You are on page 1of 1

Header

Perilaku Menyimpang
Wikipedia erilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan social adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kamanusiaan (agama ) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
Definisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hokum yang ada di dalam masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasioleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dangan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan atau (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mncuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian ( deviant ) Kebaikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah, bentuk interaksi sosial yang didalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok. Berdasarkan pelakunya, penyimpangan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut : 1. Penyimpangan individual (individual deviation ) Adalah tindakan seseorang yang menyimpang dari normanorma kebudayaan yang telah mapan. Berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima : 1.1. Pembandel 1.2. Pembangkang 1.3. Pelanggar 1.4. Perusuh atau penjahat 1.5. Munafik Penyimpangan kelompok ( group deviation ) Adalah tidakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan campuran ( combined deviction ) Dilakukan oleh suatu golongan social yang memiliki organisasi yang rapi.

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation, sebab-sebab penyimpangan /kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu factor subjektif dan factor objektif.

2.

3.

Individual

Berdasarkan pelakunya Campuran Kelompok

Footer section, halaman : 1