You are on page 1of 6

Kasus Tersedia data anak sekolah perempuan bernama Kiki usia 9 tahun dengan berat badan 23 kg dan tinggi

badan 115 cm. Pertanyaan : 1. Bagaimana status gizi anak sekolah perempuan tersebut menurut umur? 2. Hitung kebutuhan zat gizi dan kutip vitamin dan mineral di AKG ! 3. Susun menu seimbang dalam sehari bagi anak sekolah perempuan tersebut ! 4. Sertakan daftar belanja dan pesanan ! Pengumpulan Data Nama Jenis Kelamin Umur Tinggi Badan Berat Badan Pekerjaan

:Kiki :P : 9 tahun : 115 cm : 23 kg : Anak sekolah

Tujuan Umum Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Gizi Daur Dalam Kehidupan semester II Tujuan Khusus Tujuan Gizi Seimbang Bagi Anak Sekolah Untuk memperbaiki gizi anak sekolah dalam fase pertumbuhan, perkembangan serta kesehatan anak Untuk memberikan asupan makanan dalam memenuhi aktivitas fisik yang meningkat serta untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan baru Untuk memberikan pengarahan yang benar akan kebiasaan makan yang baik Untuk membentuk citra diri yang positif dari anak sekolah Untuk mencegah terjadinya penyakit kronis dan penyakit infeksi pada anak sekolah Dasar Teori Anak Sekolah Anak sekolah adalah anak yang berusia 7 12 tahun. Diusia ini anak sudah memasuki dunia sekolah yang serius, walaupun seorang anak masih khas dengn dunia anak anaknya. Masa ini ditandai dengan perubahan dalam kemampuan dan perilaku. Pada usia ini anak sekolah telah memiliki fisik yang kuat, sehingga kebutuhan untuk melakukan aktivitas nampak menonjol. Kebutuhan akan zat gizi sangat diperlukan pada anak sekolah dalam memenuhi aktivitas fisik yang meningkat serta pembentukan dan pemeliharaan jaringan baru. Pertumbuhan ini akan berlangsung terus menerus samapi usia dewasa. Seiring dengan pertumbuhan yang lambat, nafsu makan pun menurun, sesudah itu pertumbuhan meningkat lagi. Pertumbuhan pada wanita lebih cepat daripada pria menjelang pra remaja. Rata rata pertumbuhan berat badan 1,8 3,1 kg/tahun. Pada umur ini anak lebih individual, membentuk kehidupan sosial di luar keluarga, lebih aktif dan kurang tergantung pada orang tua. Kondisi tersebut merupakan saat yang untuk membentuk kebiasaan yang baik dalam hal makan. Pertumbuhan berjalan terus dengan mantap walaupun tidak secepat waktu bayi. Lebih

aktif memilih makanan yang disukai. Kebutuhan energi lebih besar karena mereka lebih banyak melakukan aktivias fisik yang meningkat. Pertumbuhan pada wanita lebih cepat daripada pria menjelang pra remaja. Lebih percaya dengan lingkungan di luar rumah, sehingga membuat kehidupan sosial di luar keluarga. Masa Prapubertas (3-10 tahun) Faktor gizi yang menyangkut jumlah cakupan makanan, jenis makanan, dan absorpsi (penyerapan) makanan, serta penggunaannya dalam aktivitas sehari harinya. Hingga kini terdapat beberapa jenis zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang, yakni kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral. Nutrisi berperan penting dalam proses pertumbuhan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, zat gizi akan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan anak. Secara tidak langsung, dengan masukan zat gizi yang cukup akan terbentuk citra diri yang positif pada anak. Misalnya, ia menjadi lebih percaya diri dan mandiri karena memiliki badan yang sehat. Masalah yang Dialami Bagi Anak Sekolah Penyakit infeksi, seperti diare Penyakit kronis, seperti Karies gigi Kurang energi dan protein (KEP) Avitaminosis (kekurangan vitamin) Gizi kurang dan gizi lebih Alergi Pica Faktor faktor yang Mempengaruhi Gizi Anak Sekolah Faktor genetik Faktor hormonal Faktor lingkungan Faktor gizi (nutrisi) Bila Gizi Kurang Kondisi gizi kurang lebih banyak berpengaruh pada laju pertambahan berat badan daripada laju pertumbuhan tinggi badan. Namun bila kondisi tersebut berlangsung lama dan parah, maka pertumbuhan tinggi badan akan terpengaruh pula. Di sinilah mutlak diperlukan peran orang tua dalam mengawasi asupan gizi anak anaknya, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik Penyebab utama dari keadaan gizi yang buruk adalah kurang atau minimnya pengkonsumsian zat zat gizi. Hal ini bisa terjadi karena faktor ekonomi, kurang perhatian orang tua akan asupan zat zat gizi pada anak, kesulitan makan pada anak serta perkembangan tinggi badan dan berat badan anak ketika masih bayi.

