You are on page 1of 9

Pengantar Ke permodelan sistem Model adalah representasi kenyataan, konsep penting adalah perbedaan antara model logika dan

fisik. Logical model / model logika menunjukkan apa sebenarnya sistem tersebut dan apa yang dilakukannya. Physical model / model fisik tidak hanya menunjukkan apa sebenarnya sistem tersebut atau apa saja yang dilakukannya, tetapi juga bagaimana sistem tersebut diimplementasikan secara fisik dan teknis. Kegiatan analisis sistem cenderung focus pada model sistem logika karena : Model logika menghilangkan bias yang dilibatkan oleh cara pengimplementasian sistem yang ada atau cara yang dipikirikan orang tentang kemungkinan sistem tersebut diimplementasikan. Model logika menurangi resiko kehilangan persyaratan bisnis karena kita terlalu berkutat dengan detail teknis. Model logika memungkinkan kita berkomunikasi dengan pengguna akhir dalam bahasa teknis maupun non teknis. Process modeling / permodelan proses adalah teknik mengelola dan mendokumentasikan struktur dan aliran data melalui Proses sistem dan atau logika, kebijakan, dan prosedur yang akan diimplementasikan oleh proses sistem. Data flow diagram (DFD) adalah alat yang menggambarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem terserbut. Dalam DFD hanya ada tiga symbol dan satu koneksi : Persegi panjang bersudut tumpul menyatakan proses atau bagaimana tugas dikerjakan. Persegi empat menyatakan agen eksternal batasan sistem tersebut. Kotak dengan ujung terbuka menyatakan data store, terkadang disebut file atau database. Panah menyatakan aliran data, atau input dan output, ked an dati proses tersebut. Perbedaan DFD dan flowchart : Proses dalam diagram aliran data dapat beroperasi secara parallel. Diagram aliran data menunjukkan aliran data melalui sistem. Panah menyatakan jalur yang dapat dialiri data. Diagram aliran data dapat menunjukkan proses dengan timing yang berbeda secara dramatis.

Konsep sistem untuk permodelan proses System thinking merupakan aplikasi teori sistem formal dan konsep terhadap pemecahan persoalan sistem. Dalam analisis sistem, model digunakan untuk menampilkan atau menyajikan sistem. Symbol proses mendefinisikan batasan sistem. Sistem tersebut berada dalam batasan itu ; lingkungan berada di luar batasan itu. Sistem mempertukarkan input dan output dengan lingkungannya. Karena lingkungan selalu berubah, maka sistem yang didesain dengan baik memiliki loop umpan balik dan control yang menungkinkan sistem menyesuaikan dirinya dengan perubahan kondisi. Dekomposisi proses sistem kompleks biasanya terlalu sulit untuk dipahami secara menyeluruh pada saat ditampilkan sebagai suatu keseluruhan(dalam artian sebagai suatu proses tunggal), Memisahkan sistem menjadi subsistem komponennya, yang diuraikan menjadi subsistem yang lebih kecil. Untuk melakukan dekomposisi, diberlakukan aturan berikut : Tiap proses dalam diagram dekomposisi merupakan proses induk, proses anak, (dari suatu induk), atau keduanya. Induk harus memiliki dua anak atau lebih, satu anak tunggal tidak masuk akal karena tidak akan menunjukkan detail tambahan mengenai sistem tersebut. Dalam sebagian besar standar pendiagraman dekomposisi, satu anak dapat hanya memiliki satu induk. Pada akhirnya, anak dari satu induk dapat menjadi induk dari anak anaknya sendiri. Proses dan konversi logika Proses logika adalah pekerjaan atau satu tindakan yang harus dilakukan tidak peduli bagaimana anda mengimplementasikan sistem tersebut. Konversi untuk proses logika tergantung pada letak proses dalam diagram dekomposisi/ diagram aliran data dan tipe proses yang digambarkan. Terdapat tiga tipe proses logika : fungsi, kejadian, dan proses elementer. Function / fungsi adalah kumpulan kegiatan yang saling terkait dan terus menerus pada suatu bisnis. Fungsi tidak memiliki awal dan akhir; melainkan hanya bekerja terus menerus pada saat dibutuhkan. Event / kejadian adalah unit kerja logika yang harus diselesaikan secara keseluruhan. Suatu kejadian dipicu oleh input diskrit dan diselesaikan pada saat proses merespons dengan output yang sesuai. Elementary process / proses elementer adalah kegiatan atau tugas detail dan diskrit yang dibutuhkan untuk melengkapi respons terhadap suatu kejadian. Model proses logika menghilangkan proses yang hanya melakukan pemindahan atau mengarahkan data, sehingga data tetap tidak berubah. Proses logika yang diperlukan : Mengerjakan komputasi (menghitung rata-rata nilai angka) Membuat keputusan (menentukan ketersediaan produk pesanan)

