You are on page 1of 38

DESAIN FRAME SEPEDA LISTRIK UNTUK REMAJA SMP DI DAERAH PERKOTAAN DENGAN KONSEP STYLISH DAN FRIENDLY

Yudha Tirta Nagara Jurusan Desain Produk Industri, FTSP ITS. Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111,Telp/Fax (031) 5931147

ABSTRAKSI
Tingginya keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tidak terlepas dari meningkatnya populasi sepeda motor yang hingga kini mencapai sekitar 6,7 juta unit. Penyebab kecelakaan terbesar enam bulan pertama 2010 akibat perilaku para pengendara yang gemar ugal-ugalan dijalan. Pelajar ternyata menduduki posisi nomor dua dalam terjadinya kecelakaan. Tujuan dari riset adalah mengganti sarana transportasi (sepeda motor) dengan sarana transportasi yang sesuai dengan porsi remaja SMP, sebaiknya pula sarana tersebut dapat menunjang masa-masa pertumbuhan pada remaja. melatih remaja SMP untuk hidup sehat, serta ramah pada lingkungan, membuka peluang usaha dengan memperbarui produk pendahulu. Permasalahannya adanya regulasi tentang remaja yang masih belum cukup umur seperti halnya remaja SMP, tidak diperkenankan membawa sepeda motor, banyaknya kecelakaan sepeda motor yang didominasi oleh para remaja yang kurang taat tata tertib rambu lalu lintas serta ketrampilan berkendara, beberapa Alasan remaja SMP tidak ingin mengendarai sepeda, terdapat masalah pada eksisting. Batasan masalah jenis spesifikasi komponen produk pembentuk sepeda listrik

yang telah ditentukan, menentukan target konsumen, menentukan konsep, menentukan metode pengambilan (pengumpulan) data. Metode penyelesaian yang digunakan dalam mendesain dibagi menjadi 4 tahap, yaitu 2 cara pengambilan data utama yaitu dengan cara kualitatif, dengan cara kuisioner pada pelajar SMPN 12 Surabaya dan wawancara pihak RnD serta 2 riset utama riset produk eksisting, riset produk acuan. Tujuan dari metode ialah menentukan sarana alternatif yang sesuai dengan porsi remaja usia 12-15 tahun. Analisa yang digunakan antara lain analisa segmentasi pasar, analisa kebutuhan, studi trend bentuk dan warna sepeda listrik, analisa menentukan pemilihan desain rangka, konfigurasi. Hasil pengambilan data utama dengan cara kualitatif yakni: wawancara langsung kepada praktisi sepeda listrik yang dalam hal ini adalah pihak marketing serta RnD (research and development) WIM Cycle sebagai produsen untuk dimintai pendapat dan keterangan mengenai produk eksisting, menerapkan material plat sebagai pembentuk frame sepeda sekaligus sebagai wadah penaruh baterai, pengukuran baterai/accu kering disesuaikan dengan ukuran frame sepeda. Berikutnya dengan cara kuisioner, mendapatkan kesimpulan jarak tempuh ke sekolah serta trend pada siswa/siswi SMPN 12 Surabaya. Sedangkan dengan cara riset produk eksisting serta riset produk acuan menentukan diferensiasi. Seluruh tahap metode desain menghasilkan prototype desain sepeda listrik dengan konsep sepeda listrik yang stylish sesuai dengan minat remaja usia SMP, nyaman, mudah digunakan dan perawatan, ramah lingkungan, harga terjangkau, yang terakhir menjadi salah satu solusi sarana mandiri yang memenuhi kebutuhan remaja usia SMP khususnya. analisa warna, analisa rangka, material serta

ABSTRACT
The high involvement in a motorcycle accident can not be separated from increased motorcycle population that has so far reached about 6.7 million units. The biggest cause of accidents the first six months of 2010 due to the behavior of motorists who like reckless road. Students were ranked number two in the accident. The goal of research is changing the means of transport (motorcycle) by means of transport in accordance with the portion of junior high teens, these facilities should also be able to support periods of growth in adolescents. train the junior youth to live healthy, and environmentally friendly, open business opportunities with the predecessor product update. The issue of regulation of teens who are still minors as well as junior high teens, not allowed to bring motorcycles, the

number of motorcycle accidents are dominated by teenagers who lack the discipline to obey traffic signs and driving skills, some of the reasons teens do not want to ride a bike junior , there is a problem with the existing. Limitation of the problem type product forming component specifications electric bicycle which has been determined, determine the target consumers, define the concept, determine retrieval methods (collection) of data. Settlement method used in the design is divided into four stages, namely the two main ways of data collection with qualitative manner, by way of questionnaires to students SMPN 12 Surabaya and interviews RnD parties as well as 2 major research existing product research, product research reference. The purpose of the method is to determine alternative means in accordance with the portion of adolescents aged 12-15 years. Analysis is used among other market segmentation analysis, needs analysis, trend studies the shape and color electric bicycle, the analysis determines the selection of the framework design, color analysis, order analysis, materials and configurations. The results of the primary data collection in a way that is qualitative: interviews directly to the practitioners of electric bikes in this case is the marketing and RnD (research and development) WIM Cycle as a producer to be consulted and information about existing products, apply the plate material as forming the bicycle frame at a time as a container penaruh battery, measuring the batteries dry adapted to the size of the bike frame. Next by questionnaire, to the conclusion of distance to school as well as trends in students SMPN 12 Surabaya. Meanwhile, by way of existing research and product research to determine the reference product differentiation. The entire stage design method produces a prototype electric bicycle design with a stylish electric bike concept in accordance with the interests junior teen age, comfortable, easy to use and maintenance, environmentally friendly, affordable prices, the latter being one of the means of independent solutions that meet the needs of junior high school age youth in particular .

