You are on page 1of 9

Memahami Strategi

Tiap organisasi memiliki strategi yang berbeda-beda, dan pengendalian harus disesuaikan dengan syarat strategi spesifik. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas berbeda, faktor penentu keberhasilan berbeda, dan keterampilan, perspektif, dan perilaku yang berbeda pula. Strategi adalah rencana-rencana untuk mencapai tujuan organisasi.

Tujuan
Meskipun kita sering mengacu pada apa yang disebut sebagai tujuan-tujuan perusahaan, suatu perusahaan tidak punya tujuan; pada hakikatnya perusahaan adalah satuan artifisial yang tidak memiliki pikiran maupun kemampuan mengambil keputusan sendiri. Tujuan perusahaan ditentukan oleh pemimpin manajemen puncak(chief executive officer-CEO) perusahaan yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan nasihat yang diberikan oleh para manajer senior lainnya, dan biasanya kemudian diratifikasi oleh dewan direksi. Pada banyak perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan biasanya dirancang oleh para pendirinya serta berlaku untuk generasi-generasi selanjutnya.

Formula strategy
1. Visi (vision) : Adalah untuk menjawab keinginan perusahaan di masa depan apa manfaatnya bagi pelanggan, pegawai, pemilik, dan masyarakat yang dapat diharapkan dari perusahaan ? 2. Misi (mission) : Adalah untuk jalan pilihan ke masa depan dengan menjawab alas an keberadaan perusahaan (1. Kebutuhan apa yang dipenuhi, 2.siapa customer kita, dan 3. Di bisnis apa kita berusaha, 4. Apa yang menjadi kompetensi inti kita ? 3. Tujuan (goals) : Adalah untuk menjawab hasil apa yang akan dicapai perusahaan dan kapan > 4. Strategi (strategy) : Adalah rencana untuk mencapai misi dan tujuan 5. Kebijakan (policy) : Adalah petunjuk untuk membuat keputusan

Profitabilitas
Dalam bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang paling penting. Profitabilitas dinyatakan, dalam arti dan konsep yang paling luas melalui persamaan yang merupakan hasil dari dua rasio :

Contohnya :

Rasio pertama dalam perhitungan ini disebut presentase margin laba (profit margin percentage) : ($10.000 - $9.500) / $10.000 = 5% Rasio kedua merupakan perputaran investasi : $10.000 / $4.000 = 2,5 kali Produk dari dua rasio ini adalah pengembalian atas investasi (return on investment) : 5% x 2.5 kali = 12,5%. ROI ini diperoleh dengan membagi laba (yaitu, pendapatan dikurangi beban) dengan investasi, akan tetapi metode ini tidak mencakup dua komponen utama, yaitu : margin laba dan perputaran investasi. Dalam bentuk dasar persamaan ini, istilah investasi mengacu pada investasi para pemegang saham, yang terdiri dari penerbitan saham dan laba ditahan. Salah satu tanggung jawab manajemen adalah menjaga keseimbangan diantara dua sumber utama pendanaan : uang dan ekuitas. Investasi pemegang saham (ekuitas) merupakan jumlah pendanaan yang diperoleh bukan melalui utang, yaitu dengan cara meminjam. Untuk berbagai tujuan, sumber pendanaan tidaklah terlalu relevan untuk dibicarakan,dengan demikian investasi adalah total modal utang dan modal ekuitas. profitabilitas mengacu pada laba dalam jangka panjang, bukan laba kuartal atau tahun berjalan. Banyak pengeluaran pada periode berjalan (misalnya, jumlah uang yang dikeluarkan

untuk iklan atau penelitian dan pengembangan) mengurangi laba saat ini namun meningkatkan laba jangka panjang.

Tujuan (goals)
Tujuan (goals), adalah untuk menjawab hasil apa yang akan dicapai perusahaan dan kapan nya. Hasil dapat diterjemahkan kepada kepentingan pemegang saham (yang berinvestasi ke dalam perusahaan) : 1. Kemakmuran pemegang saham : pemegang saham menjadi makmur apabila perusahaan memperoleh profit laba 2. Profit (laba) : konotasinya jangka pendek, yaitu hanya dalam periode 1(satu) tahun 3. Profitability (kemampuan laba) : tidak hanya dalam periode 1 (satu) tahun, tetapi jangka panjang 4. Kemampuan manajemen untuk menanggung risiko, karena high risk = high return, dan high return akan berakibat high profit Sasaran (objectives) adalah sesuatu yang dituju dalam jangka pendek, misalnya : program kerja dari suatu unit fungsional.

