You are on page 1of 6

STRATEGI OPERASI DI LINGKUNGAN GLOBAL

Strategi globalisasi memberikan efisiensi serta nilai tambah pada barang dan jasa yang ditawarkan, tetapi juga menambah rumit pekerjaan manajer operasi. Kesempatan untuk menjadi global sangat menggoda, tetapi manajer operasi harus menyadari bahwa hambatan yang ada tidak sedikit. Kerumitan resiko dan persaingan menjadi lebih besar, perusahaan harus dengan hati-hati memperhitungkan faktor tersebut.

Ada banyak alasan mengapa sebuah operasi bisnis domestik memutuskan untuk berkembang menjadi internasional. Alasannya sangat beragam, mulai dari alasan yang nyata hingga tidak nyataberikut kajian dari alsan-alasan berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengurangi biaya (upah pekerja, pajak, tarif, dll). Memperbaiki rantai pasokan (supply chain). Menyediakan barang dan jasa yang lebih baik. Menarik pangsa pasar baru. Belajar untuk memperbaiki operasi. Mendapatkan dan mempertahankan bakat global.

Permasalhan budaya dan etika Salah satu tantangan terbesar operasi global adalah menyatukan diferensiasi sosial dan budaya. Dalam dasawarsa terakhir, perubahan dalam hukum internasional, perjanjian, dan kode etik telah diterapkan untuk mendefinisikan perilaku manajer di seluruh dunia. Tetapi keseragaman global sangat lambat untuk bisa diterima di hampir semua negara, termasuk padapermasalhan kasus suap atau perlindungan hak cipta. Terlepas dari diferensiasi budaya atau etika, kita hidup di suatu periode dimana terjadi pergerakan dahsyat pada modal, informasi, barang dan bahkan manusia. Globalisasi, dengan semua peluang dan resikonya, ada dan akan terus berlangsung. Hal ini harus dipertimbangkan saat manajer mengembangkan misi dan strateginya.

Mengembangkan misi dan strategi Sebuah usaha manajemen operasi yang efektif harus mempunyai sebuah misi, sehingga ia tahu kemana arah tujuannya, dan sebuah strategi, sehingga ia mengetahui bagaimana cara untuk bisa mencapai misinya tersebut.

Keberhasilan ekonomi dan juga kemampuan untuk bertahan hidup, merupakan hasil pengenalan misi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kami mendefinisikan misi organisasi sebagai tujuannyaatau apa yang akan disumbangkan ke masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi misi adalah filosofi, nilai, lingkungan, konsumen, image public, profitabilitas dan pertumbuhan. Strategi adalah rencana tindak organisasi untuk mencapai misinya. Strategi-strategi ini memanfaatkan peluang dan kekuatan, menetralkan ancaman, dan menghindari kelemahan. Pada bagian berikut kita akan menjelaskan bagaimana strategi dibangun dan diterapkan. Perusahaan mencapai misinya dalam tiga jalan : 1. Pembedaan, 2. Kepemimpinan biaya, 3. Respon yang cepat. Hal ini berarta manajer operasi diminta untuk mengantarkan barang dan jasa yang 1. Lebih baik, atau paling tidak berbeda dengan yang lainnya, 2. Lebih murah, 3. Lebih cepat tanggap.

Meraih keunggulan bersaing melalui operasi Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Ketiga strategi tersebut adalah: 1. Bersaing pada pembedaan Pembedaan berhubungan dengan penyajian sesatu kakhasan. Peluang sebuah perusahaan untuk menciptakan keunikan bisa dilakukan pada semua aktifitas perusahaan. 2. Bersaing pada biaya Kepemimpinan biaya rendah berarti mencapai nilai maksimum sebagaimana yang diinginkan pelanggan anda. 3. Bersaing pada respon Respon sebagai keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan pengantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan, dan kinerja yang fleksibel.

Sepuluh keputusan MO Sepuluh keputusan MO yang mendukung misi dan menerapkan strategi adalah sebagai berikut : 1. Perancangan barang dan jasa, merancang biasanya menetapkan batasan biaya terendah dan kualitas tertinggi. 2. Mutu, harapan kualitas pelanggan harus ditetapakan. 3. Perancangan proses dan kapasitas, komitmen pengeluaran dan modal ini akan menentukan struktur biaya dasar suatu perusahaan. 4. Pemilihan lokasi, keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa menentukan kesuksesan perusahaan.
2

5. Perancangan tata letak, aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat karyawan, keputusan teknologi dan kebjtuhan persediaan. 6. SDM dan rancangan pekerjaan, manusia merupakan bagian integral dan mahal dari keseluruhan rancangan sistem. Karenanya, kualitas lingkungan kerja yang diberikan, bakat dan keahlian yang dibutuhkan dan upah yang harus ditentukan secara jelas. 7. Manajemen rantai pasokan, kepercayaan antara pembeli dan penjual sangat dibutuhkan untuk proses pembelian yang efektif. 8. Persediaan, keputusan persediaan bisa dioptimalkan hanya bila kepuasan pelanggan, pemasok, perencanaan produksi dab SDM dipertimbangkan. 9. Penjadwalan, jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus dikembangkan. 10. Pemeliharaan, keputusan harus dibuatpada tingkat keandalan dan kestabilan yang diinginkan.