Mensortir, menyaring; atau meringkas data (mengidentifikasikan faktur yang melampaui batas waktu) Mengelola data menjadi informasi yang berguna (menghasilkan laporan atau jawaban pertanyaan) Memicu proses lain (menyalakan tungku pembakaran atau member perintah robot) Menggunakan data yang tersimpan (membuat, membaca, memperbarui, atau menghapus catatan)

Logika proses diagram dekomposisi dan diagram aliran data akan terbukti sebagai alat yang sangat efektif untuk mengidentifikasi suatu proses, tetapi tidak menunjukkan dengan baik logika di dalam proses tersebut. Structured English / Bahasa Inggris terstruktur adalah bahasa dan syntax, yang berdasarkan kekuatan relative pemrograman yang terstruktur dan inggris asli, untuk menentukan logika yang mendasari proses elementer pada model proses (seperti diagram aliran data). Bahasa inggris terstruktur menetapkan batasan berukit pada proses logika : Hanya kata kerja perintah kuat yang dapat digunakan. Hanya nama yang didefinisikan dalam kamus proyek yang da[at digunakan. Rumusan harus dinyatakan secara jelas dengan menggunakan notasi matematis yang tepat. Kata sifat dan kata keterangan yang tidak terdefinisikan tidak diperbolehkan, kecuali jika didefinisikan secara jelas dalam kamus proyek sebagai nilai legal untuk atribut data. Blocking dan indentation digunakan untuk menetapkan awal dan akhir konstruksi dan meningkatkan keterbacaan. Jika mengalami keraguan, maka kemudahan baca bagi pengguna harus dirioritaskan daripada preferensi programmer. Policy / kebijakan adalah satu set aturan yang mengatur beberapa proses dalam bisnis. Pada sebagian besar perusahaan, kebijakan andalh basis pembuatan keputusan. Kenijakan terdiri dari aturan yang sering dtranslasi menjadi program computer. Decision table / tabel keputusan adalah bentuk presentasi tabular yang menentukan set kondisi dan kegiatan yang sesuai. Komponen tabel keputusan sederhana : Condition stubs (baris atas) menjelaskan kondisi atau faktor yang akan mempengaruhi keputusan atau kebijakan Action stubs (baris bawah) menjelaskan, dalam bentuk statemen, kemungkinan langkah, atau keputusan kebijakan Aturan (kolom) menjelaskan langkah mana yang dilaksanakan berdasarkan kombinasi kondisi spesifik. Data dalam pergerakan aliran data adalah data dalam pergerakan. Aliran data antara sistem dan lingkungannya atau antara dua proses dalam sistem adalah komunikasi. Data flow / aliran data

menunjukkan input data ke proses atau output data (atau informasi) dari proses. Aliran data juga digunakan untuk menunjukkan pembuatan, penghapusan, atau pembaruan data dalam file atau database. Composite data flow / aliran data campuran merupakan sebuah aliran data yang terdiri dari aliran data lain aliran tersebut digunakan untuk mengkombinasikan aliran data serupa pada diagram aliran data tingkat tinggi, sehingga membuat diagram tersebut mudah dibaca. Control flow / aliran control menyatakan kondisi atau kejadian nondata yang memicu proses. Pada saat sistem menyadari bahwa kondisi telah memenuhi beberapa keadaan yang dinyatakan sebelumnya, maka proses yang menggunakan proses tersebut sebagai input sudah dimulai.

