You are on page 1of 24

BIOMETEOROLOGI PERTANIAN

UNTUK BERPRODUKSI DENGAN OPTIMAL PADA UMUMNYA BAIK TUMBUHAN MAUPUN HEWAN MEMERLUKAN KONDISI IKLIM YANG OPTIMUM. IKLIM BISA SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG MAUPUN FAKTOR PEMBATAS PRODUKSI. HASIL PANEN PADA TANAMAN DIBATASI OLEH IKLIM, TERNAK TANGGAP TERHADAP PERUBAHAN IKLIM BAIK SECARA FISIOLOGIS MAUPUN BERDASARKAN PAKAN TERNAK. HASIL PANEN YANG TINGGI MERUPAKAN HASIL INTERAKSI ANTARA POTENSI GENETIK YANG DIPUNYAI DENGAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG. TUJUAN DARI SUATU USAHA TANI SENDIRI ADALAH UNTUK MEMPEROLEH HASIL YANG SETINGGI MUNGKIN DENGAN KUALITAS YANG SANGAT BAIK DARI BIAYA YANG SERENDAH MUNGKIN. PADA TANAMAN, UNSUR-UNSUR IKLIM MEMPENGARUHI TANAMAN SEBAGAI BERIKUT : 1. KETERSEDIAAN CAHAYA 2. KETERSEDIAN GAS DI UDARA DAN AIR DI TANAH, SEBAGAI SUMBER KARBON, HIDROGEN, DAN OKSIGEN 3. KONDISI FISIKA, KIMIA DAN BIOLOGI TANAH 4. INTENSITAS CAHAYA, SUHU TANAH, SUHU UDARA AKAN MEMPENGARUHI KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL PANEN 5. PERKEMBANGAN POPULASI HAMA DAN BIBIT PENYAKIT AKAN MEMPENGARUHI INTENSITAS SERANGAN DAN WAKTUNYA.

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

PADA BIDANG PETERNAKAN PUN, BAHWA PRODUKSI TERNAK MERUPAKAN SUATU HASIL INTEGRASI BERBAGAI FAKTOR, SEPERTI : 1. FAKTOR GENTIK TERNAK DARI RAS UNGGUL YANG MEMPUNYAI POTENSI UNTUK BERPRODUKSI TINGGI 2. FAKTOR KESEHATAN DAN UMUR TERNAK HANYA TERNAK-TERNAK YANG SEHAT YANG DAPAT BERPRODUKSI SECARA OPTIMUM 3. KETERSEDIAN PAKAN BAIK DALAM JUMLAH MAUPUN DALAM KANDUNGAN NILAI NUTRISI. KONDISI TANAMAN YANG COCOK DENGAN KONDISI IKLIM YANG DAPAT MENGHASILKAN PRODUKSI YANG OPTIMUM 4. PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG KONDISI KANDANG DAN LAHAN PENGGEMBALAAN CUKUP NYAMAN SEHINGGA TERNAK TERHINDAR DARI KONDISI STRESS 5. TERNAK HARUS DIBUDIDAYAKAN PADA KONDISI IKLIM YANG SESUAI DENGAN ZONE ATMOSFIR NERTAL ATAU ZONA UDARA NYAMAN SESUAI DENGAN DAYA ADAPTASI RASNYA AGAR DAPAT BERPRODUKSI BAIK. DENGAN ANALOGI YANG SAMA BAHWA BIDANG PERTANIAN YANG LAIN PUN AKAN DIPENGARUHI OLEH KONDISI IKLIM. SEPERTI : 1. PERIKANAN 2. KEHUTANAN 3. PERKEBUNAN UNTUK ITU PERLU ADA KAJIAN KHUSUS BAGAIMANA PENGARUH IKLIM TERHADAP

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

PERTANIAN, SEHINGGA KELUAR BIDANG KLIMATOLOGI PERTANIAN. KLIMATOLOGI PERTANIAN ADALAH : PEMBAHASAN BERBAGAI MACAM ASPEK IKLIM YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERMASALAHAN PERTANIAN. 1. TANAMAN PANGAN 2. HORTIKULTURA 3. PERKEBUNAN 4. KEHUTANAN 5. PETERNAKAN 6. PERIKANAN PERHATIKAN DIAGRAM DIBAWAH INI.