KATA KUNCI
style, easy to use and too care.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tingginya keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tidak terlepas dari meningkatnya populasi sepeda motor yang hingga kini mencapai sekitar 6,7 juta unit. Jauh lebih besar dibandingkan populasi mobil yang ditaksir sekitar dua jutaan unit. Namun, penyebab kecelakaan terbesar sepanjang enam bulan pertama 2010 ternyata akibat perilaku para pengendara. Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, sebesar 90,65% kecelakaan karena faktor manusia. Selebihnya, faktor kendaraan (8,23%) dan jalan (1,11%). Kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran peraturan lalu lintas,faktor manusia tidak terlepas dari perilaku yang tidak taat peraturan, yang harus dibangun adalah manusia yang taat hukum, bukan taat polisi. Selain perilaku ugal-ugalan, faktor manusia yang lain tentu saja terkait dengan keterampilan berkendara. Jumlah pengendara sepeda motor yang tewas sepanjang Januari-Juni 2010 sebanyak 301 orang atau sekitar 60,07% dari total yang meninggal sepanjang periode tersebut sebanyak 501 jiwa. Sementara itu, bikers yang luka berat mencapai 1.273 orang atau 40,25% dari total korban luka berat 3.162 orang, sedangkan korban luka ringan bikers sebanyak 1.955 orang (61,82%). Sepeda motor kian berpotensi memicu kecelakaan ketika sang pengendaranya tidak mematuhi aturan lalu lintas jalan dan enggan berbagi ruas jalan dengan sesama pemakai jalan. Dari sisi profesi korban kecelakaan, sebanyak 4.267 orang atau sebanyak 80,13% adalah karyawan swasta, lalu pelajar/mahasiswa 748 orang (14,04%), pengemudi 124 (2,32%), PNS 106 orang (1,99%), dan TNI/Polri 80 orang (1,5%) . Pelajar/ mahasiswa ternyata menduduki posisi nomor dua yang ikut berperan dalam terjadinya kecelakaan, namun dalam hal ini belum ada kejelasan mengenai alasan penyebab seringnya terjadi kecelakaan oleh pelajar/ mahasiswa sehingga membutuhkan pembahasan lebih lanjut.
1

http://edorusyanto.wordpress.com/2010/07/16/lagi-sepeda-motor-dominasi-kecelakaan-di-jakarta/

Tujuan 1. Mengganti sarana transportasi (sepeda motor) dengan sarana transportasi yang sesuai dengan porsi remaja SMP, sebaiknya sarana tersebut dapat menunjang masa-masa pertumbuhan pada remaja. 2. Melatih remaja SMP untuk hidup sehat, serta ramah pada lingkungan 3. Melatih remaja SMP agar mampu menghargai sumber daya alam khususnya BBM yang semakin langka 4. Diharapkan dapat mengurangi tingkat angka kecelakaan pada remaja SMP dengan membatasi kecepatan pada sepeda listrik. 5. Membuka peluang usaha dengan memperbarui produk sepeda listrik pendahulu atau yang telah ada di pasaran 6. Menambah varian sepeda khususnya pada bagian divisi kendaraan berdinamo motor listrik Masalah 1. Adanya regulasi tentang remaja yang masih belum cukup umur seperti halnya remaja SMP, tidak diperkenankan membawa sepeda motor.Pada pasal77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009 kewajiban kepemilikan SIM . 2. Banyaknya kecelakaan sepeda motor yang didominasi oleh para remaja yang kurang taat tata tertib rambu lalu lintas serta ketrampilan berkendara. 3. Remaja SMP tidak ingin mengendarai sepeda karena: a. Membuat capek b. Kurang dapat menaikan harga diri (gengsi) c. Waktu tempuh dengan menggunakan sepeda ontel (sepeda angin) lama (efisiensi waktu kurang) d. Tidak dapat mengindari terjadinya fenomena alam (panas dan hujan) 4. Masalah pada eksisting produk (Neo-Yahonta): a. Baterai yang bercover berukuran besar serta berat membuat efisiensi berkurang, ditambah lagi dengan susahnya memasang serta melepaskan saat terjadi kerusakan. b. Desain sepeda listrik yang bentuknya mirip dengan sepeda motor matik dan cenderung berkesan pada kendaraan yang diperuntukan orang tua. c. Pada sepeda elektrik eksisting, penepatan baterai/accu masih belum efektif, susah saat mengambil baterai jika baterai rusak. d. Komposisi perpaduan pedal dengan desain body eksisting sepeda listrik yang terlalu aneh membuat eksisting jarang diminati oleh renaja. e. Jarak bebas pedal yang terlalu dekat dengan tanah membuat kenyamanan saat bersepeda berkurang.

DASAR TEORI SERTA HASIL


Analisa Segmentasi Pasar Sepeda listrik diharapkan dapatmenjadi salah satu alat transportasi roda dua pilihan utama selain sepeda motor bagi para konsumen khususnya remaja usia SMP. Diperlukan sebuah studi harga pasar untuk menentukan segmenyang tepat agar sepeda listrik diterima dengan baik. Tentunya hal ini akan membuat sepeda listrik yang merupakan alat transportasi roda dua akan mampu ikut ambil bagian dalam persaingan pasar kendaraan rodadalam negeri yang selalu didominasi produsen sepeda motor. Vehicle positioning Sepeda listrik merupakan alat transportasi roda dua hybrid yang menggunakan dua pilihan sumber tenaga penggerak yaitu tenaga manusia serta tenaga motor (dynamo) listrik. Dengan mengacu pada kapasitas power motor sebesar 250Watt dan harga kisarannya antara3-4 juta maka sepeda listrik WIM Cycle ini masuk dalam kelas low segmen 4 juta rupiah ke bawah.