Strategi
Strategi adalah rencana untuk mencapai misi dan tujuan, dan akan menuntun perusahaan dalam mencapai kinerja organisasi yang optimal. Tahapan strategi adalah : 1. Formulasi (perumusan) strategi : meliputi kegiatan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi dan dilanjutkan dengan pemilihan strategi yang sesuai dengan kondisi perusahaan. 2. Perencanaan strategi : adalah cara bagaimana manajemen menterjemahkan visi, misi, tujuan perusahaan dan strategi ke dalam action plan yang komperhensif, koheren dan terukur serta berimbang untuk mencapai tujuan perusahaan jangka panjang. 3. Implementasi strategi : meliputi kegiatan perancangan struktur organisasi dan sistem pengendalian yang sesuai dengan pelaksanaan strategi organisasi

Strategic formulation (perumusan strategi)

Analisis lingkungan : 1. 2. 3. 4. 5. Pesaing Konsumen Pemasok Regulator Sosial/politik

Analisis internal :
1. 2. 3. 4. 5. Pengetahuan teknologi Pengetahuan manufaktur Pengetahuan pemasaran Pengetahuan distribusi Pengetahuan logistik

Peluang dan ancaman Identifikasi dan peluang

Keunggulan dan peluang Identifikasi kompetensi inti

Cocokan kompetensi internal dengan peluang eksternal

Strategi-strategi perusahaan

Prencanaan strategis

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu untuk merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan-keputusan strategis antar fungsi perusahaan untuk mencapai tujuan dimasa yang akan datang. Perencanaan strategis lebih focus pada cara bagaimana manajemen menterjemahkan visi,misi,tujuan perusahaan dan strategi ke dalam action plan yang komperhensif, koheren dan terukur serta berimbang untuk mencapai tujuan perusahaan jangka panjang. Perencanaan strategis merupakan bagian dari manajemen strategis.

Tahapan perkembangan perencanaan strategis

Awal decade 50an Akhir decade 50an Tahun 60an Tahun 70an Tahun 80an

budgeting dan financial control Business policy Corporate planning Strategy management Competitive strategy

Manfaat perencanaan strategis

Sebagai media komunikasi dan evaluasi bagi stakeholder terhadap arah dan prospek perusahaan. Sebagai media integrasi sejak awal antara perencanaan bisnis dengan fungsi-fungsi manajemen yang lain dan prasarana dasar pendukung yang dimiliki perusahaan. Para stakeholder dapat proaktif dalam menyikapi perubahan lingkungan bisnis.

Manfaat manfaat perencanaan strategis

Menentukan batasan bisnis Membantu proses identifikasi, pemilihan prioritas dan eksploatasi peluang Memberikan kerangka kerja untuk meningkatkan koordinasi dan pengendalian Mengarahkan dan membentuk budaya perusahaan Menjaga kebijakan yang taat azas dan sesuai Mengintegrasikan perilaku undividu ke dalam perilaku kolektif Meminimalkan implikasi akibat adanya perubahan kondisi Menciptakan kerangka kerja dalam komunikasi internal Memberikan kedisiplinan dan formalitas manajemen

Tingkatan strategi

Global strategi adalah strategi yang diarahkan karena ada dorongan kebutuhan untuk melakukan ekspansi operasi ke luar negri. Corporate level strategy adalah strategi yang diarahkan untuk memaksimalkan profitabilitas perusahaan, yaitu dimana sebaiknya bersaing dan bukannya bagaimana bersaing dalam industri tertentu Business level strategy adalah strategi pokok yang diarahkan dalam menghadapi persaingan, serta usaha-usaha untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam industri yang berbeda. Pilihan strategi : cost leadership, differentiation atau focus disamping itu jika melalui unit bisnis bisa dengan : a. Bangun (built) Misi ini menyiratkan tujuan menambah pangsa pasar, bahkan dengan mengorbankan laba jangka pendek dan arus kas. b. Pertahankan (hold) Misi strategis ini diarahkan pada perlindungan pangsa pasar unit bisnis dan posisi persaingan c. Panen (harvest)

Misi ini mempunyai tujuan memaksimalkan kaba jangka pendek dan arus kas, bahkan dengan mengorbankan pangsa pasar. d. Divestasi (divest) Misi ini menunjukkan suatu keputusan untuk mundur dari bisnis melalui proses likuidasi perlahan-lahan atau penjualan segera. Functional level strategy adalah strategi yang diarahkan kepada perbaikan efektivitas fungsi operasional.

