PERANCANGAN DAN ANALISA SUMUR

SUCKER ROD PUMP
Sucker Rod Pump Well Design
• Peralatan Atas Permukaan
• Peralatan Bawah Permukaan
10/5/2013
2
PERALATAN SUMUR
SUCKER ROD PUMP
CERITA SINGKAT SRP
 Teknologi Pompa Air mulai berkembang di
China sekitar 400 BC, dan di Mesir 476 BC
 Sumur air Zaman Romawi (Abad 1)
menggunakan sejenis pompa angguk
 Dua per tiga sumur-sumur minyak/air di dunia
menggunakan SRP
 Terutama di lapangan dangkal
 SRP besar mampu berproduksi sampai 4000
bbl/d
 Kedalaman bisa mencapai 10 o00 feet

10/5/2013
3
PUMPING UNIT
KOMPONEN SURFACE DAN SUBSURFACE
10/5/2013
4
Keunggulan :
• Komponen permukaan mudah
Diperbaiki
• Mudah mengatur laju produksi
• Cepat diketahui kalau mati

Kerugian :
• memerlukan tempat luas
• tidak bisa dipasang di offshore
• tidak untuk sumur miring
TIGA JENIS PUMPING UNIT
 Dibedakan berdasarkan letak titik pusat
putaran pada walking beam, yaitu:
Di tengah : Conventional
Di ujung depan : Mark II
Di ujung belakang : Air Balanced
10/5/2013
5
JENIS PUMPING UNIT (1)
6
CONVENTIONAL UNITS
The LUFKIN Conventional Crank
Balanced Unit, widely known and
accepted, is the old reliable "WORK
HORSE" of the oil patch. This is the
most universally adaptable unit in the
„LUFKIN LINE‟, simple to operate and
requires minimum maintenance.
Shown here is the twopoint base
design installed on front and rear
concrete blocks.
JENIS PUMPING UNIT (2)
7
MARK II UNITORQUE UNITS
The Mark II unit, due to its unique
geometry and phased counterbalance
feature, lowers peak torque and
horsepower requirements. The
unusual geometry of the Mark II
produces a somewhat slower up
stroke and faster down stroke with
reduced acceleration where the load is
greatest, resulting in lower peak loads
and longer rod life.
JENIS PUMPING UNIT (3)
8
AIR BALANCED UNITS
The utilization of compressed air
instead of heavy cast iron
counterweights allows more accurate
fingertip control of counterbalance. As
a result, the weight of the unit is
greatly reduced, significantly lowering
transportation and installation costs.
Air Balanced units have a distinct
advantage in the larger sizes with long
strokes, where cast iron
counterweights on conventional crank
counterbalanced units must be so
massive that their use is practically
prohibitive.
TIGA TYPE PUMPING UNIT
YANG SERING DIGUNAKAN
10/5/2013
9
Conventional Pumping Unit Air Balanced Pumping Unit
1 2


Mark II Pumping Unit


3
10/5/2013
10
BEBERAPA BENTUK PUMPING UNIT
10/5/2013
11
BEAM BALANCED UNIT: Sumur dangkal


REVERSED MARK UNIT
LOW PROFILE : Unit Kecil
CONVENTIONAL PORTABLE
PUMPING UNIT
KOMPONEN SURFACE DAN SUBSURFACE
10/5/2013
12
Komponen Peralatan pokok
SRP :

1. Motor penggerak
2. Peralatan Permukaan
3. Peralatan Bawah Permukaan
4. Rods (Sucker Rod dan Polished
Rod)

SPESIFIKASI PUMPING UNIT
10/5/2013
13
API Standard 11 E
Contoh:
C – 114 – 143 - 64
C = Conventional
M = Mark II
A = Air Balance
Peak Torque Rating : 114 000 in-lb
Structure Capacity : 14 300 lb
Max. Stroke
Length : 64 inch
Catatan:
• Peak Torque Rating = Reducer Rating
• Structure Capacity = Polished Rod Load
Komponen Peralatan Bawah Permukaan:
 Working Barrel
 Plunger
 Jenis Pompa Bawah Permukaan
 Klasifikasi Pompa Bawah Permukaan

10/5/2013
14
PERALATAN BAWAH PERMUKAAN
KOMPONEN SUBSURFACE SUCKER ROD
PUMP
10/5/2013
15
LAJU PRODUKSI YANG DIPEROLEH:
 Pada saat sucker rod terangkat, akan terbawa
fluida reservoir sebanyak volume pump barrel
sepanjang STROKE LENGTH : penampang
barrel x panjang langkah
 Jika pompa bergerak keatas setiap waktu t
menit, PUMPING SPEED, maka dapat dihitung
perolehan dalam satu hari, bbl/hari
 Tetapi STROKE LENGTH di permukaan tidak
sama dengan STROKE LENGTH di pump
barrel… MENGAPA?