DARI DIAGRAM DIATAS NAMPAK CUKUP RUMIT HUBUNGAN BERBAGAI KOMPONEN IKLIM, TANAH, TERNAK, TANAMAN, HAMA-PENYAKIT, DAN

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

MANUSIA SEBAGAI PENGELOLA UNTUK MENDAPATKAN PRODUKSI YANG OPTIMUM. DARI DIAGRAM DIATAS NAMPAK BAHWA POSISI IKLIM SANGAT SENTRAL. SEHINGGA PERLU UNTUK MEMAHAMI KLIMATOLOGI PERTANIAN. PENGETAHUAN YANG LUAS TENTANG BERBAGAI HUBUNGAN ANTARA IKLIM DENGAN SUBJEKSUBJEK PERTANIAN, MEMUNGKINKAN PENGGALIAN POTENSI POTENSI IKLIM DISETIAP TEMPAT UNTUK PERENCANAAN INTENSIFIKASI DAN EKSTNSIFIKASI DIBIDANG PERTANIAN. MANFAAT UTAMA DARI KLIMATOLOGI PERTANIAN ADALAH SEBAGAI DASAR DALAM PENYUSUNAN RENCANA DAN KEBIJAKAAN PENGELOLAAN USAHATANI. RANG LINGKUP KEBIJAKAN BISA BERSIFAT SEBIDANG LAHAN, WILAYAH KE DAERAHAN ATAUPUN SECARA NASIONAL MELIPUTI BERBAGAI HAL SEBAGAI BERIKUT : 1. SELEKSI TERHADAP SPECIES YANG DAPAT BERADAPTASI BAIK DENGAN KONDISI IKLIM SETEMPAT SEHINGGA POTENSIAL DIBUDIDAYAKAN SECARA LUAS 2. MEMILIH WILAYAH-WILAYAH YANG KONDISI IKLIMNYA SESUAI UNTUK PENGEMBANGAN SUATU SPECIES TEERTENTU YANG BARU DIINTRODUKSIKAN DARI LUAR DAERAH / LUAR NEGERI 3. MEMILIH TEKNOLOGI YANG TERBAIK UNTUK PERBAIKAN IKLIM MIKRO SEHINGGA MENDORONG PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, PRODUKSI PERTANIAN DALAM JUMLAH MAUPUN MUTU CONTOH : TANAMAN (MULSA, RUMAH KACA, RUMAH PLASTIK, IRIGASI, DRAINASE DLL)

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

DAN TERNAK (DESIGN KANDANG, VENTILASI, DRAINASE, SANITASI, KEPADATAN, PENYINARAN, PENYIRAMAN DLL) 4. PENGATURAN POLA TANAM MELIPUTI JADWAL TANAM DAN PEMILIHAN KULTIVAR UNTUK MULTIPLE CROPPING 5. PEMWILAYAHAN DAN PEMETAAN KOMODITAS PERTANIAN

KLIMATOLOGI DENGAN TANAMAN


UNSUR-UNSUR IKLIM MEMPENGARUHI PRODUKSI TANAMAN (PANGAN, HOTRIKULTURA, PERKEBUNAN, DAN KEHUTANAN). 1. CURAH HUJAN AIR MERUPAKAN SUATU YANG MUTLAK DIPERLUKAN BAGI TANAMAN, KARENA AIR SEBAGAI : PEREAKSI PELARUT DAN PENGANGKUT BAHAN DAN HARA PEMBENTUK DAN PENGISI SEL PENDINGIN DAN PEMBUANG PANAS PENGATUR TEKANAN TURGOR KEBUTUHAN AIR TIAP TANAMAN BERBEDA, DAN BEDASARKAN TOLERANSINYA AKAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN DIBAGI MENJADI BEBERAPA GOLONGAN YAITU : HYDROFIT TANAMAN YANG HIDUP PADA JUMLAH AIR BANYAK MESOFIT TANAMAN YANG MEMBUTUHKAN AIR DALAM JUMLAH SEDANG, SEPERTI TANAMAN KEBANYAKAN