Data conservation / konservasi data adalah praktik yang memastikan bahwa suatu aliran data berisi hanya data yang diperlukan oleh proses yang menerima. Struktur data pada dasarnya, suatu aliran terdiri dari item data yang disebut atribut. Atribut data adalah bagian terkecil dari data yang berarti pengguna akhir dan bisnis. Atribut data yang terdiri dari aliran data disusun menjadi struktur data. Struktur data adalah pengaturan khusus atribut data yang mendefinisikan contoh tunggal dari suatu aliran data. Aliran data dapat diuraikan dalam konteks tipe data berikut : Rangkaian atau kelompok atribut data yang muncul satu demi Satu Pemilihan satu atau lebih atribut dari set atribut Pengulangan satu atau lebih atribut Domain atribut adalah sebagian kecil data. Dalam menganalisis sebuah sistem, sangat tepat jika menentukan nilai untuk atribut yang sah, atau yang masuk akal. Nilai atribut didefinisikan dalam konteks dua sifat : tipe data dan domain. Tipe data untuk atribut mendefinisikan kelas data yang dapat disimpan dalam atribut tersebut, sedangkan domain suatu atribut mendefinisikan nilai yang dapat digunakan atribut secara sah. Aliran divergen dan kovergen aliran ini terkadang berguna untuk menggambarkan aliran data yang menyebar atau memusat pada diagram aliran data. Divergen adalah satu aliran yang terpisah menjadi banyak aliran data. Kovergen adalah penyatuan banyak aliran data menjadi aliran tunggal. Agen eksternal mendefinisikan orangm unit, organisasi, sistem lain, atau organisasi lain, yang berada di luar lingkup proyek itu tetapi berinteraksi dengan sistem yang sedang dipelajari. Data store adalah inventori data, penyimpanan data yang ditujukan untuk penggunaan selanjutnya.

Proses Pemodelan Proses Logika


Perencanaan Sistem Strategis Perencanaan Strategis merupakan proyek terpisah yang menghasilkan rencana strategi sistem informasi, yang mendefinisikan visi dan arsitektur keseluruhan untuk sistem informasi.

Arsitektur ini sering meliputi model proses perusahaan. Model proses perusahaan ini biasanya hanya mengidentifikasi area dan fungsi bisnis. Kejadian dan proses detail jarang diselidiki. Area dan fungsi bisnis selanjutnya diprioritaskan menjadi pengembangan proyek aplikasi. Prioritas biasanya didasarkan pada area, fungsi, dan aplikasi pendukung bisnis mana yang akan memberikan nilai terbesar pada nilai bisnis secara keseluruhan. Pemodelan Proses Untuk Desain Ulang Proses Bisnis Business Process Redesign (BPR) adalah menganalisii proses bisnis dan kemudian mendesain ulang proses tersebut untuk menghilangkan ketidakefisiean dan birokrasi sebelum aplikasi ulang teknologi informasi. Untuk mendesain ulang proses bisnis, pertama-tama kita harus mempelajari proses yang ada. Model proses memainkan peran integral dalam BPR. Sebagian proses tersebut merupakan persilangan antara diagram aliran data dan flowchart. Diagram tersebut cenderung bersifat fisik karena tim BPR berusaha mengisolasi keanehan implementasi yang menyebabkan ketidakefisienan dan mengurangi nilai. Diagram aliran data/flowchart BPR dapat menyertakan simbol dan informasi baru untuk berusaha menyederhanakan proses dan aliran data dama usaha memaksimalkan efisiensi dan menghasilkan nilai tertinggi organisasi. Pemodelan Proses Selama Analisis Sistem Dalam kerangka kerja sisterm informasi anda, model proses logika fokus pada proses dam perspektif SYSTEM OWNER dam Atau SYSTEM USER. Proses logika tersebut biasanya tidak berkaitan dengan detail atau teknologi implementasi, maka dapat dibuat dari perangkat lunak aplikasi yang ada, tetapi teknologi ini kurang matang dan andal dibanding teknologi reberse data engineering. Pada masa kejayaan pengguna metodologi analisis terstruktur awalm pemodelan proses juga dilakukan dalam fase analisis sistem. Analisis akan membuat model proses fisik dari sistem yang ada, model logika dari sistem yang ada, dan model logika dari sistem target. Tiap model akan dibuat top-down dari model yang sangat umum ke model yang sangat detail. Sekalipun terdengar sangat konseptual, pendekatan ini akan menimbulkan pemodelan yang berlebihan dan penundaan proyek yang signifikan, sehingga guru teknik terstruktur ed yourdon menyebutnya analisis paralysis. Saat ini, sebagian besar strategi analisis terstruktur modern memusatkan perhatian pada pengembangan model logika pada sistem target. Model tersebut tidak dibangun dengan top-down atau bottom-up, melainkan diatur berdasarkan strategi yang masuk akal yang disebut even partitioning yaitu memfaktorkan sistem menjadi subsistem berdasar kejadia dan respon bisnis terhadap kejadian tersebut.