10/5/2013
16
VOLUME BARREL – SP EFFEKTIF
10/5/2013
17
Sp
Ap
Volume
Barrel
JENIS PLUNGER
10/5/2013
18
JENIS POMPA
TUBING PUMP DAN
ROD PUMP
10/5/2013
19
Klasifikasi
Sub-surface
PUMP
10/5/2013
20
KODE
SPESIFIKA
SI
SUB-
SURFACE
PUMP
10/5/2013
21
PERANCANGAN
PERALATAN POMPA
BAWAH PERMUKAAN
• Pump Displacement & Efficiency Volumetric
• Perhitungan Beban pada Polished Rod
PERKEMBANGAN METODE
PERANCANGAN
 Pada waktu WW2 para ahli Sucker Rod Pump
(Slonneger, Mills, Coberly, Kemler, Marsh, dll)
melakukan banyak penelitian yang hasilnya
merupakan makalah ilmiah. Pendekatan yang
dilakukan berdasarkan model fisik dan pengukuran
 Makalah tersebut menjadi dasar dalam perancangan
sumur sucker rod pump
 Pengembangan model matematik, dengan menyusun
non-dimensional parameter, yang dilakukan oleh
Sucker Rod Pump Research (SRPR) Inc.
 Model menghasilkan Metode API RP 11L
10/5/2013
23
PARAMETER DESIGN
 Pemilihan peralatan atas dan bawah permukaan
yang sesuai dengan laju produksi yang diinginkan
 Produktivitas lapisan yang dinyatakan dalam
besaran tekanan reservoir dan productivity index
 Hasil pemilihan peralatan berdasarkan pada
produktivitas lapisan, divalidasi dengan melakukan
pengukuran beban dengan menggunakan
dynamometer serta pengukuran tinggi kolom
fluida dinamik dalam sumur.
 Dapat dilakukan adjustment terhadap parameter
design untuk mendapatkan parameter operasi
yang optimum
10/5/2013
24
PARAMETER POMPA DI PERMUKAAN
 Panjang Langkah – Stroke Length – inch

 Kecepatan Pompa – Pumping Speed – SPM
(Stroke Per Menit)

 Motor memberikan gerak putar, yang kemudian
diubah menjadi gerak naik turun oleh CRANK
yang diteruskan ke WALKING BEAM
 Walking Beam menarik dan menurunkan
POLISHED ROD

10/5/2013
25
PUMP DISPLACEMENT, PD
10/5/2013
26
• Diperlukan untuk menentukan laju produksi sumur pompa
PD = (A
p
) (S
p
) (N) (Conversion)
Luas penampang plunger
Effective Stroke Length
Pumping Speed
bbl/day
in
2
in
spm
o.1484
EFISIENSI VOLUMETRIK, E
V
10/5/2013
27
Pump Displacement, PD adalah laju produksi
teoritis untuk satu konfigurasi pompa tertentu.
Q-actual adalah laju produksi nyata yang dihasilkan
untuk satu konfigurasi pompa tertentu, yang sama.
E
v
= Q-actual/PD
PARAMETER YANG BERPENGARUH
TERHADAP EFFICIENCY VOLUMETRIK
 Parameter external
 Gas yang masuk kedalam pompa
 Kedalaman Pompa (D>>  Ev<<)
 Fluid level (Fluid Level >>  Ev >>)

 Parameter internal
 Oversize plunger
 Plunger over travel yang disebabkan rod memanjang
waktu upstroke yang disusul mengkerut pada waktu
down stroke
 Liquid fall back pada waktu up-stroke melalui ruang
antara plunger dengan pompa/tubing
10/5/2013
28
PENGARUH GAS DAN OIL SHRINKAGE
(1)
10/5/2013
29
Gas bebas yang terproduksi akan mengisi pump barrel
Jika GLR sebesar 200 scf/stb, maka setiap bbl liquid akan
terdapat 200 scf.

Pada kondisi pompa, volume gas sebesar 15.45 cuft atau
2.75 bbl, sehingga mengurangi tempat untuk liquid

Adanya B
o
menyebabkan kurangnya volume minyak
yang diterima di permukaan.
PENGARUH GAS DAN OIL SHRINKAGE (2)
10/5/2013
30
Gas Into Pump = GIP ditentukan oleh efisiensi Gas Anchor

Effisiensi Gas Anchor 80% artinya 20% gas tetap masuk
dalam pompa

E
V
= 100/(B
g
.GIP + B
o
)

Perhitungan E
V
ini diperlukan untuk menentukan Pump
Displacement yang diperlukan.

GERAK NAIK-TURUN SUCKER ROD
 Gerak Naik – Turun Sucker Rod merupakan gerak
harmonik, dengan jarak gerak yang sama dan kecepatan
gerak yang tetap
 Gerak harmonik tersebut dapat direpresentasikan dalam
bentuk gerak melingkar suatu partikel, dimana posisi dari
partikel tersebut diproyeksikan ke diagonal lingkaran
 Posisi dari partikel dalam gerak melingkar tersebut, pada
garis tengah lingkaran merupakan gerak harmonik naik –
turun
 Fenomena gerak harmonik ini digunakan untuk
menurunkan percepatan gerak up-stroke dan down stroke
dari sucker rod, yang selanjutnya digunakan untuk
menghitung beban percepatan
10/5/2013
31
GERAK HARMONIK
 Gerak Naik-Turun Pompa
merupakan gerak harmonik
 Kecepatan pada waktu up
stroke dan down stroke dapat
diproyeksikan dalam bentuk
lintasan lingkaran
 Pada titik awal down stroke
dan awal upstroke terjadi
percepatan yang maximum
 Pada titik akhir upstroke dan
akhir down stroke terjadi
perlambatan maximum.
10/5/2013
32
Up stroke
Down stroke
r
c
O
P
V
p
u
GERAK HARMONIK (1)
10/5/2013
33
Faktor percepatan : α didefinisikan sebagai :
g
a
= o
Dimana : a : percepatan maksimal pada titik
harmonik
g : percepatan gravitasi

c
p
r
v
a
2
=
Jika jarak antara pusat lingkaran ke lingkaran
sebesar r
c,
maka percepatan gerak
harmonik :
Untuk satu putaran atau satu cycle pompa, N
N r v
c p
t 2 =
Faktor percepatan, α
g
N r
g r
v
c
c
p
2 2
2
4t
o = =
GERAK HARMONIK (2)
 Pada siklus pemompaan :

dimana S = polished rod stroke length

 Dengan demikian :

 o disebut sebagai Mills Acceleration Factor, yang menentukan beban pada
polished rod pada saat down stroke ataupun up stroke.