Hasil dari analisa gambar vehicle positioning diatas adalah sebagai berikut, 1. Sepeda listrik yang laku dipasaran ialah kisaran harga 3-4 juta dengan fitur kecepatan max 30 km/jam dengan power motor 250 watt masuk dalam kategori low segmen pilihan utama. 2. Sepeda dengan harga 4-5 juta juga laku dipasaran dengan fitur kecepatan 35 km/jam dengan power motor 350 watt serta finishing sepeda dengan menggunakan rangka yang masuk dalam kategori middle segmen pilihan kedua. Maka dapat disimpulkan bahwa konsumen menginginkan bentuk atau desain sepeda listrik yang terbuat dari susunan rangka saja tentunya dengan harga yang terjangkau, yakni kisaran 3 sampai dengan 4 jutaan.

Hal utama yang menentukan laku tidaknya suatu produk (prioritas) Prioritas adalah penentuan suatu nilai lebih yang ingin ditonjolkanpada sebuah produk, khususnyasepeda listrik WIM Cycle. Hal ini berkaitan dengan aspek mana yang lebih penting, apakah itu merk, estetika, fungsi, teknologi, sosial budaya dan ekonomi. Aspek yang akan dipakai sebagai penilai adalah desain styling, harga, kehandalan, kesan produk dan fasilitas/fitur produk yang ditawarkan.Semua itu dapat ditentukan melalui tabel pembobotan.

Keterangan:

: Tidak mendapatkan prioritas : Mendapatkan prioritas

Aspek merk (brand) akan menjadi prioritas utama pada tabel pembobotan, aspek ini terdiri dari aspek desain styling rangka (frame), kesan terhadap harga, kesan terhadap kehandalan, kesan produk dan fitur produk yang ditawarkan. Untuk prioritas selanjutnya adalah aspek ekonomi yang merupakan bagian daririset desain sepeda listrik WIM Cycle, terdiri dari aspek harga yang murah, kehandalan dynamo (motor) listrik,kesan produk keseluruhan dan fitur produk yang ekonomis (sesuai kebutuhan remaja usia SMP). Segmentasi demografi merupakan pendekatan pasar dengan variable variable yang berhubungan dengan konsumen. Data-data demografi untuk segmen pasar siswa siswi SMP di Surabaya yang akan dituju olehsepeda listrik WIM Cycle diperoleh dari tabulasi kuesioner dengan 100 orang responden dari 3 kategori tingkatan kelas SMPN 12 Surabaya, yakni kelas VII, kelas VIII dan kelas IX. Hasil kuesioner sebagai berikut Produk sepeda listrik mengarah pada produk yang unisex dengan menempatkan cowok dan cewek sebagai penggunanya, jarak tempuh rata-rata dari rumah ke sekolah 5 sampai dengan 10 km, sisanya < 15 km, tempat tinggal siswa sebagian besar di perumahan tipe kecil 21 namun tidak menutup kemungkinan untuk tipe 36 atau 49, kendaraan kesekolah di dominasi oleh antar jemput sekolah yang memang orang tua ingin anaknya ke sekolah dengan mudah dan cepat, tentunya dengan biaya yang tidak murah untuk pembayaran antar jemput sekolah pada tiap bulannya. Kelas ekonomi orang tua siswa rata rata menengah ke atas, dengan penghasilan rata-rata 1 juta sampai dengan 4 jutaan.Data tersebut adalah keseluruhan pengisian kuesioner. Yang menjadi mayoritas adalah kepala keluarga dengan tingkat pendapatan 1 1,5 juta, 1,6 3,5 juta dan tidak menutup kemungkinan ada yang 3,6 5 juta rupiah.

Analisa Kebutuhan
Analisa kebutuhan bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui konsumen khususnya remaja usia SMP barang atau jasa apa yang dibeli, dimiliki, dinginkan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan sekolah sehari-hari dari produsen yang memang menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh remaja tersebut. Dalam analisa kebutuhan menentukan beberapa barang/ produk yang kurang lebih dibawa oleh remaja usia SMP sebagai penunjang fasilitas sekolah sehari hari. Berdasarkan analisa kebutuhan membawa laptop/notebook bukan termasuk hal yang di sarankan oleh sekolah, apalagi remaja seusia SMP, namun jika user tetap membawa paling tidak diletakan di dalam tas, beberapa masalah bobot dari sepeda listrik maka beban dari storage lebih di minimaliskan guna mengurangi bobot. Dengan demikian produk produk yang tertampil pada gambar 3.5 tidak dapat di gunakan sebagai standart storage. Akan tetapi standart storage dapat diganti dengan produk yang lain, seperti jas hujan ataupun botol minuman.

Gambar tempat minum dan case jas hujan

Analisa Tren
Studi dan analisa tren bertujuan untuk mempelajari dan menganalisa tren yang sedang dan akan berkembang, tren tersebut tidak hanya trendsepeda atau sepeda listrik secara umum, namun trend benda produk dan fashion yang keduanya sangat dekat dengan perkembangan tren dan selera konsumen khususnya pada remaja usia SMP. Hasil dari studi dan analisa tren ini adalah sebuah konsep tentunya yang sesuai dengan konsep yang telah dihasilkan berdasarkan kuisioner yaitu konsep futuristik. Konsep futuristik secara umum mengenai bentuk dan warna yang selanjutnya diterapkan sebagai konsep dasar sepeda listrik. Hubungan tren dalam pemenuhan kebutuhan remaja usia SMP Remaja, khususnya pada usia SMP di kota-kota besar atau biasa disebut dengan remaja metropolitan selalu punya cara untuk tampil beda, meski tidak selalu orisinil karena banyak mengadopsi gaya selebritis idolanya masing-masing yang mereka lihat di majalah, Koran, internet dan televisi, dengan demikian remaja metropolitan selalu berusaha untuk memperbaharui penampilannya sesuai dengan tren yang sedang 2 berlaku. remaja usia SMP memiliki karaketristik expressive yaitu menganggap penting akan pemenuhan kebutuhan yg bersifat psikologis, seperti rasa puas, gengsi, emosi (hedonic needs), yang muncul untuk memenuhi tuntutan sosial dan estetika di lingkungan sekitar. Kebutuhan tersebut tercermin dari kecenderungan harus memiliki akan beberapa jenis produk sekunder, seperti alat komunikasi informasi, alattransportasi pribadi dan pakaian bagus. Produk tersebut dirasa dapat meningkatkan status sosial, gengsi mereka,
2

