You are on page 1of 18

TUGAS PTM DAN ALAT BERAT SCRAPER

Disusun Oleh : Ondi Daniel 1110020035 3 Sipil 2 Pagi

JURUSAN TEKNIK SIPIL PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL POLITEKNIK NEGERI JAKARTA DEPOK 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kami hidayah dan kekuatan, sehingga tugas Makalah ALAT BERAT (SCRAPER) ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini kami buat dalam rangka melengkapi bahan penilaian sekaligus sebagai bahan evaluasi atas materi-materi yang telah kami dapatkan selama ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kusumo selaku Dosen mata kuliah ALAT BERAT (SCRAPER) yang telah membimbing dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusinya, baik moril maupun spiritual. Semoga jasanya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan apa yang diniatkan. Dalam penyusunan Makalah ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik. Namun jika masih terdapat kekurangan, hal itu disebabkan faktor manusiawi kami yang tidak luput dari kesalahan. Akhirnya, semoga Makalah ini dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian kami pada semester ini serta dapat berguna bagi siapapun yang membutuhkan. Amin.

Depok, Mei 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .........................................................................................................i Daftar Isi ................................................................................................................ ii

BAB I : PENDAHULUAN .................................................................................... 1

BAB II : PEMBAHASAN ..................................................................................... 2 2.1 Pengertian ..........................................................................................................2 2.2 Kegunaan ...........................................................................................................3 2.3 Jenis Jenis Sraper ............................................................................................ 5 2.4 Bagian - Bagian Sraper ...................................................................................... 6 2.5 Pengoperasian Sraper ......................................................................................... 8 2.3 Produktivitas Sraper ......................................................................................... 10 2.3 Perhitungan ..................................................................................................... 11

BAB III : PENUTUP... ..14 3.1 Kesimpulan...... 14 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 15

ii

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

BAB I PENDAHULUAN
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Scraper adalah alat berat yang berfungsi untuk mengeruk, mengangkut dan menabur tanah hasil pengerukan secara berlapis. Scraper dapat digunakan sebagai alat pengangkutan untuk jarak yang relative jauh (2000 m) pada tanah datar dengan penggerak roda ban. Pemilihan scraper untuk pekerjaan ini tergantung pada : 1. Karakteristik material yang dioperasikan 2. Panjang jarak tempuh 3. Kondisi jalan 4. Alat Bantu yang diperlukan

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Scraper adalah alat gali tanah, umumnya digunakan di tambang terbuka. Alat ini mampu melakukan tiga tugas sekaligus: 1. Memuat, 2. Mengangkut, dan 3. Membongkar muatan Bentuk scraper mirip dengan truk biasa Yang membedakannya yaitu bak bawah scraper dapat diturunkan dengan ujungnya berbentuk seperti bilah. Saat scraper bergerak maju, bilah akan menggaruk tanah mirip cara kerja sekop. Tanah garukan ini langsung ditampung dalam bak. Setelah bak penuh bilah kemudian diangkat, dan melajulah scraper ke tempat pembongkaran muatan. Alat ini cocok digunakan di lapisan yang tidak terlalu keras. Begitu pula, tanah dengan banyak bongkah batu juga tidak cocok untuk scraper. Scraper efektif digunakan jika jarak angkut tidak terlalu jauh. Artinya, tempat pemuatan dan pembongkaran mesti berdekatan.

Gambar 2.1. Contoh gambar scraper

Scraper berukuran besar umumnya mempunyai dua mesin untuk menggerakkan roda depan dan belakang. Besar mesin dapat mencapai 550 hp per buahnya. Selain bermesin sendiri, dikenal pula scraper tanpa mesin. Scraper jenis ini perlu ditarik alat lain untuk pengoperasiannya.

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Hanya sedikit yang masih menggunakan alat jenis ini, Dua scraper dapat dioperasikan bersama dengan formasi push-pull. Dalam formasi ini kedua scraper digandengkan hingga dapat saling menarik-mendorong untuk mengoptimalkan kinerja. Di medan yang berat, scraper juga sering dibantu oleh bulldozer, Tugas bulldozer mendorong scraper untuk memberi tambahan tenaga.