 Dua jenis beban yang dialami polished rod, yaitu:
 Peak polished rod load, PPRL
 Minimum polished rod load, MPRL
Dimana harga dari kedua beban tersebut tergantung pada jenis Pumping Unitnya
10/5/2013
34
g
SN
2 2
2t
o =
70500
2
SN
= o
2
S
r
c
=
PERANCANGAN SUMUR SUCKER ROD
PUMP
Perhitungan Beban
Peak Polished Rod Load
Minimum Polished Rod Load
JENIS RODS
 Polished Rods : the topmost portion of a string of sucker rods. It
is used for lifting fluid by the rod-pumping method. It has a uniform diameter
and is smoothly polished to seal pressure effectively in the stuffing box attached
to the top of the well.
 Sucker Rods : a special steel pumping rod. Several rods
screwed together make up the mechanical link from the beam pumping unit
on the surface to the sucker rod pump at the bottom of a well. Sucker rods
are threaded on each end and manufactured to dimension standards and
metal specifications set by the petroleum industry. Lengths are 25 or 30
feet (7.6 or 9.1 meters); diameter varies from 1/2 to 1-1/8 inches (12 to 30
millimeters). There is also a continuous sucker rod (tradename: Corod).
 Pony Rods : 1. a sucker rod, shorter than usual, used to make up a
sucker rod string of desired length. Pony rods are usually placed just below the
polished rod. 2. the rod joined to the connecting rod and piston rod in a mud
pump
 Sinker Bars : a heavy weight or bar placed on or near a lightweight
wireline tool. The bar provides weight so that the tool will lower properly into the
well.
 Stabilizer Bars
10/5/2013
36
SUCKER ROD & PONY ROD
10/5/2013
37
Pony rods are manufactured to the same chemical
properties, rod diameters, dimensions, and tolerances
as sucker rods. Standard lengths: 2' (.61 m), 4' (1.22
m), 6' (1.83 m), and 8' (2.44 m). Other lengths are
available on special order

Norris A Dover Company
Sucker Rods are manufactured from micro alloyed,
modified, special bar quality hot rolled carbon or
alloy steel. Bar and sucker rod dimensions and
tolerances conform to API Spec 11B, latest edition,
and AISI Steel Products Manual. Sucker rods are
available in 5/8" (15.88mm), 3/4" (19.05mm), 7/8"
(22.23mm), 1" (25.40mm), and 1 1/8" (28.58mm)
body diameter and in 25' (7.62m) and 30' (9.14m)
lengths, depending on grade.
POLISHED ROD & SINKER BARS
10/5/2013
38
Sinker bars provide concentrated weight above the pump to
help keep the rod string straight and in tension, which reduces
buckling of the sucker rods or the pump plunger. Norris sinker
bars are made from hot rolled carbon manganese steel bar
stock.

Sinker bars are surface turned and have API double sucker rod
pins, shoulders, and wrench flats on both ends. One end has a
reduced section for elevator seating and lifting.
Polished Rod - Piston Steel
Polished rods are made from cold finish 1045 carbon steel.
They are recommended for moderate-to-heavy loads where
corrosion is not a factor.
Polished Rod - Alloy Steel
Polished rods are made from cold finish 4140 alloy steel. They
are recommended for moderate-to-heavy loads under mild
corrosive conditions.
Polished Rod - Sprayloy®
These hard surfaced polished rods are made from cold finish
1045 carbon steel with a hard spraymetal surface applied to the
O.D. They are recommended for abrasive and corrosive
conditions under moderate-to-heavy loads.
Norris A Dover Company



STABILIZER BARS



10/5/2013
39
Stabilizer Bars...
•Stabilize Pumps
•Stabilize Sinker Bars
•Reduce Wear
•Pump More Oil
Oil producers have long suspected that a “stabilizer” at the
top of the rod pump plunger would be very beneficial.
Under compression load, the rod pump plunger can bend to
one side and cause excessive wear on the pump and
possible on the tubing string.