Permasalahan dalam strategi operasi Kita akan mengkaji permasalahan ini dalam tiga cara : 1. Kita melihat bagaimana penelitian yang menjelaskan strategi MO yang efektif, 2. Kit mengidentifikasi beberapa prasyarat untuk mengembangkan strategi MO yagn efektif, 3. Kita akan melihat dinamika pengembangan strategi MO. 1. Penelitian, dengan program PIMS yaitu sebuah program yang dibuat untuk mengenali karakteristik perusahaan dengan tingkat pengembalian modal yang tinggi. PIMS dapat mengenali beberapa karakteristik perusahaan yang tingkat pengembalian modalnya tinggi. Diantara karakteristik itu yang memberikan dampak pada keputusan strategi MO adalah : a. Kualitas produk yang tinggi. b. Penggunaan kapasitas yang tinggi. c. Efisiensi operasi yang tinggi. d. Intensitas investasi yang rendah. e. Biaya langsung yang rendah per unit 2. Prasyarat, sebelum menetapkan dan mencoba untuk menerapkan sebuah strategi, manajer operasi harus memahami bahwa perusahaan beroperasi dalam suatu sistem terbuka. Di dalam sistem ini terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan strategi dan pelaksanaanya. Beberapa faktor tersebut adalah : a. Kekuatan dan kelemahan pesaing, begitu pula calon pendatang baru di pasar, barang pengganti, dan perjanjian dengan pemasok dan distributor. b. Permasalahan lingkungan, teknologi, hukum, dan ekonomi yang ada sekarang dan yang akan datang. c. Siklus hidup produk, yang bisa membatasi strategi operasi. d. Sumber daya yang tersedia dalam perusahaan dan dalam fungsi MO.

e. Penyatuan strategi MO dengan strategi perusahaan dan fungsi wilayah lainnya. 3. Dinamis, perubahan strategi terjadi karena dua alasan. yang pertama, strategi menjadi dinamis karena adanya perubahan dalam organisasi. Kedua, strategi juga dinamis karena adanya perubahan lingkungan.

Pengembangan dan penerapan strategi Saat perusahaan berusaha memahami permasalahan yang ada dalam mengembangkan strategi yang efektif, mereka mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal mereka, juga peluang dan ancaman yang ada di lingkungan mereka. Hal ini dikenal sebagai analisis SWOT (strength, weaknes, opportunities, threats). Selanjutnya strategi untuk mencapai misi ditetapkan. Strategi ini secara terus-menerus dievluasi berdasarkan nilai yang diberikan oleh pelanggan dan persaingan yang ada.

Mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan Faktor penentu keberhasilan ditentukan untuk mencapai misi dan mendapatkan kekuatan organisasi. Faktor penentu keberhasilan adalah seluruh aktivitas yang menjadikan perusahaan mempunyai keunggulan bersaing. Organisasi yang berhasil mengenali dan menggunakan faktor penentu keberhasilan untuk membangun kemampuan unik yang dimilikinya, akan mencapai keunggulan bersaing. Proses pengembangan strategi antara lain: 1. Analisis lingkungan, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Memahami lingkungan, pelanggan, industri dan pesaing. 2. Menetakan misi perusahaan, menetapkan alasan keberadaan perusahaan dan mengidentifikasi nilai yang akan diciptakan. 3. Membentuk strategi, membangun keunggulan bersaing, seperti harga yang murah, fleksibilitas rancangan atau isi, mutu, pengantaran yang cepat, ketergantungan, jasa purna jual atau lini produk yang luas. Faktor penentu keberhasilan dapat saling tumpang tindih diantara fungsi perusahaan, seperti pemasaran atau keuangan atau bahkan mungkin yang berada dalam satu fungsi. Sepuluh keputusan MO yang ada dalam buku ini menyediakan daftar untuk menentukan faktor penentu keberhasilan dalam fungsi operasi. Faktor penentu keberhasilan apapun harus didukung oleh aktifitas yang berkaitan. satu pendekatan untuk mengenali aktifitas adalah peta aktifitas, yang menghubungkan keunggulan bersaing, faktor penentu keberhasilan, dan aktifitas pendukung.