2.2

Kegunaan Scraper digunakan untuk memuat, memindahkan, menyebarkan dan membuang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Dan bisa juga digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebarkan dan diratakan. Scraper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula. Pemilihan scraper untuk pekerjaan ini tergantung pada : 1. Karakteristik Material yang di operasikan 2. Panjang jarak tempuh 3. Kondisi jalan 4. Alat bantu yang diperlukan Scraper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan scraper tergantung pada: 1. Kedalaman tanah yang digali, 2. Kondisi mesin, dan 3. Operator yang bekerja. Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis scraper ada dua macam yakni: 1. Scraper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor), dan 2. Scraper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers)

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Scraper umumnya digolongkan berdasarkan tipenya, scraper yang ditarik (towed scraper), scraper bermotor (motorized scraper), dan scraper yang mengisi sendiri (self loading scraper). Towed scraper umumnya ditarik crawler traktor dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih. Scraper jenis ini dapat menampung material sebanyak 6-30 m3. Daya tampung motorized scraper adalah sebanyak 15-30 m3. Motorized scraper mempunyai kekuatan 500 hp atau lebih dengan kecepatan mencapai 60 km/jam karena menggunakan alat penggerak ban. Akan tetapi daya cengkeram ban terhadap tanah kurang sehingga scraper tipe ini dalam operasinya memerlukan bantuan crawler traktor yang dilengkapi blade atau scraper lain. Pengoperasian dengan alat bantu ini dilakukan dengan dua cara : 1. Push Loaded Alat bantu dipakai hanya pada saat pengerukan dan pengisian. Pada saat bak penampung telah penuh, scraper dapat bekerja sendiri. Dengan demikian alat bantu dapat membantu tiga hingga lima scraper. Dengan adanya alat bantu, jarak tempuh scraper dapat mencapai 3 km. Ukuran dozer yang dipakai tergantung dari daya muat scraper. 2. Push Pull Dua buah scraper dioperasikan dengan cara ini, keduanya saling membantu di dalam pengerukan. Scraper yang di belakang mendorong scraper yang di depannya pada saat pengerukan dan scraper di depannya menarik scraper yang di belakang pada saat pengerukan. Karena kedua tipe scraper di atas tidak dapat memuat sendiri hasil pengerukannya, maka scraper tertentu dilengkapi semacam conveyor untuk memuat tanah. Scraper seperti ini dinamakan self loading scraper. Dengan adanya tambahan alat ini maka berat alat bertambah sekitar 10 15 %. Seperti disebutkan di atas, scraper dipakai untuk pengerukan top soil. Top soil yang dipindahkan berkisar pada kedalaman 10 cm sampai 30 cm. Jika lahan yang akan diangkat top soilnya mempunyai luas sedang maka self

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

loading scraper yang kecil atau crawler traktor dengan scraper bowl dapat dipilih. Untuk lahan yang luas push loader scraper dengan kecepatan tinggi menjadi pilihan. Scraper juga dapat di gunakan untuk meratakan tanah di sekitar bangunan. Pekerjaan ini di lakukan dalam jarak tempuh yang pendek. Jika jarak tempuh kurang dari 100 m, biaya penggunaan alat ini sebaiknya dibandingkan dengan biaya penggunaan dozer atau grader.

2.3

Jenis - Jenis Scraper Ada 2 macam Scraper yaitu : 1. Towed Scraper Dalam operasinya ditarik buldozer karena memang tidak bermesin, tenaganya diambil dari buldozer. Towed Scrapper jarak angkut tidak lebih dari 500 meter. Towed scraper umumnya ditarik crawler traktor dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih. Scraper jenis ini dapat menampung material 8 30 m3.

Gambar 2.2. Towed Scraper

2. Motor Scraper Dalam pengoperasiannya ada yang menggunakan mesin tunggal / Front dan ada yang menggunakan mesin ganda / Front and Rear. Scraper yang bermesin tunggal harus dibantu pendorong (buldozer), sedangkan 5

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

yang bermesin ganda tidak harus dibantu pendorong buldozer. Jarak angkut motor scraper antara (500 2000 meter), sangat efektif material/tanah yang diambil tidak terlalu keras dan medan operasi memotong/meratakan bukit yang cukup luas.

