You are on page 1of 18

Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No.

725 tentang Penyelenggaraan Pengangkutan Limbah B3

Anggota Kelompok 1. Ayu Damayanti 2. Dodik Pribadi 3. Fara Ferbiyan S 4. Hedwigis Ardiyani

5. Riezka Danastri P 6. Rizqa Najib 7. Vina Yuliana

Pengertian :
B3 adalah segala bentuk rupa dari gas, debu, cair maupun padat yg berbahaya dan beracun untuk semua bentuk lingkungan hidup, bukan hanya manusia, baik secara langsung dan tidak langsung.

A. Persyaratan Kendaraan Pengangkut B3


Kendaraan harus memenuhi persyaratan teknis dan
laik jalan serta dilengkapi dengan : Plakat Nama perusahaan Jati diri pengemudi Kotak obat lengkap dengan isinya Alat pemantau unjuk kerja pengemudi Alat pemadam kebakaran Nomor telepon pusat pengendali operasi Perlengkapan keadaan darurat

B. Persyaratan Pengemudi dan Pembantu Pengemudi :


1. Persyaratan umum : a. memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan golongan dan kendaraan yang dikemudikannya, b. memiliki pengetahuan mengenai: - jaringan jalan dan kelas jalan - kelaikan kendaraan bermotor - tata cara mengangkut barang.

2. Persyaratan Khusus : a. memiliki pengetahuan mengenai bahan berbahaya. b. Memiliki pengetahuan cara mengatasi keadaan darurat. c. memiliki pengetahuan mengenai ketentuan pengangkutan bahan berbahaya. d. memiliki kemampuan psikologi yang lebih tinggi daripada pengangkut bahan / komoditi yang tidak berbahaya. e. memiliki fisik yang sehat dan tangguh.

Peralatan Pelindung Diri Bagi Pengemudi dan Pembantu Pengemudi


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pelindung Pernafasan /masker Pelindung Anggota Badan Helm Kacamata Pengaman Sarung Tangan Sepatu Pengaman Pakaian Kerja

C. Lintas Angkutan B3
Penentuan lintas angkutan bahan berbahaya dan beracun juga harus memperhatikan : Tidak melalui daerah padat penduduk, terowongan dan jalan yang sempit; Tidak melalui tanjakan dan belokan yang membahayakan. Titik rawan sepanjang lintasan, seperti daerah kemacetan lalu lintas, tempat penyimpanan bahan berbahaya, depot bahan bakar, jalur listrik tegangan tinggi dll.

D. Pengoperasian Pengangkutan B3
Pengangkutan dilakukan dalam bentuk : Curah Pengangkutan B3 dalam bentuk curah dapat dilakukan dengan kemasan besar, seperti tangki portabel atau truk tangki. Non-curah. Pengangkutan B3 dalam bentuk non-curah dapat dilakukan dengan kemasan dengan berbagai bentuk, seperti botol, drum, jerigen, tong, kantong, kotak / peti dan kemasan gabungan.

Ketentuan Pengangkutan B3
1. Aspek keselamatan dan keamanan bongkar muat 2. Pedoman pengoperasian kendaraan 3. Pelaksanaan pengangkutan dilengkapi dokumen pengiriman 4. Pemisahan bahan berbahaya 5. jika kemasan rusak, pengangkutan di hentikan 6. Batas kecepatan max 60 km/jam

Pasal yang Berkaitan dengan Sanitarian


Pasal 2 Pasal 10 Pasal 11

Pasal 2 Pengaturan pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan B3 yang selamat, aman, lancar, tertib dan teratur, serta mampu memadukan dengan moda transportasi lainnya, sehingga dampak negatif dari interaksi fisik, kimia dan mekanik antar bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan manusia, kendaraan lainnya maupun lingkungan sekitarnya dapat dicegah.

Analisisnya : Pengaturan pengangkutan B3 sudah di terapkan dalam masyarakat. Contohnya kendaraan pengangkut B3 tidak melewati daerah pemukiman, daerah kemacetan lalu lintas. Untuk model transportasi harus dilengkapi dengan alat pengaman yang sudah memenuhi standar. Karena jika tidak maka bahan berbahaya dan beracun ( B3 ) akan mencemari lingkungan sekitar. Dampak negatifnya pun akan berimbas pada masyarakat dilingkungan sekitar.

Sebaiknya sanitarian ikut dalam mengawasi pengangkutan bahan berbahaya dan beracun ( B3 ) agar dapat meningkatkan mutu perusahaan yang mengangkut bahan berbahaya dan beracun ( B3 ).

Pasal 10
(1) Pembantu pengemudi bertugas memberikan bantuan yang diperlukan kepada pengemudi agar pengangkutan B3 dapat dilaksanakan sesuai kaidah keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja dan tidak diizinkan mengemudi kendaraan.

Analisisnya : Solusinya setiap pembantu dan pengemudi harus lebih memahami tentang bahan berbahaya dan beracun ( B3 ) sehingga mengantisipasi kejadian kejadian yang mungkin terjadi. Dengan memiliki pengetahuan maka pembantu dan pengemudi dapat lebih berhati hati dalam pengangkutannya. Masyarakat pun akan merasa aman. Sehingga tidak terjadi pelanggaran pelanggaran yang berbahaya bagi pembantu dan pengemudi.

Pasal 11
Untuk kesehatan dan keselamatan kerja, pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3) wajib dilengkapi peralatan pelindung diri, meliputi : a. Pelindung pernafasan / masker; b. Pelindung anggota badan; c. Helm; d. Kacamata pengaman; e. Sarung tangan, baik dengan bahan karet, kain ataupun kulit sesuai bahan B3 yang ditangani; f. Sepatu pengaman; g. Pakaian kerja.

Analisisnya : Diharuskan untuk para petugas, pengemudi dan pembantunya mengenakan alat alat pelindung pelindung diri yang dapat menghindarkan dari bahan B3 jika tidak maka akan terpapar oleh bahan B3 dan mungkin akibatnya akan fatal atau dapat terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Untuk itu sebisa mungkin menghindari dampak berbahaya dari bahan bahan beracun. Tugas sanitarian untuk bisa melakukan pengawasan terhadap apa apa saja yang dilakukan dalam pengangkutan bahan B3. Tetapi terkadang terjadi pelanggaran pelanggaran yang dapat merugikan dirinya sendiri, perusahaan dan lingkungan sekitarnya.

Sekian
Terima Kasih

You might also like