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

XEROFIT TANAMAN YANG HIDUPNYA DISESUAIKAN DENGAN KONDISI ADANYA AIR. UNTUK MENGIMBANGI EFEK KEKERINGAN BIASANYA DAUN DILAPISI DENGAN LILIN, UNTUK MENGURANGI TRANSPIRASI BIASANYA DAUN TEBAL DAN MEMPUNYAI SISTEM PERAKARAN YANG DALAM (UNTUK LEBIH JELAS SILAHKAN BACA CHANG J,H. ET AL 1982) TANAMAN YANG TIPE XEROFIT INI BIASANYA MEMPUNYAI JALUR FOTOSINTESNYA ADALAH CAM

BAGI SETIAP TANAMAN PADA KONDISI NORMAL KONDISI AIR TANAH SANGAT MENENTUKAN. PADA AIR TANAH YANG TERLALU BANYAK PUN TIDAK BEGITU BAGUS KARENA AKAN MENGUBAH BERBAGAI PROSES BIOLOGI DAN KIMIA YANG MEMBATASI JUMLAH OKSIGEN DAN MENINGKATKAN SENYAWA YANG BERACUN PADA AKAR. PADA AIR YANG KURANG BERPENGARUH PADA PROSES FOTOSINTESIS. KEBUTUHAN AIR BAGI TANAMAN SANGAT TERGANTUNG KEPADA EVAPOTRANSPIRASI. EVAPOTRANSPRASI MENCERMINKAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN. BESARNYA TERGANTUNG KEPADA RADIASI, SUHU UDARA, KELEMBABABAN, DAN KECEPATAN ANGIN. SEDANGKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR SANGAT BERGANTUNG KEPADA CURAH HUJAN. AIR YANG DIGUNAKAN OLEH TANAMAN BERASAL DARI AIR TANAH, YANG DISUPLAI OLEH AIR HUJAN.

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

CURAH HUJAN YNG TIDAK DERAS DAN BERLANGSUNG LAMA AKAN LEBIH EFEKTIF MENGISI LAPISAN PORI TANAH. PADA HUJAN DERAS, MUDAH TERJADI RUN 0FF BILA INTENSITAS HUJN MELEBIHI KECEPATAN INFILTRASI DAN PERKOLASI. AKIBAT LAINNYA ENERGI KENETIK YANG BESAR BISA NYEBABKAN EROSI TANAH, SELAIN ITU JUGA BISA MENYEBABKAN KERUSAKAN PADA DAUN, BUNGA DAN BUAH SEHINGGA SERING MENGAKIBATKAN PENURUNAN PRODUKSI. 2. RADIASI MATAHARI PADA RADIASI MATAHARI ADA DUA HAL YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TANAMAN, YAITU INTENSITAS DAN PANJANG HARI. RADIASI YANG DITANGKAP OLEH KLOROFIL MERUPAKAN ENERGI DALAM PROSES FOTOSINTESIS, HASIL FOTOSINTESIS INI MERUPAKAN BAHAN UTAMA UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PANGAN. TIDAK SEMUA RADIASI MATAHARI DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN FOTOSINTESIS. HANYA YANG MEMPUNYAI PANJANG GELOMBANG 0,38 0,74 IKRON YANG DIGUNAKAN UNTUK FOTOSINTESIS. NAMA GELOMBANGNYA DISEBUT PHOTOSYNTHETICALLY ATCIVE RADIATION (PAR). RINCIAAN PANJANG GELOMBANG MATAHARI DAPAT DILIHAT PADA TABEL DIBAWAH. PENINGKATAN RADIASI MATAHARI AKAN MENINGKATKAN FOTOSINTESIS, PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN. BILA SEBALIKNYA AKAN TERJADI PERPANJANGAN MASA PERTUMBUHAN TANAMAN. FAKTOR RADIASI MATAHARI AKAN

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

MENJADI PENENTU PERTUMBUHAN BILA AIR DAN SUHU OPTIMUM. TANAMAN YANG MENDAPAT INTENSITAS CAHAYA YANG TINGGI AKAN MENDAPATKAN HASIL PANEN YANG CUKUP TINGGI. (SEPERTI PADA PADA PADI DAN KEDELAI, INGAT KLASIFIKASI YANG DIBERIKAN OLDEMAN) RINCIAN SPEKTRUM RADIASI CAHAYA MATAHARI DAN PENGARUHNYA PADA TUMBUHAN (CHANG, 1976)

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

PENERIMAAN RADIASI MATAHARI SETIAP TANGGAL 15 DIBERBAGAI LINTANG YANG DINYATAKAN DENGAN DALAM PROSENTASE TERHADAP PENERIMAAN DI EKUATOR PADA TANGGAL 15 MARET

PANJANG HARI (SETIAP TANGGAL 15) DALAM JAM MENURUT LINTANG DAN BULAN.