Gambar 2.3. Motor Scraper

2.4

Bagian - Bagian Scraper

Gambar 2.4. Bagian Scraper

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Scraper terdiri dari beberapa bagian dengan masing-masing fungsinya. Bagian-bagian tersebut adalah bowl,apron dan tail gate. Secara spesifik bagian bagian scraper (tipe wheel tractor scraper) adalah : Cushion Hitch Cushion Hitch berfungsi menyerap kejutan dari jalan raya, menstabilkan jalannya machine, memungkinkan machine beroperasi pada kecepatan tinggi dan meminimalkan goncangan pada bowl saat berjalan di jalan yang tidak rata. Elevating model yang lebih kecil tidak dilengkapi Cushion hitch. Saat pengisian, cushion hitch harus dalam keadaan terkunci. Apron Apron merupakan pintu depan scraper body yang menahan muatan tetap pada bowl. Apron dinaikkan cukup tinggi untuk memudahkan masuknya material saat pengisian dan ditutup saat machine berjalan ke tempat pembuangan. Bowl Bowl merupakan komponen penampung material. Saat pengisian, bowl dapat diturunkan ke permukaan tanah supaya material dapat bergerak masuk dengan baik dan mendapatkan sudut pemotongan yang baik. Auger Auger merupakan perlengkapan yang mengangkat material dari cutting edge menuju bowl sehingga memungkinkan pengisian sendiri material yang sulit masuk ke bowl. Auger dioperasikan sebelum bowl diturunkan, material akan dihancurkan oleh gigi auger setelah dipotong cutting edge, Ejector Ejector merupakan komponen dengan sayap yang memiliki kemiringan tertentu yang berfungsi mendorong muatan keluar bowl. Gooseneck Gooseneck terikat ke hitch mengikatkan scraper bowl ke main frame dan sebagai tumpuan saat bowl didorong ke tanah.

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Frame Frame merupakan komponen yang menyangga berbagai komponen lainnya sehingga dapat dirangkai satu sama lain serta

mendistribusikan beban. Draft arms Draft arm mengikat scraper bowl ke gooseneck pada mainframe, menarik dan mendorong scraper bowl dari permukaan tanah dan juga sebagai tumpuan apron. Router Bit & Cutting Edge Router bit memotong material dari samping dan cutting edge merupakan mata potong yang memotong material secara horizontal. Cabin/Operator Compartment Cabin merupakan ruang pengontrolan machine oleh operator yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti steering wheel, tuas kecepatan machine, perlengkapan monitoring, AC/heater dan lain sebagainya. Cabin melindungi operator dari kejatuhan material dan debu selama operasi. Elevator Elevator merupakan mekanisme rantai yang dilengkapi bilah pemuat yang mendorong material naik menuju bowl sehingga scraper dapat melakukan pengisian dengan sendirinya. Push Block Push block merupakan sisi di bagian belakang machine yang tahan terhadap dorongan, berfungsi sebagai bidang kontak push pull arrangement.

2.5

Pengoperasian Scraper Pada saat pemuatan material, ejector berada di belakang dan bowl diturunkan sampai cutting edge mengenai tanah. Apron juga dibuka lebar, alat kemudian bergerak maju secara perlahan. Pada saat alat bergerak maju, tanah masuk ke dalam bowl.

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Pengangkutan material dilakukan pada kecepatan tinggi. Baik bowl apron, maupun ejector tidak melakukan gerakan. Bowl harus tetap pada posisi di atas supaya cutting edge tidak mengenai tanah yang menyebabkan kerusakan pada cutting edge dan permukaan tanah terganggu. Pembongkaran muatan dilakukan dengan menaikkan apron dan menurunkan bowl sampai material di dalam bowl keluar dengan ketebalan tertentu. Kemudian apron diangkat setingginya dan ejector bergerak maju untuk mendorong sisa material yang ada di dalam bowl. Pada saat pembongkaran selesai apron diturunkan, bowl dinaikkan, dan ejector ditarik kembali pada posisi semula. Scraper yang ditarik dengan wheel traktor kadang-kadang masih memerlukan bantuan crawler traktor dalam operasinya karena daya cengkeram ban kurang pada saat mengikis. Pengoperasian dengan alat bantu ini ada 2 cara : a. Push loaded : alat bantu dipakai hanya saat pengerukan dan pengisian. Pada saat bowl sudah penuh, scraper dapat bekerja sendiri mengangkut material sehingga alat bantu dapat membantu 3 5 scraper. b. Push-pull : dua buah scraper dioperasikan bersamaan dan berurutan sehingga saling membantu saat pengerukan. Pada saat scraper di depan melakukan pengerukan didorong oleh scraper di belakangnya kemudian bergantian pada saat scraper di belakang melakukan pengerukan ditarik oleh scraper di depannya. Pada umumnya lapisan tanah yg dpt dikelupas oleh scraper mempunyai ketebalan : 10 cm. Untuk job site yang tidal terlalu berat dan tidak terlalu luas, lebih cocok digunakan scraper kecil dengan prime mover crawler tractor; sedangkan untuk pekerjaan yang sangat luas lebih cocok scraper dg. Prime mover wheel tractor karena mempunyai kecepatan yang lebih tinggi. Jarak ekonomis untuk scraper adalah : 300 ft 3000 ft (dari pengalaman). Untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti, pada pekerjaan penggusuran < 300 ft, harus dibandingkan antara penggunaan bulldozer dan scraper, sehingga didapatkan biaya yang paling murah.