Stabilizer Bars provide strength and stability for the pump
plunger, which results in less flexing of the new and
improved “Sidewinder” Sucker Rod Guide. The Sidewinder
Sucker Rod Guide provides maximum pumping and flow
efficiency while virtually eliminating flexing.
Norris A Dover Company
BEBAN POLISHED ROD (1)
 Polished Rod mengalami pembebanan
dari:
Beban Fluida


Beban Rod


Beban Percepatan


10/5/2013
40
( ) ( )
r p f r p f f
W LA A A L W 294 . 0 433 . 0 433 . 0 ÷ = ÷ = ¸ ¸
N n r
M LR M LR M LR W + + + = ......
2 2 1 1
L
L
R
L
L
R
n
n
=
=
1
1
o
r
W
BEBAN POLISHED ROD (2)
CONVENTIONAL PUMPING UNIT
 Peak Polished Rod Load



 Minimum Polished Rod Load
10/5/2013
41
( ) o + + = 1
r f
W W PPRL
( ) ( )
f r
r f
r
W
W
W MPRL ¸ o
¸
o 127 . 0 1
490
4 . 62
1 ÷ ÷ =
|
|
.
|

\
|
÷ ÷ =
BEBAN POLISHED ROD (3)
AIR BALANCE PUMPING UNIT
 Untuk Air Balance terjadi percepatan 30%
lebih lambat pada akhir down stroke, dan
30% lebih cepat pada awal up stroke.
 Peak Polished Rod Load


 Minimum Polished Rod Load

10/5/2013
42
( ) o 7 . 0 1+ + =
r f
W W PPRL
( )
f r
W MPRL ¸ o 127 . 0 3 . 1 1 ÷ ÷ =
BEBAN POLISHED ROD (4)
MARK II PUMPING UNIT
 Untuk Air Balance terjadi percepatan 40%
lebih lambat pada akhir down stroke, dan
40% lebih cepat pada awal up stroke.
 Peak Polished Rod Load


 Minimum Polished Rod Load

10/5/2013
43
( ) o 6 . 0 1+ + =
r f
W W PPRL
( )
f r
W MPRL ¸ o 127 . 0 4 . 1 1 ÷ ÷ =
10/5/2013
44
DESIGN SUCKER ROD (1)
 Untuk memperoleh beban rod minimum, namun
mampu menahan beban yang optimum, maka
sucker rod dipilih terdiri dari beberapa ukuran rod.
 Ukuran kecil berada di bagian bawah rangkaian
rod, dan makin keatas makin besar. Misalkan :


 Dengan demikian perlu ditentukan panjang dari
masing-masing ukuran rod, kemudian jumlah
masing-masing rod (panjang satu segmen rod 25
ft)
10/5/2013
45
1
8
7
4
3
÷ ÷
DESIGN SUCKER ROD (2)
 Rangkaian sucker rod yang berbeda ukuran
disebut dengan tapered rod
 Perlu ditentukan perbandingan panjang masing-
masing ukuran rod
 Dasar penentuan panjang rod setiap ukuran
adalah:
 Stress di puncak setiap ukuran rod sama besarnya
 Stress disebabkan oleh beban fluida dan beban rod
sendiri
 Beban Fluida :

 Beban Rod : L M dimana : L panjang rod
M berat/satuan panjang
10/5/2013
46
p
A 433 . 0
DESIGN SUCKER ROD (2)
 Stress = beban/luas
penampang
 Asumsi :
 Rod tidak bergerak (statik)
 SG fluida = 1.0
 Beban bekerja pada seluruh luas
penampang plunger
 Pompa dipasang pada fluid level
 Stress di puncak Rod-1


 Stress di puncak Rod-2
10/5/2013
47
Stress
Rod 2
A
2
; L
2

R
2
=L
2
/L
Stress
Rod 1
A
1
; L
1

R
1
= L
1
/L
L = L
1
+L
2
1
1
1
1 1
433 . 0 433 . 0
A
LM R A
A
M L A
p p
+
=
+
2
2 1
1
2 2 1 1
433 . 0 433 . 0
A
LM R LM R A
A
M L M L A
p p
+ +
=
+ +
DESIGN SUCKER ROD (3)
 Jika stress di setiap puncak rod sama
besar, maka



 Untuk 3 ukuran rod yang berbeda,
persamaan stress menjadi:


10/5/2013
48
2
2 2 1 1
1
1 1
433 . 0 433 . 0
A
LM R LM R A
A
LM R A
p p
+ +
=
+
1
2 1
= + R R
3
3 3 2 2 1 1
1
1 1
433 . 0 433 . 0
A
LM R LM R LM R A
A
LM R A
p p
+ + +
=
+
1
3 2 1
= + + R R R
DESIGN SUCKER ROD (4)
Rod Size Metal Area,
in
2
Rod Weight
lb/ft
Elastic Constant, E
r
inch/lb.ft
½ 0.196 0.72 1.990 x 10
-6
5/8
0.307 1.13 1.270 x 10
-6

¾ 0.442 1.63 0.883 x 10
-6

7/8
0.601 2.22 0.649 x 10
-6

1
0.785 2.90 0.497 x 10
-6

1 1/8
0.994 3.67 0.393 x 10
-6

10/5/2013
49
Tabel – Sucker Rod Data
DESIGN SUCKER ROD (4)
Tubing Size
in
OD Tubing
in
ID Tubing
in
Metal Area
in
2
E
t
in/lb.ft

1.90 1.900 1.610 0.800
0.500 x 10
-6

2 3/8 2.375 1.995 1.304
0.307 x 10
-6

2 7/8 2.875 2.441 1.812
0.221 x 10
-6

3 ½ 3.500 2.992 2.590
0.154 x 10
-6

4 4.000 3.476 3.077
0.130 x 10
-6

4 1/2 4.500 3.958 3.601
0.111 x 10
-6

10/5/2013
50
Tabel – Tubing Data
DESIGN SUCKER ROD (5)
10/5/2013
51
Rod Sizes in
String, inch
Values of R
R
1
= 0.759 – 0.0896 A
p
R
2
= 0.241 + 0.0896 A
p

