pajak &asukan Bagi Pengusaha Kena Pajak Bang &elakukan Penyerahan Bang "erutang Pajak 7an Penyerahan Bang "idak "erutang Pajak. 2. Kewa i!an Pa a" Peng%asi&an 'PP%( a. =byek PPh Bang menjadi objek pajak adalah dikategorikan menjadi dua jenis yaitu + 1) Penghasilan dari =perasional Pelayanan Pasien semua penghasilan yang diterima atau

diperoleh oleh sebuah rumah sakit terdiri dari beberapa sumber$ dan dapat

Penghasilan yang diterima atau diperoleh dari usaha$ pekerjaan$ kegiatan atau jasa$ sehubungan dengan kategori penghasilan operasional pelayanan pasien dari sebuah rumah sakit diantaranya+ a) <nstalasi .a%at <nap$ hal ini meliputi se%a kamar)ruangan di rumah sakit$ poliklinik$ pusat pelayanan kesehatan. b) <nstalasi Carmasi$ hal ini meluputi diantaranya uang pendaftaran untuk pelayanan kesehatan$ dan penghasilan dari penjualan obat. () <nstalasi .a%at -alan$ hal ini meliputi Penghasilan dari pera%atan kesehatan seperti uang pemeriksaan dokter$ operasi$ rontgen$ scanning$ pemeriksaan laboratorium$ dll. d) <nstalasi Penunjang &edik$ meliputi uang pemeriksaan kesehatan termasuk general (he(k up$ *enam 9amil dan Pijat Bayi. e) <nstalasi ?a%at 7arurat. 2) Penghasilan dari =perasional ;ainnya Penghasilan yang diterima atau diperoleh dari usaha$ pekerjaan$ kegiatan atau jasa$ sehubungan dengan kategori penghasilan operasional lainnya dari sebuah rumah sakit diantaranya+ a) Pembagian keuntungan dari kerjasama usaha$ yang meliputi diskon dari supplier yang dibutuhkan oleh rumah sakit$ "elepon. ;istrik$ Parkir. b) Pemakaian ruangan$ yang meliputi penghasilan dari penye%aan alat kesehatan (*e%a dan imbalan lain sehubungan dengan penggunaan harta) dll. () Bunga deposito$ bunga obligasi$ diskontto *B< dan bunga lainnya. 7ll b. Ke%ajiban PPh Pasal 24)26 .umah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah (.*U ataupun .*U7) didanai dari 'PB dan 'PB7$ maka rumah sakit tidak memiliki ke%ajiban PPh terhadap diri sendiri. 7engan kata lain$ rumah sakit pemerintah tidak perlu melaporkan PPh 24 (*P" &asa) maupun PPh 26 (*P" "ahunan) karena bukan subyek pajak beda hal jika rumah sakit s%asta sebagaimana objek penulisan kali ini yang tentu saja memiliki ke%ajiban PPh Pasal 24 dan untuk itulah %ajib pajak mengajukan permohonan penurunan angsuran PPh Pasal 24.

(. Ke%ajiban PPh Pemotongan dan Pemungutan *ama halnya baik rumah sakit pemerintah maupun s%asta memiliki ke%ajiban sebagai pemungut pajak PPh pasal 21$ 22$ 2/$dan pasal 3 ayat (2) berkaitan dengan akti:itas pembayaran gaji$ honor$ jasa$ se%a$ dll kepada karya%an dan pihak ketiga. Berkaitan dengan transaksi yang berhubungan dengan PPh 21 di rumah sakit disamping pengenaan PPh Pasal 21 atas karya%an non dokter dan dokter$ terdapat ketentuan khusus bagi rumah sakit$ yaitu "enaga dokter berdasar status hubungan kerja digolongkan menjadi+
1) 2) 2)

7okter yang menjabat sebagai pimpinan rumah sakit$ 7oker sebagai pega%ai tetap atau honorer rumah sakit$ 7okter tetap yaitu dokter yang mempunyai jad%al praktek tetap tetap bukan sebagai pega%ai tetap rumah sakit$

3)

7okter tamu yaitu dokter yang mera%at atau menitipkan pasiennya untuk dira%at di rumah sakit$

4)

7okter yang menye%a ruangan di rumah sakit untuk praktek$

*edangkan terkait atas penghasilan yang diterima dokter dan pengenaan PPh$ dimana penghasilan seorang dokter bersumber dari keuangan rumah sakit atau dari imbalan lain yang diterima oleh para dokter$ dan penghasilan yang berasal dari pasien yang diterima oleh para dokter sebagaimana diberikan (ontoh dalam tulisan tersebut di atas.