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Keekonomisan scraper dalam pekerjaan cut & fill tergantung dari : Material yang dikerjakan Panjang rute pengangkutan Keadaan lahan Peralatan pembantu lain yang digunakan

2.6

Produktivitas Scraper Produksi scraper dapat dihitung secara teoritis, tergantung dari beberapa faktor : a. Keadaan material b. Tenaga yang tersedia untuk memuat c. Rute pengangkutan : keadaan lahan kemiringan traksi d. Kecepatan yang dipakai sepanjang rute e. Efisiensi f. Faktor-faktor lain yang mungkin timbul Kapasitas scraper tergantung dari ukuran bowl-nya, dalam dua ukuran : struck (peres) dan heaped (munjung), material pada kondisi lepas (loose). Untuk meningkatkan produksi scraper dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Menggemburkan tanah terlebih dahulu dari area yang akan dikikis dengan ripper sehingga akan mengurangi waktu pemuatan. Kedalaman penetrasi ripper hams lebih besar dari kedalaman penetrasi cutting blade-edge. 2. Membasahi tanah yang akan diangkut, dilakukan sebelum tanah dikikis. 3. Memuat pada kondisi jalan menurun. Langkah-langkah perhitungan produksi scraper (secara teoritis) : 1. Tentukan kapasitas bowl (diketahui), kapasitas peres (Bank) dan kapasitas munjung (Loose) 2. Pada saat memuat dan membuang, hitung : a. Jarak muat (d1) = volume peres / (tinggi cut x panjang blade) b. Jarak buang (d2) = volume lepas / (tinggi fill x panjang blade) c. Tentukan kecepatan saat memuat dan membuang (vmb), dari tabel DBP (crawler) atau grafik rim pull (wheel). Gunakan gigi 1 karena adanya faktor kesulitan pelaksanaan. 3. Hitung berat scraper (berat total dan berat kosong) dan berat traktor. 4. Tentukan kecepatan saat mengangkut dan kembali. Gunakan interpolasi bila perlu. Tenaga yang dibutuhkan > tahanan total. 5. Hitung waktu siklus : Ws = waktu tetap + waktu variabel Waktu tetap : waktu untuk memutar dan pindah persneling

10

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

Waktu variabel = waktu memuat + waktu membuang Waktu memuat = d1/ Vmb Waktu membuang = d2/ Vmb 6. Hitung faktor koreksi total, yang terdiri dari efisiensi waktu kerja dan faktor kondisi kerja dan tata laksana. E = Ei 7. Hitung produksi scraper : Q = q x 60/Ws x E Pusher (Alat Pendorong) Apabila scraper dibantu oleh alat pendorong (wheel tractor), dapat dilakukan dengan 3 metode. 1. Pemuatan berbalik (Back track loading)

2. Pemuatan berantai (Chain loading)

3. Pemuatan pulang-pergi (Shuttle loading)

Waktu siklus pusher adalah waktu yang dibutuhkan pada saat pemuatan ditambah waktu untuk bergerak dari satu scraper ke scraper yang lain, yang dapat dihitung dengan : Waktu siklus Pusher : Wsp = 140 % x waktu pemuatan scraper + 0,25 (menit) Jumlah scraper yang dapat dibantu oleh sebuah pusher : N = WS scraper / Ws pusher 2.7 Perhitungan Contoh : Sebuah scraper dg. kapasitas bowl 8 m3 peres, berat kosong 10 ton, panjang blade 2,4 m, mengerjakan tanah dg. BJ = 1400 kg/Bm3, swell = 30%, kondisi lapangan datar. Jarak angkut 400 m sekali jalan, tebal lapisan penggalian 10 cm dan pengurugan 20 cm loose. Scraper ditarik oleh crawler tractor dengan berat 12 ton, dengan DBP. Koefisien tahanan gelinding (CRR) untuk ban karet = 70 kg/ton, dan untuk crawler track = 30 kg/ton. Dalam satu trip scraper melakukan gerak memutar dua kali, waktu untuk memutar 0,5 menit dan waktu untuk pindah persneling rata-rata 1 menit. Efisiensi waktu 11