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

SELAIN INTENSITAS, LAMANYA INSOLASI AKAN MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN TANAMAN. BERDASARKAN LAMANYA INSOLASI TANAMAN DIGOLINGAN MENJADI 3 GOLONGAN YAITU : LONG DAY PLANTS TANAMAN YANG AKAN BERKEMBANG BIAK (BERBUNGA DAN BERBIJI) APABILA PANJANG MALAM LEBIH PENDEK DARI KRITIKAL MAKSIMUM SHORT DAY PLANTS TANAMAN YANG AKAN BERKEMBANG BIAK (BERBUNGA DAN BERBIJI) APABILA PANJANG MALAM LEBIH PANJANG DARI KRITIKAL MAKSIMUM NEURAL DAY PLANTS TANAMAN YANG AKAN BERKEMBANG BIAK (BERBUNGA DAN BERBIJI) TIDAK DIPENGARUHI OLEH PANJANG MALAM KENAPA PANJANG MALAM? KARENA YANG DIINGINKAN ADALAH BUKANNYA PANJANG SIANG UNTUK DAPAT BERKEMBANGBIAK ITU. 3. SUHU UDARA DAN SUHU TANAH SUHU UDARA DAN SUHU TANAH MEMPENGARUHI PROSES PERTUMBUHAN TANAMAN. SETIAP TANAMAN MEMPUNYAI SUHU MINIMUM, OPTIMUM DAN MAKSIMUM UNTUK SETIAP TINGKAT PERTUMBUHANNYA. SUHU YANG TINGGI TIDAK BEGITU MENGKHAWATIRKAN BAGI TANAMAN DIBANDINGKAN DENGAN SUHU RENDAH ASAL KANDUNGAN AIR DALAM TANAH CUKUP. SUHU YANG TINGGI DAN ANGIN YANG KENCANG AKAN

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

10

MEMBUAT TANAMAN BANYAK KEHILANGAN AIR. SUHU ERAT KAITANNYA DENGAN PROSES FOTOSINTESIS DENGAN RESPIRASI, DIMANA KEDUA PROSES ITU MERUPAKAN PROSES BIOKIMIA YANG DIPENGARUHI OLEH KATALISATOR (ENZIM) SEDANGKAN KERJA ENZIM DIPENGARUHI OLEH SUHU, DAN ENZIM MEMPUNYAI KISARAN SUHU OPTIMUM UNTUK DAPAT BEKERJA SECARA OPTIMUM. KLASIFIKASI TANAMAN BERDASARKAN SUHU, (MENURUT DE CANDOLLE, YANG SELANJUTNYA DIGUNAKAN UNTUK KLASIFIKASI IKLIM OLEH THORNWAITHE) DIBAGI MENJADI 4 TIPE, YAITU : MEGATHERMAL JIKA BULAN TERDINGIN MEMPUNYAI SUHU LEBIH BESAR DARI 180C MESOTHERMAL JIKA BULAN TERDINGIN KURANG DARI 180C DAN LEBIH BESAR DARI -30C, DAN BULAN TERPANAS LEBIH BESAR 100C, MUSIM DINGIN PENDEK MIKROTHERMAL JIKA SUHU BULAN TERPANAS DIATAS 100C, DAN BULAN TERDINGIN KURANG DARI -30C, MUSIM PANAS PANJANG HEKISTOTERMAL JIKA BULAN TERPANAS KURANG DARI 100C, TIDAK ADA MUSIM PANAS. KEADAAN TEMPERATUR INI AKAN MENENTUKAN JENIS VEGETASI. SEHINGGA ADA JENIS TUMBUHAN TROPIS, SUB TROPIS, DELIDEOUS, CORNIFER, DLL. YANG SELANJUTNYA INI MENJADI DASAR PADA