R
1
= 0.786 – 0.0566 A
p
R
2
= 0.214 + 0.0566 A
p

R
1
= 0.814 – 0.0375 A
p

R
2
= 0.186 + 0.0375 A
p

R
1
= 0.627 – 0.1393 A
p

R
2
= 0.199 + 0.0737 A
p

R
3
= 0.175 + 0.0655 A
p

R
1
= 0.664 – 0.894 A
p

R
2
= 0.181 + 0.0478 A
p

R
3
= 0.155 + 0.0416 A
p

R
1
= 0.582 – 0.01110 A
p

R
2
= 0.158 + 0.4210 A
p

R
3
= 0.137 + 0.0364 A
p

R
4
= 0.123 + 0.0325 A
p

4
3
8
5
÷
8
7
4
3
÷
1
8
7
÷
8
7
4
3
8
5
÷ ÷
1
8
7
4
3
÷ ÷
8
1
8
7
4
3
1 1÷ ÷ ÷
DESIGN SUCKER ROD (5)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
44 All 0.726
1.990x10
-
6
1.000 - - - - - 100.0
54 1.06 0.908
1.990x10
-
6

1.138 - - - - 44.6 55.4
54 1.25 0.929
1.990x10
-
6

1.140 - - - - 49.5 50.5
54 1.50 0.957
1.990x10
-
6

1.137 - - - - 56.4 43.6
54 1.75 0.990
1.990x10
-
6

1.122 - - - - 64.6 35.4
54 2.00 1.027
1.990x10
-
6

1.095 - - - - 73.7 26.3
54 2.25 1.067
1.990x10
-
6

1.061 - - - - 83.4 16.6
54 2.50 1.108
1.990x10
-
6

1.023 - - - - 93.5 6.5
10/5/2013
52 D
p
= plunger diameter F
c
= frequency factor
DESIGN SUCKER ROD (6)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
55 All 1.135
1.270x10
-
6

1.000 - - - - 100 -
64 1.06 1.164
1.382x10
-
6

1.229
-
- - 33.3 33.1 33.5
64 1.25 1.211
1.319x10
-
6

1.215
-
- - 37.2 35.9 26.9
64 1.50 1.275
1.232x10
-
6

1.184
-
- - 42.3 40.4 17.3
64 1.75 1.341
1.141x10
-
6

1.145
-
- - 47.4 45.2 7.4
10/5/2013
53
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
DESIGN SUCKER ROD (7)
 Dengan menggunakan data pada Tabel Rod,
Tubing, dan Pump #, maka dapat dihitung
beban-beban rod.
 Selanjutnya dapat dihitung Peak Polished
Rod Load, dan Minimum Polished Rod Load.

 Perhitungan beban tersebut akan digunakan
untuk menentukan effective plu
10/5/2013
54
Polished Rod Stroke Length
vs
Actual Length of Plunger Travel
10/5/2013
55
EFFECTIVE PLUNGER STROKE
EFFECTIVE PLUNGER STROKE – S
P
(1)
 Effective Plunger Stroke :
 gerakan plunger relatif terhadap
working barrel
 Pada saat up stroke, traveling
valve tertutup dan standing valve
terbuka, rod akan mengalami
beban tambahan, yaitu beban
fluida (disamping beban rod
sendiri) yang menyebabkan terjadi
stretch pada rod (pemanjangan)
 Pada saat upstroke, gaya tarik dari
plunger juga akan memberikan
stretch (pemendekan) pada tubing
10/5/2013
56
Liquid
IN
Liquid
OUT
EFFECTIVE PLUNGER STROKE – S
P
(2)
 Effective Plunger Stroke :
 gerakan plunger relatif terhadap
working barrel
 Pada saat down stroke, akibat
beban percepatan maka rod juga
mengalami stretch (pemendekan)
 Pada saat down stroke, traveling
valve terbuka, dan standing valve
tertutup, akan menyebabkan tubing
mengalami stretch (pemanjangan)

10/5/2013
57
Liquid
OUT
EFFECTIVE PLUNGER STROKE – S
P
(3)
 Rod dan tubing memanjang dan mengkerut
sebagai akibat pengaruh beban yang bekerja
dan beban yang terbebaskan selama siklus
pompa
 Plunger over travel sebagai akibat dari beban
dinais dan sifat elastis dari rod
 Rod bervibrasi selama siklus pompa
 Pengaruh gesekan pada peralatan
subsurface
 Adanya gas dalam working barrel
10/5/2013
58
EFFECTIVE PLUNGER STROKE – S
P
(4)
 Effective Plunger Stroke:


 dimana:
S
p
= effective plunger stroke, inch
S = polished rod stroke, inch
e
p
= plunger overtravel, inch
e
t
= tubing strecth, inch
e
r
= rod stretch, inch

 Berlaku untuk Conventional, Mark II, dan Air Balance
Pumping Unit
 Jika ujung tubing di-anchor, maka tidak terjadi stretch
terhadap tubing
10/5/2013
59
( )
r t p p
e e e S S + ÷ + =
EFFECTIVE PLUNGER STROKE – S
P
(5)
 Akibat terjadi stretch pada rod dan pada
tubing, maka akan terjadi (Marsh &
Coberly):
Plunger overtravel (Coberly‟s Formula)