Membangun dan mengisi organisasi


4

Pekerjaan manajer operasi melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah mengenali strategi dan faktor penentu keberhasilan. Tahap kedua adalah mengelompokkan aktifitas yang diperlukan dalam stau struktur organisasi. Tahap ketiga adalah mengisi organisasi dengan orang yang akan melaksanakan pekerjaan. Manajer bekerja sama dengan manajer yang ada dibawahnya, membuat rencana, anggaran, dan program yang dapat menerapkan stratregi untuk mencapai misi dengan sukses. Memadukan MO dengan aktifitas lain Fungsi operasi dan hubungannya dengan bagian lain dalam organisasi bervariasi sesuai dengan misi MOnya. Fungsi operasi sangat mungkin berhasil saat strategi operasi dipadukan dengan fungsi lain perusahaan seperti pemasaran, keuangan, sistem informasi, dan SDM. Manajer operasi menyediakan sarana untuk mengubah input menjadi output. Perubahan bisa terjadi dalam proses penyimpanan, transportasi, manufaktur, penyebaran informasi, dan penggunaan barang atau jasa. Tugas manajer operasi adalah menerapkan strategi MO, memberikan keunggulan bersaing, dan meningkatkan produktifitas.

Pilihan strategi operasi global Bisnis internasional adalah setiap perusahaan yang terlibat dalan perdagangan atau investasi internasional. Kategori ini sangat luas, dan merupakan lawan dari perusahaan domestik atau lokal. Perusahaan multinasional ada;ah sebuah perusahaan dengan keterlibatan bisnis internasional yang sangat luas.manajer operasi perusahaan internasional dan multinasional menghadapi peluang global dengan satu dari empat stratergi operasi. Strategi operasi in adalah: 1. Strategi internasional Strategi ini menggunakan ekspor dan lisensi untuk memasuki pasar global. Strategi iinternasional adalah yang paling tidak menguntungkann dimana tingkat tanggapan lokal rendah dan pengurangan biaya sedikit. 2. Strategi multidomestik Strategi ini membagi kewenangan dengan memberikan otonomi yang cukup berarti pada setiap bisnis. Secara organisasi strategi ini berarti mendirikan perusahaan cabang, menyediakan waralaba, atau usaha patungan yang mandiri. Keuntungan strategi ini adalah memeksimumkan respon pasar lokal. Walaupun demikian, strategi ini hanya mempunyai sedikit keuntungan dari segi biaya atau bahkan tidak ada. 3. Strtegi global Strategi ini mempunyai tingkat sentralisasi yang tinggi, dimana kantor pusat mengkoordinasikan organisasi untuk mencari standar dan pembelajaran diantara pabrik, sehingga dapat menghasilkan skala ekonomis. Strategi ini tepat saat perusahaan fokus pada pengurangan biaya, tetapi tidak disarankan saat permintaan respon lokal tinggi. 4. Strategi transnasional

Strategi transnasional memanfaatkan skala ekonomi dan pengetahuan, juga penekanan akan respon, dengan mengetahui bahwa kemampuan dasar tidak hanya ada di negara asal, tetapi juga dapat berada dimana saja. Transnasional menjelaskan dimana material, orang, dan pemikiran melampaui atau keluar batasan nasional.

Ringkasan Operasi global memberikan tantangan dan peluang yang lebih besar bagi manajer operasi. Walaupun tugas ini menantang, manajer operasi mampu meningkatkan produktivitas dalam perekonomian dunia yang kompetitif dan dinamis. Manajer operasi dapat membangun dan mengelola fungsi-fungsi MO yang berperan besar pada daya saing perusahaan. Organisasi mengenali kekuatan dan kelemahannya. Kemudian membangun misi dan strategi yang efektif yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan, dan juga menambah peluang dan mengurangi ancaman lingkungan. Jika prosedur ini dilakukan secara baik, maka organisasi bisa memiliki keunggulan bersaing melalui beberapa kombinasi pembedayaan, biaya rendah, dan respons yang cepat. Keunggulan bersaing ini sering dicapai melalui perubahan strategi perusahaan menjadi internasional, multidomestik, global, ataupun transnasional. Penggunaan sumber daya yang efektif, baik domestik maupun internasional merupakan tanggung jawab manajer yang profesional, dan hanya sedikit manajer profesinal di masyarakat kita yang mampu mencapai kinerja ini. Tantangannya besar, sehingga penghargaan bagi para manajer dan masyarakat sangat berarti.