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

11

KLASIFIKASI IKLIM BERDASARKAN THORNWAITHE. 4. KELEMBABAN KELEMBABAN ERAT KAITANNYA DENGAN EVAPOTRANPIRASI DAN JUMLAH AIR. KELEMBABAN BANYAK HUBUNGANYA DENGAN SUHU, CURAH HUJAN, DAN ANGIN. UDARA YANG LEMBAB AKAN BERAKIBAT MENGHAMBAT TRANSPIRASI SEHINGGA MENGURANGI LAJU TRANPIRSI LARUTAN HARA DARI TANAH KE ORGAN TANAMAN. SEDANGKAN PADA YANG RENDAH AKAN MENYEBABKAN LAJU TRANSPIRASI KADANGKADANG BERLEBIHAN SEHINGGA DAPAT MENYEBABKAN LAJU TRANSPIRASI KADNGKADANG BERLEBIHAN SEHINGGA DAPAT MENYEBABKAN DAUN MENJADI LAYU SEMENTARA, SAMPAI KEADAAN AIR DARI AKAN DAPAT MENGIMBANGI. HAL INI SERING TERJADI PADA KEBUN DISAAT KEADAAN TENGAH HARI YANG PANAS TERIK. 5. ANGIN ANGIN MEMPUNYAI PENGARUH YANG SANGAT PENTING BAGI PRODUKSI TANAMAN, BAIK YANG NEGATIF MAUPUN YANG POSITIF. PENGARUH POSITIFNYA, ANTARA LAIN : SIRKULASI PERTUKARAN GAS CO2 DAN O2 SEHINGGA MEMPERLANCAR FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI PENYEBARAN SERBUK SARI MEMPERLANCAR EVAPOTRANSPIRASI, SIRKULASI UDARA DAN KELEMBABAN PENGARUH YANG NEGATIF, BILA TERLALU BESAR AKAN MENYEBABKAN KERUSAKAN

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

12

TANAMAN (FISIK KARENA KENCANGNYA DAN KIMIA KERENA YANG DIBAWA OLEH ANGING SEPERTI GARAM), PENYEBARAN BIBIT PENYAKIT, GULMA DAN EROSI

KLIMATOLOGI DENGAN TERNAK


PRODUKTIVITAS TERNAK MERUPAKAN FUNGSI FAKTOR GENTIK DAN LINGKUNGAN. FAKTOR GENTETIK MERUPAKAN FAKTOR YANG MENENTUKAN KEMAMPUAN PRODUKSI, SEDANGKAN FAKTOR LINGKUNGAN MERUPAKAN FAKTOR PENDUKUNG AGAR TERNAK MAMPU BERPRODUKSI SESUAI DENGAN KEMAMPUANNYA. FAKTOR LINGKUNGAN YANG DIMAKSUD PAKAN, PENGELOLAAN, PEMBERANTASAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT, SERTA FAKTOR IKLIM BAIK MAKRO MAUPUN MIKRO. FAKTOR LINGKUNGAN MEMPUNYAI PENGRUH YANG CUKUP BESAR TERHADAP PRODUKSI SEEKOR TERNAK, HAL INI TERBUKTI BAHWA KEUNGGULAN GENETIK SUATU BANGSA TERNAK TIDAK TAMPIL OPTIMAL TANPA DIDUKUNG OLEH FAKTOR LINGKUNGAN YANG SESUAI. SALAH SATU FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMBUAT TIDAK OPTIMUMNYA TEREKSPRESI POTENSI SEEKOR TERNAK ADA IKLIM MIKRO DAN MAKRO. IKLIM DIDUNIA DENGAN BERBAGAI VARIASI DALAM TEMPERATUR, KELEMBABAN, ANGIN, CAHAYA (PHOTOPERIOD) MEMBERIKAN IKLIM YANG MENYENANGKAN DAN KETERBATASAN UNTUK MEMBUAT SUKSESNYA SUATU USAHA PETERNAKAN. ADA TIGA PENGARUH IKLIM TERHADAP PETERNAKAN, YAITU :

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

13

1.