Tubing Stretch
Rod Stretch
10/5/2013
60
E
L
e
p
o
2
8 . 40
=
t
p f
t
EA
LDA
e
¸ 20 . 5
=
r
p f
r
EA
DA
e
¸ 20 . 5
=
E = Modulus Young – besi
= 30 x 10
6
psi
D = kedalaman working
fluid level, ft
|
|
.
|

\
|
+ + + =
n
n
p f
r
A
L
A
L
A
L
E
DA
e .....
20 . 5
2
2
1
1
¸
Single Rod
Tapered Rod
EFFECTIVE PLUNGER STROKE – S
P
(6)
 Berdasarkan Marsh‟s Formula:

 Rod Stretch :


 Tubing Stretch
10/5/2013
61
( )
E A
A A L
e
r
r p g
r
÷
=
2
20 . 5 ¸
( )
E A
L A A
e
t
r p L
t
2
20 . 5 ÷
=
¸
PUMP DISPLACEMENT, PD
10/5/2013
62
• Diperlukan untuk menentukan laju produksi sumur pompa
Luas penampang plunger
Effective Stroke Length
Pumping Speed
bbl/day
in
2
in
spm
o.1484
( )( )( )( ) Conversion N S A PD
p p
=
Perkiraan Laju Produksi Sumur Pompa
Diameter Plunger yang dibutuhkan
Rod Number (dari Tabel)
Ukuran-Ukuran Rod
Perhitungan Beban
Beban rod, fluida, percepatan, bouyancy, dll
Effective Plunger Stroke
Perhitungan Laju Produksi berdasarkan peralatan
Perhitungan Pump Displacement
Efisiensi Volumetrik



10/5/2013
63
PERANCANGAN PERALATAN
BAWAH PERMUKAAN
PERANCANGAN PUMPING UNIT
SUMUR SUCKER ROD PUMP
Counterbalance
Torque pada Gear Reducer
Horsepower of Prime Mover
Speed Reduction and Engine
Sheave Size
ENERGY FLOW PADA SUCKER ROD PUMP
10/5/2013
65
PERANCANGAN COUNTER BALANCE (1)
 Counter Balance bertujuan untuk mengurangi beban
maximum yang dialami prime mover pada saat up-
stroke
 Tanpa counter balance, maka prime mover harus
mampu mengangkat seluruh beban polished rod, yaitu
beban rod, beban fluida, beban percepatan, beban
gesekan, dll
 Pada saat awal down stroke, counter balance mulai
bergerak keatas, sampai akhir dari down stroke.
Gerakan ini tidak menggunakan energi yang minimum
dari prime mover tetapi bergerak terutama akibat dari
berat rod;
 Pada saat upstroke, energi yang di”simpan” oleh
counter balance, di”lepas”kan untuk mengangkat
beban polished rod, fluida, dll.
 Counter balance merupakan “jantung” dari pumping
unit

10/5/2013
66
PERANCANGAN COUNTER BALANCE (2)
 Dengan demikian pada saat down stroke beban rod
harus mampu mengangkat counter balance, atau pada
waktu down stroke berat counter balance harus sepadan
dengan berat rod.
 Demikian pula, pada waktu up stroke berat counter
balance harus dapat membantu prime mover dan gear
reducer untuk mengangkat rod dan fluida yang dipompa
 Secara ideal, counter balance effect:
10/5/2013
67
2
MPRL PPRL
C
i
+
=
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (3)
 Beban Maximum :


 Beban Minimum :


 Beban rata-rata :
10/5/2013
68
( ) ( ) ( ) friction bouyancy W W
r f
+ ÷ + + = o 1
( ) ( ) ( ) friction bouyancy W
r
÷ ÷ ÷ = o 1
( )
( ) ( ) bouyancy W W
BebanMin BebanMax
r f
2 2 5 . 0
5 . 0
÷ + =
+ =
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (4)
 Maka Counter balance Effect yang ideal
adalah:

 Pada waktu up stroke beban pada prime
mover adalah beban rod + beban fkuida,
dibantu dengan counterbalance, keadaan
ini menimbulkan unbalanced force
 Besarnya unbalanced force :
10/5/2013
69
( )
f r f i
W W C ¸ 127 . 0 1 5 . 0 ÷ + =
( ) ( ) ( ) ance counterbal load upstroke force unbalance ÷ = _ _
f
W 5 . 0 =
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (5)
 Sedangkan pada waktu down stroke
beban meliputi beban rod dan beban
bouyancy, yang berlawanan dengan
counterbalance, yang juga menimbulkan
unbalance force, yaitu
10/5/2013
70
( ) ( ) ( ) load downstroke ance counterbal force unbalanced _ _ ÷ =
f
W 5 . 0 =
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (6)
 Dengan demikian diupayakan bahwa
unbalanced force selalu sama pada waktu
down stroke dan upstroke, untuk
menghasilkan counterbalanced yang tepat
 Pada kondisi ini, torque yang bekerja pada
gear reducer sama besarnya, baik pada
waktu up stroke dan down stroke.