http://www.pustakaskripsi.com/skripsi-psikologi-1-2-625.html

serta memungkinkan mereka untuk menampilkan citra diri. Pesan verbal dan non verbal yang disampaikan media massa dianggap sebagai salah satu hal penting yang akan 3 memberikan ciri khusus pada remaja metropolitan. Tren suatu produk semakin berkembang dari jaman ke jaman dan tidak akan pernah berhenti, selalu ada yang baru atau trend lama dimunculkan kembali. Disinilah peranan akan trend sangat berpengaruh dalam pemilihan produk yang dikonsumsi. Tren berperan dalam hal pemuasan akan rasa puas, gengsi dan emosi tadi. Orang akan dicap ketinggalan jaman atau tidak up-to-date jika mereka membeli, memakai atau menggunakan produk yang sudah tidak jamannya lagi pada saat sekarang. Oleh karena itu, konsumen Indonesia selalu cenderung membeli barang-barang baru yang sesuai dengan trend yang sedang berkembang di lingkungannya ataupun dari luar negeri. Trend tersebut terdiri dari tren fashion, trend produk, trend transportasi dan trend warna. Namun dalam hal ini akan dibahas beberapa trend saja. Analisa tren sepeda listrik Analisa tren sepeda listrik berguna untuk mengetahui trend sepeda sepeda listrik yang sedang dan akan berkembang di dunia khususnya Indonesia. Studi tren bentuk dan warna. Berfungsi untuk mengetahui trend bentuk dan warna sepeda listrik yang sedang marak dan juga yang sedang berkembang di masyarakat.

TREN WARNA PUTIH ABU-ABU WARNAWARNA CERAH

TREN BENTUK
FOLDING COMPACT DESIGN ECO FRIENDLY MODULAR & PLUG IN FLEKSIBLE

http://www.pustakaskripsi.com/skripsi-psikologi-1-2-625.html

Kesimpulan, dari analisa bentuk sepeda listrik cenderung mengusung konsep bentuk dengan satu bagian rangka utama, misalnya: hanya top tube ataupun down tube sebagai kekuatan rangka, bisa dikatakan trend sepeda saat ini dan mendatang akan terjadi penyederhanaan bentuk dengan mengeliminasi beberapa bagian rangka, tentunya dengan ketentuan menambah memperkuat ketahanan serta keawatan material rangka utama sebagai penopang beban. Selain itu konsep organik, pengulangan bentuk serta edge frame juga terdapat pada tren sepeda.

Analisa warna
Dalam sebuah produk warna sangatlah penting, karena warna sangat erat kaitannya dengan karakteristik, sifat dan psikologis orang yang menggunakannya. Warna sering digunakan dalam beberapa hal, terutama di dunia fashion, produk dan mobil, dipilih dengan menggunakan dasar pertimbangan dampak yang didapat oleh penggunaan warna tersebut pada psikologis konsumen, sehingga menarik perhatian mereka untuk memilikinya. Konsep Pemilihan Warna Tren warna 2010 hingga sekarang diperkirankan masih tetap sama yakni lebih cenderung pada konsep simple, minimalis, soft (lembut), dan cerah. Maka warna banyak didominasi oleh warna putih dan abu abu

. Selain itu dengan adanya issue global warming, maka banyak masyarakat yang mencoba melakukan sesuatu guna pencegahan dengan moto go-green. Maka di dalam perancangan desain sepeda listrik ini dapat juga digunakan sebagai solusi pencegahan global warming, dan warna yang cocok dan pas sebagai media tersebut adalah hijau,

hijau dapat berarti mengajak seseorang untuk tetap terus menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pencemaran dalam bentuk apapun. Sebaga varian warna terdapat warna biru yang melambangkan sebagai perwakilan seragam remaja SMP. Sedangkan warna pink (merah muda) untuk varian warna bagi pengguna remaja wanita.

Analisa rangka, material serta konfigurasi Pada konsep desain akan dilakukan analisa dari beberapa alternatif desain untuk mendapatkan suatu kesimpulanyang selanjutkanya akan dikombinasikan dengan hasil kesimpulan analisa yang lain, hingga menghasilkan konsep produk khususnya sepeda listrik. Rangka Komponen utama dari sebuah sepeda adalah bagian yang menopang komponenkomponen sepeda yang lain. Selain itu frame atau rangka juga secara visual sangat berpengaruh terhadap estetika sebuah sepeda. Berikut adalah analisa dari material dan bentuk frame sepeda. Analisa bentuk rangka Parameter Diamond frame Step-trough frame U-frame Folding frame

Unisex Aerodinamis Ergonomic Kemudahan start berkendara Kemudahan upgrade storage Total

0 2 1 1 1 5

1 1 1 2 2 7

2 1 1 2 2 8

2 0 1 2 2 5

Keterangan: Ya= 2, Tidak= 0, Sedang=1 Kesimpulan, bentuk rangka yang dapat memenuhi seluruh variable adalah U-frame. StyleU-frame hampir sama dengan step-trough frame, perbedaannya adalah pada Uframe tidak terdapat top tube yang benar-benar tertampil, rangka pembentuknya sebagian besar hanya down tube yang melengkung menyerupai huruf U dan terhubung pada head tube juga seat tube. U-frame disebut juga sebagai Unisex frame karena dapat digunakan oleh seluruh gender (cowok/cewek). Tak hanya itu space penempatan baterai lebih mudah dan dapat mengeksplorasi penyatuan tempat baterai dan frame lebih tercapai keserasian bentuknya.