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

kerja 45 menit/jam, kondisi pekerjaan dan tata laksana baik-baik. Berapakah produksi scraper tsb. ?

Jawab : Waktu siklus terdiri dari : 1. Waktu tetap : pindah persneling dan saat memutar (diketahui). 2. Waktu variabel : saat memuat, membuang dan mengangkut (dihitung dari kecepatan dan jarak yang ditempuh). Pada saat memuat dan membuang : Volume tanah : saat memuat (kondisi asli) : 8 m3 saat mengangkut dan membuang (kondisi lepas) : 8x1,30 = 10,4 m3

Jarak buang =

10,4 = 21,67 m 0,2 x 2,4 Jarak muat = 8 = 33,34 m 0,1x 2,4 Pada saat memuat dan membuang ada faktor kesulitan pelaksanaan sehingga digunakan gigi pertama dengan kecepatan 2,36 km/jam. Pada saat mengangkut : Berat scraper Berat muatan Berat total scraper Berat traktor Untuk traktor = 12x30 = 360 kg Untuk scraper = 21,2x70 = 1484 kg Jumlah tahanan gelinding = 1844 kg Tenaga yang diperlukan harus > 1844 kg yang diperoleh dari DBP traktor penarik. Berapa kecepatan yang dapat ditempuh untuk DBP = 1844 ? Pada tabel : gigi 4 dg. kecepatan 6,45 km/jam > DBP = 2540 kg gigi 5 dg. kecepatan 10 km/jam > DBP = 1530 kg : 8 x1,4 : 10 ton : 11,2 ton : 21,2 ton : 12 ton

Tahanan gelinding yang dialami saat bermuatan :

12

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

v = 2540 - 1844 x (10 - 6,45) = 2,45 km/jam 2540 - 1530 v = 6,45 + 2,45 = 8,9 km/jam > DBP = 1844 kg Kecepatan yang digunakan saat mengangkut : 8 km/jam Tahanan gelinding saat kembali = (12x30) + (10x70) = 1060 kg Kecepatan yang digunakan saat kembali : 10 km/jam (gigi ke 5) Waktu siklus : Putar 2 kali per trip @ 0,5 menit Pindah persneling Saat memuat Saat membuang Saat mengangkut Saat kembali Faktor koreksi : Efisiensi waktu kerja 45 menit/jam Kondisi pekerjaan dan tata laksana baik-baik Faktor koreksi = 0,75x0,75 = 0,5625 Produksi scraper : Q = q x 60 x E = 8 x 60 x 0,5625 Ws 8,8 = 30,68 Bm3/jam : 0,75 : 0,75 = 33,34 x 60 2360 = 21,67 x 60 2360 = 400 x 60 8000 = 400 x 60 10000 : 1,00 menit : 1,00 menit : 0,85 menit : 0,55 menit :3 menit

: 2,4 menit Waktu siklus : 8,8 menit

13

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Untuk pekerjaan mengeruk, mengangkut dan menabur tanah hasil pengerukan

secara berlapis digunakan scraper. Dalam pekerjaan tersebut terdapat dua jenis scraper, yaitu towed scraper dan motor scraper. Dan kapasitas scraper tergantung dari ukuran bowl-nya, dalam dua ukuran : struck (peres) dan heaped (munjung), material pada kondisi lepas (loose).

14

MAKALAH PTM & ALAT BERAT SCRAPER

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com http://www.letslearneasier.blogspot.com/2010/10/wheel-tractor-scraper.html http://www.penambang007.blogspot.com/2011/11/power-scraper.html http://www.pu.go.id/uploads/services/infopublik20120904161914.pdf http://www.saifoemk.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/ab4.pdf http://www.slideshare.net/johnnykasfarov/scraper-dan-loader

15