 Pada kondisi bagaimana bisa terjadi torque
pada gear reducer yang tidak sama besarnya
pada saat upstroke dan downstroke?
10/5/2013
71
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (7)
 Persamaan C
i
, merupakan persamaan teoritis dari
sisi mechanical, namun pada keadaan
sebenarnya harga C menunjukkan harga yang
berbeda, yaitu C
a
.
 Yang menyebabkan perbedaan tersebut adalah:
 Geometri dari pumping unit
 Stroke length
 Posisi dari counterweight pada`waking beam atau crank,
 Dll
 Oleh karena itu perhitungan harus berdasarkan
keadaan nyata di lapangan, dan tidak boleh
melampaui dari batasan yang telah ditetapkan
untuk setiap pumping unit.
10/5/2013
72
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (8)
10/5/2013
73
O
W
c
F
p
F
p
C
W
l
1
l
2
d
r
|
|
¸
¸
u
d Jarak crankshaft sampai center of
gravity dari counterweight
r Jarak crankshaft ke pitman bearing
l
1
Jarak saddle bearing ke tail bearing
l
2
Jarak saddle bearning ke bridle
C
s
Structural unbalance, lb (dari
spesifikasi)
W
c
Berat counterweight, lb
Diagram Counterweight
dan Walking Beam
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (9)
10/5/2013
74
O
W
c
F
p
F
p
C
W
l
1
l
2
d
r
|
|
¸
¸
u
Perhitungan counterbalance
effect nyata :
w s t
C C C + =
Actual counter balance effect
ditentukan dari berat counterweight,
dan geometri dari counventional
pumping unit.
Total counterbalance effect, C
t

adalah jumlah counter balance effect
C
w
(yang diperoleh dari berat
counter weight, W
c
, ditambah
counter balance effect yang
dihasilkan dari structural
unbalanced, C
s
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (10)
10/5/2013
75
O
W
c
F
p
F
p
C
W
l
1
l
2
d
r
|
|
¸
¸
u
Perhitungan counterbalance
effect nyata :
w s t
C C C + =
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
2
1
l
l
r
d
W C
c w
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ =
2
1
l
l
r
d
W C C
c s t
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
÷ =
2
1
l
l
r
d
W C C
c t s
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (11)
Perhitungan Torque
 Torque adalah gaya tegak lurus yang bekerja pada
ujung batang dikalikan dengan panjang batang, yang
cenderung untuk menghasilkan rotasi.



 Pada pumping unit torque merupakan gaya (inch-
pound) yang bekerja pada crank dan yang terhubung
dengan poros dari gear reducer.
 Gaya tersebut dihasilkan dari beban tarikan pada
pitman sebagai akibat beban dari sumur, gerak yang
berlawanan dari counter balance dan putaran dari
prime mover.
10/5/2013
76
F
d
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (12)
 Peak Torque pada saat upstroke ditentukan
dengan persamaan:


 PT
u
= peak torque upstroke, lbs
 PPRL = peak polished rod load, lbs
 C
t
= total counterbalance effect, lbs
 S = polished rod stroke, in
 Peak Torque pada saat downstroke :


 MPRL = minimum polished rod load, lbs
10/5/2013
77
( )
|
.
|

\
|
÷ =
2
S
C PPRL PT
t u
( )
|
.
|

\
|
÷ =
2
S
MPRL C PT
t d
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (13)
Prime Mover
Dua jenis Prime Mover, yaitu:
 Internal Combustion Engine
 Single-, dual-, atau multi-cylinder
 Electric Motor, lebih banyak digunakan
karena sangat reliable,dan trouble-free.
Pembahasan selanjutnya tentang Prime Mover
akan ditekankan pada Electric Motor. Namun
demikian parameter yang digunakan tidak
jauh berbeda dengan parameter pada
internal combustion engine
10/5/2013
78
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (14)
Horsepower
 Total Nameplate Motor Horse Power:


dimana:
PRHP = polished rod horsepower
CLF = cyclic load factor
E
s
= surface efficiency dari pumping
system

10/5/2013
79
( )( )
s
np
E
CLF PRHP
HP =
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (15)
Horsepower
 Polished rod horsepower:

dimana:
PRHP = polished rod horsepower
HP
h
= hydraulic horsepower
HP
f
= friction horsepower
 Hydraulic horsepower:


10/5/2013
80
( )
f h
HP HP PRHP + =
n f h
L Q x HP ¸
6
10 36 . 7
÷
=
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (16)
Net Lift
 Menyatakan perbedaan tekanan ke arah
pergerakan fluida yang dipompa.
 Jika pompa di pasang pada working fluid level,
maka Net Lift sama dengan kedalaman pompa
dipasang (dengan anggapan, bahwa tidak ada
tekanan gas dalam annulus)
 Jika pompa dipasang dibawah working fluid level,
maka net lift akan dipengaruhi oleh tekanan
casing dalam annulus
 Net Lift juga dipengaruhi oleh tubing back
pressure yang cenderung untuk melawan
pengangkatan fluida
10/5/2013
81
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (17)
Net Lift
 Jika pompa dipasang pada working fluid
level:


Jika tekanan tubing tidak berpengaruh, maka P
t
=
0
Maka L
N
= L = D
 Jika pompa dipasang dibawah working
fluid level:




10/5/2013
82
|
|
.
|

\
|
+ =
f
t
N
P
L L
¸
31 . 2
( )
|
|
.
|

\
|
+ =
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ÷ =
f
t
f
t
N
P
D
P
D L L L
¸ ¸
31 . 2 31 . 2
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (18)
Frictional Horsepower



 Untuk Air balanced dan Mark II


 Catatan : persamaan diatas hanya merupakan
pendekatan, dan tidak disarankan untuk
digunakan jika ada persamaan lain yang lebih
baik.
10/5/2013
83
( )( )
( )
SN W x
N S
W
HP
r
r
f
7
10 31 . 6
12 33000
2
8
÷
=
|
.
|

