You are on page 1of 9

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Definisi Status Gizi Status gizi adalah keadaan akibat dari ketidakseimbangan antara komsumsi dan penyerapan zat gizi dan pengggunaan zat-zat gizi tersebut, atau keadaan fisiologik akibat tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh.3 Penilaian status gizi merupakan cara untuk menentukan status gizi suatu kelompok masyarakat atau individu, dalam status gizi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. 3.2 Cara Penilaian Status Gizi a. Langsung3 Antropometri Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan itu terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuh. Klinis Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut, dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit.

Biokimia Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji

secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja, dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik. Biofisik Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan. Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindness). Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap.

b. Tidak Langsung Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu survey komsumsi makanan, statistic vital dan factor ekologi. 1. Survei konsumsi Makanan Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu. Survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi. 2. Statistik Vital Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angaka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat.

3. Faktor Ekologi Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dan lain-lain.Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi. 3.3 Antropometri Gizi 2 Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh. Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran tubuh anatara lain : berat badan, tinggi badan,lingkar lengan atas dan tebal lemak di bawah kulit. 3.3.1 Jenis Parameter: 2,3,5 1. Umur Faktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi. Kesalahan penentuan umur akan mempengaruhi hasil dan menyebabkan stautus gizi menjadi salah. Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah 1. > 2 thn : Tahun Usia Penuh (completed year)

Contoh : 7tahun 2 bulan, dihitung 7 tahun. 2. 0-2 tahun : Bulan Usia Penuh (completed month)

Contoh : 4 bulan 5 hari, di hitung 4 bulan. 2. Berat Badan a. Merupakan parameter terpenting, namun terdapat hambatan pada keadaan adanya dehidrasi, asites, edema dan tumor b. Merupakan parameter terbaik karena mudah terlihat bila ada perubahan. c. Memberikan gambaran status gizi sekarang. d. Apabila pengukuran dilakukan secara periodik dapat memberikan gambaran yang baik tentang pertumbuhan.

e. Berat badan juga digunakan sebagai dasar pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat). Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang. Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan di anjurkan untuk digunakan dalam penimbangan anak balita adalah dacin. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam menimbang berat badan anak : Pemeriksaan alat timbang Dacin yang baik adalah apabila bandul geser berada pada posisi 0,0 kg, jarum penunjuk berada pada posisi seimbang. Anak balita yang ditimbang. Anak balita yang ditimbang sebaiknya memakai pakaian yang seminim dan seringan mungkin. Sepatu baju dan topi sebaiknya di lepaskan. Apabila tidak memungkinkan maka hasil di koreksi dengan berat pakaian yang dikenakan. Keamanan Perhatikan keamanan penggantungan dacin, lantai dan keadaan disekitarnya. Pengetahuan petugas Petugas di anjurkan untuk mengetahui berat badan anak secara umum pada umurumur tertentu. Hal ini sangat penting diketahui untuk dapat memperkirakan posisi bandul geser yang mendekati skala berat pada dacin sesuai dengan umur anak yang di timbang.

3. Tinggi Badan a. Dapat mengetahui keadaan lalu & dan sekarang, terutama bila umur tidak diketahui. b. Merupakan ukuran kedua yang penting. 3.3.2 Indeks Antropometri 3,4 Di Indonesia ukuran baku hasil pengukuran dalam negeri belum ada, maka untuk berat badan dan tinggi badan digunakan baku Harvard yang disesuaikan untuk Indonesia (100% baku Indonesia = 50 presentile baku Harvard ) dan untuk LILA digunakan baku Wolansky.

Table 3. Penggolongan Keadaan gizi menurut indeks Antropometri. Status gizi Ambang batas baku untuk keadan gizi berdasarkan indeks BB/ U Gizi baik Gizi kurang Gizi buruk >80% 61-80% 60% TB/U >85% 71-85% 70% BB/TB >90% 81-90% 80% LLA/U >85% 71-85% 70% LLA/TB >85% 76-85% 75%

a. Berat Badan Menurut Umur (BB/U) Parameter gambaran massa tubuh, sensitif terhadap perubahan mendadak sangat labil. Indeks BB/U lebih menggambarkan status gizi saat ini (current nutritional status).

Kelebihan 1. Mudah, baik untuk akut atau kronis. 2. BB berfluktuasi sehinggga sangat sensitif dalam penilaian. 3. Dapat mendeteksi obesitas/over weight.

Kelemahan 1. Interpretasi bisa keliru bila edema / asites. 2. Perlu data umur yang akurat . 3. Bisa terjadi salah pengukuran karena pakaian atau gerakan saat menimbang.

b. Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U) Keadaan Normal : TB tumbuh seiring BB. Kurang sensitif terhadap masalah waktu singkat dan pengaruhnya nampak dalam waktu lama, sehingga lebih menggambarkan status gizi masa lalu. Menurut Beaton & Bengoa (1973), TB/U juga erat kaitannya dg sosial-ekonomi.