PENGARUH LANGSUNG IKLIM TERHADAP KESEIMBANGAN PANAS- YANG MANA DAPAT MERUBAH PRODUKTIVITAS BERBAGAI BANGSA DAN SPECIES 2. PENGARUH TIDAK LANGSUNG IKLIM TERHADAP KETERSEDIAN TANAMAN DAN HIJAUAN YANG TERSEDIA UNTUK TERNAK DIKARENAKAN TEMPERATUR, CURAH HUJAN, KELEMBABAN, RADIASI MATAHARI, DAN ANGIN (SEPERTI YANG TELAH DIJELASKAN SEBELUMNYA PENGARUH PADA PENGARUH IKLIM PADA TANAMAN), SERTA KEADAAN TANAH 3. PENGARUH TIDAK LANGSUNG PADA FAKTOR PENYAKIT, YANG MANA KADANG-KADANG JADI PEMBATAS PRODUKTIVITAS TERNAK. CAHAYA MENJADI FAKTOR YANG STABIL PADA TERNAK TETAPI DAPAT MENJADI FAKTOR YANG MENENTUKAN TERHADAP FUNGSI REPRODUKSI PADA BEBERAPA SPECIES. TEMPERATUR, RADIASI, ANGIN, DAN KELEMBABAN MENJADI FAKTOR YANG KRITIS DALAM KESEIMBANGAN PANAS. PADA PETERNAKAN MODERN YANG MENJADI KETERBATASAN PADA DAERAH SEDANG, TROPIS DAN SUNTROPIS ADALAH TEMPERATUR DAN KELEMBABAN. KARENA RADIASI DAN ANGIN DAPAT LEBIH TELAH MUDAH DIMODIFIKASI DAN DIKONTROL SECARA LEBIH EKONOMIS PADA SISTEM MANAJEMEN PETERNAKAN MODERN, TEMPERATUR DAN KELEMBABAN LEBIH SUSAH DIMODIFIKASI KECUALI DENGAN PENGGUNAAN AC YANG KADANG SULIT DALAM PRAKTEKNYA.

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

14

BEBERAPA IKLIM DI DUNIA DAN PENGARUHNYA PADA PRODUKSI TERNAK


1. TROPIK MEMPUNYAI TEMPERATUR TAHUNAN RATA 27 O C, DENGAN CURAH HUJAN 2032-3048 mm, HUJAN MERATA SEPANJANG TAHUN, ADA YANG PUNYA 1 MUSIM HUJAN, ADA JUGA YANG MEMPUNYAI 2 MUSIM HUJAN. DI DAERAH INI MEMPUNYAI KETERBATASAN UNTUK DIKEMBANGKAN PRODUKTIVASNYA. BEBERAPA BANGSA TERNAK PADA DAERAH INI MEMPUNYAI FERTILITAS YANG SANGAT BAIK DAN RESISTAN TERHADAP PENYAKIT. KEBANYAKAN TERNAK YANG ADAPTIF TERHADAP KESEIMBANGAN PANAS PADA DAERAH INI MEMPUNYAI KARATERISTIK BENTUK TUBUH YANG KECIL DENGAN PERTUMBUHAN YANG RENDAH DAN PRODUKSI SUSU YANG RENDAH. PADA DAERAH INI PRODUKSI HIJAUAN TINGGI DAN HAMPIR TERSEDIA SEPANJANG TAHUN TETAPI MEMPUNYAI SERAT KASAR YANG TINGGI DAN KANDUNGAN AIR YANG TINGGI. PASASIT INTERNAL DAN EKSTERNAL TUMBUH BANYAK. STRESS PANAS DAN KUALITAS PAKAN MENJADI FAKTOR PEMBATAS DALAM MEMASUKAN TERNAK DARI DARI SUBTROPIK. 2. SUBTROPIK BASAH MEMPUNYAI TEMPERATUR, CURAH HUJAN DAN KELEMBABAN YANG TINGGI. FLUKTUASI TEMPERATUR LEBIH TINGGI DARI DAERAH TROPIK. MEMPUNYAI TIGA MUSIM YAITU, SEJUK KERING, PANAS KERING, DAN PANAS BASAH. HANYA BEBERAPA BULAN MENGALAMI STRESS