Penemuan Fakta Dan Pengumpulan Informasi Untuk Pemodelan Proses Model proses tidak dapat dibuat tanpa fakta dan informasi yang tepat yang dikirim oleh komunitas pengguna. Fakta tersebut dapat dikumpulkan melalui sebuah teknik sampling terhadap form dan file yang ada, riset terhadap sistem yang serupa, survei terhadap pengguna dan manajemen, wawancara pengguna manajemen. Metode tercepat pengumpulan fakta dan informasi dan secara serempak membuat dan menguji model proses disebut joint requirements planning (JRP). JRP menggunakan pertemuan kelompok yag difasilitasi dengan seksama untuk mengumpulkan fakta, membuat model, menguji model tersebut biasana satu atau dua sesi satu hari penuh. Computer-Aided Systems Engineering (CASE) untuk Permodelan Proses Dengan menggunakan produk CASE, anda dapat dengan mudah membuat model proses yang terbaca dan profesional , tanpa menggunakan kertas, pensil, penghapus dan template. Model tersbeut dapat dengan mudah dimodifikasiuntuk merefleksikankoreksi dan perubahan yang disarankan oleh pengguna akhir. Sebagian besar roduk CASE juga menyediakan alat analisi yang powerful yang dapat memeriksa kesalahan mekanis, kelengkapan dan konsistensi pada model anda. Beberapa produkCASE bahkan dapat membantu anda menganalisis konsistensi, kelengkapan dan fleksibilitas pada model data. Penghematan waktu dan kualitasnya sangat substansial. Alat CASE memiliki batasan, tidak semua konvesi model proses didiukung oleh semua produk CASE. Oleh karena itu, sebagian produk mungkin memaksa perusahaan untuk menyesuaikan simbol atau pendekatan metodologi pemodelan prosesnya sehingga dapat bekerja dala batasan alat CASE-nya.

Membuat Model Proses


Diagram Aliran Data Konteks Dalam kerangka kerja sistem informasi anda, lingkup didefinisikan sebagai fokus COMMUNICATION dari perspektif SYSTEM OWNER. Hal ini didokumentasikan dengan context data low diagram/diagram aliran data konteks. Kami menyarankan strategi untuk mendokumentasikan batasan dan lingkup sistem sebagai berikut : 1. Pikirkanlah sistem sebagai kontainer untuk dapat membedakan antara bagian dalam dan bagian luarnya. Abaikan sistem kerja kontainer tersebut. Hal ini sering disebut pemikiran kotak hitam 2. Tanyalah pengguna akhir sisteem anda, transaksi bisnis seperti apa yang harus direpons oleh sistem. Inilah net input untuk sistem. Untuk tiap net input, tentukan sumbernya. Sumber akan menjadi agen external dalam diagram aliran data konteks. 3. Tanyalah pengguna akhir anda, respons apa yang harus dihasilkan sistem. Inilah net output bagi sistem. Untuk ssetiap net output, tentukan tujuannya. Tujuan juga akan