Risiko

Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemauan pihak manajemen untuk mengambil risiko. Tingkat pengambilan risiko sangat bervariasi, tergantung pada kepribadian atas masing-masing individu di jajaran manajemen. Akan tetapi, selalu ada batas; sejumlah organisasi perusahaan secara terang-terangan menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajemen adalah menjaga asset-aset perusahaan, sedangkan profitabilitas menjadi tujuan kedua.

Pendekatan banyak stakeholder

Organisasi-organisasi terlibat dalam tiga jenis pasar : pasar modal, pasar produk, dan pasar faktor. Sebuah perusahaan mencari dana melalui pasar modal (capital market), dimana para pemegang saham publik merupakan konstituennya yang sangat penting. Perusahaan menjual barang dan jasa di pasar produk (product market), di mana para konsumenlah yang menjadi konstituennya. Sementara perusahaan berkompetisi untuk memperoleh sumber daya seperti sumber daya manusia dan bahan-bahan mentah di pasar faktor (factor market), dimana yang menjadi konstituen utamanya adalah pegawai perusahaan dan para pemasok serta berbagai komunitas yang menyediakan sumber daya dan menjadi tempat beroperasinya perusahaan. Sebuah perusahaan bertanggung jawab kepada banyak stakeholders ini, yaitu : para pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok, dan masyarakat. Idealnya, sistem pengendalian manajemennya harus mengidentifikasi tujuan-tujuan dari setiap kelompok ini dan mengembangkan sistem penilaian untuk menilai kinerja mereka.

Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan

Kelompok lain terdiri dari perusahaan yang beroperasi dalam sejumlah industry dan bisnisnya saling berhubungan satu sama lain melalui sinergi operasi. Perusahaan-perusahaan ini disebut sebagai perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan. Sinergi operasi terdiri dari dua jenis hubungan lintas unit bisnis : 1. Kemampuan untuk membagi sumber daya umum, 2. Kemampuan untuk membagi kompetensi inti umum. Salah satu cara dengan mana perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan menciptakan sinergi operasi adalah dengan membuat dua atau lebih unit bisnis menggunakan sumber daya yang sama seperti kekuatan penjualan, fasilitas manufaktur, dan fungsi perbekalan. Penggunaan sumber daya yang sama secara bersama-sama seperti ini membantu perusahaan untuk memperoleh manfaat dari skala dan ruang lingkup ekonomis. Karakteristik kunci lainnya dari perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan adalah bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kompetensi inti yang bermanfaat bagi banyak unit bisnis perusahaan. Perusahaan seperti ini tumbuh dengan cara meningkatkan kompetensi inti yang dikembangkan dalam salah satu bisnisnya saat perusahaan melakukan diversifikasi ke bisnis lainnnya. Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan umumnya tumbuh secara internal melalui penelitian dan pengembangan. Kantor korporat dalam perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mempunyai peran ganda : 1. Serupa dengan suatu konglomerat, eksekutif kepala dari suatu perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan harus membuat keputusan mengenai alokasi sumber daya lintas unit bisnis 2. Namun, tidak seperti konglomerat, eksekutif kepala dari perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan juga harus mengidentifikasi, memelihara, memperdalam, dan meningkatkan kompetensi inti tingkat korporat yang menguntungkan unit-unit bisnis yang beragam.

Kompetensi inti dan diversifikasi korporat

Secara rata-rata, perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mencapai kinerja tertinggi, perusahaan dengan industry tunggal mencapai kinerja terbaik kedua, dan perusahaan dengan duversifikasi yang tidak berhubungan tidak mencapai kinerja baik dalam jangka waktu panjang. Hal ini disebabkan karena markas besar korporat, dalam perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mempunyai kemampuan untuk mentransfer kompetensi inti dari satu unit bisnis ke bisnis yang laun. Kompetensi inti adalah kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi dan menambah nilai signifikan bagi pelanggan. Oleh karena itu, pertumbuhan berbasis kompetensi dan diversifikasi mempunyai potensi untuk berhasil. Unit-unit bisnis dari perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mungkin akan lebih buruk jika dipecah menjadi perusahaan-perusahaan yang terpisah, karena perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan dapat mengeksploitasi sistem operasinya secara lintas unit bisnis. Perusahaan dengan diversifikasi yang tidak berhubungan, di lain pihak, tidak memiliki sinergi operasi. Sebagian besar kegiatan usaha diversifikasi korporat yang gagal di masa lalu termasuk dalam jenis ini. Walaupun demikian, beberapa perusahaan dengan diversifikasi yang tidak berhubungan memiliki profitabilitas tinggi.