Kelebihan 1. Baik untuk status gizi masa lampau. 2. Alat ukur murah & mudah.

Kelemahan 1. TB tidak cepat naik dan tidak mungkin turun. 2. Pengukuran relatif sulit, perlu 2 orang. 3. Ketepatan umur sulit didapat.

c. Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB) BB berhubungan linier dengan TB. Indikator yang baik untuk nilai status gizi sekarang, independen terhadap umur.

Kelebihan 1. Tidak perlu umur. 2. Dapat membedakan proporsi badan (gemuk, normal & kurus)

Kelemahan 1. Tak dapat memberi gambaran pendek, tinggi / kelebihan TB terhadap umur. 2. Sulit untuk pengukuran pada balita. 3. Perlu 2 macam alat ukur dan butuh waktu lebih lama. 4. Bisa terjadi salah pembacaan hasil ukur, terutama kelompok non profesional .

3.4. Klasifikasi Status Gizi 3,4,5 Klasifikasi gizi yang sering digunakan sekarang ini adalah menurut Baku rujukan Harvard yang dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi anak-anak di negara Asia dan Afrika termasuk Indonesia. Klasifikasi status gizi anak ini didasarkan pada 50 persentil dari 100% standar Harvard. Klasifikasi yang telah dimodifikasi tersebut adalah sebagai berikut:4

a. BB /U Klasifikasi Harvard yang telah dimodifikasi tersebut adalah: Tabel 4. Klasifikasi Status Gizi Harvard BB/U Status Gizi Gizi Baik Gizi kurang Gizi Buruk Nilai 89% 60,1-80% 60%

b. TB /U Tabel 5. Klasifikasi Status Gizi Harvard TB/U Status Gizi Gizi Baik Gizi kurang Gizi Buruk Nilai 80% 70,1-80% 70%

c. BB/TB Tabel 6. Klasifikasi Status Gizi Harvard BB/TB Status Gizi Gizi Baik Gizi kurang Gizi Buruk Nilai 90% 70,1-90% 70%

d. LILA/U Klasifikasi pengukuran status gizi berdasarkan lingkar lengan atas, yang sering digunakan adalah mengacu kepada standard Wolansky, sebagai berikut:

Tabel 7. Klasifikasi Status Gizi Wolansky LILA/U Status Gizi Gizi Baik Gizi kurang Gizi Buruk Nilai 85% 70,1-85% 70%

Penilaian status gizi anak laki-laki dan perempuan menurut Berat Badan dan Tinggi Badan / Panjang Badan (BB/TB-PB) menurut WHO-NCHS, 1983.2,3

Tabel 8. Penilaian Status Gizi WHO-NCHS 1983 STATUS Gizi Buruk KLINIS Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih Tampak Sehat Tampak Gemuk -2SD - +2SD > +2SD Tampak Kurus > -3 SD - < -2SD ANTROPOMETRI (BB/TB-PB) < -3SD

Tabel 9. Klasifikasi Status Gizi Balita Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Tahun 2002 INDEKS STATUS GIZI Gizi lebih Berat Badan menurut Umur BB/U Gizi baik Gizi kurang Gizi buruk AMBANG BATAS > +2 SD -2 SD sampai +2 SD < -2 SD sampai -3SD < -3 SD

3.5

Balita Bawah Garis Merah ( Gizi Kurang dan Gizi Buruk )

a. Bawah Garis Merah (BGM) Adalah balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau di bawah garis merah pada KMS pada kurun waktu tertentu. b. Gizi Kurang Adalah anak yang berusia 0-5 tahun yang berat badan menurut umur (BB/U) < -2 SD sampai -3SD. c. Gizi Buruk Adalah anak yang berusia 0-5 tahun yang berat badan menurut umur (BB/U) <- 3 SD dan mempunyai tanda-tanda klinis ( marasmus, kwashiorkor, dan marasmik-kwashiorkor ).

Untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan anak tersebut penimbangan harus dilakukan secara teratur. Anak yang demikian pertumbuhannya sangat terhambat dan apabila diukur dari berat badan menurut umurnya maka akan berada di bawah 60% dari pada standart. Pola pertumbuhan dan perkembangan pada anak, baik terjadi percepatan maupun perlambatan yang saling berhubungan antara satu organ dengan organ yang lain. Dalam peristiwa tersebut dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

Adapun penyebab berat badan di bawah garis merah adalah : 1. Pada keluarga dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah yaitu kurangnya asupan gizi bagi ibu yang menyusui 2. Anak tidak mendapat asuhan gizi yang memadai 3. Anak menderita penyakit infeksi 4. Faktor lain adalah dari keluarganya