You are on page 1of 5

Analisis Kerentanan Bangunan terhadap Gempa Dengan Metode Hazus

Oleh: Restu Faizah.

Dalam Metode Hazus, kerentanan suatu bangunan terhadap hazard gempa dapat diestimasi dengan menganalisis fragility and capacity curves-nya. Data awal yang diperlukan adalah: type bangunan (termasuk tinggi bangunan) dan seismic design level bangunan. spektrum respon (PGA) lokasi bangunan. Langkah-langkah: 1. Pilih jenis bangunan yang akan dianalisis, sesuai dengan tabel 5.1 dalam Hazus book.

Agar mudah difahami, diambil contoh saja, tipe bangunan yang akan dievaluasi adalah Bangunan no.29 yaitu RM1L (Reinforced Masonry Bearing Walls). 2. Tentukan Seismic Design Level yang kita ambil dlam perencanaan. Hal ini ditentukan dengan memperhatikan tingkat ancaman lokasi terhadap gempa. Misalnya saja bangunan terletak di daerah Bantul Yogyakarta, dimana daerah tersebut mengalami kerusakan parah pada gempa Yogya 2006, maka sebaiknya dipilih High Design Level. 3. Buatlah Respon Curve, yang merupakan hubungan antara Spectral displacement, SA (sb.x) dan Spectral acceleration, SD (sb.y).

Pertama-tama dicari dahulu Spectral acceleration pada t= 0,3 detik dan 1 detik. Spectral acceleration ini dapat dicari dengan mengetahui PGA (Peak Ground Acceleration) lokasi kemudian dihitung dengan menggunakan rumus attenuasi untuk mendapatkan Spectral acceleration pada t= 0,3 detik dan 1 detik. Setelah itu, dapat dihitung Spectral displacement dengan menggunakan rumus berikut (NIBS, 2002): SD = 9.8 * SA * T 2 Dimana: SA = Spectral Acceleration (g) SD = Spectral Displacement (inches) T = Time Period (sec) Sebagai contoh, diproleh nilai SA dan SD untuk lokasi dimana bangunan didirikan adalah sbb:

Maka akan diperoleh Respon Curve sbb:

4. Buatlah Capacity Curve dari bangunan sesuai Seismic Design Level yang sudah ditentukan di depan. Untuk membuat Capacity Curve ini, digunakan parameter yang sudah disediakan dalam Hazus Book. Sebagai contoh, akan dibuat capacity curve untuk bangunan tipe RM1L dengan High Design Level, maka dipakai tabel 5.7a Hazus Book.

Diperoleh parameter capacity curve untuk RM1L dengan High Design Level sbb: a) Yield Capacity Point (Dy, Ay) = (0.64, 0.5333) b) Ultimate Capacity Point (Du, Au)= (10.23, 1.066) Maka akan diperoleh Capacity Curve sbb:

5. Gabungkan Respon Curve dan Capacity Curve dalam satu gambar, maka diperoleh sbb:

Diperoleh perpotongan dua kurva tersebut pada SD = 0.28. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila terjadi gempa besar, maka bangunan RM1L tersebut akan runtuh setelah SD=0.28. Nilai SD ini kemudian di plot dalam Fragility Curve untuk mengetahui kemungkinan kejadian di masa yang akan datang.

6. Fragility Curve. Untuk membuat Fragility Curve, digunakan parameter yang disediakan oleh Hazus book. Untuk bangunan yang ditinjau RM1L dengan High Design Level, maka digunakan tabel 5.9a.

Selanjutnya probabilitas kejadian dihitung dengan rumus :

dimana:

Dengan memperhatikan parameter dan rumus diatas, diperoleh Probabilitas sbb: High code SD= P kum 0.130430367 0.028442314 0.001468991 8.19604E-05

0.28 Slight Moderate Extensive Complete None Jumlah P[dsSd] 10.20% 2.70% 0.14% 0.01% 86.96% 1

Apabila dibuat grafik batang adalah sbb:

Kesimpulan: Apabila terjadi gempa besar kemungkinan bangunan tersebut tidak ada kerusakan adalah 86,9%, dan kemungkinan rusak ringan 0.01%..dst