Analisa material pipa Parameter Ketahanan material Keawetan Keseimbangan Keringanan Kekakuan Aplikasi pembentukan Harga Total Keterangan : kurang ... =1 cukup ... =2 sedang ... =3 Sangat... =4 Sangat ... sekali = 5 Kesimpulan yang didapat dari analisa material adalah jenis material yang dapat mengakomodasi dengan baik semua variable dari parameter yaitu pipa dengan menggunakan material alloy (untuk produksi massal), sedangkan untuk prototype menggunakan material pipa jenis hi-ten steel. Konfigurasi Setelah diketahui klasifikasi area peletakan baterai (accu) dan storage pada frame sepeda listrik dan telah diketahui dimensi baterai juga storage berdasarkan survey ratarata ukuran baterai, dilakukan brainstorming konfigurasi peletakan yang menghasilkan beberapa alternatif konfigurasi dan penentuan konfigurasi terpilih berdasarkan beberapa poin kriteria. baja 2 5 5 1 4 1 5 23 Alloy 4 4 4 4 4 4 4 28 Carbon fiber 3 4 5 5 4 4 1 26 Titanium 4 4 4 4 4 2 1 23

Letak baterai

Analisa letak baterai Parameter Mudah dalam pemasangan dan pelepasan. Kesesuaian dalam bentuk Keseimbangan beban Kemudahan pengoperasia kunci Kemudahan charge Resiko tidak terkena pedal saat mengayuh Total Keterangan : kurang ... cukup ... sedang ... Sangat... Sangat ... sekali Alternatif 1 4 Alternatif 2 4 Alternatif 3 2 Alternatif 4 4

4 3 3 4 2 20

3 2 3 4 3 19

3 2 2 3 4 16

3 4 2 3 3 19

=1 =2 =3 =4 =5

Kesimpulan dari analisa letak baterai yang tepilih yaitu pada alternatif pertama, pada sepeda listrik beban serta keseimbangan dari sepeda perlu diperhatikan guna kenyamanan berkendara.

Sekilas terlihat mengalami kesulitan saat mengayuh, dikarenakan pedal bergesekan dengan baterai yang sedikit lebih lebar dari ukuran jarak antara pedal, namun jika pipa panghubung pedal (bottom bracket/ BB) tersebut diperpanjang, maka masalah pergesekan antara pedal dengan baterai dapat sedikit teratasi dengan keseimbangan sepeda yang baik karena terpusatnya beban pada satu daerah yakni pada daerah sekitar roda belakang.

Beban baterai Beban motor listrik Beban pengendara Beban tekanan saat mengayuh

Letak storage

Analisa peletakan storage

Parameter
Mudah dalam pemasangan dan pelepasan. Kesesuaian dalam bentuk Keseimbangan Kemudahan pengambilan barang dengan cepat Ketahanan dalam menahan beban Keamanan bendaketika berkendara

Alt. 1 4 3 3 4 4 4 22

Alt. 2 4 3 2 3 3 3 18

Alt. 3 3 3 3 2 3 2 16

Total
Keterangan : kurang ... =1 cukup ... =2 sedang ... =3 Sangat... =4 Sangat ... sekali = 5

Kesimpulan yang didapat pada analisa konfigurasi letak storage terdapat pada alternative pertama.Letak tersebut cukup ideal dan hampir memenuhi seluruh kriteria dari parameter yang telah disebutkan pada gambar diatas tersebut.
Styling Konsep Desain Dalam hal ini akan melakukan pembahasan tentang bentuk, estetika ataupun styling hingga mendapatkan keputusan akhir yakni final desain. Konsep bentuk Dalam image chart dibawah, produk sepeda listrik dipilah berdasarkan kutub dan nantinya akan menghasilkan brain storming dari kumpulan produk sepeda listrik yang terbagi-bagi dalam beberapa kutub maupun di antaranya.

Gambar image chart Pendekatan bentuk yang dilakukan adalah mengacu pada desain bentuk sepeda listrik berangka U (U-frame). Pendekatan bentuk juga disesuaikan dengan trend bentuk sepeda listrik dankarakteristik remaja usia SMP. Pendekatan bentuk Berdasarkan dari kesimpulan karakteristik remaja usia SMP, dihasilkan kata kunci yang selanjutnya digunakan sebagai konsep pendekatan bentuk dari desain sepeda listrik dengan user remaja usia SMP. Karakteristik remaja usia SMP Dari kesimpulan karakteristik remaja usia SMP disimpulkan kembali 4 kata kunci desain sarana transportasi alternatif untuk remaja usia smp sebagai Mobilitas bersekolah serta pendukung pemenuhan aktivitas olahraga dijelaskan dalam gambar berikut :

Memperhatikan penampilan.

Sepeda listrik didesain dengan pendekatan style futuristik (hasil observasi) guna Kesimpulan : 1. Memperhatikan menunjang penampilan user, karena kendaraan mencerminkan kepribadian user.

STYLISH

penampilan 2. 3. 4. Suka bereksperimen Suka berkelompok Emosi tidak stabil Suka berkelompok.

Berkelompok adalah ajang para remaja untuk show off, bersosialisasi, berinteraksi antar sesame dengan teman sebayanya agar tetap up to date. Suka eksperimen.

SHOWY

Karakter tersebut sangat wajar pada remaja usia SMP yang memang sedang mengalami masa peralihan serta pencarian jati diri.

FRIENDLY

Beberapa part sepeda didesain plug in, agar dapat di costumdan mudah digunakan Pada karakter yang kurang baik seperti:

Emosi tidak stabil.


Cenderung memiliki perasaan yang menggebu-gebu.