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

15

PANAS DIBANDING DAERAH TROPIK. SUPLAI HIJAUAN LEBIH BERSIFAT MUSIMAN. 3. IKLIM BENUA DIMANA PETERNAKAN YANG BERPINDAHPINDAH DITEMUKAN PADA DAERAH INI (ASIA AFRIKA). DI AUSTRALIA DAN AMERIKA DIMANA DIKEMBANGKAN RANCH INDUSTRI. STRESS IKLIM TIDAK BEGITU PARAH KARENA MUSIM PANAS YANG PENDEK. PRODUKSI HIJAUAN SANGAT MUSIMAN SEKALI DAN STRESS NUTRISI DAPAT MENJADI MASALAH BESAR. PENYAKIT YANG MENYEBAR DENGAN CEPAT MENJADI MASALAH JUGA. BEBERAPA MASALAH INTERNAL DAN EKSTERNAL PARASIT LEBIH MUDAH DIKENDALIKAN DIBANDING DGN HUMID TROPIK SEMIARID PADA IKLIM BENUA DAERAH INI LEBIH BAGUS UNTUK PRODUKSI TERNAK DIBANDING UNTUK PERTANIAN TANAMAN, WALAUPUN BEGITU PRODUKTIVITAS TERNAK DIPENGARUHI OLEH STRESS TERHADAP IKLIM, KEKURANGAN PAKAN DAN AIR, KONSEKWENSINYA TEJADI JUGA STRESS NUTRISI. PARASIT INTERNAL DAN EKSTERNAL PARASIT LEBIH MUDAH DIKENDALIKAN, TETAPI PENYAKIT YANG CEPAT MEYEBAR PADA TERNAK MASIH SULIT DIKENDALIKAN. TERNAK YANG COCOK DIPELIHARA PADA DAERAH INI ADALAH DOMBA, KAMBING, DAN UNTA DIBANDING SAPI. PADA DAERAH YANG SANGAT KERING DIJADIKAN TEMPAT BERBURU BINATANG LIAR AKAN COCOK. GURUN

4.

5.

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

16

SANGAT SEDIKIT JUMLAH TERNAK YANG BISA DIKEMBANGKAN KARENA BEBERAPA KETERBATASAN. 6. PEGUNUNGAN PADA DAERAH PEGUNUNGAN MEMPUNYAI KETERBATASAN UNTUK PRODUKSI TERNAK, KECUALI PADA DAERAH TENGAH YANG MEMPUNYAI TEMPERATUR TAHUNAN LEBIH RENDAH DAN CURAH HUJAN YANG CUKUP. BEBERAPA INDUSTRI PETERNAKAN DAPAT DIKEMBANGKAN DAN TANAH-TANAH YANG LAPANG DIGUNAKAN UNTUK IMPROVE PASTURA.

PENGARUH LINGKUNGAN / IKLIM PADA TERNAK

UNTUK TERNAK YANG MEMPUNYAI TOLERANSI CUKUP BAIK AKAN TETAP NORMAL HAL INI BISA DISEBABKAN OLEH : 1. ADAPTASI

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

17

2. PENGARUH MAKANAN 3. FASE KEDEWASAAN 4. KONDISI SEBELUMNYA 5. PENGARUH GENETIK

SEDANGKAN BAGI YANG TIDAK MEMPUNYI KEMAMPUAN ITU AKAN MENGAMAI BEBERAPA RESPON BIOLOGIS 1. PERFORMANS 2. KESEHATAN 3. TINGKAH LAKU TERNAK

PENGARUH PANAS DAN DINGIN PADA TERNAK


PADA TERNAK UNSUR IKLIM YANG DOMINAN MEMPENGARUHI PRODUKSI TERNAK ADALAH SUHU KESEIMBANGAN PANAS

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

18

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

19

SUHU EKSRIM PANAS PENGUKURAN PANAS MENGGUNAKAN THI (TEMPERATUR HUMIDITY INDEX) THI = TBK + 0,36 TBB + 41,2 APABILA NILAINYA SUDAH DIATAS 72 SUDAH TIDAK NYAMAN BUAT TERNAK

SUHU YANG TERLALU PANAS AKAN MENYEBABKAN 1. MENURUNNYA NAFSU MAKAN 2. MENINGKAT KONSUMSI MINUM 3. PERUBAHAN TINGKAT METABOLISME 4. MENINGKATNYA PENGUAPAN 5. MENIGKATNYA RESPIRASI 6. PERUBAHAN KONSENTRASI HORMAN DALAM DARAH 7. MENINGKATNYA TEMPERATUR TUBUH 8. MENINGKATNYA DENYUT JANTUNG

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

20

9.

