You are on page 1of 2

Segala puji bagi Allah. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah n. Amma badu.

Adzan jumat dua kali memang ada dasarnya, yakni sebuah atsar Utsman bin Affan a. Berikut penjelasan Syaikh al-Albani v pada kitab al-Ajwibah an-Nafiah an As`ilah Lajnah Masjid alJamiah, hlm. 8-9. Imam az-Zuhri v berkata: as-Sa`ib bin Yazid mengabarkan kepadaku:

Bahwasanya adzan yang telah Allah sebutkan di dalam al-Qur`an pada mulanya dikumandangan ketika imam duduk di atas mimbar dan ketika sholat akan ditegakkan pada hari jum'at di depan pintu masjid pada masa Nabi n , Abu Bakar dan Umar. Kemudian ketika tiba khilafah Utsman dan orang-orang semakin bertambah banyak serta rumah-rumah saling berjauhan, Utsman memerintahkan pada hari jum'at untuk dikumandangkan adzan yang ketiga (pada sebuah riwayat disebutkan: pertama. Dan di riwayat lainnya disebutkan: adzan kedua) di atas sebuah rumah miliknya di sebuah pasar yang bernama az-Zaura`. Lalu adzan dikumandangkan di az-Zaura` sebelum beliau keluar untuk memberitahukan kepada orang-orang bahwa waktu jum'at telah tiba. Maka demikianlah seterusnya hal tersebut berlangsung, dan orang-orang tidak mencela beliau atas hal itu, akan tetapi mereka pernah mencela beliau lantaran menyempurkan shalat (tidak mengqasharnya) ketika berada di Mina. [HR. al-Bukhari, jilid 2, hlm. 314, 316, 317, Abu Dawud, jilid 1, hlm. 171, an-Nasa`i, jilid 1, hlm. 297, at-Tirmidzi, jilid 2, hlm. 392 dan Ibnu Majah, jilid 1, hlm. 228. Juga diriwayatkan oleh asy-Syafi'i, Ibnul Jarud, alBaihaqi, Ahmad, Ishaq, Ibnu Khuzaimah, ath-Thabrani, Ibnul Munzdir, dll.] Dengan demikian jelaslah bahwa adzan dua kali yang rutin dikerjakan masyarakat umum sekarang ini berdasarkan dalil yang shahih.

DUA POIN PENTING [1]. Dua Alasan Utsman -radhiallohu anhu- Adzan Dua Kali. Dapat kita ketahui bersama dari hadits di atas bahwa Utsman -radhiallohu anhu- menambahkan adzan yang pertama karena dua alasan yang sangat masuk akal: 1. 2. Semakin banyaknya manusia, dan Rumah-rumah mereka yang saling berjauhan.
Barang siapa memalingkan pandangan dari dua alasan ini dan berpegang teguh dengan adzan Ustman a secara mutlak, maka dia tidak mengikuti petunjuk beliau a, bahkan ia menyalahi beliau. Sebab dia tidak mau mengambil pelajaran dari dua alasan tersebut, yang mana jika keduanya tidak ada niscaya Ustman a tidak akan menambah Sunnah Rasulullah n dan dua khalifah sebelumnya Abu Bakar dan Umar g.

[2]. Adzan Sekali atau Dua Kali? Pendapat yang tepat dan benar dalam masalah ini adalah, bahwa adzan jumat sekarang ini cukup dikumandangkan sekali saja. Berikut alasannya: 1. Tidak adanya sebab yang mendorong untuk mengumandangkan adzan dua kali sebagaimana yang dilakukan Utsman bin Affan a lantaran adanya dua asalan yang masuk akal di atas. 2. Mengikuti sunnah Rasulullah n, Abu Bakar dan Umar g. Dan tentu saja sunnah beliau jauh lebih kita cintai dari pada sunnah yang lainnya. Imam as-Syafii v berkata di kitab al-Umm, jilid 1, hlm. 172-173: Dan saya menyukai adzan pada hari jumat dikumandangkan ketika imam masuk masjid dan duduk di atas mimbar. Apabila imam telah melakukan hal itu, maka muadzdzin memuali adzan. Bila telah usai, maka imam berdiri dan menyampaikan khutbahnya, dan tidak boleh ditambah-tambahi (adzan lain) lagi. Lalu beliau menyebutkan hadits as-Sa`ib di atas dan berkata: Dahulu Atho` mengingkari bahwa Utsman yang memulainya dan berkata: Yang membuatnya adalah Muawiyah. Siapapun yang memulainya, (kata Imam asy-Syafii) maka perkara yang telah ada pada masa Rasulullah n tentu lebih aku cintai. [Disimpulkan dari kitab al-Ajwibah an-Nafi'ah 'an As`ilah Lajnah Masjid al-Jami'ah, karya Syaikh al-Albani, cetakan al-Maktab al-Islami]