SPIRIT

Kata kunci yang didapat berdasarkan karakteristik remaja adalah stylish, showy, friendly dan spirit.Pada kata kunci stylish dan showy memiliki makna yang berdekatan maka 2 kata kunci tersebut dapat diwakili oleh salah satu kata, kata yang terpilih adalah stylish, karena cenderung berkensan remaja usia SMP yang kesehariannya ingin selalu tampil beda ataupun sesuai dengan tren yang ada agar tetap up to date. Objective tree Dari 4 kata kunci desain sepeda listrik WIM Cycle kemudian dijabarkan beberapa hal yang harus dipenuhi untuk mencapai konsep desain sepeda listrik tersebut.

Gambar objective tree

Proses pendekatan bentuk


Frame menyerupai huruf U

STYLISH FRIENDLY SPIRIT

Konsep styling bentuk yang terpilih untuk bentuk frame adalah FEMININE - URBAN bike yaitu penggunaan bentuk rangka yang membentuk layaknya huruf U namun memiliki kesan ramah dengan bentuk lengkungan yang dinamis dan MASCULINE SPORTY bike yaitu penggunaan desain rangka yang cenderung stream line dan berkesan tajam serta crossover karena garis yang tidak sejajar (menuju satu arah). Konsep rangka FEMININE URBAN bike digunakan pada bentuk utama rangka, karena dengan bentuk rangka tersebut memungkinkan untuk di gunakan oleh seluruh kalangan pengguna, baik perempuan ataupun laki-laki. Sedangkan pada konsep MASCULINE SPORTY bike digunakan pada bagian aksesoris sepeda, grafis (warna) pada sepeda serta komponen kecil pembentuk sepeda agar tercipta kesan yang agrasif, stylish, dan yang banyak disukai konsumen saat ini yakni sporty.

Konsep bentuk sepeda sepeda listrik Bentuk dasar menyerupai huruf U mengawali sketsa bentuk rangka sepeda listrik.namun terjadi penyesuaikan bentuk karena beberapa factor, antara lain yaitu: material dasar yang digunakan berupa pipa tabung aluminium (alloy), rangka tidak menggunakan pipa monokok karena terbentur harga, serta bentuk dasar rangka juga terpengaruh factor konsep feminine-urban bike. Sketsa bentuk awal

Rangka yang terbentuk dari pipa monokok membuat sepeda berharga mahal, namun dengan pipa yang dicetak (monokok) dapat memperoleh pengembangan variasi bentuk lebih beragamnya dengan menggunakan material pipa monokok. Pengembangan sketsa awal

Pengembangan ini adalah pengembangan bentuk rangka yang pada awalnya menggunakan pipa monokok, menjadi pipa tube biasa. Pada awalnya bagian steering memiliki banyak sambungan pipa monokok, setelah itu mengalami pengurangan sambungan agar tampak lebih sederhana namun rangka tetap pada pedoman U-frame. Pengembangan bentuk rangka pada sketsa kedua Pada pengembangan bentuk selanjutnya mengalami banyak perubahan bentuk rangka dan juga material yang digunakan guna menopang beban yang dihasilkan dari bobot baterai (aki).Berikut adalah sketsa sketsa pengembangan bentuk rangka yang berpedoman pada rangka jenis U-frame.

Parameter:
1. Kesesuaian bentuk rangka 2. Keseimbangan rangka 3. Kekokohan rangka 4. Estetik/keunikan rangka 5. Aerodinamis 6. Ergonomic

Sketsa-sketsa pengembangan bentuk rangka U-frame pada sepeda listrik

Dari beberapa sketsa pembentuk rangka utama terpilih beberapa alternative bentuk rangka yang memenuhi seluruh variable parameter yang telah ditentukan, yakni alternative dengan nomor 16, 18, 19 dan nomor 23. Berikut ini adalah sketsa-sketsa dari bentuk rangka yang terpilih,
16 18 19

23

Dari sketsa bentuk rangka yang terpilih akan dikembangkan kembali, kali ini pengembangan bentuk di sesuaikan dengan letak tempat baterai (aki). Pengembangan alternatif bentuk disertai dengan alternatif letak baterai Pada konfigurasi peletakan baterai terpilih alternatif 1, maka dalam pengembangan bentuk ini akan menghasilkan alternatif peletakan baterai tiap sketsa bentuk rangka terpilih. Dengan kriteria yang telah disediakan sebagai berikut; kekokohan menahan beban, keunikan (estetik), kestabilan, kemudahan bongkar pasang baterai, ergonomik, sporty dan stylish. Maka di hasilkan sebuah desain terpilih dari tiap alternatif desain, yakni sebagai berikut, Pengembangan alternatif nomor 16

Pengembangan alternative nomor 18

Pengembangan alternative nomor 19

Pengembangan alternative nomor 23

Analisa pengembangan alternatif bentuk rangka terpilih. Setelah masing masing alternative dikembangkan dan terpilih bentuk rangka dari tiap nomor alternative, kemudian alternative-alternatif tersebut dianalisa kembali guna mencapai satu kesimpulan jawaban, yang hasil akhir dari jawaban tersebut akan menjadi konsep dari desain sepeda listrik WIM Cycle untuk remaja usia SMP.

Analisa pengembangan alternatif Parameter Alt. 16 Alt. 18 Alt. 19 Alt. 23

Kekokohan menahan beban Keunikan (estetik) Kestabilan Kemudahan bongkar pasang baterai Ergonomik Total

4 3 4 3

3 3 3 3

2 3 3 4

3 3 3 3

3 17

3 15

3 14

3 15

Keterangan: 1= tidak baik, 2= sedang, 3= baik, 4= baik sekali. Kesimpulan, dari analisa pengembangan alternatif bentuk rangka terpilih didapatkan hasil akhir dimana bentuk rangka tersebut hamper memenuhi tiap syarat variable yang telah ditentukan, dan hasilnya terpilih pada bentuk (desain) rangka pada alternative nomor 16.