menjadi agen eksternal. Persyaratan untuk laporan dan pertanyaan dapat mengacaukan diagram. Pertimbangankan untuk menggabungkannya menjadi aliran data campuran. 4. Identifikasi tiap data store eksternal. Banyak sistem membutuhkan akses ke file atau database sistem lain. Sistem dapat menggunakan data dalam file atau database tersebut. 5. Gambar diagram konteks dari semua informasi sebelumnya. Jika anda mencoba memasukkan semua input dan output antara sistem dan bisnis dan dunia luar, maka diagram aliran data konteks biasa akan menunjukkan sekita 50 atau lebih aliran data. Diagram seperti ini hanya akan memiliki sedikit, jika ada, nilai komunikasi. Event-Response atau Use-Case List Beberapa input pada diagram konteks diasosiakan dengan kejadian, akan tetapi diagram konteks jarang menunjukkan semua kejadian itu. Pada dasarnya, ada tiga tipe kejadian: o External event (kejadian eksternal), dinamakan demikian karena diinisiasi oleh agen eksternal. Pada saat kejadian ini berlangsung, muncul aliran data input untuk sistem. Misalnya, kejadian CUSTOMER PLACES A NEW ORDER dikenali dalam bentuk aliran data input ORDER dari agen eksternalCustomer. o Temporal Event (kejadian sementara) memicu proses pada basis waktu, atau sesuatu yang terjadi. Pada saat kejadian ini berlangsung, terjadi input aliran kontrol. o State Event (kejadian keadaaan) memicu proses berdasarkan perubahan sistem dari suatu keadaan atau kondisi ke keadaan lain. Sebagaimana kejadian sementara, kejadian keadaan akan ditunjukkan sebagai input aliran kontrol. Sistem Informasi biasanya merespons terutama pada kejadia eksternal dan sementara. Kejadian keadaaan biasanya diasosiasikan dengan sistem real time, seperti levator atau robot. Satu pendekatan yang lebih popular dan berhasil untuk penelusuran dan pengidentifikasian kejadian dan respons adalah teknik yang disebut use case, yang dikembangkan oleh Dr. Ivar Jacobson. Teknik ini berakar pada analisis berorientasi objek, tetapi sangat mudah diadaptasikan dengan analisis terstruktur dan pendiagram aliran data. Analisis use-case adalah proses pengidentifikasian dan pemodelan kejadian bisnis, siapa yang menginisiasi dan bagaimana sistem meresponnya. Analisis use-case menyediakan metode untuk membagi seluruh lingkuo fungsionalitas sistem menjadi banyak pernyataan fungsionalitas sistem yang lebih kecil yang disebut use-case. Aktor/perilaku adalah segala sesuatu yang perlu berinteraksi dengan sistem untuk mempertukarkan informasi. Pelaku dapat berupa seorang pelanggan, pengguna, departemen, organisasi atau sistem yang lain.pelaku mengawali suatu proses. Pelaku tidak selalu merupakan individu tunggal atau jenis pekerjaan.

Diagram Kejadian Event diagram/ diagram kejadian adalah diagram konteks untuk kejadian tunggal. Diagram ini menunjukkan interaksi input, output, dan data store untuk kejadian tersebut. Dengan menggambarkan diagram kejadian untuk tiap proses, pengguna tidak akan kewalahan dengan ukuran keseluruhan sistem. Mereka akan menyelidiki tiap use-case sebagai diagram konteks tersendiri. Sebagian besar diagram kejadian terdiri dari proses tunggal prose yang sama yang disebutkan untuk menangani kejadian dalam diagram dekomposisi tersebut. Untuk tiap kejadian, gambarkan hal berikut : Input dan sumbernya. Sumber digambarkan sebagai agen eksternal. Struktur data untuk tiap input seharusnya dicatat dalam penyimpanan. Output dan tujuannya. Tujuan digambarkan sebagai agen eksternal. Struktur data untuk tiap output harus dicatat dalam penyimpanan. Data store, yang darinya record dibaca, yang harus ditambahkan pada diagram kejadian. Aliran data harus ditambahkan dan dinamai sesuai data yang dibaca oleh proses. Data store, yang didalamnya record dibuat, dihapus atau diperbarui, harus dimasukkan dalam diagram kejadia. Aliran data ke data store harus dinamai untuk merefleksikan sifat pembaruan tersebut.

