You are on page 1of 2

Adzan

Pengertian
Adzan dari segi bahasa berarti pengumuman, permakluman atau pemberitahuan, sebagaimana
yang dapat difahami dari Al-Quran; (QS. At-Taubah : 3)





Dan suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji
akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.
Selain itu, adzan juga bermakna seruan atau panggilan, sebagaimana makna ini digunakan ketika
Nabi Ibrahim alaihissalam diperintahkan untuk memberitahukan kepada manusia untuk
melakukan ibadah haji. (QS. Al-Hajj : 27)




Dan panggillah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu
dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang
jauh.
Secara istilah syari adzan didefinisikan sebagai, pengumuman atas waktu shalat dengan lafazlafaz tertentu. Sebagaimana dalam kitab Nailul Authar 2; 390 disebutkan;



Keutamaan


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,Seandainya orangorang tahu keutamaan adzan dan berdiri di barisan pertama shalat (shaff), dimana mereka
tidak bisa mendapatkannya kecuali harus mengundi, pastilah mereka mengundinya di antara
mereka..(HR. Bukhari 615)
:



Dari Muawiyah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,Orang yang adzan
(muazzin) adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat. (HR. Muslim, 387)

Syariat dan Hukum


Adzan disyariatkan dalam Islam berdasarkan Al-Quran dan As-sunnah.
Al-Quran:


Dan apabila kamu menyeru untuk shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan.
Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan
akal. (QS. Al-Maidah : 58)
Sunnah:


:



Dari Malik bin Huwairits radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada kami,Bila
waktu shalat telah tiba, hendaklah ada dari kamu yang beradzan.(HR. Bukhari dan Muslim)
Hukum adzan berdasarkan istinbath Ulama Jumhur adalah Sunnat Muakkad yaitu bagi jemaah
laki-laki untuk shalat wajib 5 waktu yang dilakukan di mesjid. Lihat kitab al-fiqhu ala almadzaahib al-arbaah, 1: 283.
Syarat Adzan dan Muadzin
Di dalam kitab-kitab fiqh dijelaskan mengenai syarat adzan dan muadzin, diantaranya apa yang
dipaparkan dalam kitab al-Muhallaa bi al-atsaar, 2; 178, Abu Muhammad al-Qurthubie alDzahirie, yang saya ringkas sebagai berikut; Laki-laki yang baligh, berakal, muslim dan
menguasi lafadz-lafadz adzan dan iqomat.