Berikut beberapa fitur dari konsep sepeda listrik WIM Cycle Sandaran (sissybar) juga berguna sebagai tempat ransel agar pengguna tak harus membopong Penahan baterai, tak hanya pipa logam saja, namun pemberian baut berguna untuk menahan lebih

kuat

Lighting diletakkan tepat lurus menghadap jalan pada bagian head tube.

Pengembangan kembali Desain Akhir Sepeda Listrik


Dalam pengembangan desain sepeda listrik kali ini melakukan perubahan pada daerah top tube serta down tube.Perubahan tersebut guna untuk menopang beban dari baterai dengan baik. Daerah perubahan bentuk desain

Pada daerah yang bertanda lingkaran akan di ubah baik dalam bentuk maupun material, namun perubahan ini pada dasarnya tetap mengacu pada sepeda unisex yakni dengan bentuk rangka U-frame. Faktor utama dari perubahan ini adalah letak baterai yang kurang kokoh menahan beban serta kurang efisien dalam meletakan suatu barang (baterai), maka dibutuhkannya suatu bidang datar sebagai tempat meletakan baterai . Ide konsep desain Ide dari konsep desain sepeda listrik di dapat dengan cara mengkombinasikan beberapa jenis sepeda yang berbeda. Baik dalam teknis maupun material. Dari perbedaan tersebut dihasilkan sebuah sepeda listrik yang mampu memenuhi kebutuhan remaja SMP. Sebelumnya dilakukan analisa antara material pipa serta material yang akan digunaka.

Analisa antara pipa dengan plat (skala menggunakan material jenis hi-ten steel) Parameter Material dengan harga murah Kemudahan proses produksi Kekokohan saat menjadi sebuah produk Total keringanan frame saat menjadi sebuah produk Kestabilan saat menjadi sebuah produk Kemurahan harga total saat menjadi sebuah produk Pipa 3 2 4 3 4 2 Plat 4 4 3 5 3 5

Total

18

24

Keterangan: 1= rendah sekali, 2= rendah, 3= sedang, 4= tinggi, 5= tinggi sekali Maka kesimpulannya plat sedikit lebih baik dan hampir memenuhi seluruh parameter yang telah ditetapkan untuk mendesain hingga memproduksi sebuah prototype sepeda listrik. Berikut gambar dibawah merupakan sebuah ilustrasi terbentuknya suatu konsep desain sepeda listrik.

Plat hi-ten steel sebagai solusi

Baterai diletakan pada posisi flat atau datar, dan cara yang simple dan mudah menggunakan plat sebagai tempat dudukan sekaligus penahan beban dari baterai. Plat didesain dengan baik agar membentuk bagian yang berfungsi layaknya top tube dan down tube tanpa mengurangi nilai estetik. Yang terakhir, penggunaan plat diharapkan menekan atau dapat sedikit mengurangi bobot rangka (frame) dari sepeda listrik. Analisa pemilihan material plat Analisa material plat dimaksudkan untuk memilah dan memilih material mana yang paling baik dan memenuhi semua persyaratan. Analisa material plat Parameter Ketahanan material Keawetan Keseimbangan Keringanan Kekakuan Aplikasi pembentukan Harga yang murah Total Keterangan : Rendah sekali Rendah sedang Tinggi Tinggi sekali Baja 5 4 3 2 4 1 2 21 Hi-ten steel 4 4 4 3 3 4 4 26

=1 =2 =3 =4 =5

Kesimpulan yang didapat dari analisa material adalah jenis material yang dapat mengakomodasi dengan baik semua variable dari parameter yaitu plat dengan menggunakan material hi-ten steel. Pengembangan Desain akhir Beberapa alternatif sepeda listrik dengan menggunakan plat hi-ten steel sebagai kombinasi material subtitusi yang akan dihasilkan. Desain sepeda listrik dibawah ini telah terjadi beberapa proses sketsa dan analisa hingga menghasilkan 4 alternatif desain sepeda listrik yang akan diolah kembali hingga mendapatkan final desain yang memenuhi syarat. Berikut adalah alternatif desain,

Alternatif 1

Alternatif 2

Alternatif 3

Alternatif 4

DRO Fitur fitur yang telah ditetapkan sebagai standarisasi dari konsep sepeda listrik untuk remaja SMP. Berikut beberapa fitur - fitur tersebut : fitur fitur standart sepeda listrik No. Komponen produk 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Roda depan Fork Kemudi Plat pipa Gear depan dan belakang Seat Roda belakang terpasang motor listrik dengan rem tromol Baterai Battery cover Sadel plastik reflektor Reflektor eksternal dengan Jenis/ukuran 20 Suspension fork with disk brake Kemudi teleskopik Hi-ten steel ( t= 3,2mm ) Hi-ten steel ( d= 22mm, d= 30 mm) 22T dan 17T MTB Brushless motor (diameter roda 18) SLA battery 12V 10Ah Fiberglass Standart BMX Persegi (putih dan merah) Jumlah 1 1 1 2m Masing-masing m dan 40 cm 1 1 1 4 2 2 Masing-masing 1 1

DRO tersebut digunakan sebagai komponen standart untuk pembuatan dan perakitan dari sepeda listrik, khususnya prototype. Analisa pemilihan desain final Pemilihan desain final ditentukan dengan menggunakan analisa yang telah di beri beberapa ketentuan atau parameter desain guna mengetahui memenuhi syarat atau tidaknya desain sepeda listrik tersebut.

Analisa pemilihan desain final Parameter

Kekokoha n rangka KeseimbaNgan Kepraktisa n Keunikan TOTAL

3 1 2 3 9

4 2 1 3 10

2 2 1 3 8

4 3 2 3 12

Keterangan ; 1: sangat rendah, 2: rendah, 3: cukup, 4: tinggi, 5: sangat tinggi Dari analisa pemilihan desain final pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa desain rangka sepeda listrik yang dapat memenuhi hampir seluruh criteria adalah desain sepeda alternatif 4.