\
|
=
SN W x HP
r f
7
10 25 . 6
÷
=
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (16)
Cyclic Load Factor (CLF)
 Prime Mover diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan power, untuk:
 Hydraulic horsepower
 Surface equipment losses
 Subsurface losses
 Cyclic load, yang disebabkan perubahan beban
selama upstroke dan downstroke.
 Perubahan beban tersebut menyebabkan
kebutuhan arus listrik yang selalu berubah.
 Harga CLF tergantung pada jenis Motor Listrik
yang digunakan

10/5/2013
84
PERANCANGAN COUNTERBALANCE (17)
Cyclic Load Factor (CLF)

10/5/2013
85
Conventional & Air Balanced Mark II
NEMA “D”
Electric Motor
Slow speed engine

1.375
NEMA “D”
Electric Motor
Slow speed engine

1.10
NEMA “D”
Electric Motor
Multi-Cylinders
engine

1.897
NEMA “D”
Electric Motor
Multi-Cylinders
engine

1.517
SPEED REDUCTION & ENGINE SHEAVE SIZE
 Menghitung hubungan antara sheave pada
motor dengan sheave pada pumping unit.
 Kedua sheave tersebut dihubungkan dengan
BELT


 Dimana :
 d
e
= diameter engine sheave, inches
 d
u
= diameter pumping unit sheave, inches
 N
e
= kecepatan putaran engine sheave, rpm
 N
u
= kecepatan putaran pumping unit sheave, rpm
10/5/2013
86
e
u u
e
N
d N
d =
SPEED REDUCTION & ENGINE SHEAVE SIZE
 Jika Z = speed ratio dari speed reducer,
yaitu:


dimana N = pumping speed, spm
 Maka:

10/5/2013
87
e
u
e
N
NZd
d =
N
N
Z
u
=
SPESIFIKASI PUMPING UNIT
10/5/2013
88
API Standard 11 E
Contoh:
C – 114 – 143 - 64
C = Conventional
M = Mark II
A = Air Balance
Peak Torque Rating : 114 000 in-lb
Structure Capacity : 14 300 lb
Max. Stroke
Length : 64 inch
Catatan:
• Peak Torque Rating = Reducer Rating
• Structure Capacity = Polished Rod Load
TERIMA KASIH



Dilanjutkan dengan Slides
tentang
Prosedur Perancangan
Pompa Sucker Rod
berdasarkan :
API RP 11 L
10/5/2013
89
OLD BRAGA - 1933
ROD AND PUMP DATA
10/5/2013
90
APPENDIX A
ROD AND PUMP DATA (1)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
44 All 0.726
1.990x10
-
6
1.000 - - - - - 100.0
54 1.06 0.908
1.990x10
-
6

1.138 - - - - 44.6 55.4
54 1.25 0.929
1.990x10
-
6

1.140 - - - - 49.5 50.5
54 1.50 0.957
1.990x10
-
6

1.137 - - - - 56.4 43.6
54 1.75 0.990
1.990x10
-
6

1.122 - - - - 64.6 35.4
54 2.00 1.027
1.990x10
-
6

1.095 - - - - 73.7 26.3
54 2.25 1.067
1.990x10
-
6

1.061 - - - - 83.4 16.6
54 2.50 1.108
1.990x10
-
6

1.023 - - - - 93.5 6.5
10/5/2013
91
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (2)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
55 All 1.135
1.270x10
-
6

1.000 - - - - 100 -
64 1.06 1.164
1.382x10
-
6

1.229
-
- - 33.3 33.1 33.5
64 1.25 1.211
1.319x10
-
6

1.215
-
- - 37.2 35.9 26.9
64 1.50 1.275
1.232x10
-
6

1.184
-
- - 42.3 40.4 17.3
64 1.75 1.341
1.141x10
-
6

1.145
-
- - 47.4 45.2 7.4
10/5/2013
92
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (3)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
93
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (4)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
94
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (5)
Rod
#
D
p
,
inch
Rod
Weight
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
76 1.06 1.802
0.816x10
-
6
1.072 - - 28.5 71.5 - -
76 1.25 1.814
0.812x10
-
6
1.077 - - 30.6 69.4 - -
76 1.50 1.833
0.804x10
-
6
1.082
-
- 33.8 66.2 - -
76 1.75 1.855
0.795x10
-
6
1.088
-
- 37.5 62.5 - -
76 2.00 1.880
0.785x10
-
6
1.093
-
- 41.7 58.3 - -
76 2.25 1.908
0.774x10
-
6
1.096
-
- 46.5 53.5 - -
76 2.50 1.934
0.764x10
-
6
1.097 - - 50.8 49.2 - -
76 2.75 1.967
0.751x10
-
6

1.094 - - 56.5 43.5 - -
76 3.75 2.039
0.722x10
-
6

1.078 - - 68.7 31.3 - -
76 3.75 2.119
0.690x10
-
6

1.047 - - 82.3 17.7 - -
10/5/2013
95
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (6)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
96
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (7)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
97
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (8)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
98
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (9)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
99
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor
ROD AND PUMP DATA (10)
Rod
#
D
p
,
inch
M
lb/ft
Er,
in/lb.ft
F
c
Rod String, % of each size
1 1/8 1 7/8 3/4 5/8 1/2
10/5/2013
100
D
p
= plunger diameter
F
c
= frequency factor

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful