You are on page 1of 7

Bahan kimia asam Asam cenderung berikatan dengan protein Menyebabkan koagulasi protein plasma Koagulasi protein ini,

ni, sebagai barrier yang membatasi penetrasi dan kerusakan lebih lanjut Luka hanya terbatas pada permukaan luar saja.

Asam masuk ke bilik mata depan menimbulkan iritis dan katarak.

Gangguan persepsi penglihatan

Gambar menunjukkan koagulasi protein yang berlaku pada mata akibat trauma asam, dan menimbulkan kekeruhan pada kornea, dimana yang nantinya akan cenderung untuk masuk ke bilik depan mata dan bisa menimbulkan katarak.

Gambar menunjukkan mata yang pada bagian konjungtiva bulbi yang hiperemis dan pupil yang melebar karena peningkatan tekanan intraokular.

Gambar: Kemosis

Trauma kimia parah disertai neovaskularisasi kornea

Klasifikasi Klasifikasi umum yang dipakai pada trauma kimia yakni Ralph, Hughes, Thoft dan DUA. Kunci atau elemen penting yang menentukan perluasan trauma kimia mata dan prognosis yakni:(E.W., Rimm, W. Chemicals Injuries of The Eye. 2003) a. Total area epitel kornea yang mengalami trauma kimia b. Area defek epitel konjungtiva c. Derajat atau number of clock hours dari limbus yang mengalami iskemik d. Area dan derajat ketebalan dari opaksitas atau pengapuran kornea e. Peningkatan tekanan intara ocular (TIO) f. Menurunnya atau hilangnya kejernihan lensa Dua elemen terakhir menyatakan secara tidak langsung kerusakan struktur mata lebih dalam. Penyulit jangka panjang dari trauma kimia adalah glaucoma sudut tertutup, pembentukan jaringan parut kornea, simblefaron, enteropion, dan keratitis sika. Semakin banyak jaringan epitel perilimbus dan pembuluh darah sclera maupun konjungtiva yang rusak, semakin buruk prognosisnya. Secara umum trauma asam memiliki nilai prognostik yang baik.(Asbury Taylor. Oftalmologi Umum. edisi 14. 1996. Jakarta : Widya Medika.)

Trauma kimia pada mata menurut Hughes diklasifikasi menjadi 4 stadium, yaitu(Susila, Niti et al. Standar Pelayanan Medis Ilmu Kesehatan Mata FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar. Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Mata FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar. 2009): 1. Stadium I Pada stadium ini terjadi iskemia limbus yang minimal atau tidak ada. 2. Stadium II Pada stadium II sudah terjadi iskemia yang kurang dari 2 kuadran limbus. 3. Stadium III Pada stadium III terjadi iskemia yang lebih dari 3 kuadran limbus, kornea tampak keruh dan pupil masih tampak. 4. Stadium IV Pada stadium IV sudah terjadi iskemia pada seluruh limbus, seluruh permukaan epitel konjungtiva dan bilik mata depan, seluruh kornea keruh dan pupil tidak tampak/tidak bisa di evaluasi.

Klasifikasi trauma menurut Thoft (Trudo, E.W., Rimm, W. Chemicals Injuries of The Eye. 2003): Derajat Temuan klinis Prognosis Grade I Kerusakan epitel kornea, iskemik Bagus tidak ada Grade Kornea keruh, tapi iris masih Bagus II tampak, Iskemik kurang dari 1/3 limbus Grade Hilangnya epitel kornea secara total, Sedang III stroma berkabut penampakan iris berkabut, Iskemik 1/3 to 1/2 limbus Grade Kornea opak, Iris dan pupil tampak Buruk IV tidak jelas, Iskemil lebih dari 1/2 of limbus

Klasifikasi trauma kimia menurut DUA: (Garg,A. et al. Clinical Diagnosis and Management of Occular Trauma. Jaype Brothers Medical Publishers. USA. 2009) Grade Prognosis Temuan klinis Keterlibatan konjunctiva I Very good 0 clock hours of limbal 0% involvement II Good <3 clock hours of limbal <30% involvement III Good >3-6 hours of limbal >30-50% involvement IV Good to >6-9 hours of limbal >50-75% guarded involvement V Guarded to >9-<12 hours of limbal >75-<100% poor involvement VI Very poor Total limbus involved 100% Klasifikasi RALPH untuk trauma kimia: (Trudo, E.W., Rimm, W. Chemicals Injuries of The Eye. 2003) Kode Prognosis (Skor total Klinis Yang Ditemukan merupakan nilai prognosis) Hiperemis perilimbus 0 Kemosis 1 Iskemik perilimbus yang berbintik-bintik 1 Epitel yang berkabut 1 Epitel yang gundul dan berbintik-bintik 1 Hilangnya epitel lebih dari 50% 2 Kekeruhan stroma ringan (iris masih terlihat) 2 Pupil lonjong vertikal (long posterior ciliaries) 2

Iridocyclitis Iskemik Perilimbus < 1/3 lingkaran Hilangnya epitel seluruhnya Kekeruhan Stroma sedang (iris hampir tidak terlihat) Iskemik perilimbus 1/3 to 1/2 lingkaran bertambahnya tekanan intra okular selama 23 jam pertama Kekeruhan stroma berat (Iris tidak terlihat) Iskemik perilimbus > 1/2 lingkaran Skor Total

2 2 3 3 3 3 4 4

Kategori perlukaan

Prognosis

0 sampai Perlukaan yang tidak 3 signifikan 4 sampai Perlukaan yang 6 ringan

Pemulihan yang cepat tanpa gejala sisa Reepitelisasi yang cepat dan pembersihan kekeruhan stroma. Kembalinya visus 1-2 minggu Reepitelisasi 2-3 minggu Visus turun akibat kekeruhan yang persisten Umumnya pannus yang stabil berukuran 1-2 mm Tidak ada perforasi Reepitelisasi Pannus yang lambat

7 sampai Perlukaan sedang 9 berat

10 sampai

Perlukaan berat

12 Aktivitas colagenolitik dan meningkatnya aktivitas pembentukan pannus Perforasi mungkin terjadi Visus rendah karena pannus dan kekeruhan stroma Inflamasi menetap hingga 1 bulan Pannus yang padat Adanya perforasi Sikatrik kornea tervaskularisasi, katarak, and glukoma sekunder terjadi akibat masih di biarkannya bola mata

> 13

Worse cases