Gambar sepeda listrik terpilih (final desain)

FINAL KONSEP DESAIN


Penerapan Komponen Sepeda Listrik

Keterangan : 1. Baterai yang digunakan jenis baterai SLA yang dapat di charge ulang jika habis, pada awalnya baterai bermuatan 12v 20Ah sebanyak dua baterai, lalu di ganti dengan baterai yang bermuatan 12v 10 Ah sebanyak empat. 2. Desain top tube serta down tube menggunakan plat. Plat dengan tebal 3,2 mm tersebut digunakan sebagai penahan baterai (tatakan baterai). Desain top tube dan down tube yang menggunakan plat menimbulkan kesan crossover pada bentuk rangka sepeda listrik.

3. Pipa hi-ten steel yang digunakan sebagai jepit (rangka segitiga pada bagian belakang menggunakan ukuran 22 mm (diameter luar) dengan ketebalan 2 mm.

4. Motor listrik menggunakan jenis brushless, mempunyai sensor sebagai pergantian saat mengayuh. Sensor tersebut juga berfungsi memutuskan arus 5. secara otomatis saat medan mengalami banjir (terdapat genangan air yang tinggi).

Perubahan Desain (Facelift)

Gambar perubahan kecil pada desain sepeda listrik pada bagian rangka tengah dan casing baterai. Perubahan tersebut dikarenakan kekokohan dari rangka bagian tengah yang masih lemah untuk menahan beban dari baterai, maka diberi tambahan plat tengah guna menahan beban sekaligus tetap menjaga kestabilan estetik pada desain. Tempat baterai yang awalnya sebagai wadah, berubah fungsi menjadi tutup pelindung baterai kanan dan kiri.

Varian Warna Sepeda Listrik

PURE

WHITE

Warna putih merupakan warna netral dan warna utama dari sepeda listrik. Warna putih juga mudah terlihat dalam keadaan gelap. Selain warna putih terdapat juga varian warna lain yang mamapu mewakili beberapa karakter remaja khususnya remaja SMP, dan berikut ini adalah beberapa penerapan varian warna pada sepeda listrik.

Aero Blue Banana Green Eyes

Red Evil

Pinky Touch

Varian Grafis Sepeda Listrik Grafis berperan cukup penting dalam sebuah penyelesaian ( finishing) desain. Grafis juga berfungsi memberikan sentuhan aksen pada suatu media yang berwarna. Grafis juga dapat memberikan kesan perubahan bentuk pada desain secara visual. Berikut adalah beberapa contoh alternatif grafis untuk sepeda listrik dengan pengguna remaja SMP .

Banana

Red evil

Keselarasan Desain dengan Lingkungan Alam Desain yang baik ialah desain yang mampu terlihat baik di lingkungan sekitar, terutama dengan alam. Bentuk desain yang banyak mengadopsi bentukan bentukan dari benda hidup dan mati di lingkungan sekitar meskipun tidak terlalu jelas sama, desain dapat juga terjadi karena morfologi bentuk dari benda benda baik hidup dan juga mati yang ada disekitar.

Jadi kesimpulanya desain yang baik adalah yang mempunyai keseimbangan bentuk dengan benda benda yang ada di sekitarnya.

KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN 1. Remaja khususnya SMP masih dalam pencarian jadi diri, maka tingkat kelabilan masih cukup tinggi, maka perlu diarahkan bahwa remaja seumuran SMP masih tidak diijinkan untuk mengendarain kendaraan bermotor berbahan bakar minyak. Karena selain belum cukup umur untuk mendapatkan SIM, kendaraan tersebut juga terlalu kencang untuk anak seumuran remaja SMP. 2. Remaja juga butuh sarana untuk mengaktualisasikan dirinya kepada teman teman sebayanya, karena pergaulan pada masa remaja sangat dianjurkan namun harus tetap positif, maka sepeda listrik yang berdesain sport sangat digandrungi, karena remaja butuh olah raga sebagai pertumbuhannya. 3. sepeda listrik juga dapat melatih para remaja untuk menghargai lingkungan yang ada disekitarnya serta sumber daya alam. 4. Dengan batasan kecepatan pada sepeda listrik, remaja tidak dapat lagi mengendarai kendaraan secara liar, dan diharapkan dapat juga mengurangi tingkat kecelakaan. SARAN 1. 2. 3. 4. Sepeda listrik mempunyai desain rangaka yang serasi dengan wadah baterai Sepeda listrik dapat dengan mudah dikendarai oleh remaja SMP Sepeda listrik yang mudah dalam perawatan Sepeda listrik nyaman dikendarai

DAFTAR PUSTAKA
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) http://edorusyanto.wordpress.com http://www.pustakaskripsi.com http://enewsletterdisdik.wordpress.com http://bataviase.co.id http://webcache.googleusercontent.com http://episentrum.com http://www.pontianakkota.go.id http://www.dietyuk.com http://smknegeri3jepara.blogspot.com http://www.kabarindonesia.com http://netsains.com http://synamatiq.com http://belajarpsikologi.com http://nuraelpidia.student.umm.ac.id http://belajarpsikologi.com http://netsains.com

17) Wiyancoko Dudy (2010), Desain Sepeda Indonesia, Jakarta, pertama, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Polygon. 18) Sepeda Listrik, Yahonta dan Tiger Sepeda Listrik Masa Depan, www.sepedalistrik.com 19) Eric Stoddard (2010), AutoVelo is a Excellence Award Winner in the 14th annual International Bicycle Design Competition at the 2010 Taipei Cycle Show, http://speedstudiodesign.com. 20) Andina Dyah Ratnasari (2011), Bersepeda, http://myworldlikeagame.blogspot.com

You might also like