Dampak kurang gizi pada anak : 1. Terjadi penyimpangan pada bentuk tubuh 2. Menjadi lemah dan kurang berminat terhadap kegiatan disekelilingnya 3. Lebih mudah terserang penyakit infeksi, KEP, avitaminosis, dll 4. Tingkat kecerdasan anak rendah Bila Gizi Lebih Dampak yang ditimbulkan adalah berat badan anak yang berlebihan (kegemukan atau obesitas). Hal ini terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada usia dan aktivitas fisik yang dilakukan anak. Faktor genetik juga dapat diduga kuat berperan terhadap kegemukan pada anak. Obesitas dapat memicu timbulnya berbagai gangguan tubuh, misalnya penyakit jantung, penyakit kencing manis (Diabetes melitus), dan sebagainya. Gangguan ini mungkin belum terjadi langsung, namun jika kegemukan terus dipertahankan makan gangguan ini akan muncul. Perhitungan 1. Menurut Harris dan Benedict, tahun 1909 BMR laki laki = 66,5 + 13,7 BB (kg) + 5,0 TB (cm) 6,8 U BMR perempuan = 65,5 + 9,6 BB (kg) + 1,8 TB (cm) 4,7 U 2. Menurut FAO/WHO/UNU,1985 Rumus untuk menaksir nilai BMR dari berat badan BMR (kkal/hari Kelompok Umur (tahun) Laki - laki Perempuan 0-3 60,9 BB 54 61,0 BB 51 3-10 22,7 BB + 495 22,5 BB + 499 10-15 17,5 BB + 651 12,2 BB + 746 18-30 15,3 BB + 679 14,7 BB + 496 30-60 11,6 BB + 879 8,7 BB + 829 60 13,5 BB +487 10,5 BB +596 Ket : BB dalam kg

Menurut FAO/WHO/UNU,1985 Rumus untuk menentukan Angka Kecukupan Energi untuk Tiga Tingkat Aktivitas Fisik untuk Laki laki dan Perempuan Kelompok Aktivitas Jenis Kegiatan Faktor Aktivitas (x BMR) Ringan Laki laki 75% waktu digunakan untuk 1,56 duduk atau berdiri. 25% waktu untuk berdiri atau bergerak Perempuan 1,55 Sedang Laki laki 25% waktu digunakan untuk 1,76 duduk atau berdiri. 75% waktu digunakan untuk aktivitas pekerjaan tertentu Perempuan 1,70 Berat Laki laki 40% waktu digunakan untuk 2,10 duduk atau berdiri. 60% waktu digunakan untuk aktivitas pekerjaan tertentu Perempuan 2,00

Menurut FAO/WHO/UNU,1985 Rumus untuk Angka Kecukupan Energi untuk bayi, anak dan remaja Umur (tahun) Faktor Aktivitas (x AMB) Laki - laki Perempuan 0-3 1,8 1,8 3-10 1,9 1,7 10-12 1,75 1,69 13-15 1,66 1,56 16-18 1,60 1,52 3. Menurut kelompok umur 6 10 tahun BMR laki laki = 11 kkal x BB (pounds) BMR perempuan = 10 kkal x BB (pounds)

4. Menurut AKG 2005 Kelompok Umur BB (kg) TB (cm) Zat Gizi Energi (kkal) Protein (gram) Vitamin A/Retinol (RE) Vitamin D/Kalsiferol (mcg) Vitamin E/Tokoferol (mg) Vitamin K/Menandion (mcg) Vitamin B1/Thiamin (mg) Vitamin B2/Riboflavin (mg) Vitamin B3/Niasin (mg) Vitamin B6/Piridoksin (mg) Vitamin B9/Asam Folat (mcg) Vitamin B12/Kobalamin (mcg) Vitamin C/Asam Askorbat (mg) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Magnesium (mg) Besi (mg) Yodium (mcg) Seng (mg) Selenium (mcg) Mangan (mg) Flour (mg) 7 9 tahun 25,0 120 Dianjurkan 1800 45 500 5 7 25 0,9 0,9 10 1,0 200 1,5 45 600 400 120 10 120 11,2 20 1,7 1,2

Maka :

Tetap menggunakan AKG untuk memberikan berat badan dan tinggi badan yang ideal untuk anak sekolah berusia 9 tahun. Diketahui (sesuai AKG) : Umur = 9 tahun BB = 25 kg TB = 120 cm Untuk anak sekolah perempuan umur 9 tahun Untuk rumus FAO/WHO/UNU,1985 BMR perempuan umur 9 tahun = 22,5 BB + 499 = 22,5 (25 kg) + 499 = 1061,5 kkal/hari Kebutuhan Energi anak sekolah perempuan umur 9 tahun : = BMR perempuan (3-10 tahun) x Faktor Aktivitas Perempuan (3-10 tahun) = 1061,5 kkal x 1,7 = 1804,55 kkal/hari Kebutuhan Protein = 15% x 1804,55 kkal = 270,6825 kkal : 4 = 67,6706 gram Kebutuhan Lemak = 20% x 1804,55 kkal = 360,91 kkal : 9 = 40,101 gram Kebutuhan Karbohidrat = 65% x 1804,55 kkal = 1172,9575 kkal : 4 = 293,23937 gram