Tiap proses kejadian harus diuraikan ke penyimpanan CASE dengan sifat sebagai berikut: o o o o o Kalimat kejadian- untuk perspektif bisnis Persyaratan trought volume input per beberapa periode waktu Persyaratan waktu respons seberapa cepat kejadian harus dikendalikan Persyaratan keamanan, pemeriksaan dan kontrol Persyaratan yang henda dicapai

Diagram Sistem Diagram sistem menyajikan konteks yang berarti bagi pengguna untuk mensahkan akurasi tiap kejadian yang harus direspons sistem. Tetapi kejadian tersebut tidak terisolasi. Kejadian tersebut secara kolektif mendefinisikan sistem dan subsistem. Oleh karena itu, sangatlah berguna untuk membuat satu atau lebih diagram sistem yang menunjukkan semua kejadian dalam sistem atau subsistem. Balancing/keseimbangan adalah mensinkronisasi diagram aliran data pada level detail yang berbeda untuk menjaga konsistensi dan kelengkapan model. Keseimbangan adalah teknik yang menjamin kualitas. Keseimbangan mengharuskan bahwa, jika anda mampu mengembangkan proses k DFD lain untuk menyatakan hal lebih detail, maka anda harus memasukkan aliran data dan data store yang sama pada diagram anak yang anda sertakan dalam proses awal diagram induk.

Diagram Primitif Beberapa proses kejadian pada diaggram sistem mungkin dikembangkan menjadi diagram aliran data primitif untuk menyatakan lebih banyak detail. Hal ini terutama benar untuk proses transaksi bisnis yang lebih kompleks.kejadian lain, seperti pembuatan laporam, cukup sederhana sehingga tidak memerlukan pengembangan lebih lanjut. Kombinasi digram konteks, diagram sistem, diagram kejadian dan diagram primitif melengkapi model proses kita. Semua ini adalah model proses. Model proses yang memadai dan lengkap dapat secara efektif mengkomunikasikan yang sering muncul dalam desain sistem, pemrograman, dan implementasinya.

Sinkronisasi model sistem


Sisnkronisasi model Hubungan antara model proses dan data hampir dapat diterima secara universal oleh semua metodologi utama. Singkatnya ada satu data store dalam model proses pada tiap entitas model data. Beberapa metodologi mengecualikan entittas asosiasi untuk persyaratan ini, tetapi kita percaya metodelogi ini lebih sederhana untuk mengaplikasikan aturan semua entitas pada model data. Matriks itu menyediakan pemeriksaan kualitas sederhana yang lebih mudah dibaca daripada model data atau proses. Tentu saja, eror dan penghapusan seharusnya dicatat dalam matriks dan dalam model data dan proses untuk menjamin sinkronisasi yang sesuai. Distribusi Proses Model proses mengilustrasikan pekerjaan esensial yang dilakukan oleh sistem secara keseluruhan. Akan tetapi, proses itu harus didisbusikan ke lokasi dimana pekerjaan tersebut dilakukan. Beberapa pekerjaan mungkin unik bagi satu lokasi dan pekerjaan lain dilakukan di beberapa lokasi. Sebelum mendesain sistem informasi, kita harus mengidentifikasi dan mendokumentasikan proses apa yang seharusnya dilakukan di tempat itu. Hal ini dapat dilakukan dengan matriks process to location association. Process to location association matrix/ matriks process to location association adalah tabel dengan barus mengindikasikan proses, kolom mengindikasikan lokasi, dan sel mendokumentasikan proses yang harus dilakukan di suatu lokasi. Beberapa metodologi dan alat CASE mendukung gambaran model proses yang tepat untuk suatu lokasi.