PERUBAHAN TINGKAH LAKU

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

21

MANAJEMEN TERHADAP PENGARUH IKLIM PADA TERNAK

ADA BEBERAPA STRATEGI UNTUK MENGATASI PENGARUH IKLIM 1. IDENTIFIKASI BANGSA SEPERTI BANGSA SAPI BOS INDICUS RELATIF LEBIH TOLERAN TERHADAP PANAS DIKARENAKAN MEMPUNYAI WARNA BULU KULIT YANG TERANG, KAPASITAS KELENJAR KERINGAT, BENTUK BADAN YANG LEBIH GEMPAL 2. MANAJEMEN PAKAN DAN NUTRISI PADA KONDIS STRESS PANAS A. POLA MAKAN MEMBUAT TERNAK AGAR TETAP MAKAN DAN MERASA TETAP NYAMAN, SEHINGGA MASIH TINGGI INTAKE PAKANNYA MELALUI PEMBERIAN MAKAN PADA SAAT HARI LEBIH DINGGIN DAN MEMBERIKAN NAUNGAN PADA TEMPAT PAKAN, DAN PADA AREA YANG BERDAMPINGAN B. AKLIMATISASI SAPI MEMPUNYAI KEMAMPUAN UNTUK BERADAPTASI TAPI DALAM WAKTU YANG LAMA C. MENGURANGI HIJAUAN MEMAKAN HIJAUAN AKAN MENGHASILKAN PANAS LEBIH TINGGI, DAPAT DIKURANGI DENGAN HIJAUAN YANG BERKUALITAS. MEMPERTAHANKAN PADA LEVEL YANG MINIMUM. LEVEL INI DIPENGARUHI OLEH TIPE HIJAUAN, TIPE DAN BENTUK KONSENTRAT (BIJIAN), JADWAL PEMBERIAN PAKAN, D. KANDUNGAN LEMAK DALAM PAKAN LEMAK KURANG BEGITU BAGUS

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

22

MEMBANGKITKAN PANAS DIBANDING DENGAN KH DAN PROTEIN, DENGAN DEMIKIAN DAPAT MENGURANGI PANAS, > 5 % AKAN MENEKAN FUNGSI RUMEN, PENGGUNAAN SERAT, DAN INTAKE. E. KECUKUPAN PROTEIN MEMBERIKAN SUPLEMTASI PROTEIN DENGAN RENDAH KECERNAANNYA DALAM RUMEN DAPAT MEMBERIKAN KEUNTUNGAN DIBANDING DENGAN YANG TINGGI DEGRADASI DI RUMEN F. PENINGKATAN MINERAL INTAKE MEMAKAN MINERAL AKAN MENINGKATAKAN MINUM AIR G. KUALITAS PAKAN DAN PALATABELITAS PADA SAAT STRESS DINGIN A. POLA MAKAN CEPAT LAPAR, DISARANKAN PENAMBAHAN LEBIH BANYAK HIJAUAN B. HIJAUAN EKSTRA C. PALATABILITAS PAKAN LEBIH BANYAK BAHAN KERING YANG MASUK 3. TEKNIK MANAGEMENT PADA STRESS PANAS A. MEMBUAT TERNAK SENYAMAN MUNGKIN PENGANGINAN, PENYEMPROTAN, PEMBERIAN NAUNGAN B. MENGONTROL LALAT DAN SERANGGA LALAT DAN SERANGGA BISA MEMBUAT TERNAK MENJADI BANYAK BERGERAK. MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA UNTUK MENGONTROL LALAT C. MENJAGA KULIT BULU YANG LEBAT KURANG BAGUS MELEPAS PANAS DAN TEMPAT PARASIT BERSARANG D. AIR DINGIN, SEJUK DAN BERSIH.

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

23

PADA STRESS DINGIN A. MEMBUAT TERNAK NYAMAN PEMECAH ANGIN, VENTILASI YANG CUKUP B. MENGHILANGKAN SALJU C. PAKAN YANG BEKU JANGAN SAMAPAI MEMBEKU DAPAT MENGGUNAKAN MENGERINGAN SSILASE DAN PENCAMPUR BIJIAN 4. MANAJEMEN PENYAKIT DAN IMUNITAS PENYAKIT ITU DAPAT DATANG DENGAN CARA SECARA LANGSUNG BEKU, KEBAKAR MATAHARI, SERANGAN PANAS KELANGSUNGAN HIDUP PATOGEN BERHUBUNAN DENGAN TEMPERATUR DAN RH THERMOREGULATOR BEHAVIOR KUALITAS, KUANTITAS, DAN KETERSEDIAN HIJUANAN PERUBAHAN DALAM RESISTENSI

Agroklimatologi, Forage Crop Laboratory Animal Science Padjadjaran University

24